Kantor Bupati Lombok Tengah Diprediksikan Rampung Oktober 2019

Kantor Bupati Lombok Tengah yang terletak diareal lahan PTP Puyung  depan Kampus Poltekpar NTB diharapkan bisa ditempat bulan Oktober 2019 mendatang. Bangunan dengan luas lahan sekitar 2,4 Ha ini dinilai bisa rampung pada Oktober 2019.

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, sangat optimis pembangunan kantor bupati bisa diselesaikan dalam kurun waktu beberapa bulan kedepan. Ia juga berharap kantor Bupati yang baru bisa menjadi kado ulang tahun Lombok Tengah yang bertepatan juga pada bulan Oktober. Selain itu kantor bupati diharapkan bisa dijadikan tempat apel peringatan HUT Lombok Tengah.

Suhaili menilai tidak ada masalah terkait proses pembangunan dan semua berjalan lancar, tinggal mengatur landscape penataan halaman. Dengan adanya alat elektrik dan lif menjadikan progres bangunan berjalan cepat dan lancar. Itu semua merupakan lompatan yang luar biasa.

“Tahapan pembangunan sudah sangat cepat dan tidak ada kendala terkait pembangunan, tinggal dilengkapi masjid dan penataan landscape yang lebih luas lagi, “ungkap Suhaili saat dikonfirmasi di Kantor Bupati. Selasa kemarin. (MP)

Lombok Tengah Raih Penghargaan Mendikbud

Inovasi dan komitmen pada sektor pendidikan yang terus digalakkan menampakkan hasil. Kali ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI melalui Dirjen Dikdasmen memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Reward tersebut berkat keberhasilan dalam penjaminan mutu pendidikan dasar tahun 2018. Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah juga mendapatkan penghargaan predikat terbaik dalam penjaminan mutu pendidikan melalui kegiatan kemitraan dengan LPMP NTB dalam program Diklat Cakep tahun 2018. Kedua piagam penghargaan diberikan di hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (19/3).

Dalam hal ini, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT mengucapkan syukur atas penghargaan yang telah diberikan Mendikbud. Hal ini akan menjadi pemicu semangat lagi  dalam mengelola dunia pendidikan ke lebih baik. “Jangan mentang-mentang dapat penghargaan, lantas dibuat gaga-gagahan. Jadikan itu pemicu semangat untuk terus menata dan mengelola pendidikan ke arah yang lebih baik, “kata Suhaili, Selasa (19/3) di Kantor Bupati.

Apalagi, berbicara soal mutu pendidikan, berarti bagaimana memberikan pelayanan terhadap proses belajar mengajar kepada peserta didik. Selain itu, meningkatkan profesionalisme guru, malalui sejumlah pelatihan dan lainnya.. termasuk juga peningkatan sarana dan prasarana sekolah. “Jadi berbicara pendidikan, mari kita pasang niat, bekerja ikhlas untuk mengembangkan dunia pendidikan, diantaranya mutu pendidikan, “tuturnya.

Artinya, jangan kita mengeluh. Mari kita bekerja demi kemaslahatan bersama dalam membagun karekter anak bangsa. Apalagi, berbicara pendidikan, kita tidak hanya mengajarkan anak bacan dan tulis, tapi bagaimana membangun karekter, sehingga menjadi anak yang berguna bagi semua orang. “Memang yang menjadi PR kita adalah kesejahteraan guru honorer. Tapi, kita akan terus berupaya memberikan perhatian kepada mereka, “tandasnya.

Sementara, Sekda Lombok Tengah HM Nursiah menjelaskan, penghargaan yang kita dapatkan ini, merupakan bentuk komitmen kita dalam mengembangkan dunia pendidikan. Itu dilihat dari sejumlah program yang telah dilakukan, mulai dari memberikan pelatihan untuk guru, penyiapan calon kepala sekolah, diklat pengawasd, mengirim tenaga khusus ke Jakarta dalam menyengam pendidikan dan pelatihan, pengembangan sarana dan prasarana, termasuk juga sinergitas dalam mendukung program yang ada dari pemerintah pusat dan provinsi.

 Selain itu, indikator yang dilihat juga, bagaimana implementasi dari manajemen sekolah dalam arah pembangunan mutu pendidikan. “Ini semua buah keikhlasan dalam mengembangkan dunia pendidikan. Kedepan, apa yang belum dibenahi, kita akan benahi demi kemajuan dan peningakatan mutu pendidikan di Lombok Tengah, “tungkasnya. (MP)

Kemendes PDTT RI Resmikan Homestay Desa Setanggor

Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, Anwar Sanusi, Ph.D, Senin (18/3) kemarin mengunjungi desa wisata Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan peresmian bantuan gallery tenun, homestay dan penerangan jalan umum di desa wisata Setanggor.

