Meriah Kegiatan Maulid Akbar di Lombok Tengah

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada hari Selasa kemarin menggelar Maulid Akbar yang dipusatkan di Masjid Nurul Bilad Kuta, Kecamatan Pujut.

Dalam acara tersebut, ribuan masyarakat Lombok tengah dan ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menghadiri acara tersebut. Acara ini diisi juga dengan acara Ngurisan, Namatan, Sunatan masal, Isbat Nikah, Santunan anak yatim.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP dalam sambutannya menyatakan, saat ini  kita sedang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, ini bagian dari implementasi kita menunjukkan rasa syukur kita bahwa bumi alam ini sedang kita ini dengan pekerjaan-pekerjaan yang baik.

Apa yang terbangun di Lombok Tengah ini, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika seluas 1200 hektar ini yang sedang dan sudah terbangun saat ini, harus kita syukuri. “Kita miliki Gunung Rinjani, maka kemarin sudah dilaunching tracking yang dilakukan. Ini Allah SWT sedang menggeser rizki untuk kita ke Lombok Tengah. Dan ini patut kita syukuri, “kata Wabup.

Setiap tahun orang yang naik melalui Senaru ke Gunung Rinjani kurang lebih sekitar 90 ribu orang. Dan pendapatan yang dihasilkan mencapai melalui Senaru Rp. 10 miliar hany melalui pembayaran karcis saja. Dengan adanya gempa, maka bergeser rezki itu, dimana pemerintah mencanangkan pendakian melalui Lombok Tengah yaitu Desa Aik Berik. “Ini rasa syukur yang saya maksudkan tadi, “ujarnya.

Dan saat ini, kita harus merayakan hari kelahiran Nabi kita lanjut Wabup, karena bumi dan alam ini tidak akan tercipta kalau tidak karena penyebab adanya rasul kita. “Maka dengan mauled Nabi ini, saya yakin semua masyarakat Lombok Tengah akan mendapatkan barokah dar Allah SWT, “tegasnya.

Yang namatan saat ini lanjut Wabup tercatat 1400 orang. Semua ini harus kita pupuk dari anak-anak kita mempelajari dan mendidik anak kita semua itu dalam rangka peningkatan sumber daya manusia di Lombok Tengah.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua guru dan Kepala Sekolah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka menggerakkan semua sisi di Lombok Tengah ini dalam rangka memajukan daerah ini menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Dalam kegiatan Maulid Akbar tersebut, juga dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, Ngurisan, Nyunatan, Namatan, Nikahan/Isbat Nikah dan prosesi Nyongkolan dan pembnerian santunan anak yatim.

Dalam acara mauled tersebut tausiah disampaikan oleh Prof. Dr KH. Manarul Hidayat, MA. (MP)

Wabup Hari Santri Momen Pengingat Bagaimana Resolusi Ulama

Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri Wildan, SIP menyatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama di tahun 2015 kemarin sudah menetapkan kalau pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Momen ini menurutnya sebagai pengigat kembali bagaimana resolusi ulama untuk bangkit melawan penjajahan sebelum kemerdekaan,  saya berharap agar Santri ini sebagai pengingat kita bagaimana para ulama memperjuangkan kemerdekaan, “ungkapnya.

Selain itu, jangan menganggap Apel ini hanya sekedar acara seremonial saja. Melainkan Apel ini bisa dijadikan sebagai pemicu semangat Santri dalam berbangsa dan bernegara. Kehadiran santri juga dalam segmen kehidupan haruslah menjadi sosok penyemangat terutama saat di butuhkan oleh Negara. “Thema Hari Santri tahun ini yakni Bersama Santri Damailah Negeriku, sangat relevan berbangsa dan bernegara, “sambungnya.

Diharapkan, melalui thema hari santri tahun ini santri bisa tampil ditengah ketegangan dan menjadi motor penggerak dalam Negara ini. Peran santri haruslah menjadi pioneer pembangunan di bangsa ini. Santri juga dituntut vocal dalam menyuarakan kehidupan yang damai ditengah perbedaan yang ada, “saya sangat bangga jika santri saat ini betul-betul ikut serta dalam membangun bangsa ini ditengah muncul persoalan yang ada, “harapnya.

