Di Hakornas Pedagang Wajib Buat Spanduk Timbangan

Menjelang Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang jatuh pada tanggal 20 Maret 2019 nanti, pemda Lombok Tengah akan mengirimkan surat kepada pedagang atau pemilik Toko, supermarket, dan SPBU untuk membuat dan memasang spanduk berisi sosialisasi soal tera atau timbangan yang benar.

Salah satu contoh spanduk yang harus dibuat

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok  Tengah H.Saman mengatakan dalam rangka Hakornas nanti, seluruh toko dan ritel modern diharuskan untuk pasang spanduk di depan toko nya. “bagi kios, toko, supermarket atau ritel moderen dan SPBU harus pasang spanduk atau  baliho, Biner di tokonya. Kalau tidak dicabut izinnya” kata Saman di Kantornya.

Soal redaksionalnya, Saman mengatakan redaksi dalam spanduk sudah baku dan tinggal dibuat saja.
“Di SPBU contohnya “pompa ukur di SPBU ini telah diterpa ulang”.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk melindungi konsumen. “Kalau ada yang curang jelas kita tindak tegas” tegasnya. Am

FESTIVAL PESONA BAU NYALE 2019

BPBD Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Tengah, meminta warga masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim disertai hujan deras. “Hingga tanggal 30 Januari 2019 akan terjadi cuaca ekstrim dimana curah hujan tinggi, angin kencang tanah longsor,banjir dan ombak besar setinggi 2 hingga 4 Meter” kata  Kepala BPBD H.Muhamad yang ditemui di kantor Bupati Lombok Tengah  Rabu 23/1.

Muhamad mengatakan cuaca ekstrim bisa teejadi diseluruh wilayah Lombok Tengah. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk waspada. “Hingga seminggu kedepan baiknya kita tingkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ini” jelasnya. 

Beberapa hari ini cuaca ekstrim mengakibatkan banjir didua kecamatan yakni kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur seperti didesa Beleka, Ganti, Semoyang dan Desa bangket Parak. Ketinggian air mencapai  1 meter.

Selain banjir, angin kencang disertai hujan lebat juga memporak porandakan sejumlah tempat. Hampir seluruh ruas jalan di Kabupaten Lombok Tengah terpapar pohon tumbang. Am

Tempat Pelaksanaan Parade Budaya Tunggu Putusan Bupati

Tempat pelaksanaan Parade Budaya Bau Nyale tahun ini masih belum ditentukan dimana akan dilakukan, apakah di Pantai Kuta atau di Kota Praya. Guna menyelesaikan persoalan tersebut Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah meminta pendapat semua Dinas Instansi, Camat, maupun para Kepala Desa saat berlangsungnya Rapat Bau Nyale kemarin lalu. Nantinya usul maupun masukan tersebut akan disampaikan Sekda ke Bupati Lombok Tengah yang kemudian akan diputuskan dimana pelaksanaan Parade Budaya Bau Nyale itu akan digelar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah HM Lalu Putria mengatakan, pihaknya saat ini tidak bisa langsung menentukan lokasi pelaksanaan paradeelaksanaan parade budaya mengingat keputusan tersebut ada di tangan Bupati. Sehingga dari 13 kegiatan yang disepakati dalam rapat tersebut mulai dari pra acara, puncak acara  hingga pasca acara bau nyale. Hanya parade. Sehingga dari 13 kegiatan yang disepakati dalam rapat tersebut mulai dari pra acara, puncak acara  hingga pasca acara bau nyale. Hanya parade budaya saja yang belum pasti. “ Kita tunggu putusan Bupati untuk tempat pelaksanaan parade budaya,” ungkapnya Putrie.

Sementara untuk pelaksanaan Bau Nyale di Lombok Tengah sendiri tersebar di 17 titik. Namun pelaksanaan puncak atau pusat bau nyale tetap akan dilaksanakan di Pantanakan di Pantai Seger Kuta Lombok Tengah. Sementara Pemerintah Daerah Lombok Tengah hanya akan mensuport kegiatan pesta rakyat yang dilakukan selain di Pantai Seger. (MP).

