KPK Evaluasi Rencana Aksi Pemkab Loteng Cegah Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan evaluasi pelaksanaan rencana aksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi.

Ketua Tim Bagian Pencegahan KPK, Untung Bijaksono diterima Sekda Loteng, HM Nursiah diruang rapat Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, kemarin.

Namun, terkait kedatangannya itu, tim bagian pencegahan KPK  enggan  memberikan komentar, malah mengarahkan ke Pemda Loteng dalam hal memberikan keterangan.

Sekda Loteng, HM Nursiah mengatakan, kedatangnan KPK  itu untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana aksi yang merupakan tidak lanjut dari Mou KPK dan seluruh Bupati/Wakil Bupati se NTB, termasuk Gubernur dan ketua DPRD se NTB dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi.

Rencana aksi ini dibuat lanjut Nursiah, berdasarkan isu dari 11 SKPD yang tentu berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat yang berpeluang menimbulkan korupsi. Seperti sekretariat Dewan, sekretariat daerah, Bappeda, DPMPTSP, BKPP,DPMD, Inspektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR rumpun Perkim dan rumpung Perhunbungan.

 Contohnya, DPMPTSP sejauhmana menjalankan system online. Sekretariat Dewan sejauh mana merevisi tata tertib, membuat SOP, membuat risalah-risalah persidangan sehingga dikelola dengan baik, kemudian kaitan dengan BKAD, bagaiman simpek, data pegawai dan bagaimana menyiapkan e-kinerja. ‘’Itu yang di evaluasi tadi, sejauh mana 11 SKPD  ini telah menjalankan rencana aksi yang telah dibuatnya terangnya.

Sementara, hasil dari evaluasi itu terang Nursiah, Lombok Tengah lebih maju progresnya, jika dibandingkan 10 Kabupaten/Kota di NTB. Semua ini dikarenakan, koordinasi yang dijalin antara SKPD sudah bagus dalam menjalankan roda pemerintah. ’’Dimasing-masing SKPD itu sudah menyelesaikan permasalahan yang dibuat di rencana aksi tersebut, sehingga kita dinilai lebih maju progresnya,’’tandasnya.

MUSRENBANG DI KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA SUKSES DILAKSANAKAN

Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sudah dimulai dibuka pada hari Rabu (21/2) kemarin. Untuk pelaksanaan Musrenbang kali ini dibagi menjadi dua tim, yaitu tim pertama di laksanakan di Kantor Camat Praya Barat yang dibuka langsung oleh Asisten I Sekda, Ir H Lalu Moh Amin, MM dan tim kedua dilaksanakan di kecamatan Praya Barat Daya, dibuka oleh Asisten II Sekda, Ir M Nasrun, MM.

Dalam pembukaan tersebut, Asisten II Sekda membacakan sambutan Bupati Lombok Tengah. Di mana dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II tersebut, terkait dengan pertumbuhan ekonomi, menurut Asisten II, pertumbuhan ekonomi dapat dilihat pada lajur pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah selama tiga tahun terakhir sebesar 5,84 persen. Pada tahun 2016, perekonomian Kabupaten Lombok Tengah mengalami pertumbuhan  sebesar 5,67 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen. Sedangkan untuk Indeks Pembangunan manusia (IPM), dimana besaran IPM Kabupaten Lombok Tengah tahun 2012 mencapai 62,74 meningkat menjadi 65,81 pada tahun 2016. Selama kurun waktu lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Lombok Tengah meningkat 2,65 point atau 4,38 persen dengan rata-rata pertumbuhan 1,13 persen pertahunnya.

Kenerhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk mengalami peningkatan dalam periode tahun 2012-2-16. Hal ini tercermin dari angka harapan hidup penduduk Kabupaten Lombok Tengah, pada Tahun 2012 mencapai 64 tahun, menjadi 65,01 tahun pada tahun 2016. Dengan kata lain dalam kurun waktu 5 tahun ada peningkatan angka harapan hidup Kabupaten Lombok Tengah selalu lebih rendah dari angka Provinsi Nusa Tenggara Barat dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sedangkan untuk kemiskinan, persentase penduduk miskin pada tahun 2008 sebesar 22,32 persen, dan pada tahun 2016 terus mengalami penurunan hingga mencapai 15,80 persen. Penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan peran serta semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.

