Kemenpan RB Belum Restui BNNK Loteng Dibentuk

Terbentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Lombok Tengah tinggal harapan. Pasalnya, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI belum merestui terbentuknya BNNK di Loteng.

Disatu sisi, peredaran narkoba di Loteng kian merajalela. Bahkan sudah masuk ke pedesaan, dengan sasaran kaum muda.

Sekda Loteng, HM Nursiah mengakui, pembentukan BNNK di Loteng belum mendapat persetujuan dari Kemenpan RB. Bahkan, Kemenpan RB menyuruhkita untuk optimalkan BNN yang sudah ada di Provinsi.

Namun, terhadap hal ini pihak Pemkab Lombok Tengah akan kembali lai menghadap ke Kemenpan RB bersama-sama degan BNN Provinsi NTB. Karena, disatu sisi dari hasil penilaian dan kajian BNN Provinsi, Loteng sudah layak untuk dibentuk BNNK. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan menghadap Kemenpan RB,”katanya.

Sementara, dari segi kesiapan, ia akui sudah siap semuanya, baik dari segi lahan hingga personil. Untuk lahannya pun kita sudah siapkan lahan di depan rumah mutiara Indonesia si Desa Tanak Awu dekat BIL. Bahkan, calon personil juga sudah ada. “Intinya persyaratan sudah lengkap. Tinggal menunggu keputusan Kemenpan RB,” ungkapnya.

Kemudian, kalau dilihat dari urgensi dibentuknya BNNK di Loteng sangat diperlukan. Pasalnya, kondisi peredaran narkoba di Loteng saat ini telah menghawatirkan. Buktinya, peredarannya bukan hanya di kota saja, melainkan sudah masuk ke pedesaan. “Tidak hanya itu, kita juga pintu gerbang NTB dengan adanya bandara. Begitu pula dengan adanya KEK Mandalika. Jadi terbentuknya BNNK sangat urgensi,” tegasnya.

Salah satu bukti maraknya peredaran narkoba di Loteng, yakni penangkapan yang terus menerus dilakukan Mapolres Loteng. Seperti yang terjadi selasa (5/3). Dimana, Satresnarkoba telah menangkap lima pelaku. Tersangka tiga orang diduga  hanya sebagai pengguna dan dua orang diduga sbagai pengedar. Selain mengamankan lima orang pelaku tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 72,71 gram yang diamankan dari dua lokasi yang berbeda. Diantaranya, di tempat pelaku GS, 32 tahun warga Lingkunan Kauman, yang sedang bersam tmannya RS, 39 tahun, Ma, 31 tahun warga kampung Rancak Kelurahan Praya, MSN, 29 tahun warga Perumnas Tampar Ampar Kelurahan Jontlak terdapat barang bukti sebanyak 25,74 gram. Sedangkan, di tempat BJ, 21 tahun warga kampung Tanggak Kelurahan Gerunung berhasil ditemukan 46,97 gram.

Kasata Narkoba Polres Lombok Tengah, AKP Dhafid Shiddiq ketika dikomfirmasi membenarka penangkapan tersebut, dimna awalnya petugas meakukan penangkapan terhadap empat orang yang baru saja sedang menggunakan narkotika. Hanya saja, saat dilakukan interogasi ternyata salah satu dari empat pelaku itu buka suara terkait asal barang yang mereka pakai itu. “Dari keterangan salah seorang terduga pelaku yang diketahui sebagai pendengar yakni GS mengaku barang tersebut didapatkan dari BJ,” ungkap Kasatnarkoba Polres Lombok Tengah, AKP Dhafid Shidiq, jumat kemarin (8/3).

Ketika itu pun, petugas langsung bergerak kerumah BJ. Kemudian, mendapat barang bukti seberat 46,97 gram yang dsimpan di bawah kasur tempat tidurnya. Setelah berhasil menagkap para pelaku itu, kemudian dibawa langsung ke Mapolres Loteng untuk menjalani proses lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku akan dijerat pasal 114, pasal 112 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. |dk