Santri juga pada kesempatan ini diajak bangkit membawa panji-panji Islam, pasalnya hanya bersama santrilah yang akan mampu membawa kedamaian di negeri ini.

Pasar Tani Cegah Permainan Pengempul

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pertanian Loteng menggelar pasar tani, dengan harapan bisa memajukan usaha pertanian, meningkatkan nilai jual dan mencegah permainan pedagang pengepul yang selalu mendapatkan keuntungan lebih, jika dibandingkan dengan petani. “Pasar tani tidak hanya sebagai sarana transaksi jual beli. Tapi, bisa sebagai ajang memasarkan produk yang dihasilkan petani Loteng kepada konsumen dengan harga yang murah, “ungkap Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, SH usai senam jantung sehat di Alun-alun Tastura Lombok Tengah.

Lebih lanjut, ia harapkan kegiatan pasar tani bisa dilakukan sebulan sekali, upaya perkenlan pelaku usaha pertanian ke masyarakat luas. Selain itu, sebagai wahana ruang terbuka serta edukasi pertanian di Kabupaten Lombok Tengah. “Kami sangat apresiasi atas kegigihan petani, untuk mempertahankan ketahanan pangan dalam keberlangsungan hidup masyarakat,”jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah. Lalu Iskandar, SP,.MM mengatakan, pemasaran produk hasil pertanian di Indonesia secara nasional dan local masih sangat lemah, petani kesulitan memasarkan produk hasil pertaniannya. Petani seringkal terjebak dan dihadapkan oleh permainan pedagang pengepul yang selalu mendapatkan keuntungan lebih jika dibandingkan dengan petani. Hal ini akibat daro ketidak mampuan petani dalam menguasai dan mengakses informasi pasar, sehingga sulit untuk menentukan harga produknya yang pada akhirnya petani selalu dalam posisi dirugikan.”Selain bertujuan memperkenalkan produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh petani Lombok Tengah, sekaligus sebagai ajang untuk melihat seberapa besar respon masyarakat atau konsumen mencintai dan membeli produk petani secara langsung ditawarkan semakin variatif.

Dengan demikian, melalui ajang pasar tani diharapkan nilai tukar petani menjadi meningkat yang berdampak pada peningkatan pendapatan. Upaya ini juga, dilakukan pemerintah daerah untuk memfasilitasi pemasaran produk pertanian secara langsung yang mempertemukan petani dengan konsumen pembeli. “Dalam pasar tani, berbagai macam produk pertanian ditawarkan mulai dari hasil pertanian ditawarkan mulai dari hasil pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan, baik dalam bentuk hasil olahan dengan harga yang sangat terjangkau, “tungkasnya. (MP)

Plt. Bupati dan Sekda Gelar Halal Bihalal Lebaran Topat Dipusatkan di Mushalla Kantor Bupati Loteng

Hari Pertama masuk paska liburan lebaran, puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Tengah lakukan halal bihalal di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah. Plt. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, SIP bersama Sekda. HM. Nursiah, S.Sos,. M.Si langsung memimpin halal bihalal tersebut.

Dalam sambutannya usai gelaran halal bihalal tersebut, Plt. Bupati Lombok Tengah secara pribadi dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pegawai atas kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja dilakukan selama ini.”Semoga kita semua saat ini kembali dalam keadaan fitrah seperti bayi yang baru lahir  tanpa dosa. Insya Allah, amin, “ katanya.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri juga menghimbau, kepada seluruh ASN lingkup Lombok Tengah untuk mengajak seluruh keluarganya yang sudah memiliki hak pilih pada Pilkada Gubernur tanggal 27 Juni 2018 untuk menggunakan hak pilihnya sehingga jangan sampai golput. “Memilih pemimpin itu wajib hukumnya, untuk itu mari kita gunakan hak pilih karena satu suara itu sangat berarti, “ungkapnya.

Selain itu Plt juga menghimbau agar masyarakat dalam melaksanakan pencoblosan nanti untuk menjaga suasana ketertiban dilingkungan masing-masing dan selalu waspada sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, usai halal bihalal, Sekda Lombok Tengah HM. Nursih, S.Sos,. M.Si ditempat terpisah menyampaikan, pada hari pertama tersebut 99 persen ASN lingkup Setda masuk semua. Karena pada hari itu dan seterusnya tidak ada pegwai yang cuti karena telah melakukan cuti bersama. “Namun untuk kehadiran keseluruhannya termasuk yang di OPD-OPD.

