Dewan Serahkan Rekomendasi LKPJ ke Wabup Loteng

LOMBOK TENGAH, MP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar rapat paripurna ke 1 1 dengan agenda penyampaian keputusan tentang rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungiawaban (LKPJ ) kepala daerah akhir tahun anggaran 2018. Sidang tersebut dipimpin, Ketua DPRD Loteng H. A Puaddi, SE didampingi Wakil Ketua DPRD, Muh. Nasib dan dihadiri Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, S.lp, anggota dewan serta unsur forkopinda di ruang Rupatama Gedung DPRD, Selasa (30/04).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan), R Mulyatno Junaidi menyampaikan, pembahasan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2018 sedikit berbeda dari pembahasan tahun sebelumnya. Dimana pembahasan LKPJ dilaksanakan oleh Panitia Khusus (Pansus), namun pada tahun 2019 ini sesuai dengan amanat peraturan. Untuk itu, perlu disampaikan pula, dalam melakukan pembahasan LKPJ kepala daerah ini, gabungan komisi juga telah mempelajari Laporan Tindak Lanjut Keputusan (LTLK) DPRD Nomor 6 Tahun 2018 tentang, rekomendasi DPRD Loteng terhadap LKPJ kepala daerah akhir tahun anggaran 2017 yahg telah disusun Pemerintah Daerah (Pemda). “Hal ini penting dilakultan untuk mengetahui sejauh mana Pemda telah menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah ditetapkan DPRD,” katanya.

Gabungan komisi DPRD berkeyakinan, Pemda telah berupaya untuk menindaklanjuti berbagal rekomendasi yang disampaikan DPRD. Oleh karena itu. gabungan komisi menyampaikan apresiasi kepada Pemda atas berbagai upaya yang telah ditempuh guna perbaikan penyelenggaraan, meskipun masih terdapat beberapa program tindaklanjut yang dinilai belum Optimal dilakukan. Sehingga dewan berharap Pemda dapat menindaklanjutinya. “Dewan juga minta kepada Pemda agar berbagai upaya positif yang telah dilakukan dapat terus ditingkatkan, sehingga data yang tersajlkan merupakan data yang berkesinambungan dari waktu ke waktu,” uiamva.

Ia juga mengatakan, pembahasan LKPJ akhir tahun anggaran 2018 diawali dengan pembahasan di tingkat komisi bersama dengan OPD selaku mitra kerja komisi. Hasil pembahasam di tingkat komisi tersebut selanjutnya dibahas kembali pada rapat gabungan komisi yang merupakan representasi dari unsur-unsur komisi. Hasilnya, gabungan komisi memandang bahwa penyusunan LKPJ akhir tahun anggaran 2018 telah sesuai dengan sistematika yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan. Kemudian tahun 2018 merupakan tahun ketiga dari pelaksanaan RPJMD Loteng tahun 2016-2021. Walaupun di dalam dokumen, LKPJ masingmasing SKPD telah menyampaikan capaian indikator kinerja. Namun gabungan komisi belum dapat melihat sejauh mana indikator-indikator yang tertuang dalam dokumen RPJMD telah tercapai dengan intervensi anggaran pada APBD tahun 2018. “Sebagai bahan perbaikan kita bersama, DPRD merekomendasikan agar dalam setiap penyampaian LKPJ, juga disampaikan pula capaian indikator kinerja secara akumulatif, sehingga progres capaian RPJMD dapat lebih terukur setiap tahunnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada rapat paripurna, Senin (29/04) lalu, DPRD telah menyampaikan laporan hasil pembahasan gabungan komisi. DPRD Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan Gabungan Komisi. Selanjutnya, rekomendasi DPRD terhadap LKPJ akhir tahun anggaran 2018 tersebut diserahkan Ketua DPRD Loteng, H. A Puaddi kepada Wabup Loteng, HL. Pathul Bahri. |sIp

Eksekutif Siap Laksanakan Semua Rekomendasi Dewan

LOMBOK TENGAH. MP

DPRD Lombok Tengah sudah memberikan rekomendasi terkait dengan pelaksanaan LKPJ Akhir TahunAnggaran 201 8. Di mana rekomendasi tersebut disampaikan pada saat digelarnya sidang paripum yang digelar selama dua hari kemarin.

