Pinjaman Dana Besar Demi Pedagang Pasar Kopang

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah melakukan penandatanganan pinjaman dana Rp.79 milyar ke PT. SMI yang merupakan perusahaan plat merah.

Penandatanganan dilakukan Bupati Lombok Tengah dan Direktur PT SMI Agresius Kadiaman di Hotel Novotel belum lama ini

Hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pinjaman adalah Ketua DPRD Lombok Tengah Ahmad Fuadi. Pinjaman daerah tersebut akan diperuntukan seluruhnya untuk pembangunan pasar Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. Pola pengembalian dilakukan secara bertahap setiap tahun selama 5 tahun kedepan.

Bupati Lombok Tengah H.Suhaili menyampaikan rasa terima kasihnya atas dipercayakannya kembali Lombok Tengah melakukan pinjaman dana segar.

Menurut Bupati Pinjaman 79 milyar rupiah tersebut dikhususkan untuk pembangunan pasar moderen terkoneksi di Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. “Apresiasi kami masyarakat Lombok Tengah atas bantuan untuk ikhtiar percepatan pembangunan berbagai macam sarana khususnya pasar Kopang” ungkapnya.

Menurut Bupati ini merupakan kali kedua mendapatkan bantuan permodalan dari PIP ataupun yang sekarang bernama SMI. Pinjaman itu memiliki jangkan waktu 5 tahun untuk perceopatan pembangunan di daerah. Untuk itu pemerintah menjamin kualitas dan kuantitas bangunan sangat baik. Sebab kualitas menjadi persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh pemda untuk mendapatkan kepercayaan dari PT.SMI. Karena itu masyarakat dalam hal ini terlibat baik dalam proses pembangunannya maupun pengawasan melekatnya. “Banyak keuntungan kita, kita ditunutut dengan pinjaman iutu terarah, berkualitas bagus, saya minta masyarakat ikut mengawasi pengerjaan proyek tersebut agar apa yang kita harapkan dapat tecapai” jelasnya.

Sementara itu menurut Direktur PT SMI Agresius Kadiaman, pihaknya kembali memberikan pinjaman ke Lombok Tengah karena dinilai Pemda Lombok Tengah telah melunasi kewajiban pengembalian pinjaman tepat waktu. Disamping itu pula alokasi dana pinjaman dinilai telah dimanfaatkan dengan sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat. SMI melihat pemda Lombok Tengah taat terhadap perjanjian pinjaman, kredit pengembalian sebelum belumnya seperti sudah melunasi pinjaman tahun 2017 lalu sehingga diberikan lagi pinjaman.

Menurutnya pemda Lombok Tengah menunjukkan treck record yang baik dan telah menjaga kepercayaan perusahaan selaku pemberi modal. Atas kepercayaan yang telah dijaga dan dilaksanakan dengan baik maka pihaknya kembali menyetujui usulan pinjaman Rp.79 milyar. “Pinjaman ini yang kedua kalinya dan yang pertama Rp.90 milyar sudah lunas. pemakaiannya juga cukup bagus dan sudah dirasakan oleh masyarakat” jelasnya.

Menurutnya pinjaman itu nantinya akan dimanfaatkan untuk masyarakat yakni dengan melakukan penataan pasar sebab dengan pasar yang baik perekonomian masyarakat akan bergerak baik itu dinikmati oleh pedagang, ataupun pembeli termasuk juga kualitas perdagangan lebih higenis dan juga lebih luas. Lombok Tengah sendiri bisa menjadi model bagi daerah lain untuk melakukan peminjaman kepada SMI sebab hajat pinjaman itu adalah bagaimana masyarakat dapat menikmatinya secara langsung seperti halnya pembangunan jalan yang dilakukan oleh Pemda Lombok Tengah.

Menurutnya, jumlah pinjaman yang diberikan kali ini adalah Rp.79 milyar dengan bunga pinjaman sebesar 6,6 % pertahunnya.

Selain kabupaten Lombok Tengah, kabupaten lain juga melakukan pinjaman seperti halnya kabupaten Lombok Timur. Diharapkan daerah lain dapat mencontohi Kabupaten Lombok Tengah dalam melakukan pinjaman.

Diakuinya untuk memberikan pinjaman pihaknya melakukan pendampingan dengan membantu mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan sebab tidak hanya menyangkut soal PT SMI tetapi juga menyangkut persetujuan Kementrian Keuangan dan kementrian Dalam Negeri. Terkait dengan sanksi, Agresius mengatakan ada sanksi namun saat ini tidak ingin berbicara soal sanksi.

Agrsius mengatakan pemberian pinjaman tidak dilakukan secara full tetapi direalisasikan secara bertahap.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan Dan Pemukiman L.Firman wijaya mengatakan proses pembangunan akan dimulai bulan agustus 2018 mendatang. Saat ini proses lelang DED sedang berlangsung. Pasar Kopang akan didesain menjadi pasar tradisional moderen artinya konsep bangunan tetap mengedepankan kedaerahan atau kearifan lokal tradisional akan tetapi fasilitasnya moderen.

Di dalam bangunan nanti masing.masing jenis dagangan memiliki los pasar sendiri sendiri dan tidak campur aduk, hal itu untuk menjaga kebersihan dan kerapian pasar. Disamping itu terdapat ruang istirahat, ruang terbuka hijau, arena bermain anak anak dan fasilitas lainnya.

 Lalu kemanakah pedagang yang sudah ada sementara waktu ?. Kepala Dinas Perindag Kabupaten Lombok Tengah H.Saman mengatakan, pedagang yang sudah ada akan dipindahkan sementara ke tanah KUD yang ada di Pengkores. Hal itu berdasarkan usulan dari Camat Kopang L.Setiawan. “Sementara mereka di pengkores sambil menunggu selesai dibangun, bagi yang tidak mau sepakat untuk mereka berjualan dirumahnya sendiri” kata Saman.

Saman menjamin pemerintah tidak akan merugikan pedagang sebab pemindahan ini dilakukan semata mata untuk memperlancar proses pembangunan saja. Terkait dengan kekhawatiran pedagang yang nantinya tidak dapat jatah los pasar, Saman mengatakan data pedagang sudah dipegang maka tentu pedagang yang sudah ada saat ini akan diprioritaskan. “Mereka akan dapat haknya sesuai dengan keputusan rapat, semua pedagang akan ada tempatnya masing masing, hanya saja nanti tidak semerawut bercampur baur seperti sekarang ini” jelasnya. Amril