Kinerja SKPM Lombok Tengah Dievaluasi

Seluruh Satuan Kerja Pelayan  Masyarakat (SKPM), lingkup Pemeintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan di Lombok Tengah, dikumpulkan. Satu persatu, mereka dievaluasi. Baik menyangkut serapan anggaran, maupun program kerjanya, di tahun 2018 lalu.

“Hasilnya, hanya sedikit saja program yang dapat warna kuning dan warna merah, “cetus Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos., M.Si usai memimpin rapat evaluasi di D’max hotel di Penujak kemarin (16/1).

Selebihnya, lanjut Nursiah warna hijau atau berhasil. Kalau dikalkulasikan, untuk serapan anggarannya saja berada pada posisi 93 persen. Sedangkan, program kerja 99,94 persen. Kemudian, Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) on the track.

Kendati demikian, pihaknya mengaku belum puas, sehingga tahun ini wajib dipertahankan dan ditingkatkan lagi, baik fisik maupun non fisik. Yang kurang, harus dilengkapi dan yang lengkap, harus disempurnakan kembali. Kuncinya, kerja sama, satu sama lain, jangan ada ego sektoral atau jalan sendiri-sendiri.

“Kalau dibandingkan tahun 2017 lalu, tahun 2018 lebih baik. Alhamdulillah, “klaim orang nomor satu dijajaran birokrasi Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut. Lebih lanjut, pihaknya menambahkan salah satu penyebab, ada rapor kuning dan merah adalah, urusan program pelayanan kesehatan. Itu karena, jumlah bidan masih kurang. Saat ini hanya 140 orang. Idealnya 400 orang. Begitu pula, dokter umum dan dokter spesialis. Formasi CPNS tahun lalu pun, bidan dan perawat pun kosong.

Begitu pula, tambah Nursiah formasi tenaga dokter yang disiapkan, sepi peminat. “Selebihnya, proses pembinaan dan pengawasan akan kami tingkatkan lagi, “kata mantan Asisten III Setda Lombok Tengah tersebut. (Lombok Post)