Bila ada pegawai yang ternyata menambah masa liburannya tanpa alasan yang jelas dan masuk kreteria sesuai dengan aturan yang ada, maka akan diberikan sanksi administrative sesuai dengan aturan yang ada. “Buat yang hanya sekedar masuk dan kemudian pulang juga akan dicek dan didata dan kita akan berikan teguran lisan dan hingga teguran tertulis.

Sekda tegaskan, tidak ada alasan lagi bagi pegawai untuk bermalas-malasan hingga harus menambah masa liburannya. Karena libur yang diberikan pemerintah sudah cukup lama dan telah memiliki banyak waktu untuk bersama keluarga.

Sementara itu, untuk lebarab ketupat sendiri, yang jatuh pada hari Jumat kemarin, Pemda Lombok Tengah memusatkan acaranya di Mushalla Kantot Bupati secara sederhana dengan menggelar acara pembacaan yasin, zikir dan doa.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lebaran Topat di Lombok Tengah biasanya di meriahkan dengan hiburan rakyat seperti music dan Lomba-lomba yang dilakukan sebagai hiburan masyarakat. Namun, untuk tahun ini diisi dengan kegiatan zikir dan doa.

Menurut Plt. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, SIP mengatakan tujuan legiatan Lebaran Topat yang dilaksanakan ini untuk memperkuat tali silaturrahim antar semua jajaran pemerintah di Kabupaten Lombok Tengah, selain meminta semua pihak bekerja sama untuk menjaga kamtibmas, mengingat dalam satu mingggu kedepan akan dilaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. “Semua pihak harus bekerjasama untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif pada Pilkada NTB tanggal 27 Juni 2018.

Lebih lanjut diungkapkannya, lebaran ketupat kali ini hajatan utamanya untuk memupuk semangat persaudaraan, persatuan dan jalinan silaturrahim antara pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Lombok Tengah. Untuk itulah pihaknya tahun ini melaksanakan perayaan Lebaran Topat dengan zikir dan doa untuk mewujudkan Lombok Tengah Bersatu (Beriman, Sejahtera dan Bermutu). “Mari kita bersatu untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Lombok Tengah, “ungkapnya. (MP)

Praya Dapat Giliran Safari Silaturrahmi Ramadhan

Seluruh masjid yang ada di seluruh  Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Praya pada Rabu malam (23/5) 2018 dapat giliran kegiatan Safari Silaturrahmi Ramadhan 1439 H. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Demikian disampaikan Plt.  Bupati Lalu Pathul Bahri, SIP dalam sambutannya pada acara Safari Silaturrahmi Ramadhan di Masjid Nurul Huda Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Lombok Tengah.

Dihadapan ratusan warga yang hadir, lebih lanjut Plt. Bupati menyampaikan, seluruh ASN yang ada di Kabupaten Lombok Tengah pada saat yang bersamaan tersebar keseluruh desa yang ada di Kecamatan Praya untuk melaksanakan Safari Silaturrahmi Ramadhan tersebut.”Saya tadinya diminta oleh beberapa desa untuk hadir namun saya mohon ijin tidak bisa datang agar saya bisa datang ke Desa Mertak Tombok.

Pada kesempatan itu, disampaikan kalau kegiatan Safari di Mertak Tombok merupakan kegiatan yang dikoordinir oleh sejumlah OPD salah satuna DPMD Kabupaten Lombok Tengah yang langsung dihadiri Kepala Dinasnya beserta perwakilan dari instansi lainnya seperti perhubungan, Lingkungan Hidup dan juga Kabid-Kabid pada dinas tersebut.”Pada setiap lokasi kegiatan Safari selalu dirangkai dengan pemberian bantuan untuk anak yatim dan piatu dimasing-masing desa sebanyak 100 orang berupa uang tunai Rp. 50.000 untuk masing-masing anak.”ungkapnya.

Bila di Lombok Tengah terdapat 136 desa dan atau kelurahan, maka anak yatim piatu yang dapat santunan selama kegiatan Safari Silaturrahmi Ramadhan itu adalah 100 orang dikalikan 136 desa dengan total sana yang diberikan yakni 50 ribu rupiah dikalikan 100 orang dikalikan 136 desa yang ada. maka bisa dibayangkan berapa total dana bantuan yang diberikan kepada anak yatin dan piatu tersebut.

