Balitbang Kemendikbud Tinjau Pelaksanaan UNBK

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud) beserta rombongan meninjau secara langsung proses pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Praya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP didampingi Kepala Disdik Lombok Tengah H. Sumum, SH, S.Pd, M.Pd dan Kepala SMPN 1 Praya, Majri, S.Pd., M.Pd, Senin (22/04) kemarin.

Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ir. Totok Suprayitno, PhD mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana persiapan UNBK yang sudah dilakukan di SMPN 1 Praya. Apakah semuanya sudah dijalankan sesuai mekanisme atau tidak, baik itu sinkronisasi soal serta penyediaan sarana dan prasarana. “Kita lihat sejauh ini UNBK adalah dikelola dan diadministrasikan dengan baik, “katanya.

Namun demikian, pihaknya terus menghimbau agar kedepan pelaksanaan UNBK di Lombok Tengah bisa terus ditingkatkan lagi. Bahkan ia meminta kepada pihak kepala sekolah dan Disdik untuk terus melakukan refleksi dan evaluasi dari tahun ke tahun untuk peningkatan lebih lanjut. Mengingat saat ini masih adanya kekurangan sarana dan prasarana yang menjadi kendala. “Kekurangannya memang mampu di atasi dengan meminjam ke pihak lain. Ini juga bentuk sikap gotong royong yang baik dan patut untuk dijadikan cerminan antara sekolah dengan masyarakat, “ternagnya.

Bahkan jika dilihat secara umum di NTB, khususnya Lombok Tengah, tahun depan pihaknya berharap semua sekolah bisa sukses melaksanakan UNBK secara keseluruhan. Hal itu dikarenakan UNBK bukan hanya sekedar tampilan menggunakan komputer saja, namun merupakan cermin dari kehendak jujur dan menegakkan integritas di dalam pendidikan itu sendiri. “UNBK ini bukan sekedar gagah-gagahan menggunakan komputer. Tapi sebagai cerminan untuk tegakkan integritas pendidikan, “ujarnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan sarana dan prasarana UNBK, ia meminta agar pihak sekolah melakukan pengadaan dari mana saja, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Namun jika belum sempat melakukan pengadaan, bisa dilakukan peminjaman ke orang tua/wali murid. Bahkan sekolah yang sama sekali belum memiliki sarana komputer, bisa menggunakan sarana komputer di SMA/SMK. Pasalnya, tahun ini jadwal UNBK SMP dan SMA/SMK tidak dilakukan dengan cara serentak. “Ini kita lakukan untuk mengantisipasi kekurangan sarana komputer di masing-masing sekolah, “jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk sinergitas di bidang pendidikan, khususnya pemerintah pusat, provinsi dan juga daerah. Selain itu juga, hal ini dalam rangka untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Yang menjadi titik tolak kita adalah bagaimana anak-anak ini menjadi orang hebat, “ujarnya.

Sedangkan terkait dengan kekurangan sarana dan prasarana UNBK, ia akan melakukan perbaikan setiap tahunnya. Dimana perbaikan ini akan menjadi tugas dan tanggungjawab semua pihak. Sehingga apa yang diharapkan pemerintah dan masyarakat secara menyeluruh untuk peningkatan SDM dan indeks pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik. “Insya Allah nanti kita akan sinergikan dengan semua pihak, “pungkasnya. (MP).

Peringatan Hari Kartini Tahun 2019 di Loteng Beda

Baiq Irma : Peringatan Hari Kartini Menjadi Simbol Kebangkitan Kaum Wanita Indonesia

Peringatan hari Kartini tahun 2019 di Kabupaten Lombok Tengah cukup sederhana namun meriah dan khidmat. Dalam upacara peringatan Hari Kartini ini juga ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana mulai dari Inspektur upacara sampai dengan petugas upacara lainnya terdiri dari kaum hawa. Dimana Inspektur Upacara sampai dengan petugas upacara lainnya terdiri dari kaum hawa. Dimana Inspektur upacara langsung diemban oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Tengah Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili, termasuk dari petugas penggerek Bendera di emban oleh para Polwan cantik dari Mapolres Lombok Tengah.

Kegiatan upacara peringatan Hari Kartini ini digelar di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah.

