Bupati Kecewa Kehadiran Kades Minim di MTQ

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili saat ini membuka acara MTQ ke-28 tingkat kabupaten di Kecamatan Janapria sempat mengabsen kehadiran Kepala Desa yag ada di kecamatan Janapria. “Kalau saya lihat kehadiran masih banyak kursi yang kosong,” kata Bupati.

Saat melakukan absene, ternyata hanya dua Kepala Desa se Kecamatan  Janapria yang hadir. Hal ini membuat Bupati Lombok Tengah kecewa. “Se kecamatan Janapria saja hanya dua kepala desa yang hadir, apalagi kepala desa se Lombok Tengah. Sedangkan jumlah kepala desa dan lurah se Lombok Tengah jumlahya 150 orang,” ugkap Bupati.

Bagaimana masyarakat yang kita harapkan untuk tumbuh dan berkembang minatnya untuk mempelajari Alquran da merenungkan Alquran, menghayati Alquran dan juga menjalankan apa yang diperintahkan dan ditunjukan dan dituntunkan oleh Alquran tetapi kita para pelayan dan pemimpinnya lebih malas daripada masyarakat. “Setiap tahun kita laksanakan MTQ atau STQ mulai dari tingkat desa sampai tingkat pusat, informasi semakin mundur, sehingga seperti yang saya sampaikan, ola fikir kita dalam memahami kegiatan ini hanya seremonial dan lomba semata,” tegas Bupati.

Bupati juga menegaskan, jangan hanya tuntaskan kewajiban sesuai dengan ketentuan secara rutinitas, setelah satu minggu kemudian kita tutup dan bubar. Tetapi bagaimana manfaat, hikmah, fadilah/kelebihan yang sangat kita harapkan muara semua ini adalah untuk peri kehidupan masyarakat yang lebih baik kedepan yang sesuai dengan apa yang tersirat dan tersurat didalam Alquran.

Kegiatan malam hari ini lanjut Bupati merupakan bagian dan ikhtiar kita untuk membangun mental spiritual, membangun manusia seutuhnya. ”Jangan kita menganggap tidak penting, jangan anggap kegiatan semacam ini remeh temeh saja. Bahkan kegiatan malam hari ini merupakan kegiatan pembangunan yang jauh lebih berat dan lebih penting dibandingkan kegiatan pembangunan fisik,” tegasnya lagi.

Wahai pemimpin masyarakat, mulai dari RT, Kadus, Kepala Desa, Camat dan seluruh pegawai semuanya seru Bupati, mari kita gunakan momentum ini untuk merenung juga. Supaya jangan kita hanya melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat hanya sekedar memenuhi tuntutan kewajiban semata, tetapi mari dilandasi dengan tulus ikhlas sehingga mudah-mudahan mendatangkan manfaat dan kemaslahatan untuk semua masyarakat yang dilayani.

Jangan seperti sebelum-sebelumnya, honor kepala desa yang diterima hanya Rp 300 ribu bahkan diterima per triwulan, tetapi saat ini honornya sudah sama dengan eslon III dan eslon II. “Rp4 sampai 5 juta yang diterima kepala desa, tetapi semakin malas layanan masyarakat,” sentil Bupati.

Janagan sampai hanya masyarakat saja yang diminta hadiri MTQ tambah Bupati, tetapi dia sebagai kepala desa malas untuk hadir. Jabatan itu amanah, dan pemimpin itu adalah pelayan bagi yang dipimpin. Setiap tahun ternyata terjadi degradasi kepemimpinan. Masyarakat dari tahun ketahun, beban pembangunan bangsa dan Negara ini hanya diembankan kepada pundak pemerintah semata dan tidak akan pernah menemui namanya sukses kalau tanpa partisifasi masyarakat. “Tapi bagaimana mungkin masyarakat mau berpartisifasi, pemimpin hanya memikirka dirinya saja,” tegas Bupati sambari menambahkan, dirinya bukan hanya mengkritis pemimpin yang lain melainkan mengkritis dirinya sendiri juga.

Terakhir dalam sambutannya, Kemenag Lombok Tengah juga sempat kena sentil Bupati, akibat ketidak hadirannya dan hanya diwakili. “Yang paling dekat dengan kegiatan ini saja tidak hadir. Besok Laporkan ke Kanwilnya,” kata Bupati. |wan