Namun berkat adanya Baznas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, maka persoalan sumber dana bantuan untuk anak yatim dan piatu tersebut bisa terealisasi. Karena itulah salah satu tujuan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk saat ini mengembangkan dunia pariwisata yang sejalan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta Pujut.” Karena kalau PAD kita semakin tinggi, maka apa yang tidak bisa kita lakukan,”tandas Plt.

Dengan banyaknya pembangunan hotel yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mandalika, maka secara otomatis akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Lombok Tengah. Seperti kawasan Nusa Dua Bali yang juga dikelola oleh ITDC dengan hanya luas 350 hektar mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten setempat dengan jumlah yang fantastis, apalagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang luasnya mencapai 1500 hektar.

Saat ini saja dengan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun, membuat Lombok Tengah menjadi satu-satunya Kabupaten yang berani memberikan insentif bagi seluruh marbot Masjid yang ada di Lombok Tengah yang totalnya berjumkah 1400 Marbot. Begitu juga para Guru Honorer diberikan SK dengan konsekwensi harus ada yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten. Berikut kader Posyandu yang ada di seluruh Lombok Tengah yang jumlahnya ribuan juga diberikan. “Apalagi nanti kalau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika benar-benar beroperasi, maka apa yang tidak bisa kita berikan,”jelasnya.

Begitu juga dengan pembangunan pasar Jelojok yang ada di Desa Barabali Kecamatan Kopang dengan anggaran Rp. 79 miliar, salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Tengah. Kenapa di Jelojok? Plt. Bupati menjelaskan, sebanyak 250 ribu orang yang berasal dari pulau Sumbawa, yakni masyarakat KSB, Sumbawa Besar, Dompu dan Bima bepergian keluar daerah melalui pelabuhan Kayangan kemudian langsung menuju bandara.” Selama ini tidak satupun diantara mereka yang berhenti membelanjakan uangnya di Lombok Tengah. Hanya lewat saja,”terangnya.

Maka dengan pembangunan Pasar Modern Jelojok tersebut, merupakan salah satu strategi untuk menghadang mereka berhenti sejenak untuk membelanjakan uangnya di Lombok Tengah. Caranya yakni dengan mendesain pasar Jelojok tersebut dilengakpi dengan Rest Area yang nyaman sehingga membuat mereka tertarik untuk berhenti dan beristirahat dipasar tersebut. “Kalau mereka sudah diam disana membelanjakan uangnya dan itu menambah jumlah uang yang beredar di Lombok Tengah sehingga akan meningkatkan roda perekonomian di Lombok Tengah yang akan berdampak meningkatkannya kesejahteraan masyarakat’ “paparnya.

Pinjaman Dana Besar Demi Pedagang Pasar Kopang

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah melakukan penandatanganan pinjaman dana Rp.79 milyar ke PT. SMI yang merupakan perusahaan plat merah.

Penandatanganan dilakukan Bupati Lombok Tengah dan Direktur PT SMI Agresius Kadiaman di Hotel Novotel belum lama ini

Hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pinjaman adalah Ketua DPRD Lombok Tengah Ahmad Fuadi. Pinjaman daerah tersebut akan diperuntukan seluruhnya untuk pembangunan pasar Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. Pola pengembalian dilakukan secara bertahap setiap tahun selama 5 tahun kedepan.

Bupati Lombok Tengah H.Suhaili menyampaikan rasa terima kasihnya atas dipercayakannya kembali Lombok Tengah melakukan pinjaman dana segar.

Menurut Bupati Pinjaman 79 milyar rupiah tersebut dikhususkan untuk pembangunan pasar moderen terkoneksi di Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. “Apresiasi kami masyarakat Lombok Tengah atas bantuan untuk ikhtiar percepatan pembangunan berbagai macam sarana khususnya pasar Kopang” ungkapnya.