Mantapkan Persiapan Nyale Pemda Loteng Kembali Menggelar Rapat

Pemerintah Kabupaen Lombok Tengah kembali menggelar rapat untuk memantapkan persiapan Pestival Bau Nyale tahun ini. Ada beberapa kegiatan yang dibahas mulai dari pra acara, puncak acara hingga pasca acara.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kembali menggelar rapat dengan sejumlah dinas instansi, camat, tokoh budaya hingga para kepala desa setempat. Hal itu bertujuan supaya perayaan Pestival Bau Nyale tahun ini lebih maksimal dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rapat tersebut ada beberapa kegiatan yang dibahas mulai dari pra acara, puncak acara hinga pasca acara bau nyale. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya. Pemilihan Putri Mandalika, Mandalika Berzikir, Surfing Contest, Mandalika Poto Contest, Peresean Sepulau Lombok, Parade Budaya hingga acara Puncak Ritual Bau Nyale.

Sementara untuk pemilihan putri Mandalika tahun ini tidak lagi seperti tahun sebelumnya dimana tahun ini pesertanya tidak lagi dari Lombok Tengah namun dari semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB. Hal itu disampaikan Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S,Sos., M.Si saat memimpin rapat di Ruang Rapat Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin, 21 Januari 2019. (MP)

Wabup Hadiri HUT MAN 1 Loteng

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah ke 41, Kamis (17/01) berlangsung meriah. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP dan seluruh jajaran Kemenag.

Mengusung tema “Semangat Kebersamaan Raih Prestasi Gemilang” HUT MAN 1 Lombok Tengah tahun ini diawali jalan sehat yang diikuri ribuan siswa/siswi maupun alumni MAN 1 Lombok Tengah. Dilanjutkan dengan acara persembahan reward bagi siswa/siswi berprestasi dan gebyar hiburan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP mengapresiasi prestasi lembaga pendidikan di Kemenag, khususnya MAN 1 Lombok Tengah yang dinilai merupakan salah satu lembaga pendidikan paling berprestasi. “Sudah banyak prestasi MAN 1 Lombok Tengah yang mengharumkan nama daerah ini, “ kata Wabup.

Selaku pemerintah daerah, politisi Partai Gerinda itu pun berjanji akan terus mendukung dan memajukan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut dia berpesan kepada siswa agar senantiasa berbakti, taat dan hormat terhadap guru. Karena keberkahan ilmu tergantung dari sejauhmana seorang murid menghargai gurunya.

Pihaknya juga menyinggung pembangunan sarana ibadah di MAN 1 Lombok Tengah yang akan segera rampung. Dikatakannya Wabup, terwujudnya pembangunan sarana ibadah tersebut merupakan bukti kesungguhan dan komitmen keluarga besar MAN 1 Lombok Tengah dalam memajukan pendidikan, khususnya dibidang agama. Pihaknya berharap kekompakan ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga MAN 1 Lombok Tengah bisa terus mencetak insan-insan berprestasi dan berdaya saing yang nantinya bisa berperan dalam memajukan daerah. “Kami akan terus berupaya melakukan terbaik untuk Kementerian Agama, “pungkasnya. (MP)

Poliklinik RSUD Praya Diresmikan

Saat peresmian dan tasyakkuran Gedung poliklinik RSUD Praya pada Kamis kemarin, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP sempat menyoroti kurang ramahnya pelayanan yang ada di RSUD Praya, dan beda dengan toko yang ada di Alpamart. “ Kita bawa uang saja di rumah sakit ini untuk daftar, pelayanannya langsung kita terima wajah yang ndak enak, “keluh Wabup.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lombok Tengah mengharapkan pelaku di rumah sakit segera merubah pola fikir dan cara fikir sangatlah penting. Dan kedudukan semua orang yang masuk ke rumah sakit ini semua sama dan haru mendapatkan pelayanan yang sama, baik itu orang kaya maupun orang miskin, apakah itu pejabat atau siapapun dia karena pemerintahan ini harus melayani rakyatnya, karena disanalah tempat pahala itu. “Saya sering mendapat laporan, kalau kita mendaftar perawatnya mukanya langsung nyebeng (marah). Lalu kapan perawat ini akan memberikan senyum kepada pasiennya dan kami berharap ada pelayanan terbaik yang diberikan di rumah sakit ini, “harap Wabup.