Garis kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2013 adalah Rp 306.311 sedangkan pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp 310.518. Garis kemiskina terus mengalami peningkatan, hingga tahun 2016 garis kemiskinan kabupaten Lombok Tengah telah mencapai Rp 357.337 perkapitasi per bulan.

Tantangan dan prospek pembangunan daerah tahun 2019 menurut Asisten II yaitu, dengan memperhatikan perkembangan internal dan dinamika ekonomi global yang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini, perkembangan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu segera direspon secara komprehensif melalui aksi nyata, yang mencakup :

Peningkatan daya saing pariwisata sebagai salah satu sector unggulan diharapkan mampu memberikan dampak multiplier effect baik dalam penyerapan tenaga kerja, penyerapan berbagai produk mentah dan produk olahan daerah dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat.

Akselerasi percepatan penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah yang masih tergolong tinggi melalui integrasi program serta peningkatan akses masyarakat miskin terhadap program-program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh perangkat daerah.

Beroperasinya KEK Mandalika menjadi peluang pemerintah daerah untuk mendorong investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang harus di dukung oleh proses perijinan yang mudah dan cepat, tersedianya insentif investasi.

Masih rendahnya nilai tambah produk-produk pertanian masih menjadi tantangan pemerintah daerah untuk menciptakan berbagai produk olahan yang mampu bersaing di pasar sehingga diperlukan penguatan kembali terhadap pelaku usaha local baik usaha kecil maupun menengah dalam penguasaan teknologi produksi, akses modal yang memadai (bankable) serta mendorong integrasi UKM dalam satu mata rantai pertambahan nilai dengan industri terkait yang lebih besar (channelling).

Angka pengangguran yang masih tinggi disebabkan tinggi pertumbuhan angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang ada. Sehingga melalui investasi, pengembangan sector pariwisata serta penguatan kapasitas produksi UMKM diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran yang terjadi. Dosamping itu, peningkatan kualitas angkatan kerja harus terus diupayakan melalui berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Mendorong peningkatan kinerja aparatur pemerintah daerah agar mampu memberikan pelayanan public yang optimal kepada masyarakat.

KEK Mandalika yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional ini nantinya diharapkan dapat berdampak langsung kepada masyarakat sekitar dan memajukan perekonomian daerah. “ada yang bisa berjualan cindera mata, bukan restoran, bukan homestay, dan kita hitung nanti bisa ada rekrutmen karyawan kurang lebih 58 ribu. Investasi yang sekarang berjalan ada 8 investor hotel senilai Rp 13 triliun dan kita harapkan nanti bisa berlipat tiga kali sehingga kawasan ini akan berkembang dan masyarakat akan mendapatkan manfaatnya, “kata Asisten menyadur pernyataan Presiden Jokowi.

Sementara itu, Camat Praya Barat daya, Kamarudin, SH dalam sambutannya menyatakan Musrenbang kecamatan kali ini meruakan tindak lanjut dari proses perencanaan yang telah dilaksanakan mulai dari pra musrenbang dan pelaksanaan dimasing-masing desa se Kecamatan Praya Barat Daya. “kami harapkan dengan pelaksanaan Musrenbang kecamatan ini dan dengan kehadiran masing-masing SKPD dapat memberikan kami masukan dan arahan untuk terjadinya sinkronisasi perencanaan yang tentunya diharapkan menjadi dokumen yang berkualitas, sehingga nantinya di Musrenbang kabupaten dapat menjadi valid, harapnya.

Asisten II Sekda Buka Kikc Off dan Ngobrol Kreatif Festival Pesona Bau Nyale 2018

Puluhan orang berasal dari berbagai lembaga dan komunikasi ikut Kikc Off dan Ngobrol Kreatif Festival Pesona Bau Nyale 2018, selasa (20/2)2018 yang digelar di Pantai Kuta Lombok. Kegiatan itu menandai dimulainya berbagai macam kegiatan pada Festival Pesona Bua Nyale 2018.

Asisten II Sekda Lombok Tengah, Ir. Nasrun dalam pidatonya pada pembukaan tersebut menyampaikan terimakasihnya terhadap semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Begitu juga dengan pihak lain yang telah melakukan kegiatan yang mirip untuk menggemakan Bau Nyale keseluruh nusantara bahkan dunia.’’Apalagi pada obrolan kreatif nanti akan hadir orang-oarang  kreatif dari macam jenis,’’katanya.