Menurut Bupati ini merupakan kali kedua mendapatkan bantuan permodalan dari PIP ataupun yang sekarang bernama SMI. Pinjaman itu memiliki jangkan waktu 5 tahun untuk perceopatan pembangunan di daerah. Untuk itu pemerintah menjamin kualitas dan kuantitas bangunan sangat baik. Sebab kualitas menjadi persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh pemda untuk mendapatkan kepercayaan dari PT.SMI. Karena itu masyarakat dalam hal ini terlibat baik dalam proses pembangunannya maupun pengawasan melekatnya. “Banyak keuntungan kita, kita ditunutut dengan pinjaman iutu terarah, berkualitas bagus, saya minta masyarakat ikut mengawasi pengerjaan proyek tersebut agar apa yang kita harapkan dapat tecapai” jelasnya.

Sementara itu menurut Direktur PT SMI Agresius Kadiaman, pihaknya kembali memberikan pinjaman ke Lombok Tengah karena dinilai Pemda Lombok Tengah telah melunasi kewajiban pengembalian pinjaman tepat waktu. Disamping itu pula alokasi dana pinjaman dinilai telah dimanfaatkan dengan sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat. SMI melihat pemda Lombok Tengah taat terhadap perjanjian pinjaman, kredit pengembalian sebelum belumnya seperti sudah melunasi pinjaman tahun 2017 lalu sehingga diberikan lagi pinjaman.

Menurutnya pemda Lombok Tengah menunjukkan treck record yang baik dan telah menjaga kepercayaan perusahaan selaku pemberi modal. Atas kepercayaan yang telah dijaga dan dilaksanakan dengan baik maka pihaknya kembali menyetujui usulan pinjaman Rp.79 milyar. “Pinjaman ini yang kedua kalinya dan yang pertama Rp.90 milyar sudah lunas. pemakaiannya juga cukup bagus dan sudah dirasakan oleh masyarakat” jelasnya.

Menurutnya pinjaman itu nantinya akan dimanfaatkan untuk masyarakat yakni dengan melakukan penataan pasar sebab dengan pasar yang baik perekonomian masyarakat akan bergerak baik itu dinikmati oleh pedagang, ataupun pembeli termasuk juga kualitas perdagangan lebih higenis dan juga lebih luas. Lombok Tengah sendiri bisa menjadi model bagi daerah lain untuk melakukan peminjaman kepada SMI sebab hajat pinjaman itu adalah bagaimana masyarakat dapat menikmatinya secara langsung seperti halnya pembangunan jalan yang dilakukan oleh Pemda Lombok Tengah.

Menurutnya, jumlah pinjaman yang diberikan kali ini adalah Rp.79 milyar dengan bunga pinjaman sebesar 6,6 % pertahunnya.

Selain kabupaten Lombok Tengah, kabupaten lain juga melakukan pinjaman seperti halnya kabupaten Lombok Timur. Diharapkan daerah lain dapat mencontohi Kabupaten Lombok Tengah dalam melakukan pinjaman.

Diakuinya untuk memberikan pinjaman pihaknya melakukan pendampingan dengan membantu mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan sebab tidak hanya menyangkut soal PT SMI tetapi juga menyangkut persetujuan Kementrian Keuangan dan kementrian Dalam Negeri. Terkait dengan sanksi, Agresius mengatakan ada sanksi namun saat ini tidak ingin berbicara soal sanksi.

Agrsius mengatakan pemberian pinjaman tidak dilakukan secara full tetapi direalisasikan secara bertahap.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan Dan Pemukiman L.Firman wijaya mengatakan proses pembangunan akan dimulai bulan agustus 2018 mendatang. Saat ini proses lelang DED sedang berlangsung. Pasar Kopang akan didesain menjadi pasar tradisional moderen artinya konsep bangunan tetap mengedepankan kedaerahan atau kearifan lokal tradisional akan tetapi fasilitasnya moderen.

Di dalam bangunan nanti masing.masing jenis dagangan memiliki los pasar sendiri sendiri dan tidak campur aduk, hal itu untuk menjaga kebersihan dan kerapian pasar. Disamping itu terdapat ruang istirahat, ruang terbuka hijau, arena bermain anak anak dan fasilitas lainnya.

 Lalu kemanakah pedagang yang sudah ada sementara waktu ?. Kepala Dinas Perindag Kabupaten Lombok Tengah H.Saman mengatakan, pedagang yang sudah ada akan dipindahkan sementara ke tanah KUD yang ada di Pengkores. Hal itu berdasarkan usulan dari Camat Kopang L.Setiawan. “Sementara mereka di pengkores sambil menunggu selesai dibangun, bagi yang tidak mau sepakat untuk mereka berjualan dirumahnya sendiri” kata Saman.

