Pemkab Loteng Bikin Jalan Mulus

75 Persen Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Mulus

Tahapan demi tahapan dilalui Pemerintah Kabuoaten Lombok Tengah dibawah kepemimpinan H Moh Suhaili FT dan L Pathul Bahri. percepatan pembangunan di berbagai sector terus dikebut dan menjadi prioritas. Pola pembagian wilayah di Kabupaten Lombok Tengah menjadi tiga zona pembangunan. Diantaranya Aik Meneng dibagian utara, Tunjung Tilah untuk bagian tengah serta Empak Bau untuk wilayah selatan. “Pembagian zona wilayah ini sengaja kita bentuk untuk pemetaan potensi daerah dan pengembangan di masing-masing zon,” ujang Wakil Bupati Loteng, L Pathul Bahri, belum lama ini.

Pembangunan infrastruktur jalan serta perbaikan irigasi atau disebut sebagai Program 2R (Rurung dan Reban) merupakan prioritas utama pembangunan pada masa pembangunan Suhaili-Pathul ini cukup berhasil. Setiap tahunnya kondisi infrastruktur terutama jalan semakin mulus. Pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang baik akan berdampak pada berbagai hal. Selain itu, baiknya infrastruktur menjadi pemicu untuk mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kalau infrastruktur jalan dan saluran irigasi sudah baik, maka masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Ini hakikat Program 2R”, ungkapnya.

Data yang dimiliki Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, jalan kabupaten dalam kondisi mantap pada 2010 sepanjang 296,48 kilometer atai berada pada 40 persen. Meningkat menjadi 440,48 kilometer atau 58 persen pada tahun 2014. Sementara pada tahun 2016 panjang jalan kabupaten Lombok Tengah diketahui sepanjang 739,44 kilometer. Dan pada tahun 2017 hingga saat ini, status jalan Kabupaten meningkat menjadi 806 kilometer. Dari keseluruhan panjang kabupaten, Lombok Tengah dibawah komando Suhaili-Pathul sudah berhasil deperbaiki dan dipermulus sekitar 75 persen. Ini membuktikan komitmen serta kerja nyata Suhaili-Pathul terbukti. Dengan adanya perubahan status ini, akan menjadi prioritas untuk diajukan ke sumber dana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sisa jalan yang belum akan menjadi usulan tahun in”, tutur Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Suwardi, kemarin.

Dari tahun ke tahun, perbaikan terus dilakukan. Hal ini membuat adanya kepercayaan pemerintah pusat untuk ikut menyumbang sedikit dana. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU). Tahun ini, Lombok Tengah diberikan suntikan sebesar Rp. 50 Miliar dari DAK. Tidak hanya itu, ada tambahan Rp. 49 Miliar dari DAU. Dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan jalan. Seakan tidak ingin terlalu membebani pemerintah pusat, Pemkab Lombok Tengah sendiri mengalokasikan anggaran besar tahun ini untuk jalan. Setidaknya target tahun ini Rp 75 Miliar tahun ini yang akan digelontorkan untuk jalan. Dana tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan jalan 7 paket dengan panjang jalan beragam. Seperti jalur Mujur-Peras sekitar 12 Kilometer serta di lokasi lainnya. Sisanya untuk perbaikan serta pemeliharaan jalan. “Pemeliharaan jalan tahun ini sekitar 300 kilometer,” tutur pria berkacamata ini.

Kondisi terkini jalan di Lombok Tengah berubah drastis. Dari sebelumnya hancur lebur, kini sudah mulus. Hampir semua sudah jalur dua sehingga menghadirkan kenyamanan di semua wilayah. Tahun ini, jalan jalur dua akan kembali dibangun. Ruas Praya-Biau dengan panjang sekitar 1,5 kilometer akan segera dimulai pembangunanya. “Pembebasan lahan sudah selesai, tinggal pembangunannya saja yang menunggu tender,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Dinas PUPR akan laksanakan suatu proses kerjasama lewat pokja tender. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Dalam minggu ini sudah mulai tayang untuk proses tender. Begitu juga dengan konsultan sudah dilakukan. Ini, lanjut Suardi sebagai langkah serapan DAK. “Sehingga maret sudah terserap DAK,” ujarnya.

Diakuinya, masa kepemimpinan Suhaili-Pathul sudah memiliki perubahan yang pesat. Dulu yang jalannya aspal lapen, saat ini sudah merata di hotmix. Selain itu, pemerintah terus berupaya maksimal untuk mempertahankan kondisi jalan Kabupaten. Dalam hal ini ada perhatian dari pemerintah khususnya Suhaili-Pathul untuk memperbaiki infrastruktur demi lancarnya ekonomi masyarakat.

“Kalaupun masih ada yang rusak, itu merupakan kondisi alam. Namun tetap akan diperbaiki,” pungkasnya.