Bupati Uhel Kembangkan Pusat Industri Hortikultura

Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, terus berinovasi dan berkreasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya pencanangan usaha perkebunan budidaya sayur-sayuran, tanaman hias dan buah-buahan disrea seluas 250 hektare (ha) di Dusun Persil Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara (BKU).

Kawasan itu juga, akan dijadikan objek wisata baru bagi warga local, nusantara bahkan wisatawan asing . di tempat itu, dianggap cocok dalam mengembangkan usaha perkebunan, kehutanan dan pertanian . apalagi, didukung dengan kondisi geografis dan tofografis yang mumpuni. Termasuk, sumberdaya air yang melimpah ruah, tidak pernah kering seperti wilayah tengah atau selatan Loteng.

Pengembangan jenis buah-buahan meliputi melon, semangka, manggis, durian, mangga, nanas, anggur, papaya, apel, jambu, pohon aren dan madu. Kemudian sayur-mayur meliputi, sayur bayam, sawi, cabai, bawang merah, bawang putih,wortel, kentang, tomat dan kacang-kacangan. Lalu, jenis tanaman hias diantaranya melati, mawar, buginvil, krisan, anyelir dan begonia.

Sebelum melaksanakan strategis yang satu itu, Pemkab telah menggelar sosialisasi, pelatihan dan pendidikan kepada para petani, sebagai wujud peningkatan sumberdaya manusia. Masing-masing memiliki keterampilan dan kemampuan yang berbeda-beda dalam pengembangan hortikultura.

Ada yang mampu membudidaya sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Tiga kelompok itu diintegrasikan mengelola dan memanfaatkan lahan yang disiapkan Pemkab. Diberikan pula peningkatan kompetensi dan pengembangan sikap petani, sebagai pelaku usaha yang berorientasi profitabilitas, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Dari sisi anggaran, program pengembangan hortikultura tersebut membutuhkan dana besar. Karena sebatas budidaya saja, melainkan usaha pemasaran dan pengolahan. Harapannya, memiliki nilai jual tinggi. Pemkab pun menggandeng sejumlah investor, termasuk pemerhati pariwisata dan ekonomi kerakyatan.

Salah satunya, Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) Loteng. Mereka diberikan izin untuk memanfaatkan pusat bisnis Korea Internasional Cooperation Agency (Koica), di Dusun Pancor Dau Desa Aik Darek, Batukliang.

Harapannya, seluruh potensi dan kekayaan alam diwilayah utara akan dikelola sedemikian rupa. Di tempat itu juga, akan disiapkan industry kreatif, pasar agrobisnis, pusat usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka akan dilatih cara membuat kerepek durian, dodol, permen, gula atau roti.

Beigitu pula, buah-buahan segar diolah sebagai minuman ringan. Termasuk sayur-sayuran. Untuk itu, diperlukan penanganan cepat, cermat dan efisien dari masa panen, hingga pemasaran. “Disinilah, peran kami sebagai pengurus APII, kami siap mendongkrak ekonomi masyarakat, “kata Ketua APII Loteng Ida Wahyuni Sahabudin.

Srikandi asal Desa Setanggor Praya Barat tersebut menambahkan, cepat atau lambat Koica akan dijadikan pusat oleh-oleh khas Gumi Tatas Tuhu Trasna. Bagi para wisatawan yang ingin merasakannya, dipersilahkan dating ke Koica. “Alhamdulillah, kita bersyukur dan berterima kasih, karena Bupati HM Suhaili FT mendukung,” ujar pendiri desa wisata setanggor tersebut.

Potensi Hortikultura Penyangga KEK Mandalika Resort

Potensi hortikultura di wilayah utara Loteng, diharapkan menjadi pengangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalikan Resort di Desa Kuta, Pujut dan sekitarnya. Pemkab menginginkan, kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan hingga tanaman hias dapat diperoleh dari budadaya local, bukan impor.

Begiru pula, kebutuhan ikan air tawar, air laut, kerajinan tangan masyarakat dan kekayaan alam lainnya. “Intinya, wilayah utara, tengah dan selatan saling berkaitan, tidak bisa jalan sendiri, “kata Bupati HM Suhaili FT.

Jika program tersebut berjalan sukses, tekan Ketua DPD Golkar NTB tersebut, maka roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Begitu pula pendapatan asli daerah.”itu saja kepentingan kita. Tidak ada yang lain.”kata Suhaili.