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Kartini. Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili menyatakan, hari ini kita memperingati hari kartini, hari yang menjadi simbol kebangkitan kaum wanita Indonesia. Kartini terlahir di zaman keterbatasan dan kaum wanita terpinggirkan. Di saat itulah, Kartini seakan menjadi oase pelepas dahaga keterbelengguan wanita.

Ditambahkannya, habid gelap terbitlah terang, adalah kumpulan surat menyurat antara Raden Ajeng Kartini dan sahabat penanya, yang berisi pandangan dari sosol pribadi Kartini yang menyerap cahaya pengetahuan modern, dan menjadikan pengetahuan itu sebagai teropong kritis atas kekangan sistem feodal dan kolonial, yang menghambat kemajuan masyarakat jajahan di Hindia-Belanda, pada tahun 1911, kumpulan surat menyurat tersebut diterbitkan dan menjadi bacaan yang beredar luas dikalangan terpelajar. Buku ini menuntun mereka dalam melihat arah kemajuan masa depan, dan menempatkan pendidikan modern sebagai kunci kemajuan. Kartini tumbuh sebagai warga dunia yang percaya bahwa pendidikan bagi kaum perempuan adalah kunci penting amansipiasi manusia.

Kini, 140 tahun sudah Kartini menginspirasi wanita Indonesia. Lantas pertanyaannya, bagaimana kita sebagai wanita masa kini, mengambil pelajaran dari cahaya keberanian dan kecemerlangan Raden Ajeng Kartini yang mendobrak belenggu keterbelakangan dan kolonialisme.

Ditambahkan Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili, kaum wanita memegang peran yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tidak hanya dalan kehidupan keluarga, juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Saat ini wanita telah banyak menempati posisi-posisi penting dan strategis. Keberadaan menjadi penentu. Tidak ada lagi halangan bagi kaum wanita untuk berprestasi dan mengejar setiap impiannya. “Kita memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. Dengan kata lain, tidak ada alasan lagi bagi kaum wanita untuk mundur dan hanya menjadi pengikut, “tegasnya.

Namun demikian, tentu saja kaum wanita tidak bisa melepaskan diri dari kodratnya. Ia adalah istri yang berkewajiban taat dan patuh pada suaminya. Menjadi keprihatinan atas prestasi yang mentereng, akan tetapi gagal memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri. Sebaliknya, akan menjadi semakin berkilau jika mampu menyeimbangkan di antara keduanya.

Di samping itu juga menurutnya, kita tidak boleh memandang prestasi wanita secara leberal, yang hanya diukur dengan prestasi karis dan jabatan semata, baik dia di sektor swasta maupun pemerintahan, tidak bisa kita mengukur prestasi seorang wanita hanya dari kacamatan semacam itu. Karena sejatinya, menjadi wanita adalah anugerah yang diberikan kelebihan dan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan kaum pria.

“Ketika ia hanya menjadi ibu rumah tangga, ia melakukan pekerjaan yang maha berat tanpa imbalan, dari bangun hingga tidurnya, ia tidak hanya berfikir akan bekal seperti apa yang harus disiapkan untuk anaknya esok pagi, ia tidak hanya berfikir akan memasak resep apa untuk suami tercintanya, tapi pada saat yang bersamaan ia akan melakukan itu semua dengan kekuatan fisik yang dimiliki, kaum wanita adalah adalah kaum multitaskiing, yang bisa mengerakan banyak hal dalam satu waktu secara bersamaan, dan dari jeris payah yang dibangun atas cinta kasih sayang itulah akan lahir anak-anak yang berprestasi, dan akan muncul suami-suami yang hebat di bidangnya masing-masing, “ujarnya.