Berbagai rekomendasi disampaikan oleh dewan kepada pihak eksekutif, mulai dari persoalan lnfrastruktur, bidang sosial budaya hingga persoalan aparatur sipil negara. Rekomendasi ini diharapkan untuk dilaksanakan oleh pihak eksekutif dalam rangka dilakukannya perbaikan disegala bidang agar pelaksanaan program pada tahun berikutnya bisa menjadi lebih baik lagi.

Terkait dengan rekomendasi dari DPRD tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Fathul Bahri, SIP usai mengikuti sidang paripurna selasa kemarin mengatakan, eksekutif siap melaksanakan sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan oleh pihak DPRD dalam rangka melaksanakan semua program yang ada agar menjadi lebih baik lagi. Sedangkan yang lain, eksekutif akan terus mempelajarinya dan akan dilaksanakan.

Terkait dengan cukup banyaknya isi rekomendasi yang disampaikan oleh pihak DPRD kata Wabup, semua itu sangat wajar dilakukan karena sangat banyak sekali yang harus dilakukan evaluasi bersama, dan semua ini harus dilakukan atensi sesuai dengan kehendak dan keinginan dari anggota DPRD Lombok Tengah.”yang paling pokok yang menjadi atensi DPRD terkait dengan proses perjalanan pembangunan dan jalannya pemerintahan selama satu tahun kemarin,” ungkapnya. |wan

SEKDA LANTIK 8 PEJABAT ESELON III

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada hari Senin tanggal 29 april 2019  menggelar Mutasi pejabat  Eselon III Dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat jabatan administrator Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tersebut, digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati. Dimana Sekda melantik delapan pejabat eselon III berdasarkan Surat Keputusan (SK)Bupati Lombok Tengah Nomor 128 Tahun 2019 diantara Pejabat yang dimutasi, H Ridwan Ma’ruf, S.Sos dilantik menjadi Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat pada Setda Lombok Tengah. Kemudian H Suhartono, S.Sos.MM dilantik menjadi Camat Batukliang. Zainul Mustakim, APMSi dilantik sebagai Camat Praya Barat Daya. H Lalu Baharudin, SH dilantik sebagai Camat Praya Barat. Maskur, S.Sos dilantik sebagai Pj Camat Praya. H Lalu Fathurrahman, SH dilantik menjadi PJ Camat Praya Timur. Lalu Muh Saleh, S.Sos dilantik menjadi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Dinas Pariwisata dan ‘ Kebudayaan Lombok Tengah. Lalu Wiranama, Amd dilantik menjadi Kepala Bidang Pembinaan Ketahanan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Lombok Tengah.

Usai pelantikan Sekda H.M. Nursiah,S.Sos.Msi membacakan Sambutan Bupati Lombok Tengah menyatakan, pelantikan hari ini hanya mengisi kekosongan jabatan camat yang sudah beberapa bulan tidak ada pejabatnya. Walaupun sudah ditunjuk pelaksana tugas lanjutnya, tentunya tidak bisa maksimal dalam melaksanakan tugas karena para Plt juga mempunyai jabatan di instansi masing-masing. Mengingat peran strategis camat, maka pengisian jabatan camat ini di dahulukan. Menurut Bupati dalam sambutannya, berdasarkan PP No.19 tahun 2008 pasal 1 ayat 9 tentang kecamatan, camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintah dari Bupati/Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. Jadi Camat melaksanakan tugas distributif yang merupakan tugas pelimpahan dari Bupati dan juga tugas atributif  yang sudah melekat dalam jabatan camat dalam hal penyelenggaraan tugas umum pemerintahan yang meliputi, mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum, mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan, mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayaanan umum, mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan, membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan, dan melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