Ada budayawan yang meneliti tentang bagaimana asal muasal, penyebutan Lombok dan NTB disebut sebagai Pulau seribu Masjid. Kemudian ada pemuda yang mencoba memproteks berbagai karya anak Lombok agar bermanfaat buat para pencinta karya itu sendiri serta bagaimana orang desa mencoba bangkit dan memperkenalkan kuliner desanya hingga terkenal ke Internasional.’’Semuanya nanti akan dibahas  pada acara Ngobrol Kretif ini’’ungkapnya.

Atas apa yang dilihat saat ini, dengan berbagai macam kemajuan dan perkembangan yang saat ini sedang terus berlangsung di Lombok Tengah menjadikan daerah ini sebagai daerah pariwisata sebagai prioritas pembangunanya.’’ Dan bahkan telah menetapkan Kabupaten Lombok Tengah sebagai pariwisata,’’tandasnya.

Hal tersebut, sejalan dengan pemerintah provinsi bahkan pemerintah RI yang juga sangat giat mengembangkan dunia pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan sehingga bisa terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ITDC Gusur Bangunan Usaha di KEK Mandalika Lombok

Puluhan personil kepolisian membantu PT Indonesia Tourism Development Corporatian (ITDC) mengamankan penggusuran yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pengastuti membenarkan sejumlah personil dari polda NTB yang ikut dikirim ke KEK Mandalika untuk membantu pihak  ITDC. ‘’Informasi  jelasnya saya belum dapatkan, tapi memang ada anggota yang ikut pelaksanaan kegiatan di sana (KEK Mandalika),’’ kata Tri Budi.

Terkait kegiatan polisi ini, salah seorang penguasa lahan seluas 1,4 hektare lebih di sentra pembangunan KEK Mandalika, Suazis Ardi kepada wartawan menngatakan, aksi penggusuran itu mulai terlihat sejak pagi hari dengan kedatangan puluhan personil kepolisian.

‘’Sudah dari pagi tadi banyak polisi yang berjaga. Bagian timur (KEK Mandalika) saya lihat ada yang sudah digusur, sampai sekarang saya lihat ekskavator masih kerja di sana. Tapi setahu saya memang di sana ada lahan yang murni sudah dikuasai ITDC, makanya digusur,’’ kata Suazis.

Ditengah guyuran hujan sejak Kamis dini hari, Suazir mengaku khawatir jika lahan yang terdapat bangunan rumah dan tempat usahanya juga ikut dirobohkan alat berat ekskavator milik ITDC yang dia lihat sejak pagi hari ikut berjaga bersama puluhan personil kepolisian.

‘’Makanya saya langsung hubungi kuasa hukum saya. Karena urusan ini akan sudah saya serahkan sama dia kuasa hukum,’’ ujarnya.

Hal itu diungkapkannya karena status lahan yang telah dikuasai secara turun temurun tersebut ada putusan dari Mahkamah Agung. Kalau dilaksankan, berarti ITDC sudah mendahului lembaga hukum tertinggi Negara,’’ ucapnya.

Saat ini pihaknya ITDC dikatakan sedang bertemu dengan kuasa hukumnya di lokasi. Terkait apa maksud dari ITDC menemui kuasa hukumnya, Suazis belum mengetahui pembicaraannya.

Lebih lanjut Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rochman membenarkan adanya penggurusan lahan di dalam KEK Mandalika.

Lahan itu terletak dikawasan hak pengelola atas tanah (HPL) nomor 28. Entah dimana lokasi tepatnya, namun pastinya itu bagian dari kawasan pembangunaan KEK Mandalika yang luas keseluruhan mancapai 1.175 Hektare.

‘’Semua aman terkendali, satu titik saja, HPL 28,’’ kata Kapolres Kholilul Rochman.

 

LALU PATHUL BAHRI DITUNJUK JADI PLT BUPATI LOTENG

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati menggantikan HM Suhaili FT. Penunjukan Plt karena Suhaili kena dengan aturan perundang-undangan, dimana pejabat public yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur harus cuti sejak mulai ditetapkan sebagai calon hingga pencoblosan. Terhitung masa cuti Suhaili tertanggal 15 Februari. “Bersamaan dengan izin cuti, izin Plt bupati juga sudah keluar minggu lalu,” ujar bupati dua kali periode itu, di pendopo bupati, Rabu (14/2).

