Bupati Ancam Pecat Kaling dan Kadus, Harus Ciptakan Loteng Aman dan Bersih

6 Januari 2020 administrator 530 kali dibacaa

LOMBOK TENGAH. MP

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT memberikan peiingatan keras kepada semua kepala lingkungan (Kaling) dan kepala dusun (kadus) untuk bersama-sama menciptakan suasana aman dan bersih di masing-masing lingkungan dan dusunnya, “Jika ada kaling maupun kadus yang tidak mau menciptakan rasa aman dan bersih di masing lingkungan dan dusunnya siap-siap dipecat,” ancam Suhaili saat road show gerakan bersih, aman, nyaman di kantor camat Praya, Kamis (2/1).

Untuk itu, ia meminta kepada Lurah dan kades untuk memantau pergerakan Kaling dan Kadus. Jika ada yang tidak mau melaksanakan kewajibannya untuk mencitpakan rasa aman dan bersih ditempatnya agar segera dipecat. “Kalau Lurah dan kades tidak berani mengeluarkan surat pemecatan, saya siap menandatangani surat pemecatannya,” tegasnya.

Sehingga, untuk menunjang gerakan aman dan bersih. Maka harus mengaktifkan kembali pos ronda dimasing-masing lingkungan dan dusunnya. Bila perlu di masin-gmasing masjid dijadikan pos rondanya. Setelah itu, dibuatkan jadwal piket rondanya.

Selanjutnya masalah kebersihan, setiap jum’at bisa dilakukan gotong royong bersih-bersih lingkungan dan dusunnya. Minimal satu jam. “Gerakan ini kita akan mulai di bulan Januari. Selanjutnya Maret kita akan evaluasi, apakah kaling dan kadus sudah melaksanakan tanggungjawabnya,” ujarnya.

Bahkan untuk mendukung gerakan ini, semua Lurah dan kades telah mendatangani fakta integritas komitmen bersama yang isinya, pertama mendukung dan melaksanakan gerakan desa aman, bersih, sehat dan religius. Kedua, melaksanakan gotong royong pembersihan lingkungan atau dusun setiap hari Jum’at. Ketiga, melaksanakan kegiatan siskamling secara rutin dan terpadu bersama masyarakat diwilayah masing-masing. Ke empat menggerakkan budaya masyarakat terhadap perlaku hidup bersih dan sehat. Kelima mewujudkan desa dan kelurahan bebas sampah. Ke enam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah dan ke tujuh mewujudkan masyarakat desa yang religius melalui kegiatan seperti pengajian umum, kegiatan mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya. “Hal ini kita terapkan sebagai bentuk untuk mendukung dan menyambut Pengembangan pariwisata kita diLoteng, khususnya KEK Mandalika Kuta,” terangnya.

Apalagi, saat ini Loteng sedang diuji dengan berbagai karunian Allah SWT. Buktinya anggaran banyak dikuncurkan oleh pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan KEK Mandalika Kuta. Sehingga yang menjadi perso Ian apakah kita sudah siap menyambut semua itu. “Untuk menyambut semua ini, kita harus siap juga dari sisi SDM. Selain itu kita harus membuat kondisi daerah kita aman bersih dan sehat, " tungkasnya l dk