Dalam sambutan tertulisnya juga Bupati menyatakan, melihat tugas pokok dan fungsi camat yang berat itu, maka pihaknya berpesan jabatan itu adalah sebuah amanah yang berat, yang pertanggung jawabannya di dunia maupun akhirat. Maka pertanyaannya, apakah jabatan yang didapatkan layak untuk dirayakan dan bereuforia dengan penuh kebanggaan, ata sebaliknya. “la kita terima dengan penuh rasa kekhawatiran dan tanda tanya dalam diri kita, apakah saya bisa menjalankan amnah itu ini ? apakah saya bisa dan benar – benar layak mendapatkan amanah jabatan ini ? silhakan saudara – saudara renungkan hakikat sesungguhnya dari sebuah amanah jabatan yang diberikan kepada saudara – saudara sekalian, “Ujar Bupati”.

Menurut Bupati, jadilah pimpinan yang mampu menunjukkan keteladanan, tidak hanya di ruang kerja semata, namun juga hendaknya ampu menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat. Sebagai seorang camat harus lebih banyak membaur dan mengayomi masyarakat, jadi waktunya harus lebih banyak di tengah masyarakat dibandingkan dengan di kantor. Semua persoalan yang ada di masyarakat harus bisa diketahui, di deteksi dan dicarikan solusinya. “Saya sering mengingatkan “hatta selembar daun yang jatuh, camat harus tahu”,”tegas Bupati.

Kepada camat yang baru selesai dilantik, Bupati berpesan, segera lakukan konsolidasi internal dan eksternal, serta bangun komunikaSi dengan semua stakeholder yang ada baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan pihak lainnya untuk bersinergi membangun wilayah kecamatan. Apabila ada permasalahan di tingkat desa atau kecamatan agar diupayakan penyelesaiaannya terlebih dahulu di tingkat kecamatan. Musyawarahkan bersama anggota forum koordinasi pimpinan kecamatan yang lain. Permasalahan yang banyak mengemuka sekarang ini kata Bupati mengingatkan, adalah masalah di tingkat desa, antara lain masalah tata kelola keuangan, persoalan aparatur desa dan Program desa lainnya. “Untuk itu saya minta saudara lebih menjalin komunikasi dan koordinasi serta melakukan pembinaan secara intensif agar pemasalahan itu dapat diselesaikan secara baik xdan tidak berimbas kepada persoalan hukum. Saya percaya bahwa saudara – saudara yeng telah diberikan amanah ini akan mampu mengembannya dengan baik,”Kata bupati. Usai pelantikan tersebut, delapan pejabat eselon III yang dilantik, dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas. |wan

Menjelang Pusa Festival Kuliner Tempoe Doeloe dan Oleh-oleh Khas Lombok Tengah

Dalam manyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) berhajat akan menggelar Festival Kuliner dan oleh-oleh khas Lombok Tengah di Alun-Alun Tastura Praya yang akan dijadwalkan pada hari Minggu (28/04) mendatang. “Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun 2019 ini, kita akan menggelar Festival Kuliner Tempoe Doeloe dan oleh-oleh khas Lombok Tengah supaya dalam menyambut bulan suci ini penuh dengan syukur dan lebih meriah, “kata Kabag Humas dan Protokol Lombok Tengah HL. Herdan, Rabu (24/04) kemarin.

Bukan hanya itu, kegiatan Festival ini juga akan dirangkaikan dengan acara KRARO (Kita Rarat sambil Angakt Dedoro) dan pasar murah dan kegiatan itu juga akan dimeriahkan dengan sejumlah Zumba, lomba kuliner khas Lombok Tengah, lomba busana Kartini, lomba Fashion unik, Talk show dan hiburan lainnya. “Acara itu juga akan dirangkaikan dengan acara Kraro. Pasar Murah, Kuliner,lomba busana Kartini, lomba fashio unik, Talk Show dan hubran lainnya, “beber Lalu Herdan.

Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan dan meramaikan kegiatan Festival Kuliner pada hari Minggu tanggal 28 April 2019 di Alun-Alun Tastura Praya. “ Mari kita bersama-sama datang menghadiri acara festival kuliner pada hari Minggu tanggal 28 April 2019 di Alun-Alun Tastura Praya, “ajaknya.

Lebih jauh ian menjelaskan, tujuan dari semua kegiatan yang dirangkai dengan Festival Kuliner itu adalah sebagi wujud kepedulian Pemerintah Daerah terhadap pelaku pengembang usaha kecil san menengah (UKM). “Ini semua semata-mata bentuk kepedulian Pemda terhadap pelaku usaha dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah, “pungkasnya.(MP)

Pemkab Lombok Tengah Gelontorkan Dana 3 Miliar Untuk Penataan Air Mancur

Konsep perencanaan air mancur yang akan dibangun ditengah-tengah taman Kota Praya akan segera direalisasikan. Pemerintah Daerah (Pemda) sendiri masih berupaya menyusun konsep penataan agar terlihat indah dan menarik. Keindahan air mancur diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya masyarakat Lombok Tengah saja, namu semua lapisan masyarakat. Digdang-gadang pembangunan air mancur yang akan dibuat bisa menambah khazanah keindahan pulau Lombok.

Bupati Lombok Tengah (Loteng) HM.Suhaili FT mengatakan, penataan air mancur akan dibuat semenarik mungkin. Bahkan dengan adanya air mancur di Kota Praya ini dapat dijadikan peluang peningkatan kesejahteraan dan upaya dalam melakukan pengentasan kemiskinan di Lombok Tengah. “Dengan jumlah pengunjung yang berdatangan, otomatis peluang masyarakat menjadi semakin terbuka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, “katanya.

Dijelaskan, letak pembangunan air mancur akan di tata di Alun-Alun Tastura. Sehingga nantinya fokus taman kota berada disana. Oleh karena itu, penataan area parkir dan jalan akan dibenahi dalam kurun waktu yang tidak lama. “Kita sudah memiliki konsep penataan taman kota. Tinggal pelaksanaannya saja, “ungkap Suhaili.

Oleh sebab itu, air mancur yang nantinya akan dibangun akan disesuaikan dengan irama dan pencahyaan. Bahkan konsep air mancur yang ada di Lombok Tengah akan jauh lebih indah, variatif dan menarik. Sedangkan untuk anggarannya sendiri. Pemda Lombok Tengah telah menggelontorkan dana sekitar 3 miliar. “Di bawah air mancur itu akan kita konsep irama musik dengan pencahyaan yang sesuai. Dan tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, “pungkasnya (MP)

Bupati Berharap Job Fair 2019 Dapat Menekan Angka Pengangguran

Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah bisa dikatakan aktif menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat dalam menyajikan ribuan informasi lowongan pekerjaan yang disampaikan melalui Job Fair yang dibuka, Rabu (24/04) kemarin.

Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans itu terdiri dari 34 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 5.255. dimana angka ini cukup besar dan mampu menekan angka pengangguran, khususnya di Lombok Tengah.

Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT saat membuka Job Fair mengatakan, dibukanya lowongan kerja melalui Job Fair yang dimotori Disnakertrans yang bekerjasama dengan 34 perusahaan ini, merupakan langkah yang sangat efektif dalam mengurangi angka pengangguran. Dan secara tidak langsung akan meningkatkan tarap hidup masyarakat dengan adanya penghasilan lewat pekerjaannya. “Kita patut syukuri adanya Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans ini. Karena secara tidak lansung dapat menekan angka penganggura, khususnya di Lombok Tengah, “terangnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para pencari kerja untuk jangan terpaku sebagai karyawan saja. Namun ia menyarankan untuk berani membuka lapangan pekerjaan sendiri, karena peluang usaha di Lombok Tengah sangat terbuka lebar seiring dibangunnya sirkuit MotoGP di kawasan ITDC Mandalika. “Jangan terpaku sebagai karyawan saja. Sekali-kali beranikan diri membuka lapangan pekerjaan sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki, “terangnya.