Menurut Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili tercermin dari kegigihan Kartini, melawan arus di saat kolonialisme dan feodalisme mendominasi, maka mari kita ambil semangatnya dalam konteks membangun daerah kita hari ini. Belajar dan terus belajar adalah kunci untuk kita membangun dan menatap masa depan yang lebih baik. “Jangan ada kata puas dengan capaian kita. Insya Allah, dengan semangat Kartini yang kita bingkai dalam kebersamaan, kita akan dapat menghadapi setiap tantangan yang ada. Dan yakinlah, Insya Allah wanita-wanita Lombok Tengah adalah wanita-wanita yang hebat siap dengan segala perubahan tanpa harus ikut merubah kodratnya, “tegasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Forkopinda, kepala OPD lingkup Pemerintak Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Dharma Wanita Lombok Tengah, Ketua GOW Lombok Tengah, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh wanita yang ada di Lombok Tengah. (MP)

Kabar Gembira, Kominfo Buka 25.000 Beasiswa Talenta Digital

Koran Sindo

Senin, 22 April 2019-07;22 WIB

Jakarta – Kabar baik bagi lulusan SMA, D3, S1 hingga masyarakat umum. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia akan memberikan 25.000 beasiswa untuk program pendidikan tanpa gelar Digital Talent Scholarship 2019. Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Firdinandus Setu mengatakan, beasiswa itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan serta daya saing sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Peserta program akan dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis artifical intelligence, big data, cloud computing, cyber secutrity, internet of things dan machine learning serta beberapa tema pelatihan lainnya, “kata Setu dalam keterangan tertulis, kemarin.

Dia menjelaskan, program ini berkelanjutan dari 2018. Ketika itu, Kemenkominfo meluncurkan program untuk menyiapkan 1.000 talenta yang menguasai keahlian digital guna mendukung visi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2030. “Selain itu, Program Digital Talent Scholarship ditujukan untuk menyediakan talenta yang dibutuhkan dalam Revolusi Industri 4.0, “ujarnya.

Pada tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2019 akan memberikan kesempatan kepada 25.000 peserta untuk mengikuti pelatihan yang dikemas dalam empat akademi. Setiap akademi memiliki kriteria tertentu bagi peserta. Keempat akademi tersebut adalah, Fresh Graduate Academy (FGA) yang ditujukan bagi lulusan D3. D4 dan S1 bidang TIK (atau yang terkait).

Program ini terbuka bagi penyandang disabilitas. Kemudian, Vocational School Graduate Academy (VSGA). Yakni program pelatihan intensif bagi lulusan SMK. Coding Teacher Academy (CTA) yang ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS). Selanjutnya, Online Academy (OA), program pelatihan online bagi masyarakat umum termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Menurut Setu, beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo bekerja sama dengan 31 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 23 politeknik, dan 4 perusahaan teknologi global antara lain AWS, Cisco, Google, dan Microsoft.

Kementerian Kominfo juga menyiapkan kegiatan pascapelatihan bagi peserta program. Targetnya untuk mempertemukan keahlian yang dimiliki oleh talenta digital dengan peluang kerja dan usaha  di berbagai perusahaan teknologi, “paparnya.

Masa pendaftaran program dimulai pada 20 April 2019  hingga 19 Mei 2019. Untuk informasi lehi lanjut dan pendaftaran masyarakat dapat mengakses https://digitalent.kominfo.go.id atau di Instagram @digitalent.kominfo.

Bupati Harapkan Bendungan Batujai Bisa Dikelola Pemkab Loteng

Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH belum lama ini mengaku, Pemkab Lombok Tengah sudah mengajukan permohonan untuk melakukan pengelolaan terhadap keberadaan Bendungan Batujai sebagai salah satu lokasi wisata yang di Kota Praya. “Bedungan Batujai ini masih ditangani oleh pemerintah pusat, sehingga itu kami mohonkan ke Pusat melalui Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk bisa kita kelola, “ungkapnya.

Kalau pemerintah pusat memberikan pengelolaan otu kepada Lombok Tengah tambah Bupati, yang utama kepentingan kita yaitu agar potensi yang ada tidak mubazir dan kita ingin ikhtiar mendapatkan manfaat yang lebih dari keberadaan bendungan tersebut. “Kita yang ketempatan berharap ada nilai lebihnya, meskipun keberadaan bendungan ini manfaatnya juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang ada di Lombok Barat, “ungkapnya.

Bupati juga menyatakan, nilai lebih yang dimiliki oleh Bendungan Batujai ini memiliki keindahan dimana ada bendungan yang ada di pusat kota, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam arti bukan akan mengambil menjadi hak pribadi Lombok Tengah, tetapi yang penting bagaimana Lombok Tengah diijinkan untuk melakukan penataan dan pengelolaannya sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sebagai tempat mereka mengais rezeki, sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata dan peluang usaha masyarakat dalam rangka peningkatan ekonominya.