Saman menjamin pemerintah tidak akan merugikan pedagang sebab pemindahan ini dilakukan semata mata untuk memperlancar proses pembangunan saja. Terkait dengan kekhawatiran pedagang yang nantinya tidak dapat jatah los pasar, Saman mengatakan data pedagang sudah dipegang maka tentu pedagang yang sudah ada saat ini akan diprioritaskan. “Mereka akan dapat haknya sesuai dengan keputusan rapat, semua pedagang akan ada tempatnya masing masing, hanya saja nanti tidak semerawut bercampur baur seperti sekarang ini” jelasnya. Amril

TAHAPAN PROGRAM & JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NTB TAHU 2018

 

No

 

 

U r a i a n

 

Tanggal

 

Keterangan

1 Pengumuman Penyerahan dukungan (Perseorangan) 9 s/d 22 November 2017  
2 Penyerahan syarat dukungan (Perseorangan) 22 s/d 25 November 2017  
3 Penelitian Administrasi (Perseorangan) 22 Nov s/d 5 Desember 2017  
4 Penelitian Faktual (Perseorangan) 12 s/d 25 Desember 2017  
5 Pendaftaran Pasangan Calon 8 s/d 10 Januari 2018  
6 Penetapan Pasangan Calon 12 Februari 2018  
7 Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon 13 Februari 2018  
8 Masa Kampanye 15 Februari s/d 23 Juni 2018  
9 Masa Tenang 24 s/d 10 Juni 2018  
10 Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 27 Juni 2018  
12 Rekapitulasi Penetapan dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara 7 s/d 9 Juni 2018  
12 Sidang MK (Jika Ada Perselihan Hasil Pemilihan)    


 

LAPORAN PERSIAPAN FESTIVAL MENENUN 2017

Sukarara, 7 Juli 2017

No                          : Kesra III/      / 2017

Lampiran             : –

Hal                          : Laporan persiapan festival menenun 2017

 

Kepada Yth:

Bupati Lombok Tengah

Di Praya

 

Dengan hormat kami laporkan bahwa seperti halnya tahun 2016, pada tahun 2017 ini kami akan menyelenggarakan festival menenun dirangkai dengan beberapa kegiatan budaya lainnya. Secara rinci dapat kami laporkan:

  1. Dasar hukum pelaksanaan festival

Penyelenggaraan festival didasarkan pada:

  1. RPJMDES Desa Sukarara tahun 2012-2018
  2. Hasil Konsultasi dengan Bapak Camat Jonggat dan Bapak Bupati Lombok Tengah
  3. APBDES Desa Sukarara tahun 2017
  4. SK Kepala Desa Sukarara No:9/2017 tanggal 15 Mei 2017 tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Festival.
  5. Nama festival

Festival dimaksud kami beri nama: Festivasl Budaya Asal “Sukerare Begawe Jelo Nyesek II 2017”.

  1. Waktu pelaksanaan

Festival akan berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 17 s.d 27 Juli 2017.

  1. Tempat/lokasi festival

Seluruh kegiatan festival diselenggarakan di wilayah Desa Sukarara dengan mempertimbangkan azaz manfaat ekonomi, sosial, kultural.

  1. Jenis/bentuk kegiatan festival

Festival 2017 tidak saja menampilkan 1500 perempuan penenun se Desa Sukarara tetapi disertai dengan beberapa kegiatan budaya.

No Kegiatan Hari/Tanggal Waktu Lokasi
1 Karnaval Senin,17 Juli 2017 14.00 – selesai Start dan finish di kantor Desa Sukarara
2 Peresean Selasa,18 Juli 2017 s.d Senin,24 juli 2017 15.30 s.d 17.30 Dusun Dasan Baru
3 Seminar sehari “Pelempek Sejarah Keberadaan Songket Sukarara” Rabu,19 Juli 2017 08.00 – selesai Aula Kantor Desa Sukarara
4 Baca Lontar Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
5 Pekendeng Banget/Ngendang/ Gandrung Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
6 Upacara Pembukaan Rabu,26 Juli 2017 09.00 s.d 13.00 Dusun Dasan Baru
7 Peragaan Busana Rabu,26 Juli 2017 13.00 – selesai Dusun Dasan Baru
8 Wayang Kulit semalam suntuk Rabu,26 Juli 2017 21.00 – selesai Dusun Dasan Baru

