Masjid Mandalika Jadi Awal Pembangunan KEK

Menteri BUMN, Rini Soemarno

Menteri BUMN, Rini Soemarno. photo/ist

PRAYA—Peletakan batu pertama Masjid Mandalika oleh Menteri Rini Sabtu (10/09) lalu diyakini menjadi langkah awal pembangunan Kasawan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika secara menyeluruh.

Gubernur NTB yang diwakili Sekda NTB, H Rosyadi Sayuti, menyebutkan pembangunan di Lombok khususnya Loteng diyakini tidak akan berajalan mulus jika Masjid di kawasan itu tidak dibangun lebih awal.

“Ibu menteri bisa saksikan sendiri buktinya di BIL (Bandara Internasional Lombok, red) yang sekarang jadi LIA (Lombok Internasional Airport, red),” ungkap Rosyadi.

Atas nama pemerintah provinsi, dia mengatakan pembagunan KEK ini sudah ditunggu puluhan tahun oleh seluruh masyarakat NTB. Bahkan beberapa kali sudah mendapat dorongan hingga tingkat pusat.

Hanya saja, sambung dia, pembangunannya tidak bisa terealisasi secara nyata. Bahkan rencana pembangunan itu sudah ada sejak kepemimpinan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudoono.

“Mudah-mudahan Ibu Menteri, dengan dimulainya pembangunan Masjid ini sebagai tanda berhasilnya pembangunan KEK secara utuh,” harapnya.

Sementara itu, Menteri BUMN RI, Rini Soemarno mengungkapkan rasa bangganya karena realisasi pembangunan KEK Mandalika dilaksanakan tepat pada saat ini ia menjabat sebagai Menteri.

Rini mengatakan, pemerintah tetap memberikan semangat dan apresiasi terhadap ITDC untuk tetap melaksanakan pembangunan di kawasan KEK.

Sementara menurut fakta yang ada, pembangunan sempat tidak bisa terlaksana karena direksi perusahaan memang sedang tidak sehat. Sehingga, ia memberikan apresiasi tinggi kepada direksi baru yang bisa mengambil langkah nyata pembangunan.

“Insya Allah, dengan pembangunan masjid ini, pembangunan yang lain bisa segera terwujud,” ungkap Rini.

Sebelumnya, Dirut ITDC, Abdulbar M Mansoer melaporkan jika Masjid Mandalika ini dibangun di atas lahan seluas ima hectare dan prediksi pembangunan akan menghabiskan dana sekitar Rp 27 Miliar. Prediksi daya tampung mencapai 1.500 jamaah.

Selain sebagai tonggak awal pembangunan KEK, masjid ini nantinya diyakini juga akan menjadi salah satu ikon Loteng dalam hal wisata religi.

“Selain itu, kami juga sedang mengebut proses pembangunan hotel Pullman dan lainnya yang kami target rampung pada 2019 nanti. Bersamaan dengan selesainya pembangunan Masjid ini,” pungkasnya.(dk/humas)