Kunjungan Kemendes PDTT RI beserta rombongannya disambut oleh Sekda Provinsi NTB. Ir. H. Rosiadi Sayuti, Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, S.Sos., M.Si, Ketua BPPD Lombok Tengah. Ida Wahyuni, Jajaran OPD Lombok Tengah, anggota Pokdarwis, tokoh pemuda dan masyarakat desa setempat.

Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah dalam sambutannya mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang dimiliki Lombok Tengah, baik itu dari ujung utara hingga selatan. Dari objek wisata yang dimiliki itulah, maka pemerintah pusat menetapkan Lombok Tengah sebagai salah satu dari 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Indonesia. “Dengan adanya KEK ini, kita memiliki mimpi barkita memiliki mimpi baru dalam menwujudkan kesejahteraan yang ditopang melalui pariwisata, “katanya.

Oleh karena itu, mimpi ini harus dijemput dengan mempersiapkan sumber daya dan potensi-potensi yang ada. Terutama potensi yang ada di desa harus digali dan dikembangkan untuk menopang arus besar sebagai efek dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dikerjakan saat ini. “Kita tidak boleh menjadi penonton diwilayah sendiri. Tapi harus menjadi pemain utama dalam arus perubahan kedepan, “terangnya.

Menurutnya, segala bentuk potensi yang dianugerahkan untuk Lombok Tengah tidak akan dapat memberi arti lebih jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, peran semua stakeholder dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata sangat penting. “Kami sampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat dan Pemprov NTB yang terus memberikan dukungan dalam upaya membangun dan memajukan dunia pariwisata demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, “ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendes PDTT RI, Anwar sanusi, Ph.D mengatakan apa yang dilakukan saat ini tidak lain dengan tujuan untuk mendorong perekonomian di NTB, khususnya Lombok Tengah agar bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan. Meski beberapa waktu lalu telah diuji dengan bencana gempa yang cukup mempengaruhi perekonomian masyarakat. “Ujian yang diberikan ini akan membawa himkah bagi kita semua. Apa yang kami lakukan ini untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, “katanya.

Oleh kare itu, melalui berbagai bentuk pendekatan ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk berkreasi dan memamerkan seluruh produksi yang dibuat oleh masyarakat. Bahkan seluruh unit kerja yang ada di Kemendes telah menangani beberapa bagian, diantaranya penanganan desa, daerah tertinggal dan juga transmigrasi serta memiliki badan penelitian pendidikan dan pelatihan yang memiliki tugas untuk melakukan pelatihan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, “tegasnya.

Dalam hal ini, ia berpesan agar desa wisata ini bisa dirawat dan dijaga dengan baik serta terus dikembangkan untuk pengembangan fasilitas wisata. Hal ini sebagai wujud syukur terhadap nikmat yang telah dimiliki. Jika nantinya hal ini mampu dikembangkan dengan baik, maka dapat dijadikan pertimbangan dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan. “Jika ini sudah dikembangkan, pasti akan menjadi salah satu pusat wisata yang ada di NTB dan menjadi mitra pusat wisatawan yang di Bali,”pungkasnya.

Wabup : Penhghasilan Perawat Non PNS Jadi PR

Perawat merupakan profesi mulia yang bekerja, berusaha dan berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Disatu sisi, penghasilan yang didapatkan, khususnya non PNS masih jauh dari upah minimum regional (UMR). “ memang yang masih menjadi pikiran atau PR, terkait penghasilan yang didapatkan para perawat, khususnya non PNS, “ungkap Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP ketia di acara jalan sehat dalam rangka memperingati HUT PPNI ke-45, di Bencingah Alun-Alun Tastura, Minggu (17/3).

Kemudian, ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang seluas-luasnya atas pengabdian dan pelayanan yang diberikan selama ini kepada masyarakat Lombok Tengah. “Semoga PPNI semakin jaya dan lebih baik, “tuturnya.

