Mantapkan Persiapan Nyale Pemda Loteng Kembali Menggelar Rapat

Pemerintah Kabupaen Lombok Tengah kembali menggelar rapat untuk memantapkan persiapan Pestival Bau Nyale tahun ini. Ada beberapa kegiatan yang dibahas mulai dari pra acara, puncak acara hingga pasca acara.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kembali menggelar rapat dengan sejumlah dinas instansi, camat, tokoh budaya hingga para kepala desa setempat. Hal itu bertujuan supaya perayaan Pestival Bau Nyale tahun ini lebih maksimal dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rapat tersebut ada beberapa kegiatan yang dibahas mulai dari pra acara, puncak acara hinga pasca acara bau nyale. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya. Pemilihan Putri Mandalika, Mandalika Berzikir, Surfing Contest, Mandalika Poto Contest, Peresean Sepulau Lombok, Parade Budaya hingga acara Puncak Ritual Bau Nyale.

Sementara untuk pemilihan putri Mandalika tahun ini tidak lagi seperti tahun sebelumnya dimana tahun ini pesertanya tidak lagi dari Lombok Tengah namun dari semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB. Hal itu disampaikan Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S,Sos., M.Si saat memimpin rapat di Ruang Rapat Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin, 21 Januari 2019. (MP)

Wabup Hadiri HUT MAN 1 Loteng

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah ke 41, Kamis (17/01) berlangsung meriah. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP dan seluruh jajaran Kemenag.

Mengusung tema “Semangat Kebersamaan Raih Prestasi Gemilang” HUT MAN 1 Lombok Tengah tahun ini diawali jalan sehat yang diikuri ribuan siswa/siswi maupun alumni MAN 1 Lombok Tengah. Dilanjutkan dengan acara persembahan reward bagi siswa/siswi berprestasi dan gebyar hiburan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri, SIP mengapresiasi prestasi lembaga pendidikan di Kemenag, khususnya MAN 1 Lombok Tengah yang dinilai merupakan salah satu lembaga pendidikan paling berprestasi. “Sudah banyak prestasi MAN 1 Lombok Tengah yang mengharumkan nama daerah ini, “ kata Wabup.

Selaku pemerintah daerah, politisi Partai Gerinda itu pun berjanji akan terus mendukung dan memajukan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut dia berpesan kepada siswa agar senantiasa berbakti, taat dan hormat terhadap guru. Karena keberkahan ilmu tergantung dari sejauhmana seorang murid menghargai gurunya.

Pihaknya juga menyinggung pembangunan sarana ibadah di MAN 1 Lombok Tengah yang akan segera rampung. Dikatakannya Wabup, terwujudnya pembangunan sarana ibadah tersebut merupakan bukti kesungguhan dan komitmen keluarga besar MAN 1 Lombok Tengah dalam memajukan pendidikan, khususnya dibidang agama. Pihaknya berharap kekompakan ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga MAN 1 Lombok Tengah bisa terus mencetak insan-insan berprestasi dan berdaya saing yang nantinya bisa berperan dalam memajukan daerah. “Kami akan terus berupaya melakukan terbaik untuk Kementerian Agama, “pungkasnya. (MP)

Poliklinik RSUD Praya Diresmikan

Saat peresmian dan tasyakkuran Gedung poliklinik RSUD Praya pada Kamis kemarin, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP sempat menyoroti kurang ramahnya pelayanan yang ada di RSUD Praya, dan beda dengan toko yang ada di Alpamart. “ Kita bawa uang saja di rumah sakit ini untuk daftar, pelayanannya langsung kita terima wajah yang ndak enak, “keluh Wabup.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lombok Tengah mengharapkan pelaku di rumah sakit segera merubah pola fikir dan cara fikir sangatlah penting. Dan kedudukan semua orang yang masuk ke rumah sakit ini semua sama dan haru mendapatkan pelayanan yang sama, baik itu orang kaya maupun orang miskin, apakah itu pejabat atau siapapun dia karena pemerintahan ini harus melayani rakyatnya, karena disanalah tempat pahala itu. “Saya sering mendapat laporan, kalau kita mendaftar perawatnya mukanya langsung nyebeng (marah). Lalu kapan perawat ini akan memberikan senyum kepada pasiennya dan kami berharap ada pelayanan terbaik yang diberikan di rumah sakit ini, “harap Wabup.