 

  1. Langkah persiapan yang telah dilakukan:

Langkah-langkah persiapan yang telah kami lakukan :

  1. Membentuk panitia pelaksana dengan SK Kepala Desa Sukarara No: 9/2017, tanggal 15 Mei 2017.
  2. Menyiapkan dan mengirim proposal kepada:
  • Kementrian Dikbud, Kemendagri, Menko Kemaritiman, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Perindustrian.
  • Dinas Pariwisata Provinsi NTB.
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
  • Pihak ketiga/swasta.
  1. Menyiapkan surat-surat dan mengirimnya:
  • Izin tenaga kesehatan kepada Kadikes Loteng.
  • Bantuan WC umum kepada Kadis PU-PR Loteng.
  • Izin pemasangan spanduk kepada Kapolres : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin lokasi pemasangan spanduk kepada Kadis Tata Kota : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin keramaian dan pengamanan kepada Kapolres Loteng.
  • Izin pengamanan lalu lintas kepada Kapolres Loteng.
  • Izin penggunaan sebagaian ruas jalan raya BIL kepada Kadis Perhubungan NTB (Dto Sekda Loteng).
  • Mohon sambutan Bapak Gubernur dan Menteri (Dto Bupati Loteng)
  • Undangan pembukaan (Dto Bupati Loteng)
  1. Koordinasi perlengkapan meliputi : terop, panggung, kursi, sound system, dekorasi, PLN, spanduk, baliho, back droop.
  2. Koordinasi kesenian meliputi : Gendang Rembak, Gandrung Bapangan, Gendang Belek, Jaran Kamput, Gamelan.
  3. Koordinasi perangkat upacara meliputi : MC, pembaca puisi, pembaca doa, pembaca ayat suci Al-Qur’an, pagar ayu, among tamu.
  4. Peserta dan partisipan
  5. Atraksi kesenian.

Menjelang upacara pembukaan ditutup akan ditampilkan:

  1. Gendang Rembak yang melibatkan 24 penari gendang, ceng-ceng dan reong sehingga total sekehe menjadi 48 orang.
  2. Tari Gandrung Bapangan melibatkan 10 penari gandrung dengan bapangan (tanpa penepekan).
  3. Susunan acara pembukaan:
  4. Pembacaan kalam illahi
  5. Doa
  6. Laporan panitia pelaksana dengan Mendakin
  7. Pengantar/sambutan:
  8. Pemotongan dua helai umbak (Nine dan Mame) sebagai tanda festival dimulai.
  9. Atraksi kesenian (Gendang Rembak dan Gandrung Bapangan).
  10. Penutup (peninjauan ke peserta festival menenun)
  11. Undangan:

Pada upacara pembukaan diharapkan hadir 400 orang terdiri dari unsur:

  1. Pemerintah Pusat
  2. Pemerintah Provinsi NTB
  3. Bupati se Pulau Lombok
  4. Dinas/Badan se Kabupaten Lombok Tengah
  5. Camat se Kabupaten Lombok Tengah
  6. Kepada desa se Kecamatan Jonggat
  7. Dinas Pariwisata se Pulau Lombok
  8. Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama
  9. Pemangku pariwisata
  10. Tiris Nusantara/Mancanegara
  11. Biaya

Biaya festival bersumber dari  APBDES Desa Sukarara tahun 2017, dan dana lainnya yang sah dari pihak ketiga.

  1. Lain-lain

Persiapan-persiapan yang telah kami sebutkan di atas secara administrative telah siap dan secara teknis menunggu waktu sesuai dengan jadwal.

Demikian laporan kami, dan selanjutnya kami mohon petunjuk Bapak Bupati. Atas perhatian dan restu Bapak Bupati, kami sampaikan terimakasih.

 

Kepala Desa Sukarara

 

Timan

Selamat Jalan H Ikrom

 

 


PRAYA – Ketua forum kerukunan dini masyarakat (FKDM) Loteng, HM Ikrom tutup usai. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mataran, Kamis sore lalu.

Dilanjutkan dengan pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Amaq Gewar, Bat Eat Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Jumat siang usai salat Jumat.