Sementara, Ketua PPNI Lombok Tengah, H.Lalu Najmul Irpan mengeluh, karena diusia yang sudah cukup matang untuk organisasi, pihaknya masih belum merasakan adanya keberpihakan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah dalam memberika kesejahteraan, khususnya perawat non PNS. Disatu sisi, perawat selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal, itu pun sudah dilakukan perawat. Bahkan, perawat yang ada di pelosok terus dan selalu memberikan pelayanan yang lebih baik. Hal ini dilakukan, karena tidak menginginkan adanya kekecewaan terhadap masyarakat. “Sebenarnya tidak usah muluk-muluk, kami hanya berharap  tenaga kami non PNS agar bisa diberikan u[ah sesuai dengan standar upah minimum kabupaten, “jelasnya.

Karena ini pekerjaan profesi hanya dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. Jadi, kesejahteraan mereka seharusnya dijadikan prioritas. Tidak seperti sekarang ini, dimana upah mereka masih jauh dari harapan. Apalagi, rekan-rekan non PNS merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan juga disemua fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. “Kalau SDM, kami pastikan semua perawat sudah mapan. Itu dibuktikan, dengan mereka sudah memiliki STR. Apalagi, pemegang STR, secara kompetensi sudah diakui oleh pemerintah pusat, “tungkasnya.

Ketika itu, kegiatan jalan sehat dilepas oleh Sekda Lombok Tengah HM Nursiah. Kemudian, pemenang yang mendapatkan hadiah sepeda motor Mio atas nama Asmawati Fitriana, warga Kawo, Kecamatan Pujut. (MP)

Bupati Minta Semua Pihak Tetap Jaga Kepercayaan Pusat Terhadap Loteng

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT, SH menegaskan, kegiatan pembangunan fisik di Dinas Pariwisata harus terus dikejar dan jangan lamban untuk meraihnya. Sebab menurut Bupati, peluang dikementerian sekarang sangat terbuka, dan selaku rujukannya ikut mensukseskan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang saat ini sedang dibangun di Lombok Tengah khususnya. Oleh sebeb itu, peluang untuk mendapatkan bantuan dari kementerian sangat terbuka. “Saya minta semua OPD untuk kreatif, inovatif dan harus jeli terhadap peluang yang ada, “pinta Bupati.

Bupati menegaskan juga, semua OPD untuk terus membuat profosal dan langsung mengajukan aapa saja yang akan direncanakan untuk dibangun di Lombok Tengah ini. Dan bila perlu kata Bupati, Sekda perbantukan staf ahli untuk melakukan konsntrasi meraih peluang yang sangat besar di kementerian tersebut.

Lebih-lebih lagi untuk tahun ini tambahnya, percepatan pembangunan yang dilakukan, pertaruhan Presiden Jokowi sangat luar biasa. Apalagi sebelum investor dari Prancis menghadap ke pak Jokowi, Lombok Tengah masih diintip juga oleh daerah lain, karena yang mau merebut lokasi pembangunan MotoGP seperti Jawa Barat, kemudian Palembang termasuk juga Bali.

Belum lagi luar negeri seperti Brazil sangat ingin memiliki apa yang akan dibangun di Lombok tengah ini untuk lokasi balapan Motor GP ini. “Luar negeri saja sudah ngebet menginginkan itu, meskipun sudah diputuskan di Indonesia, apalagi didalam negeri sendiri sudah banyak yang menginginkan pembangunan lokasi balap Motor GP ini sangat banyak sekali yang menginginkannya, “tegas Bupati.

Bupati juga menegaskankan, situasi dan kondisi Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya supaya terus dijaga. Kemudian hal-hal yang akan mengurangi kepercayaan dan perhatian pusat untuk dihindari. “Camkan kata-kata saya ini, apalagi banyak daerah yang iri terhadap Lombok Tengah, namun ini merupakan karunia dari Allah SWT dan kepercayaan pusat ini tolong terus dijaga dan jangan sampai berkurang, “tegas Bupati. (MP)

Bupati Lombok Tengah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Persoalan “Sampah” Memang setiap tahun menjadi PR pemerintah untuk segera ditanggulangi, terlebih dengan adanya program bebas sampah atau zero Waze. Melihat hal itu Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT akan berupaya membangun perilaku akan kesadaran masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, namun tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja melainkan harus ada gerakan bersama “kalau diserahkan kep pemerintah saja ya tidak bisa, karena semua unsur juga harus turut bergerak untuk bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih. “Ungkap Bupati yang sering disapa uhel.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga akan memfasilitasi masyarakat dengan membagikan kantong plastik disetiap tempat sampah yang disediakan di sejumlah tempat.