Selain itu lanjut Bupati, kepentingan kita adalah mengelola atau menyiapkan berbagai alternatif berbagai destinasi wisata untuk mendukung keberadaan kawasan ekonomi khusus mandalika. “Kami akan menyiapkan berbagai alternatif kalau pengelolaannya diizinkan kepada kami, dan yang terpenting dalam rangka mendukung keberadaan KEK Mandalika, “tegasnya.

Selain itu Bupati, dengan keberadaan Bendungan Batujai kalau pengelolaannya diberikan kepada Pemkab Lombok Tengah, agar kawasan bendungan ini tidak menjadi kawasan yang kumuh, dan ini akan mengurangi keasrian dan keindahan tata ruang Lombok Tengah. “Ini akan kami tata dan kelola sesuai dengan potensi yang ada d Lombok Tengah, apalagi lokasinya berada diantara Bandara dan Kota Praya, dan kalau ini menjadi tempat penampungan sampah dari masyarakat dan tidak ditata dari hulu sampai hilir maka lama-lama bisa menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, “tegasnya.

Pihaknya mencontohkan, banyak daerah diberikan pengelolaan oleh pusat menjadi salah satu destinasi didaerahnya seperti Bendung. Dan hal lain yang kita inginkan di Lombok Tengah bagaimana Bendungan Batujai ini diberikan pengelolaannya kepada Pemkab Lombok Tengah. “Kalau mengenai anggarannya bita kita shering nantinya, apalagi masterplantnya kita sudah ada. Untuk itu dan ini bisa menjadi danau dalam kota.(MP)

Pasca Pemilu Bupati dan Wabup Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Loteng

Pesta rakyat pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 ini, dalam rangka melakukan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota sudah digelar pada tanggal 17 April 2019 kemarin.

Bupayi Lombok Tengah (Loteng) HM Suhaili FT, SH telah memberikan hak pilihnya di TPS 15 Kampung Jawa Praya. Saat memberikan hak pilihnya, Bupati dua periode ini mendapat sambutan hangat dari para petugas KPPS, termasuk dari masyarakat pemilih lainnya. Bahkan beberapa masyarakat di TPS 15 ini melakukan foto bersama dengan Bupati usai mereka memberikan hak pilihnya.

Usai memberikan hak pilihnya, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili dalam keterangan persnya kepada sejumlah para wartawan menghimbau kepada masyarakat pasca pemilihan umum ini, dinamika yang terjadi selama proses demokrasi yang ada, mulai dari kampanye dan seterusnya jangan sampai dengan dinamika yang terjadi kemudian perbedaan yang ada justru akan membuat bangsa ini menjadi terpecah belah. “Ini jangan sampai terjadi perpecahan diantara kita, “tegasnya.

Oleh karena itu pihaknya menghimbau setelah pemilu ini, dan siapapun yang dikaruniai dan ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin dan akan menjadi wakil kita maka itulah yang terbaik buat bangsa Indonesia, dan bagaimana kita merajut kersatuan ini lagi. “Jangan sampai kita sudah sekian lama berjuang untuk kemaslahatan lali kita akan pecah belah, “tegasnya.

Dari pantauannya menurut Bupati, pelaksanaan Pemilu di Lombok Tengah saat ini masih berjalan aman dan kondusif sesuai dengan harapan kita bersama. “Untuk sementara waktu proses pesta demokrasi kita di Lombok tengah saat ini masih berjalan aman dan kondusif, dan kami harapkan sampai akhir pelaksanaan proses pemilu ini akan tetap aman dan lancar serta kondusif di Lombok Tengah khususnya di Indonesia pada umumnya, “kata Bupati.

Selain itu Ketua Golkar NTB ini juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan maupun ketertiban di masing-masing TPS agar proses jalannya pemilu bisa berjalan aman dan lancar, baik saat pemilihan maupun pasca pemilihan.

Sementara itu, ditempat terpisah Wakil Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri, SIP menegaskan, dalam pelaksanaan Pemilu saat ini di Lombok Tengah tidak ada persoalan yang berarti yang ditemukan, dan patut disyukuri semuanya berjlan aman dan lancar. “Tidak ada persoalan dan tidak ada masalah yang kita temukan di Lombok Tengah dalam proses Pemilu kali ini, “ungkapnya.