Kemudian terang Suhaili, yang akan menjadi Plt Bupati Loteng sesuai dengan SK yakni wakil bupati langsung, Lalu Pathul Bahri. Untuk ia berpesan agar terus mejalankan roda pemerintahan dengan baik. Apalagi, saat ini pembangunan di Loteng sedang bergerak dengan cepat. “Saya berkeyakinan roda pemerintahan akan tetap berjalan dengan baik dan maksimal,” ungkapnya.

Kemudian, ketidakhadirannya lagi di Pemkab Loteng juga tidak ada pengaruhnya pada pembangunan. Karena selama ini juga perannya di pemerintahan sesuai dengan kewenangan yang diberikan yakni tukang tanda tangan saja.

Artinya, tanpa pak wabup dan semua unsure Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab semuanya tidak ada akan berjalan maksimal. “Insya Allah roda pemerintahan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, walaupun tanpa saya,” tegasnya.

Selain itu kata Suhaili, walaupun sudah cuti, ia akan tetap mejalin komunikasi dengan pejabat di lingkup Pemkab Loteng. Tapi, komunikasi yang akan terjalin sebatas sebagai warga Loteng. Karena sebagai masyarakat Loteng berhak dan harus tahu sejauhmana perkembangan pembangunan yang ada di loteng.

“Saya akan terus mengawal dan jalin komunikasi dengan pejabat di lingkup Pemkab Loteng, tapi hanya sebatas masyarakat biasa,” pungkasnya.

MENTERI SUSI PANTAU KONDISI PERAIRAN LOMBOK

Santap duren bersama, warnai kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti ke Lombok Tengah, Jumat (11/8) 2017. Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT.SH.MM, menjamu dengan makan malam dan belah duren kesukaan ibu menteri.

Setelah cukup lama dinanti kedatangannya di Pendopo Bupati, Menteri  Susi, disambut Wakil Bupati, L. Pathul Bahri, S.Ip di Lombok Internasional Airport bersama Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rohman, SH.SIK dan barulah bersama-sama rombongan kemudian ke Pendopo Bupati.

Setibanya dipendopo, Menteri Susi kemudian disambut hangat secara langsung oleh Bupati dan Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah, S.Sos M.Si dan ajajran SKPD se-Lombok Tengah yang petang itu juga hadir menunggu kedatangan menteri yang terkenal dengan kebiajkan tengelamkan kapal pencuri ikan ini “setiap kali saya datang ke Lombok ini saya tidak pernah menyentuh air laut disini. Makanya saya tantang pak Bupati ikut renang sama saya ayo, “ujar ibu Menteri kepada Bupati sesaat setelah tiba diPendopo.

Ajakan itu dijawab tertawa lebar oleh Bupati Lombok Tengah sembari berkata “ bole boleh bagus ini”. Ibu Menteri menyatakan keinginannya sore itu untuk mencoba menikmati bagaimana nikmatnya berenang di Kawasan pantai Kuta atau di Kawasan KEK Mandalika Resort. Untuk itu ia pun meminta pamit sebentar untuk berkunjung ke salah satu pantai di Kuta dan berenang. Setelah itu rombongan Menteri Susi berangkat ke Kuta Lombok Tengah.”nanti saya kembali ke Pendopo belah duren, tunggu saja” ujarnya sembari berlalu meninggalkan pendopo.

Baru sekitar habis magrib ibu menteri bener benar menepati janjinya dan kembali lagi ke Pendopo tak tanggung tanggung begitu duduk di meja VIP yang sudah disiapkan ibu Menteri langsung menyantap duren yang sudah disiapkan di meja VIP. Bupati kemudian mengikuti duduk disamping ibu Susi kemudian terjadi bincang akrab sambil belah duren dengan Bupati Lombok Tengah. “wah ternyata duren di Lombok lebih enak dari pada duren di jakarta,” ujarnya.

Hampir satu jam lebih santap duren yang dilanjutkan dengan makan malam bersama, Menteri Susi terus berbincang akrab dengan Bupati dan rombongan Menteri lainnya. Barulah ibu Menteri  berkenan meninggalkan Pendopo kepenginapannya di Hotel Novotel Kuta Lombok.

Sepeningal ibu Menteri Bupati mengatakan kalau kedatangan ibu Menteri tidak memiliki agenda khusus. Hanya memantau situasi dan kondisi Lombok dan sekitarnya. “Besok Insya Allah beliau berkenan ke Sembalun dan beberapa tempat lainnya”. kata Bupati.