Hari ini kita meresmikan poliklinik lanjut Wabup, dimana infrastrukturnya sudah memadai. Sehingga ketika sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah jadi, maka mau kemana para pembalap itu akan dibawa untuk berobat kalau terjadi kecelakaan. Tentu nantinya akan dibawa berobat ke RSUD Praya karena tidak ada solusi lain, sehingga pemerintah pusat menaruh perhatiannya yang maksimal di Lombok Tengah.

Wakil Bupati juga dalam arahannya meminta agar kekompakan terus terjaga di RSUD Praya, sebab jangan sampai ada yang sampai iri hati dan lain sebagainya. “Jangan sampai ada yang iri hati di RSUD Praya ini, sebab ada kesalahan sedikit anehnya stafnya yang lapor ke kejaksaan dan kepolisian, namun bagaimana caranya, kita sama-sama memajukan rumah sakit ini kedepan, “kata Wabup.

Kalau ada kekeliruan, pihaknya berharap semua yang ada di rumah sakit ini selalu mendiskusikannya kepada direkturnya. Sekda, Kabid Kabag bahkan bila perlu dengan dirinya. “Kalau ada kekeliruan silahkan diskusikan bila perlu diskusikan dengan saya. Jangan sampai ada yang irihati, “harapnya.

Ditegaskan juga oleh Wakil Bupati, keberadaan RSUD Praya semakin hari semakin luar biasa dan ini semua berkat kerjasama kita semua dan bukan berkat hasil dari Muzakir Langkir atau Suhaili dan Pathul Bahri melainkan berkat kerjasama semua masyarakat Lombok Tengah.

Oleh sebab itu, Wabup berharap agar RSUD Praya melihat perkembangan yang akan terjadi di Lombok Tengah harus segera bersiap-siap. Terutama masalah kebersihan lingkungan rumah sakit. Sebab hal itu yang selalu menjadi pembicaraan orang. Namun kalau rumah sakit sudah bersih, pasti orang akan datang ke rumah sakit Lombok Tengah. “Khususnya masalah kebersihan harus diperhatikan juga oleh pihak RSUD Praya,”tegasnya.

Selain itu Wabup juag mengharapkan pelayanan prima di RSUD Praya harus diutamakan dan jangan pernah kalah dengan pelayanan yang diberikan oleh Indomart atau Alpamart. Dan tersenyum harus yang utama dalam pemberian pelayanan yang terbaik.

Dalam acara tersebut, diisi dengan pengguntingan pita tanda peresmian poliklinik, kemudian ada pembagian santunan kepada anak yatim dan acara pembacaan surat yasin oleh TGH. Sabarudin.

Hadir juga dalam acara tersebut TGH Fahrurrozi Wardi, Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos,. M.Si dan beberapa Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Acara terakhir diisi dengan peninjauan lapangan di bangunan poliklinik, penyampaian masterplant RSUD Praya dan santap siang. (MP)

Kinerja SKPM Lombok Tengah Dievaluasi

Seluruh Satuan Kerja Pelayan  Masyarakat (SKPM), lingkup Pemeintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan di Lombok Tengah, dikumpulkan. Satu persatu, mereka dievaluasi. Baik menyangkut serapan anggaran, maupun program kerjanya, di tahun 2018 lalu.

“Hasilnya, hanya sedikit saja program yang dapat warna kuning dan warna merah, “cetus Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos., M.Si usai memimpin rapat evaluasi di D’max hotel di Penujak kemarin (16/1).

Selebihnya, lanjut Nursiah warna hijau atau berhasil. Kalau dikalkulasikan, untuk serapan anggarannya saja berada pada posisi 93 persen. Sedangkan, program kerja 99,94 persen. Kemudian, Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) on the track.

Kendati demikian, pihaknya mengaku belum puas, sehingga tahun ini wajib dipertahankan dan ditingkatkan lagi, baik fisik maupun non fisik. Yang kurang, harus dilengkapi dan yang lengkap, harus disempurnakan kembali. Kuncinya, kerja sama, satu sama lain, jangan ada ego sektoral atau jalan sendiri-sendiri.

“Kalau dibandingkan tahun 2017 lalu, tahun 2018 lebih baik. Alhamdulillah, “klaim orang nomor satu dijajaran birokrasi Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut. Lebih lanjut, pihaknya menambahkan salah satu penyebab, ada rapor kuning dan merah adalah, urusan program pelayanan kesehatan. Itu karena, jumlah bidan masih kurang. Saat ini hanya 140 orang. Idealnya 400 orang. Begitu pula, dokter umum dan dokter spesialis. Formasi CPNS tahun lalu pun, bidan dan perawat pun kosong.