Pasca Pemilu ini kata Wakil Bupati, semua pihak diharapkan untuk cooling down, dan apapun yang terjadi pasca pemilu ini maka itulah hasil akhir dari proses demokrasi. “Yang paling penting mari kita menjada kondusifitas, ketertiban dan keamanan demi Lombok Tengah secara menyeluruh, “harap Wabup. (MP)

Sebanyak 650 Jiwa Korban Gempa Loteng Terima Bantuan Jaminan Hidup

Akhirnya setelah menunggu sekian lama, masyarakat korban gempa di Lombok Tengah menerima dana Jaminan Hidup (JADUP) per jiwa Rp. 10 ribu per hari dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pencairan JADUP tersebut dilaksanakan di Bank BRI Cabang Praya Lombok Tengah dan langsung disalurkan atau diserahkan oleh Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI dan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah HM. Nursiah, S.Sos., M.Si.

Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencan Alam Kemeterian Sosial RI Margiono menyerahkan langsung bantuan Jamian Hidup (JADUP) kepada Korban gempa Lombok Tengah, Kamis kemarin.

Adapun penerima manfaat dari Program Anggaran Bantuan Jaminan Hidup (JADUP) di Kabupaten Lombok Tengah yang sudah tervalidasi sebanyak 650 jiwa dengan anggaran masing-masing jiwa mendapatkan bantuan sebesar Rp. 600.000,- sementara yang belum tervalidasi sebanyak 24.826 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 149.392.

Margiono selaku Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam mengatakan, dengan diluncurkan program bantuan Jaminan Hidup (JADUP) ini berharap masyarakat korban gempa dapat sedikit terbantu dengan adanya dana JADUP ini. “Saya berharap dengan dikucurkan dana Jaminan Hidup (JADUP) sebesar 390 juta untuk 650 jiwa pertama dapat sedikit membantu korban gempa yang ada di NTB khususnya di Lombok Tengah, “ucapnya.

Bukan hanya itu Margiono juga mengatakan akan ada pengucuran anggaran tahap kedua lagi dengan jumlah penerima lebih besar dari tahap pertama, namun data itu masih belum di validasi karena masih di verifikasi dan di kaji untuk mendapatkan data yang akurat serta tepat sasaran karena kalau tidak tepat sasaran mau di rubah nanti susah prosesnya lumayan panjang sama seperti PKH. “Penerima JADUP di tahap kedua nanti khusus Lombok Tengah jumlah penerima akan lebih banyak dengan jumlah jiwa 149.392 yang belum tervalidasi mudah-mudahan segera tervalidasi, “ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah HM Nursiah, S.Sos., M.Si mewakili Bupati Lombok Tengah berharap bantuan jaminan hidup (JADUP) ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari korban gempa beberapa bulan lalu. “Saya berharap bantuan jaminan hidup (JADUP) ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, “ucap Nursiah.

Sekretaris Daerah (Sekda) juga berharap kepada para penerima JADUP ini agar menggunakan dan tersebut untuk kebutuhan  sehari-hari baik untuk membeli kebutuhan setiap hari seperti beras dan lain sebagainya, kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan mendesak lainnya, dan tidak untuk kemudian membeli hal-hal yang tidak penting. “Jangan sampai begitu menerima dana ini langsung ke Mall untuk membeli baju dan kebutuhan yang kurang penting lainnya, “harap Sekda.

Dalam penyaluran JADUP tersebut, terlihat wajah para penerima berseri-seri dan sangat bergembira menerina dana tersebut dalam bentuk rekening untuk kemudian nantinya mereka cairkan melalui Bank BRI. (MP)

MotoGP Mulai Datangkan Keberkahan

Rencana pembangunan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah (Loteng), mulai mendatangkan keberkahan. Diantaranya, Vinci Construction and Grand Projecs sebagai investor utama, membutuhkan 900 cleaning service. “Ini kami ketahui, setelah rapat bersama ITDC dan investor yang dimaksud, beberapa hari lalu, “beber Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, kemarin (12/4).

Seluruh 900 tenaga yang diperlukan itu akan dilatih di Jepang. Untuk itulah, warga Lombok Tengah diminta mulai mempersiapkan diri. Jumlah tersebut selain kebutuhan tenaga lain, seperti tenaga pertamanan dan penjaga keamanan.

