Karnaval Bau Nyale Bangkitkan Pariwisata

Karnaval Bau Nyale di Lombok Tengah dilaksanakan lagi di Kota Praya. Tahun ini, dipastikan lebih meriah dan besar lagi. Karena, kegiatan kegiatan yang satu satu sebagai wahana kebangkitan pariwisata. Sekaligus, menunjukkan kepada wisatawan, bahwa Lombok dan Sumbawa aman.

“Sedangkan rangkai kegiatan yang lain, semuanya dipusatkan di Desa Kuta. Kecuali karnaval itu saja, “ cetus Sekda Lombok Tengah HM.Nursiah, S.Sos., M.Si kemarin (11/01).

Kegiatan itu juga, ungkap Nursiah diatensi pemerintah pusat dan pemerintaah provinsi. Mereka mulai mempersiapkan undangan, guna menghadirkan para peserta dari seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia. Kemudian, promosi secara besar-besaran. Baik nasional maupun internnasional.

“Bila perlu, kita libatkan komunitas wisatawan asing. Mereka harus diberikan prosi padaa kegiatan ini, “saran Camat Pujut Lalu Sungkul, terpisah.

Ia pun tidak ingin, bau nyale kalah tenar dengan kegiatan  di Raha Ampat, atau Jember Fashion Carnaval (JFC). Jadi, siapapun harus dirangkul dan dilibatkan. “Karena Bau Nyale kali ini, tidak lagi berbicara kalender pariswisataa nasional, “sambung Kepala Dinas Budpar Lombok Tengah HM.Lalu Putrie.

Melainkan, lanjutnya top event pariwisata, posisinya berada pada 10 besar kegiatan nasional. Sehingga, pemerintah pusat memberikan porsi dan perhatian lebih. Khususnya, dari sisi anggaran. “Dari kita saja, hanya menyiapkan Rp. 250 juta. Selebihnya, dari pusat dan provinsi. Alhamdulillah, beber Putrie.

Pria asal Desa Ketare, Kecamatan Pujut itu pun optimis, tahun ini angka kunjungan wisatawan kembali pulih, bahkan meningkat tajam. Itu setelah, kegiatan bau nyale digelar. Jadi semua pihak harus mendukung dan mensukseskannya. Terutama warga Gumi Tatas Tuhu Trasna, di mana pun berada. (Lombok Post)