Begitu pula, tambah Nursiah formasi tenaga dokter yang disiapkan, sepi peminat. “Selebihnya, proses pembinaan dan pengawasan akan kami tingkatkan lagi, “kata mantan Asisten III Setda Lombok Tengah tersebut. (Lombok Post)

Desa Wisata Ende Pertahankan Budaya Leluhur

Lombok tidak hanya punya wisata alam dan pantai yang mempesona, namun pulau dengan julukan seribu masjid ini juga menawarkan banyak tempat wisata sejarah suku sasak asli Pulau Lombok. Salah satunya desa wisata Ende di Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Lombok, Nusa Tenggara Barat ternyata masih menyimpan beragam kekayaan alam dan budaya yang tak pernah habis untuk dikunjungi. Supaya dapat mengenal Lombok lebih jauh lagi. Tak ada salahnya untuk coba mengenal lebih dekat suku asli pulau ini dengan mengunjungi Desa Wisata suku sasak Ende yang terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok tepatnya di Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jaraknya sekitar 7 Km dengan waktu tempuh 15 menit.

Selain masih menjaga erat budaya warisan leluhur, warga desa juga masih tinggal dalam rumah tradisional Suku Sasak, yang terbuat dari bahan alami. Bahan yang dapat dengan mudah ditemui sekitar tempat tinggal mereka. Rumah berlantai tanah liat yang tiang kayu dinding anyaman bambu serta atap alang-alang adalah yang pertama kali terlihat saat memasuki desa yang asri dan sejuk ini. Dikelilingi perpohonan besar, warga menyambut ramah setiap wisatawan yang datang berkunjung.

Selain dapat mengetahui keseharian warga, di sini wisatawan juga bisa menyaksikan Presean. Sebuah aksi tarung yang dilakukan dua orang pria dewasa dan diawasi oleh wasit. Dihadapan penonton kedua peserta akan saling pukul menggunakan tongkat sekaligus melindungi diri dengan perisai yang terbuat dari kulit hewan.

Menurut Pembina Desa Wisata adat Ende Lalu Sahrial bahwa tempat wisata ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 silam, dan sampai saat ini masyarakat masih memegang teguh adat serta budaya leluhur. Selain itu masyarakat yang tinggal di desa wisata Ende ini sebanyak 38 KK dengan luas 2,5 hektare.

Sahrial menambahkan bahwa gempa yang terjadi tahun lalu menyebabkan kunjungan wisatawan ke desa itu menurun drastis. Dimana saat ini wisatawan yang berkunjung berkisar 100 sampai 200 orang per hari sementara sebelum gempa berkisar 1500 an orang perhari. (MP)

Gubernur NTB Resmikan Desa Wisata Batujai

Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi NTB, Dr. Azhari, SH, MH meresmikan desa wisata budaya dan tenun Batujai di Dusun Mengilok Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Acara peresmian tersebut dihadiri, Asisten I Sekda Loteng , Ir. HL. Moh Amin, MM Sekda Loteng, HM. Nursiah, S.Sos, M.Si. Kadis Budpar, HL. Putria, General Affair ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta, Insan Pariwisata Indonesia (IPI), tokoh adat dan tokoh masyarakat, Senin (14/01) kemarin.

Kepala DPMPD-Dukcapil NTB, Azhara dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan konstitusi dan kebijakan nasional dan provinsi serta kabupaten mengimplementasikan kepala desa untuk melakukan kebijakan nasional sesuai yang dipahami bersama, bahwa terdapat nawacita presiden dalam membangun mulai dari daerah pinggiran dan desa. “Hal ini sudah diimplementasikan sejak tahun 2015 sesuai UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa,” katanya.

Dikatakannya, kebijakan ini merupakan hal yang luar biasa untuk membangun desa. Dimana pada tahun 2018 lalu, Dana Desa yang digelontorkan pemerintah  sekitar Rp 980 miliar dan pada tahun 2019 akan ada penambahan menjadi Rp 1,181 triliun. “Tahun ini DD mengalami peningkatan 20 persen. Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap kemakmuran rakyat dan untuk memprioritaskan kemajuan yang ada di desa,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada beberapa hal yang menjadi prioritas pemerintah dalam melakukan pembangunan di desa, diantaranya Permendagri nomor 15 dan 16 serta Permendes nomor 18. Selain itu juga pemerintah akan mengutamakan BUMDes, dimana jalur ekonomi untuk kemakmuran masyarakat kan dikelola di BUMDes tersebut. Pemda loteng juga sudah mengeluarkan Perbup tentang interpensi DD minimal 10-20 persen. Sehingga kita harapkan semua potensi yang ada di desa akan dikelola oleh BUMDes,” terangnya.