Hal menguntungkan selain tenaga kerja adalah potensi Corporate social responsibility (CSR). Informasinya, kata Suhaili disiapkan puluhan miliar. Warga lingkat KEK Mandalika yang akan segera menerima manfaat itu. “Alhamdulillah, “ujar orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Tap lupa Suhaili memerintahkan seluruh bawahannya bergerak cepat mengikuti dan menyesuaikan perkembangan MotoGP. Baik fisik maupun non fisik. Jika tidak sanksi jelas menanti. “Ingat itu, “ancamnya.

Pemerintah pusat dikatakannya, benar-benar memberikan perhatian khusus untuk Lombok Tengah. Untuk darat, infrastruktur jalan dari Lombok Internasional Airport (LIA), menuju KEK Mandalika tahun ini dibangun. Termasuk, peningkatan status jalan kabupaten, menjadi jalan provinsi dan jalan provinsi menjadi jalan nasional.

Kemudian laut, di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang Dusun Awang Balak, Desa Mertak Kecamatan Pujut. Lalu, udara dengan perpanjangan landasan pacu atau runway LIA. “Intinya, pembangunan MotoGP, harus kita sukseskan bersama, “kata Sekda Lombok Tengah HM Nursiah terkait pagelaran lomba balap motor terakbar sejagad itu. (Lombok Post)

Pemerintah Kabupaten Berminat Kelola Bendungan Batujai

Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT menginginkan pengelolaan bendungan Batujai dipegang pihaknya, tidak lagi Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB. Dengan begitu, bendungan terbesar di Lombok Tengah tersebut, bisa disulap sebagai obyek wisata. “Jika ada peluang, kita segera ajukan ke pemerintah pusat, “ujar Suhaili, dihadapan para pejabat SKPM lingkup Pemerintah Kabupaten, di Bencingah Alun-alun Tastura, Praya, kemarin (13/4).

Yang ada sekarang, menurutnya terkesan dibiarkan saja. Padahal, jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan uang. Masyarakat bisa menjadi pedagang, hingga membuka usaha jasa wisata. Contohnya sejak ruang terbuka hijau (RTH) Tonjeng Beru dibuka, wisatawan berdatangan. “Aliran sungai di bendungan Batujai juga, kita tata, “tuturnya.

Dalam benaknya, penataan seperti obyek wisata di Bandung, Jawa Barat. Selain itu, pihaknya juga menyinggung pembangunan stadion sepakbola. Ada usulan, agar tidak dipusat Kota Praya, atau lapangan pacuan Kuda. Tapi, di Kecamatan kopang atau Kecamatan Batukliang. Pilihannya di Desa Kopang Rembiga atau Desa Bujak agar tercipta pemerataan pembangunan.

Lebih jelasnya, itu akan ditentukan melalui detail engineering design (DED). Karena itu, Suhaili memerintahkan, Dinas PUPR dan Dina PERKIM mulai menyusunnya. Terkait urusan anggaran, dipastikan siap, bahkan bisa dibantu pemerintah pusat. “Semoga terwujud, “ harap Suhaili, di dampingi Wakil Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri dan Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah. (Lombok Post).

Bupati Upayakan Semua PKL Bandara Dapat Lapak

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT angkat bicara terkait tuntutan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Bandara Internasional Lombok yang menginginkan agar mendapatkan lapak yang cukup dan layak, sehingga tidak dipindahkan lalu ditelantarkan begitu saja. Bupati mengatakan bahwa pihaknya akan mencari jalan keluar sehingga persoalan bagi para pedagang bisa cepat selesai. “Kita akan cari jalan keluarnya, tapi tidak mesti harus cari perhatian yang berlebih, “ungkap Bupati.

Selain itu Pemerintah Daerah juga akan mengusahakan supaya para pedagang bisa mendapatkan tempat dan space yang layak untuk digunakan sebagai tempat berjualan, terutama jumlah lapak juga harus sesuai dengan jumlah pedagang.

Tak hanya itu pihaknya juga akjan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura Lombok Internasional Airport agar kekurangan ini bisa segera disesuaikan. “Kalau memang ada kekurangan nanti kita akan koordinasi dengan Angkasa Pura, jelasnya.