Sumber Tabloid Media Pembaharuan 14 Agust 2017

AKSES KAWASAN PANTAI KUTA DITUTUP SEMENTARA

Akses jalan menuju pantai Kuta di Desa Kuta Pujut dan sekitarnya, akan ditutup untuk sementara waktu. Dimana, pengendara roda dua maupun empat, tidak diperkenankan melintas disekitar kawasan, kecuali berjalan kaki.

Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT mengatakan, kebijakan ini hanya berlaku dari tanggal 14-31 Agustus ini. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan dan penataan pantai Kuta, yang kini sedang dalam tahap pengerjaan oleh ITDC. Terlebih lagi, rencananya Presiden Joko Widodo juga akan datang meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sekaligus akan meresmikan Masjid Mandalika. “Jadwalnya tanggal 28 Agustus ini,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tapi, itu sifatnya sementara waktu. Untuk itu sebagai bentuk apresiasi, lanjut Suhaili diharapkan masyarakat untuk memahami adanya peraturan selama penutupan dan pengalihan arus dilakukan. Dalam hal ini, selama proses pembangunan dan konstruksi, akses jalan menuju kawasan Pantai Kuta akan dialihkan, melalui jalan masjid dan jalur sebelah timur. “Kendaraan bisa diparkir di masjid, pasar seni atau tempat-tempat yang sudah disediakan,”ungkapnya.

Meski ditutup, akses bagi wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati pantai tidaka akan dibatasi. Hanya saja, kendaraan tidak diperbolehkan masuk dan melintas disekitar kawasan Kuta tetap bisa melakukan aktifitas dengan catatan kendaraan diparkirkan disebelah barat kawasan.

Begitu pula dengan owner hotel dan tempat usaha lainnya yang memiliki kepentingan logistik, diharapkan untuk mengajukan permohonan izin ke pengelola kawasan atau pihak ITDC. Hal tersebut juga berlaku untuk travel yang akan menjemput wisatawan. “Intinya semua ini demi kelancaran pembangunan dan konstruksi di kawasan agar tidak terganggu,” tungkasnya.

PUNCAK PERINGATAN HKAN DITANDAI PELEPASAN BIBIT PENYU

Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Provinsi NTB tahun 2017, Minggu (6/8) 2017 ditandai dengan pelepasan puluhan bibit penyu di Pantai Bile Sayak yang masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak yang berada di Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Usai ceremonial puncak acara di TWA Gunung Tunak, Wakil Bupati (Wabup) L.Pathul Bahri, S.Ip, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, Dr.Ir.Widada, MM, Sekda HM. Nursiah, S.Sos. M.Si dan Kepala SKPD dan jajaran serta puluhan tamu undangan dan hadirin didaulat menuju pantai Bile Sayak yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi puncak acara.

Dalam sambutnya, Wabup menyampaikan apa yang akan dilakukan oleh pihak BKSDA bersama provinsi dan juga pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, untuk membangun berbagai macam sarana dan prasarana demi mendukung TWA Gunung Tunak, sangat berkaitan erat dengan tujuan utama pembangunan di Lombok Tengah.

Dengan bantuan dari Korea tersebut, diharapkan apa yang menjadi planning dari berbagai pembangunan di kawasan TWA Gunung Tunak tersebut akan bisa berjalan dengan baik. Sehingga pembangunan di Lombok Tengah ini benar-benar saling mendukung dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “TWA Gunung Tunak ini secara otomatis akan mendukung keberadaan KEK Mandalika di Kuta,” katanya.

TWA Gunung Tunak dengan berbagai macam fasilitas yang akan dimilikinya kelak, akan menjadi salah satu alternatif wisata di Lombok Tengah yang patut diandalkan. Apalagi keindahan alam diwilayah tersebut tidak dapat diragukan lagi.

Sementara itu, Kepala BKSDA NTB, Dr, Ir. Widada, MM menyampaiakan, HKAN merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disetiap provinsi BKSDA dan Taman Nasional melaksanakannya secara serentak. Sementara puncak HKAN secara nasional diselenggarakan tanggal 10 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran-Jawa Timur.

Adapun peringatan HKAN NTB merupakan kegiatan Bhakti Lingkungan dan penyadartahuan konservasi kepada masyarakat luas khususnya pelajar. Kegiatannya antara lain, lomba permainan anak di TWA Mapadapangga, Kemah Bhakti di TWA Gunung Tunak, Jelajah Alam Gunung Tunak, Bersih Lingkungan Gunung Tunak, Internalisasi Budaya Kerja ASN Lingkup UPT Kementrian LHK NTB dan Lomba Mancing dikawasan TWA Gunung Tunak.