Selain itu juga, aka ada kebijakan-kebijakan dari provinsi. Dimana sejak tahu 2018 APBDP telah menggelontarkan anggaran untuk penguatan BUMDes sekitar RP 100 juta per desa. Dimana pada than 2018 lalu, sekitar 32 desa dijadikan desa percontohan dalam pengelolaan DD yang terdiri dari 2 BUMDes Mas dan 20 BUMDes. “Insya Allah kedepan akan kita tingkatkan menjadi 100 desa. Hal ini sesuai MoU dangan bupati se NTB, supaya 995 desa di NTB bisa mendapatkan permodalan BUMDes,” jelasnya.

Keudian terkait dengan keberadaan desa wisata Batujai, pihaknya berharap Pemda Loteng segera memberikan SK. Karena saat ini dari data yang ada, SK yang sudah dikeluarkan bupati sebanyak 24 desa. Karena dengan adanya SK tersebut, akan berimplikasi terhadap program-program yang akan dijalankan. “Kita berharap Bupati Loteng segera mengeluarkan SK untuk desa wisata Batujai,” paparnya.

Ia juga berharap pihak ITDC memberikan pembinaan terhadap masyarakat yang memiliki potensi dalam mengembangkan pariwisata. Agar mahasiswa yang ada di desa bisa dimanfaatkan pran dan fungsionalnya. “Mari kita berdayaka masyarakat memiliki SDM tinggi untuk diikut sertakan dalam pengembangan pariwisata di daerah ini,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Loteng yang diwakili asisten I, HL. Muhammad Amin mengatakan, saat ini PEMDA Loteng focus untuk menjadikan daerah ini sebagai kawasan pariwisata. Disamping itu juga, kesepakatan pemda dengan pihak ITDC itu sejalan dengan pemerintah desa. Pasalnya, saat ini beberapa desa telah melakukan pengembangan di sector pariwisata seperti yang dilaksanakan di desa Batujai saat ini. “jika kita gali lebih dalam, di Loteng masih banyak potensi-potensi yang mampu dikembangkan melalui pemerintah desa. Semoga apa yang kita harapkan bisa terwujud agar angka kemiskinan bisa kita tuntaskan,” harapnya. sIp

DAM MUJUR Pembabasan Lahan Butuh Rp. 700 Miliar

Pembebasan lahan pembangunan Dam Mujur di Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi atensi Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH. Perthitungan sementara, nilainya Rp. 700 miliar. Mantan Ketua DPRD NTB itu pun berharap, ada sharing anggaran. “Baik dari pemerintah pusat, maupun pemerintah provinsi. Karena sepertinya, kita tidak bisa berjalan sendiri, “ujar orang nomor satu di Lombok Tengah tersebut, kemarin (11/1).

Apalagi lanjut Bupati saat ini Pemerintah Kabupaten sedang membangun sejumlah mega proyek. Sebut saja, ada pasar Kopang, Kantor Bupati, gedung DPRD, gelanggang olah raga, pasar Renteng, Pendopo Bupati, empat Puskesmas, empat Kantor Camat, infrastruktur jalan dan penataan Alun-alun Tastura.

Kalau pun, kata Bupati anggaran pembebasan lahan dibebani ke Pemerintah Kabupaten dan pemerintah provinsi saja, maka dipastikan keduanya tidak sanggup. Kecuali, intervensi pemerintah pusat. “Tapi, jangan ini dijadikan tameng pemerintah pusat, untuk menunda-nunda lagi, “sindirnya.

Intinya, tekannya pemerintah pusat harus memperjelas kesiapan sharing anggaran. Apakah dengan menggunakan pola 50 persen pusat. Lalu masing-masing Pemerintah Kabupaten dan Provinsi 25 persen, atau Pemerintah Kabupaten 30 persen dan Provinsi 25 persen. Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten bisa mempersiapkan diri.

Ia pun percaya, kalau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Teluk Awang. Kemudian, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, ditambah Lombok Internasional Airport (LIA), beropreasi total, maka anggaran sebesar Rp. 700 miliar, bisa ditanggung sendiri oleh Pemerintah Kabupaten.

