Kades Jangan Jadi Raja Kecil

Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, SH mengingatkan Kepala Desa (Kades) jangan menjadi raja kecil di daerahnya. Apalagi terkesan mengeksklusifkan dirinya. Tapi harus menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik dan professional. “Jangan mencari kesempatan dalam jabatannya. Harus berguna bagi masyarakat,”ungkapnya.

Menjadi Kepala Desa itu lanjut Bupati, berarti kita sudah siap menjadi khadam atau pelayan masyarakat. Bukannya malah bertingkah yang tidak-tidak. Karena amanah yang diemban itu adalah amanah dari masyarakat. Sehingga amanah itu harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Jangan mentang-mentang jadi Kepala Desa lantas naik pitam,”jelasnya.

Selin itu, setelah menjadi Kepala Desa lantas akan silau dengan jabatan dan uang yang dikelola. Jadi, jabatan yang diamanahkan itu, harus dijadikan wahana mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat.

Kemudian, permasalahan yang timbul di desa jangan dibirkan begitu saja, harus dicarikan solusi dengan semua perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat lainnya.

Tidak hanya itu, setiap pengambilan keputusan, Kepala Desa hendknya juga mengajak bicara semua elemen yang ada. Supaya Kepala Desa tidak salah mengambil kebijakan, khususnya dalam penggunaan anggaran desa. “Jangan mentang-mentang menjadi pemimpin tertinggi di desa, lantas berbuat semaunya dan tidak mau melibatkan elemen dan unsur yang ada di desa. “Bangun pemerintahan yang transparan dan terbuka, terangnya.

Begitu pula, tantangan menjadi Kepala Desa semakin berat. Karena dana yang dikelola sangatlah besar. Untuk itulah, sinergitas antara semua elemen didesa harus dibangundengan baik, supaya pemerintah dan pembangunan di desa bisa berjalan dengan lancer. “Saya berharap semua Kepala Desa bisa menjalankan amanah yang diberikan masyarakat, “tungkasnya. (MP)