Lebih lanjut Kepala BKSDA NTB menyampaikan, kalau TWA Gunung Tunak telah dicanangkan sebagai model pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat, sehingga di tahun 2018 mendatang BKSDA NTB akan memprioritaskan kegiatan pendampingan dan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mendukung aktifitas wisata baik wisata alam, wisata budaya maupun religi. “Wisata alam disini berupa pengamatan atau penelitian kupu-kupu, burung gosong, burung koakiao, burung buntut sate, burung elang dan lain-lain,”jelasnya.

Liga 3, PS Mataram Juara Rayon Lombok

Skor 4-3 mengakhiri drama penalty antara PS Mataram dan Perslotim pada pertandingan liga 3 Rayon Lombok di Lapangan Bundar Praya. Sebelumnya pada 90 menit pertandingan kedudukan tetap imbang 0-0.

Sejak kik of babak pertama, Perslotim yang dilatih Gempa Satria Yuda langsung memainkan permainan ovensif dengan serangan serangan cepat. Beberapa kali serangan anak anak Lotim itu mampu merepotkan pertahan PS Mataram yang dilatih Budiamin. Bahkan PS Mataram nyaris tanpa peluang namun rapatnya pertahanan PS Mataram membuat anak anak Lotim tak mampu menjebol gawang PS Mataram. Pada akhir pertandingan babak kedua. Gol tercipta bagi Perslotim namun dianulir wasit. Hingga babak kedua berakhir skor tetap imbang kacamata.

Skor imbang mengharuskan kedua tim untuk adu tostosan. Pada momen krusial ini, coach Gempa memasang 6 pemainnya yakni Radinal, Taufan, Maulana Raga, Wawan dan Zainal sementara Budiamin menurunkan Hajrin, Ariandi, Fathul, Saeful Bahri L.Swanda

Sayang 3 penendang Perslotim Raga, Wawan dan Zainial gagal menceploskan bola sementara tiga lainnya sukses mengeksekusi penalti. Sedangkan PS Mataram hanya dua yang gagal yakni Saeful Bahri dan L.Swanda.

Dengan demikian PS Mataram menjadi juara grup sedangkan Perslotim Runer Up. PS Mataram akan menghadapi Persisum Sumbawa sedangkan Perslotim akan menghadapi PSKT Sumbawa Barat pada Rayon Provinsi dalam waktu dekat ini. Am

Liga 3, PS Mataram Juara Rayon Lombok

Skor 4-3 mengakhiri drama penalty antara PS Mataram dan Perslotim pada pertandingan liga 3 Rayon Lombok di Lapangan Bundar Praya. Sebelumnya pada 90 menit pertandingan kedudukan tetap imbang 0-0.
Sejak kik of babak pertama, Perslotim yang dilatih Gempa Satria Yuda langsung memainkan permainan ovensif dengan serangan serangan cepat. Beberapa kali serangan anak anak Lotim itu mampu merepotkan pertahan PS Mataram yang dilatih Budiamin. Bahkan PS Mataram nyaris tanpa peluang namun rapatnya pertahanan PS Mataram membuat anak anak Lotim tak mampu menjebol gawang PS Mataram. Pada akhir pertandingan babak kedua. Gol tercipta bagi Perslotim namun dianulir wasit. Hingga babak kedua berakhir skor tetap imbang kacamata.
Skor imbang mengharuskan kedua tim untuk adu tostosan. Pada momen krusial ini, coach Gempa memasang 6 pemainnya yakni Radinal, Taufan, Maulana Raga, Wawan dan Zainal sementara Budiamin menurunkan Hajrin, Ariandi, Fathul, Saeful Bahri L.Swanda
Sayang 3 penendang Perslotim Raga, Wawan dan Zainial gagal menceploskan bola sementara tiga lainnya sukses mengeksekusi penalti. Sedangkan PS Mataram hanya dua yang gagal yakni Saeful Bahri dan L.Swanda.
Dengan demikian PS Mataram menjadi juara grup sedangkan Perslotim Runer Up. PS Mataram akan menghadapi Persisum Sumbawa sedangkan Perslotim akan menghadapi PSKT Sumbawa Barat pada Rayon Provinsi dalam waktu dekat ini. Amril