Karena, tambah pria asal Desa Bodak, Praya tersebut PendapatanAsli Daerah (PAD) dari KEK Mandalika saja, diperkirakan mencapai 1 trilun pertahun,  belum dari PPN. LIA dan sumber PAD lainnya. “Seperti itu. Kita bersyukur, pembangunan pasa Kopang pun, sudah dimulai, “tambahnya lagi. (Lombok Post)

 

 

DAM MUJUR Pembabasan Lahan Butuh Rp. 700 Miliar

Pembebasan lahan pembangunan Dam Mujur di Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi atensi Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH. Perthitungan sementara, nilainya Rp. 700 miliar. Mantan Ketua DPRD NTB itu pun berharap, ada sharing anggaran. “Baik dari pemerintah pusat, maupun pemerintah provinsi. Karena sepertinya, kita tidak bisa berjalan sendiri, “ujar orang nomor satu di Lombok Tengah tersebut, kemarin (11/1).

Apalagi lanjut Bupati saat ini Pemerintah Kabupaten sedang membangun sejumlah mega proyek. Sebut saja, ada pasar Kopang, Kantor Bupati, gedung DPRD, gelanggang olah raga, pasar Renteng, Pendopo Bupati, empat Puskesmas, empat Kantor Camat, infrastruktur jalan dan penataan Alun-alun Tastura.

Kalau pun, kata Bupati anggaran pembebasan lahan dibebani ke Pemerintah Kabupaten dan pemerintah provinsi saja, maka dipastikan keduanya tidak sanggup. Kecuali, intervensi pemerintah pusat. “Tapi, jangan ini dijadikan tameng pemerintah pusat, untuk menunda-nunda lagi, “sindirnya.

Intinya, tekannya pemerintah pusat harus memperjelas kesiapan sharing anggaran. Apakah dengan menggunakan pola 50 persen pusat. Lalu masing-masing Pemerintah Kabupaten dan Provinsi 25 persen, atau Pemerintah Kabupaten 30 persen dan Provinsi 25 persen. Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten bisa mempersiapkan diri.

Ia pun percaya, kalau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Teluk Awang. Kemudian, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, ditambah Lombok Internasional Airport (LIA), beropreasi total, maka anggaran sebesar Rp. 700 miliar, bisa ditanggung sendiri oleh Pemerintah Kabupaten.

Karena, tambah pria asal Desa Bodak, Praya tersebut PendapatanAsli Daerah (PAD) dari KEK Mandalika saja, diperkirakan mencapai 1 trilun pertahun,  belum dari PPN. LIA dan sumber PAD lainnya. “Seperti itu. Kita bersyukur, pembangunan pasa Kopang pun, sudah dimulai, “tambahnya lagi. (Lombok Post)

Karnaval Bau Nyale Bangkitkan Pariwisata

Karnaval Bau Nyale di Lombok Tengah dilaksanakan lagi di Kota Praya. Tahun ini, dipastikan lebih meriah dan besar lagi. Karena, kegiatan kegiatan yang satu satu sebagai wahana kebangkitan pariwisata. Sekaligus, menunjukkan kepada wisatawan, bahwa Lombok dan Sumbawa aman.

“Sedangkan rangkai kegiatan yang lain, semuanya dipusatkan di Desa Kuta. Kecuali karnaval itu saja, “ cetus Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos., M.Si kemarin (11/01).

Kegiatan itu juga, ungkap Nursiah diatensi pemerintah pusat dan pemerintaah provinsi. Mereka mulai mempersiapkan undangan, guna menghadirkan para peserta dari seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia. Kemudian, promosi secara besar-besaran. Baik nasional maupun internnasional.

“Bila perlu, kita libatkan komunitas wisatawan asing. Mereka harus diberikan prosi padaa kegiatan ini, “saran Camat Pujut Lalu Sungkul, terpisah.

Ia pun tidak ingin, bau nyale kalah tenar dengan kegiatan  di Raha Ampat, atau Jember Fashion Carnaval (JFC). Jadi, siapapun harus dirangkul dan dilibatkan. “Karena Bau Nyale kali ini, tidak lagi berbicara kalender pariswisataa nasional, “sambung Kepala Dinas Budpar Lombok Tengah HM.Lalu Putrie.

Melainkan, lanjutnya top event pariwisata, posisinya berada pada 10 besar kegiatan nasional. Sehingga, pemerintah pusat memberikan porsi dan perhatian lebih. Khususnya, dari sisi anggaran. “Dari kita saja, hanya menyiapkan Rp. 250 juta. Selebihnya, dari pusat dan provinsi. Alhamdulillah, beber Putrie.

Pria asal Desa Ketare, Kecamatan Pujut itu pun optimis, tahun ini angka kunjungan wisatawan kembali pulih, bahkan meningkat tajam. Itu setelah, kegiatan bau nyale digelar. Jadi semua pihak harus mendukung dan mensukseskannya. Terutama warga Gumi Tatas Tuhu Trasna, di mana pun berada. (Lombok Post)