Lebih jauh ia memaparkan, potensi dan peluang usaha yang cukup menjanjikan yakni ketika sirkuit MotoGP sudah mulai beroprasi. Hal ini tentu akan lebih banyak lagi dibutuhkan, mulai dari tenaga kerja sampai pelaku bisnis. Untuk itu, mulai dari sekarang harus menyiapkan diri untuk bersaing supaya tidak kalah dengan orang luar. “Tentu kebutuhan tenaga kerja dan peluang usaha nantinya akan lebih banyak dibutuhkan. Tapi sekarang kita harus menyiapkan diri untuk bersaing supaya tidak kalah dengan orang luar. “ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Lombok Tengah H. Masrun memaparkan, jumlah lowongan kerja lewat Job Fair tahun 2019 ini sebanyak 5.225. dengan jumlah perusahaan sebanyak 34, dimana Job Fair ini jadwalnya dimajukan dari rencana semua yakni pada bulan Oktober 2019 atau yang bertepatan dengan HUT Lombok Tengah. “Sebenarnya Job Fair tahun ini akan dilaksanakan Oktober bertepatan dengan HUT Lombok Tengah. Tapi melihat dampak bencana, yakni meningkatnya pemutusan Hubungan Kerja (PHK), maka jadwal pelaksanaannya dimajukan, “ujar Masrun. (MP)

Pesona Ramadhan Sepanjang Ramadhan Digelar di Alun-Alun Tastura

Setelah menggelat festival kuliner tempo doeloe pada tanggal 28 April, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) rencanakan akan melanjutkan kegiatan itu selama bulan suci Ramdhan yang dikemas dalam “Festival Pesona Ramdhan Lombok Tengah.”

Menurut Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT, selama bulan suci Ramadhan pihaknya akan menghidupkan Alun-Alun Kota Praya itu agar menjadi ramai. “Nanti kita akan menata Alun-Alun ini dan kita buatkan lapak-lapak kuliner yang bagus sehingga semua terlihat rapid an indah. Sehingga banyak masyarakat dating ketempat ini, “katanya.

Sore hari selama bulan puasa, Alun-Alun itu diharapkan bisa menjadi tempat ngabuburit bagi masyarakat dan keluarganya. Sekalian berbelanja kuliner untuk berbuka puasa langsung di lokasi atau untuk dibawa pulang. “Memberikan rezeki itu saat ini bukan dengan memberikan secara langsung, namun dengan melakukan sesuatu sebagai pancingan. Festival Pesona Ramadhan ini adalah satu satu pancingan itu, “imbuh Bupati.

Begitu juga dengan pemberian santunan untuk 100 anak yatim piatu yang selama ini dilakukan di Pendopo Bupati, setiap hari semala Ramadhan akan dilakukan di Alun-Alun Tastura bersamaan dengan kegiatan tersebut. “Siapa saja masyarakat yang nanti ingin ikut bersedekah untuk anak yatim piatu itu, silah bisa dating pada bulan puasa nanti, “tutup Bupati. (MP)

Suhaili : Pasca Pemilu Masyarakat Harus Jalin Kekompakan

Panasnya tensi demokrasi pasca pemilu serentak nampaknya belum menemui titik terang. Pasalnya, hasil pemilu sampai saat ini belum ada kepastian dari Komisi Pemilihan Umum. Berbagai hasil surveipun belum memuaskan masyarakat, terutama untuk hasil calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Terkait hal tersebut, Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM. Suhaili FT angkat bicara. Suhaili yang juga Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap apapun hasilnya nanti harus diterima dengan lkapang dada. “Kita belum berani memastikan persentase kemenangan. Tunggu saja hasil dari KPU, “ungkapnya saat ditemui di depan Bencingah Adiguna Praya, selasa, (23/04) kemarin.