Hari ini kita meresmikan poliklinik lanjut Wabup, dimana infrastrukturnya sudah memadai. Sehingga ketika sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah jadi, maka mau kemana para pembalap itu akan dibawa untuk berobat kalau terjadi kecelakaan. Tentu nantinya akan dibawa berobat ke RSUD Praya karena tidak ada solusi lain, sehingga pemerintah pusat menaruh perhatiannya yang maksimal di Lombok Tengah.

Wakil Bupati juga dalam arahannya meminta agar kekompakan terus terjaga di RSUD Praya, sebab jangan sampai ada yang sampai iri hati dan lain sebagainya. “Jangan sampai ada yang iri hati di RSUD Praya ini, sebab ada kesalahan sedikit anehnya stafnya yang lapor ke kejaksaan dan kepolisian, namun bagaimana caranya, kita sama-sama memajukan rumah sakit ini kedepan, “kata Wabup.

Kalau ada kekeliruan, pihaknya berharap semua yang ada di rumah sakit ini selalu mendiskusikannya kepada direkturnya. Sekda, Kabid Kabag bahkan bila perlu dengan dirinya. “Kalau ada kekeliruan silahkan diskusikan bila perlu diskusikan dengan saya. Jangan sampai ada yang irihati, “harapnya.

Ditegaskan juga oleh Wakil Bupati, keberadaan RSUD Praya semakin hari semakin luar biasa dan ini semua berkat kerjasama kita semua dan bukan berkat hasil dari Muzakir Langkir atau Suhaili dan Pathul Bahri melainkan berkat kerjasama semua masyarakat Lombok Tengah.

Oleh sebab itu, Wabup berharap agar RSUD Praya melihat perkembangan yang akan terjadi di Lombok Tengah harus segera bersiap-siap. Terutama masalah kebersihan lingkungan rumah sakit. Sebab hal itu yang selalu menjadi pembicaraan orang. Namun kalau rumah sakit sudah bersih, pasti orang akan datang ke rumah sakit Lombok Tengah. “Khususnya masalah kebersihan harus diperhatikan juga oleh pihak RSUD Praya,”tegasnya.

Selain itu Wabup juag mengharapkan pelayanan prima di RSUD Praya harus diutamakan dan jangan pernah kalah dengan pelayanan yang diberikan oleh Indomart atau Alpamart. Dan tersenyum harus yang utama dalam pemberian pelayanan yang terbaik.

Dalam acara tersebut, diisi dengan pengguntingan pita tanda peresmian poliklinik, kemudian ada pembagian santunan kepada anak yatim dan acara pembacaan surat yasin oleh TGH. Sabarudin.

Hadir juga dalam acara tersebut TGH Fahrurrozi Wardi, Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos,. M.Si dan beberapa Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Acara terakhir diisi dengan peninjauan lapangan di bangunan poliklinik, penyampaian masterplant RSUD Praya dan santap siang. (MP)

Kinerja SKPM Lombok Tengah Dievaluasi

Seluruh Satuan Kerja Pelayan  Masyarakat (SKPM), lingkup Pemeintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan di Lombok Tengah, dikumpulkan. Satu persatu, mereka dievaluasi. Baik menyangkut serapan anggaran, maupun program kerjanya, di tahun 2018 lalu.