Selain itu persoalan sampah juga tidak bisa serta merta mengandalkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) melainkan semua elemen ikut menjadi pokdarwis sehingga bisa sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan baik dilingkungan rumah maupun tempat wisata. “Semua elemen masyarakat harus ikut menjadi pokdarwis artinya jangan hanya mengandalkan pokdarwis itu saja melainkan semua harus sadar juga akan kebersihan lingkungan,”jelasnya. (MP)

Bupati akan Evaluasi Kinerja Eselon II

Dalam pelaksanaan mutasi yang dilaksanakan menurut Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, SH pihaknya tidak pernah ada beban, termasuk untuk pelaksanaan mutasi bagi eselon III yang akan datang, sehingga bagaimana menyesuaikan agar sesuai dengan yang diharapkan.

Bahkan nantinya lanjut Bupati dalam pertengahan tahun ini pihaknya akan melakukan evaluasi eselon II, kareba mereka sudah dua tahun lebih menduduki jabatan eselon II. “Saya akan evaluasi mereka yang ada di eselon II, bagaimana kinerjanya, bagaimana hasilnya dan lain sebagainya hingga bisa saja akan kami lakukan pergantian sesuai dengan kebutuhan, “tegas Bupati.

Oleh sebab itu, apa yang pihaknya sampaikan tersebut jangan lagi kemudian dianggap sebagai balas saja, kemudian balas dendam dan lain sebagainya. “Kalau tetap saja kami dicurigai seperti itu, kapan lagi kita bisa melakukan pembenahan, “kata Bupati sembari menambahkan, kalau pihaknya buka tidak mau dikritisi, melainkan silahkan saja asalkan konstruktif dan tidak berdasarkan kebencian pribadi semata. (MP)

Presiden Jokowi akan Cek Lokasi Sircuit MotoGP

Dalam waktu dekat ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan datang berkunjung ke Pulau Lombok. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia untuk mengecek kesiapan lahan lokasi pembangunan sirkuit MotGP di kawasan The Mandalika Kuta Lombok Tengah. Memang ada rencana pak Presiden Joko Widodo akan datang ke Lombok untuk melihat langsung lahan lokasi sirkuit MotoGP, “demikian ungkap Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH, Jum’at, kemarin.

Hanya saja, Suhaili mengaku belum mengetahui kapan Presiden Jokowi akan datang, karena masih direncanakan. “Mudahan saja benar-benar terwujud. Hal ini untuk menunjukkan komitmen pemerintah pusat, bahwa sirkuit MotoGP benar-benar akan dibangun di Lombok Tengah, tegasnya.

Namun terlepas dari itu semua, bagaimana kesiapan masyarakat di daerah ini dalam menyongsong gelaran MotoGP di kawasan The Mandalika. Karena bagaimanapun juga, MotoGP dipastikan bakal digelar di kawasan The Mandalika, proses pembangunan sikuitnya sendiri akan dimulai tahun ini juga.

Dikatakannya, gelaran MotoGP memiliki peran sangat vital dalam upaya mendukung pengembangan kawasan The Mandalika. Gelaran MotoGP nantinya akan bisa menjadi magnet tersendiri bagi kawasan The Mandalika menarik minat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara untuk datang ke daerah ini.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah, tentunya juga ikut berbenah. Bukan hanya soal fasilitas penunjang fisik saja. Tetapi juga dari aspek sumber daya manusia (SDM). Dimana kualitas SDM masyarakat Lombok Tengah harus terus dipacu, agar ke depan bisa ikut terlibat dan merasakan secara lansgung dampak dari pembangunan kawasan The Mandalika dan tidak hanya jadi penonton semata. “Semua program di daerah ini semaksimal mungkin kita dorong agar bisa mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat di daerah ini. Supaya masyarakat Lombok Tengah bisa terlibat dan bukan hanya jadi penonton, “harapnya.

