Tiga Investor Lirik PPN Teluk Awang

4 Januari 2021 administrator 91 kali dibacaa

PRAYA-Investor asal China, Malaysia, dan Jakarta melirik Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang Desa Mertak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Mereka berniat akan membangun sarana dan prasarana pendukung pelabuhan.

“Diantaranya pabrikes dan bengkel kapal,' kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng Muhamad Kamrin pada Lombok Post, kemarin (3/1).

Luas investasinya yang diminta para investor, masing-masing 2 hektare, bahkan lebih. Atas dasar itulah, pemkab akan memperluas lahan pelabuhan. Sekarang Jluasnya mencapai 9 ha, dari targetseluas 12ha. “Jaditinggal3 ha lagi,’ tandas Kamrin.

Kata dia, jika investasi itu terwujud, maka fasilitas di pelabuhan semakinlengkap. Itu sekaligus menyakinkan pemerintah pusat, mengalihkan sebagian kapal di Benoa, Bali ke PPN Teluk Awang. Karena di tempat itu, sudah tidak mampu lagi menampung kapal dari berbagai daerah di Indonesia. “Kalau kapasitas ditempatkitamencapai 300 kapal,’ ujarnya.

Itu dari ukuran terkecil antara 10-50 gross tone (GT), ukuran sedang 100 GT hingga terbesar 300 GT. Kapal yang ada sekarang dari Banyuwangi, Jawa Timur saja. Jumlahnya sebanyak 18 kapal.

Setiap minggu mereka bersandar di PPN Teluk Awang. Mereka melakukan bongkar muat dan pelelangan ikan. Hanya saja,masih terbatas dan skala kecil. Kendati demikian, transaksi ekonomi di PPN . Teluk Awang cukup tinggi. Itu terlihat dari sebagian warga yang mendirikan warung-warung nasi.

“Setiap kali bersandar kapal-kapal itu? membawa 50 anak buah kapal (ABK) per kapal. Kalau 18kapal, berarti 900 ABK,’ papar Kamrin. , Untuk itu, pihaknya meminta warga di lingkar 'pelabuhan segera mengambil kesempatan dan peluang usaha.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Loteng HM Suhaili FT berharap cepat atau lambat status PPN Teluk Awang meningkat. Dari berstandar nusantara menjadi samudera.

Pihaknya berharap pemerintah pusatmendukung. Baik dari sisi regulasi, kebijakan dan anggaran. “Sehingga yang bersandar, tidak saja kapal-kapal di Indonesia. Tapi dunia, harap Suhaili. Menurut dia, itu selaras dengan berdirinya sirkuit di KEK Mandalika. (dss/r5)