Sebelumnya, salat jenazah dilakukan di Masjid Jami Praya. Dri Masjid Jami ke lokasi pemakaman diiringin ratusan jamaah pengantar jenazah.

Hadir di lokasi pemakaman Sekda NTB, Sayuti, didampingi Sekjen DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi. Hadir para tokoh politik, tokoh masyarakat, agama, dan tokoh masyarakat.

Informasi yang diterima, sebelum meninggal Ikrom sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Beberapa bulan lalu juga, mantan anggota DPRD Loteng tahun 2004 ini sempat dirawat inap di rumah sakit karena penyakit jantung.

“Sempat sakit jantung waktu itu,” terang salah satu pejabat di Loteng di lokasi pemakaman.

Informasi lain yang diterima, beberapa hari lalu Ikrom sempat ke Sumbawa Besar bersama Bupati Loteng, HM Suhaili FT. Bahkan beberapa kali foto kegiatan berasama Suhaili sempat dia posting di akun fecebooknya.

Sementara perwakilan keluarga almarhum mengucapkan terimakasih atas kesempatan jamaah mengantarkan almarhum ke TPU Amaq Gewar.
Kata dia, almarhum meninggal menurut keterangan dokter adalah serangan jantung. Ikrom meninggalkan.
Adapun riwayat Ikrom, PNS guru di Gerung, wartawan tabloit, anggota DPRD Loteng, dan Humas di salah satu universitas di Mataram dn terakhir memutuskan berwirausaha.

Wabup Kunjungi Denis Penderita Kangker Tulang

Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri menunjukkan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami Denis bocah kelas 4 SD yang menderita kangker tulang sejak dua tahun silam. Wabup mendatangi langsung rumah Deni di Dusun Berembang Lauk Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat.
Wabup sambut Muhsin dan Istrinya orang tua dari Denis, Kepala Puskesmas Bonjeruk dan Kepala Dusun Berembeng Lauk.
Wabup merasa prihatin dengan kondisi bocah tersebut dan menyarankan agar orang tuanya segera membawa anaknya ke Bali guna dilakukan pengobatan. “Saya harap anaknya dibawa berobat, tidak usah pikirkan biaya, sudah ditanggung pemerintah, kalau dibiarkan terus maka nyawanya tak bisa tertolong” ungkap Wabup
Kondisi tangan Denis memang sangat memprihatinkan. Selain membengkak dan bernanah penyakit itu sudah menyebar ke sebagian tubuhnya. Hal itu akibat dari tidak dilakukannya pengobatan secara komprehensif. Orang tua Denis hanya mengandalkan obat dari dukun atau obat tradisional semata sementara obat dari dokter tidak diberikan.
Sebenarnya tangan dari Denis sempat mengecil dan normal namun karena tidak ditangani dengan baik pengobatannya maka penyakitnya semakin membesar dan kini sudah mulai membusuk. Pihak Dinas Kesehatan sendiri sudah merujuk Denis ke Sanglah untuk dilakukan kemo terapi, akan tetapi tidak berlangsung lama dikarenakan orang tua kuwalahan dengan biaya hidup selama di Bali.
Disamping itu pula anaknya terus merengek minta pulang ke Lombok sampai akhirnya dibawa kembali ke Lombok. “Kami sudah sarankan untuk dibawa ke Bali, kamipun sudah siapkan biaya termasuk juga untuk biaya hidupnya kita pikirkan, namun orang tuanya tidak mau” ungkap Kepala Puskesmas Bonjeruk.
Denis sendiri saat dijenguk Wabup, menangis karena mengira akan dibawa ke Bali. Denis sendiri kerap menolak dibawa ke Bali untuk berobat. Hal itulah yang membuat orang tuanya tak bisa berbuat apa apa disamping orang tuanya juga menuruti keinginan anaknya. “Saya sudah lelah ngutang untuk biaya hidup kami di Bali, kalau saya sendiri kesana, saya tak mengerti apa apa, makanya harus suami saya juga ikut, tapi kalau dia ikut, kami makan apa, suami saya jadi buruh tani” ungkapnya lirih.
Pada kesempatan itu Wabup menyerahkan bantuan kepada orang tua Denis berupa uang untuk membantu meringankan beban Denis dan orang tuanya. Selain itu pula sumbangan juga diberikan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Duta Lingkungan sebesar 2,3 juta lebih. LaWabup