Ayo ke Loteng Banyak Pilihan Berwisata

Bupati HM Suhaili FT mempersilahkan desa-desa lain di Lombok Tengah, mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Karena ke depan, keberadaannya menjadi penopang, pendukung, dan pendorong kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sehingga bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Lombok Tengah, banyak pilihan untuk berwisata. Untuk itulah, warga harus menangkap peluang. Karena dipastikan, lama tinggal wisatawan bertambah. Bisa berhari-hari bahkan berpulih-puluh hari. Bahkan juga, mereka akan datang kembali.

Sementara, desa-desa wisata yang sudah berdiri, pesan Bupati Suhaili, harus saling emndukung, saling mempromosikan, saling memajukan dan saling melengkapi. Tidak boleh berdiri sendiri. Karena, setia desa wisata memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Tidak ada yang sama. Ada namanya desa wisata bahari, desa wisata adat, desa wisata gerabah, desa wisata adat, desa wisata songket, dan masih banyak lagi.

“Diharapkan desa wisata lebih berinovasi juga, “seru orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut. Khususnya, lanjut Suhaili menyangkut. Jangan tujuannya mendirikan desa wisata, karena mengejar bantuan pemerintah. Dari sisi kebijakan dan anggaran, diakui Suhaili memang pemerintah menyiapkan. Hanya saja, tidak semua desa wisata yang mendapatkannya. Kecuali, secara bergiliran. Baik fisik maupun non fisik. Dari 127 desa dan 15 desa persiapan di Lombok Tengah. Pemerintah Kabupaten menargetkan mendirikan 58 desa wisata.

Bagi Suhaili tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang sulit, rumit dan berat. Terbukti, Desa Bilelando di Kecamatan Praya Timur mampu menunjukkan diri sebagai desa wisata bahari. Padahal, desa yang satu itu dikenal garis merah. Kemudian, dikenal kotor karena sampah. Namun, warga mulai menyadari, ternyata membangun desa wisata melahirkan multiplayer efek. Terlebih, kalau berbicara pariwisata, tidak akan pernah habis-habisnya. “Inilah yang saya maksud, bagaimana menangkap peluang itu, “tekan Suhaili.

Dari hal terkecil, misalnya menjual ubi. Tapi, saran Suhaili harus dikemas sedemikian rupa, sehingga menarik dan memiliki daya beli tinggi. “Dinas Pertanian misalnya, bagaimana berperan dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan. Begitu pula, dinas dan instansi lainnya,” tambah Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah.

Dengan begitu, kata orang nomor satu dijajaran birokrasi Lombok Tengah tersebut, cepat atau lambat pariwisata di tingkat akar rumput semakin maju. (Lombok Post)