Masyarakat dalam hal ini juga tidak mesti berdiam diri. Hanya menunggu dukungan program dari pemerintah daerah saja. Tetapi secara mandiri juga bisa menyiapkan diri dengan skill dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja, karena kemampuan pemerintah daerah juga terbatas. “Ini yang tidak boleh terjadi. Ruang-ruang pekerjaan yang tersedia harus mampu kita isi. Caranya, mulai sekarang kita siapkan diri dengan bekal skill dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja nantinya, “tegas Bupati Lombok Tengah. (MP)

Bupati Harapkan Pembangunan Gelanggang Olah Raga Tidak Ada Kendala

Rencana pembangunan Gelanggang Olahraga di lapangan bundar Praya akan segera direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Terkait dengan masih adanya masyarakat yang ada disekitar Kampung Karang Kerem atau sebelah selatan lapangan bundar Lombok Tengah, Pemerintah Daerah Lombok Tengah juga akan segera tertibkan. “Kami sudah membuatkan mereka rumah susun (Rusunawa), dan kami tidak pernah menzolimi mereka, demikian ditegaskan Bupati Lombom Tengah HM Suhaili FT.

Bupati juga menegaskan, Pemerintah Kabupate Lombok Tengah terkait dengan lahan mereka tidak akan menggusur mereka, tetapi Pemerintah Daerah sudah membuatkan tempat yang layak untuk masyarakat di Kampung Karang Kerem tersebut. “ Kami harap secepatnyalah masyarakat sudah mulai pindah, sehingga jangan sampai ketika kami akan mulai bangun terus masyarakat serta isu dimunculkan mereka digusur dan lain sebagainya, “kata HM Suhaili.

Bupati juga mengingatkan, terkait dengan pembangunan gelanggang olahraga tersebut Pemerintah Daerah sudah mengingatkan masyarakat dua tahun lebih disampaikan dan diingatkan kepada mereka. Sehingga rusunawa sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk mereka.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah mengingatkan kembali kepada pihak terkait untuk tidak menunda-nunda lagi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Jangan sampai Pemerintah Daerah kemudian dikatakan zolim lagi dan lain sebagainya. Yang penting kami harapkan pembangunannya nanti tidak ada kendala yang mendapatkan dukungan dari semua pihak. “tegas Bupati (MP).

Ayo ke Loteng Banyak Pilihan Berwisata

Bupati HM Suhaili FT mempersilahkan desa-desa lain di Lombok Tengah, mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Karena ke depan, keberadaannya menjadi penopang, pendukung, dan pendorong kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sehingga bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Lombok Tengah, banyak pilihan untuk berwisata. Untuk itulah, warga harus menangkap peluang. Karena dipastikan, lama tinggal wisatawan bertambah. Bisa berhari-hari bahkan berpulih-puluh hari. Bahkan juga, mereka akan datang kembali.

Sementara, desa-desa wisata yang sudah berdiri, pesan Bupati Suhaili, harus saling emndukung, saling mempromosikan, saling memajukan dan saling melengkapi. Tidak boleh berdiri sendiri. Karena, setia desa wisata memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Tidak ada yang sama. Ada namanya desa wisata bahari, desa wisata adat, desa wisata gerabah, desa wisata adat, desa wisata songket, dan masih banyak lagi.

“Diharapkan desa wisata lebih berinovasi juga, “seru orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut. Khususnya, lanjut Suhaili menyangkut. Jangan tujuannya mendirikan desa wisata, karena mengejar bantuan pemerintah. Dari sisi kebijakan dan anggaran, diakui Suhaili memang pemerintah menyiapkan. Hanya saja, tidak semua desa wisata yang mendapatkannya. Kecuali, secara bergiliran. Baik fisik maupun non fisik. Dari 127 desa dan 15 desa persiapan di Lombok Tengah. Pemerintah Kabupaten menargetkan mendirikan 58 desa wisata.

Bagi Suhaili tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang sulit, rumit dan berat. Terbukti, Desa Bilelando di Kecamatan Praya Timur mampu menunjukkan diri sebagai desa wisata bahari. Padahal, desa yang satu itu dikenal garis merah. Kemudian, dikenal kotor karena sampah. Namun, warga mulai menyadari, ternyata membangun desa wisata melahirkan multiplayer efek. Terlebih, kalau berbicara pariwisata, tidak akan pernah habis-habisnya. “Inilah yang saya maksud, bagaimana menangkap peluang itu, “tekan Suhaili.

Dari hal terkecil, misalnya menjual ubi. Tapi, saran Suhaili harus dikemas sedemikian rupa, sehingga menarik dan memiliki daya beli tinggi. “Dinas Pertanian misalnya, bagaimana berperan dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan. Begitu pula, dinas dan instansi lainnya,” tambah Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah.

Dengan begitu, kata orang nomor satu dijajaran birokrasi Lombok Tengah tersebut, cepat atau lambat pariwisata di tingkat akar rumput semakin maju. (Lombok Post)