Ia berharap persentase kemenangan pasangan calon (Paslon) nomor unut 1 Jokowi-Amin di Lombok Tengah bisa bertambah atau setidaknya berada di posisi bertahan seperti peroleh tahun lalu. Mengingat persaingan yang ketat dengan berbagai factor situasi maupun kondisi. “Kita tidak mau muluk-muluk. Apapun hasilnya nanti itulah bauh hasil kerja keras kita, “paparnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini semua panitia penyelenggara pemilu masih merekap hasil suara. Diperkirakan penghitungan bisa lebih dari 2 minggu. Sebab berdasarkan fakta di lapangan, masih ada data yang sinkron. Oleh sebab itu, ia minggu depan ada gambaran terkait pemenang, baik tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Capres.

Ditambahkannya, pemilu tahun ini agak berbeda dengan pemilu sebelumnya. Suhu politik tahun ini sangat dinamis dan relative memanas. Di Lombok Tengah sendiri angka partisipasi pemilih meningkat. Masyarakat semkain kritis dalam menentukan pilihan. Sehingga dari perbedaan yang ada, diharapkan tidak terjadi perselisihan, khususnya di Lombok Tengah. “Domain kita ada ikhtiar memilih pemimpin. Kita serahkan kepada Allah atas segala keputusan. Mari bersama jaga kemaslahatan demi terciptanya Lombok Tengah yang aman dan damai, “pungkasnya.

Festival Kuliner Tempo Doeloe Sambut Bulan Ramadhan

Acara press conference festival kuliner tempo doeloe dan oleh-oleh khas Lombok digelar di Pendopo Bupati Lombok Tengah (Loteng). Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH, Senin malam (22/04).

Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH dalam sambutannya menyampaikan, acara festival kuliner te,po doeloe diharapkan nantinya dapat menciptakan koordinasi demi tercipatanya pembangunan yang lebih baik di Lombok Tengah. “Acara yang akan digelar pada Minggu (28/04) ini dapat dijadikan sebagai wahana mengentaskan kemiskinan. Karena kegiatan seperti ini sangat strategis untuk pengentasan kemiskinan, “katanya.

Selain itu, acara festival kuliner tempo doeloe ini dianggap sangat menarik sebagai salah satu metode mempromosikan produk tradisional yang ada di Lombok Tengah. Di sisi lain juga dapat dijadikan sebagai peluang dan alternative menciptakan lapangan pekerjaan. Terlebih jika kedepannya kegiatan ini bisa bekerjasama dengan Job Fair.

Suhaili juga mengharapkan, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan selama bulan Ramadhan. Sehingga semua produk yang dihasilkan masing-masing UKM dapat disajikan selama bulan Ramadhan. Dengan begitu pemasaran dari produk yang dihasilkan lebih efektif. “Kegiatan ini harus berkelanjutan demi terciptanya kemaslahatan masyarakat Lombok Tengah, “terangnya.

Sementara itu pihak Business dan Export Development Organization Sampoerna, Ari Aditya menyanmpaikan acara festival kuliner tempo doeloe yang akan berlangsung pada Minggu, (28/04) mendatang akan melibatkan SKPD Lombok Tengah, 30 UKM, Sampoerna Ritel Community (SRC) dan ratusan tamu undangan.

Lebih jauh ia menjelaskan, tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain untuk memperkenalkan UKM dan produk oleh-oleh khas Lombok Tengah, memperkenalkan pelaku usaha dan took ritel tradisonal Lombok Tengah, memperkenalkan SRC, membuka kesempatan kerjasama antara penerima manfaat program SRC, swasta, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pariwisata Lombok Tengah, mengangkat kearifan local serta menggairahkan pariwisata di Lombok Tengah.

Selanjutnya, acara festival kuliner akan dimeriahkan dengan Senam Zumba dan Maumere. Tari Tradisional Kembang Sembah dan Gandrung. Interaktif Talkshow (Bedo, UKM, SRC, Sapta Nirwandar). Kemudian dimeriahkan juga dengan Lomba Kuliner dengan door prize, lomba fashion kartini dan tempoe doeloe serta hiburan music lainnya.

“Untuk kegiatan tambahan akan diadakan pasar murah yang menjual berbagai jenis sembako untuk kebutuhan di bulan Ramadhan, “pungkasnya. (MP)