“Hasilnya, hanya sedikit saja program yang dapat warna kuning dan warna merah, “cetus Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos., M.Si usai memimpin rapat evaluasi di D’max hotel di Penujak kemarin (16/1).

Selebihnya, lanjut Nursiah warna hijau atau berhasil. Kalau dikalkulasikan, untuk serapan anggarannya saja berada pada posisi 93 persen. Sedangkan, program kerja 99,94 persen. Kemudian, Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) on the track.

Kendati demikian, pihaknya mengaku belum puas, sehingga tahun ini wajib dipertahankan dan ditingkatkan lagi, baik fisik maupun non fisik. Yang kurang, harus dilengkapi dan yang lengkap, harus disempurnakan kembali. Kuncinya, kerja sama, satu sama lain, jangan ada ego sektoral atau jalan sendiri-sendiri.

“Kalau dibandingkan tahun 2017 lalu, tahun 2018 lebih baik. Alhamdulillah, “klaim orang nomor satu dijajaran birokrasi Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut. Lebih lanjut, pihaknya menambahkan salah satu penyebab, ada rapor kuning dan merah adalah, urusan program pelayanan kesehatan. Itu karena, jumlah bidan masih kurang. Saat ini hanya 140 orang. Idealnya 400 orang. Begitu pula, dokter umum dan dokter spesialis. Formasi CPNS tahun lalu pun, bidan dan perawat pun kosong.

Begitu pula, tambah Nursiah formasi tenaga dokter yang disiapkan, sepi peminat. “Selebihnya, proses pembinaan dan pengawasan akan kami tingkatkan lagi, “kata mantan Asisten III Setda Lombok Tengah tersebut. (Lombok Post)

Desa Wisata Ende Pertahankan Budaya Leluhur

Lombok tidak hanya punya wisata alam dan pantai yang mempesona, namun pulau dengan julukan seribu masjid ini juga menawarkan banyak tempat wisata sejarah suku sasak asli Pulau Lombok. Salah satunya desa wisata Ende di Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Lombok, Nusa Tenggara Barat ternyata masih menyimpan beragam kekayaan alam dan budaya yang tak pernah habis untuk dikunjungi. Supaya dapat mengenal Lombok lebih jauh lagi. Tak ada salahnya untuk coba mengenal lebih dekat suku asli pulau ini dengan mengunjungi Desa Wisata suku sasak Ende yang terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok tepatnya di Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jaraknya sekitar 7 Km dengan waktu tempuh 15 menit.

Selain masih menjaga erat budaya warisan leluhur, warga desa juga masih tinggal dalam rumah tradisional Suku Sasak, yang terbuat dari bahan alami. Bahan yang dapat dengan mudah ditemui sekitar tempat tinggal mereka. Rumah berlantai tanah liat yang tiang kayu dinding anyaman bambu serta atap alang-alang adalah yang pertama kali terlihat saat memasuki desa yang asri dan sejuk ini. Dikelilingi perpohonan besar, warga menyambut ramah setiap wisatawan yang datang berkunjung.

Selain dapat mengetahui keseharian warga, di sini wisatawan juga bisa menyaksikan Presean. Sebuah aksi tarung yang dilakukan dua orang pria dewasa dan diawasi oleh wasit. Dihadapan penonton kedua peserta akan saling pukul menggunakan tongkat sekaligus melindungi diri dengan perisai yang terbuat dari kulit hewan.

Menurut Pembina Desa Wisata adat Ende Lalu Sahrial bahwa tempat wisata ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 silam, dan sampai saat ini masyarakat masih memegang teguh adat serta budaya leluhur. Selain itu masyarakat yang tinggal di desa wisata Ende ini sebanyak 38 KK dengan luas 2,5 hektare.

Sahrial menambahkan bahwa gempa yang terjadi tahun lalu menyebabkan kunjungan wisatawan ke desa itu menurun drastis. Dimana saat ini wisatawan yang berkunjung berkisar 100 sampai 200 orang per hari sementara sebelum gempa berkisar 1500 an orang perhari. (MP)