Safari Ramadhan Pemda Kab Loteng

Kegiatan Safari Ramadhan tahun 2014 antara Bupati, Wakil Bupati dan Jajaran Pelayan masyarakat Lombok Tengah Bersatu dengan masyarakat tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Safari Ramadhan tahun ini dimulai di Kecamatan Praya Barat pada tanggal 10 Juli 2014 lalu. Bupati dan seluruh jajarannya termasuk anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah hadir untuk bertatap muka dengan camat, kepala desa, kepala LKMD, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan. Kegiatan Safari Ramadhan tahun ini juga dilaksanakan setelah shalat tarawih. Jadwal safari ramadhan yang sudah ditetapkan oleh Bupati Lombok Tengah, H.Muh Suhaili FT agar safari itu dilaksanakan di halaman kantor camat setempat yang dimulai dari. Kec. Praya Barat, selanjutnya Kec. Pujut, Praya Tengah, Praya Timur, Janapria, Kopang, Batukliang, BatuKliang Utara dan khusus untuk Kecamatan Jonggat safari di gelar di kediaman Bupati Lombok Tengah pertama HL. Sri Gede tepatnya di Bonjeruk.

Bagi Bupati, memasuki empat tahun dirinya berkhidmat di Lombok Tengah bersama-sama Wakil Bupati H. Lalu Normal Nuzana, rasa-rasanya belum ada yang telah dilakukannya untuk masyarakat. “Rasa-rasanya, masih sangat minim yang telah kita perbuat untuk masyarakat tetapi Insya Allah kita akan terus berikhtiar,” ujar Bupati. Selama melakukan ikhtiar, ada beberapa yang telah diperbuatnya untuk daerah ini, diantaranya : angka kemiskinan terus mengalami penurunan. Para pengangguran juga terus dibuatkan lapangan pekerjaan.

Pada bidang Pertanian, Lombok Tengah merupakan daerah penghasil padi terbanyak di NTB setiap tahunnya. Demikian juga dengan produksi kedelai terbanyak dan terbaik kualitasnya. “Populasi ternak kita juga terus mengalami peningkatan. Populasi ternak sapi dari 94.759 ekor menjadi 137.240 ekor, populasi kerbau dari 17.299 ekor menjadi 18.825 ekor dan populasi kambing dari 54.782 ekor menjadi 76.015 ekor,” ujar Bupati

Pada bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah sebesar 5,69 persen. Pada tahun 2011 naik menjadi 9,05 persen dan pada tahun 2012 naik lagi menjadi 12,16 persen. “Saat ini, pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah merupakan pertumbuhan yang tertinggi diantara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” sambungnya.

Pada bidang keuangan, Lombok Tengah terus melakukan peningkatan pendapatan daerah yang dipergunakan untuk membangun daerah ini. “Potensi-potensi PAD yang ada, terus kita maksimalkan. Jumlah Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun ke tahun, terus kita tingkatkan,” kata Bupati. Untuk diketahui, besaran ADD pada tahun 2010 sebesar rp 18.606.985.176, pada tahun 2011 meningkat menjadi sebesar rp 20.606.985.176, tahun 2012 sebesar Rp 20.606.985.176 dan pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar Rp 21.606.985.176.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, sambung Bupati, Pemerintah daerah terus melakukannya dengan sebaik mungkin. Atas upaya ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dua kali berturut-turut yaitu tahun 2013 dan 2014 meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2012 dan 2013.

Tertib administrasi dalam hal pengelolaan keuangan daerah ini juga diharapkan agar sampai ke Pemerintah desa. Pemerintah daerah tidak ingin terjadi permasalahan pada pertanggungjawaban penggunaan keuangan yang ada di pemerintah desa.

Pada bidang pariwisata, Pemerintah daerah juga terus mengembangkan. Potensi-potensi wisata yang ada terus dikembangkan dan promosikan. Demikian juga dengan bidang kelautan dan perikanan. Saat ini, jumlah usaha mikro di kawasan pesisir yang dibina dari 2 kelompok pada tahun 2010 menjadi 7 kelompok pada tahun 2013 dari target 11 kelompok pada tahun 2015. Pada sektor pengembangan budi daya perikanan, jumlah produksinya meningkat dari 27.894 ton pada tahun 2010 menjadi 115.347 ton pada tahun 2013. Jumlah wirausaha perikanan budi daya meningkat dari 176 wirausaha menjadi 776 wirausaha pada tahun 2013. Produksi benih ikan juga meningkat dari 6.575.600 ekor/tahun menjadi 19.133.130 ton/tahun. Selain itu juga, terbentuk 1 kawasan minapolitan.

Pada sektor pengembangan perikanan tangkap, terjadi peningkatan jumlah produksi dari 2.268,46 ton pada tahun 2010 menjadi 6.330 ton pada tahun 2013. Pada sektor optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan, volume produk olahan hasil perikanan meningkat dari 3.614,46 ton pada tahun 2010 menjadi 10.186 ton pada tahun 2013.

Pada bidang perindustrian, perdagangan dan koperasi/UKM menunjukkan hasil yang baik. Jumlah UMKM saat ini sebanyak 2.695 dari target 2.358 UMKM pada tahun 2015. Jumlah wirausaha usaha baru sebanyak 2.053 sementara target sampai tahun 2015 sebanyak 2.063. Sampai tahun 2013, UMKM telah menyerap 104.759 orang tenaga kerja dari target sebesar 103.250 orang tenaga kerja pada tahun 2015.

Pencapaian pembangunan pada bidang pendidikan sejalan dengan meningkatnya APK dan APM pada semua jenjang pendidikanPada tahu2010, APM SD/MI/Sederajat sebesar 99.2, APM SMP/M.TS/Sederajat sebesar 89.44 dan SMA/SMK/MA Sederajat sebesar 55.3. Hal ini menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk semua jenjang pendidikan terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2013 APM SD/MI Sederajat sebesar 99.61, APM SMP/M.TS sebesar 89.9 dan APM untuk tingkat SMA/SMK/MA Sederajat sebesar 61.2. “Dengan melihat trend tersebut, kita perkirakan target tahu2015 akan dapat tercapai. Capaian pembangunan pendidikan yang terumeningkat ini merupakan hasil dan kerja keras serta kebijakan program pemerintah kabupaten dalam menyediakan layanan pendidikan bagi seluruh wargnegara,” ujar Bupati. Programprogram layanan pendidikanyandilaksanakan antara lain penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD/MI dan SMP/M.TSpenyediaaBantuan Siswa Miskin (BSM)pembangunan Unit SekolaBaru (USB), Ruang KelaBaru (RKB), dan rehabilitasi ruang kelas SD/MI-SMP/M.TS yang rusak.

Sementara itu jalan atau rurung yang merupakan kebutuhan vital masyarakat, juga dilakukan perbaikan dan tingkatkan kualitasnya. Panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap meningkat dari 296,48 kilometer (40 persen) pada tahun 2010 menjadi 405.93 kilometer (55 persen) pada tahun 2013. Kondisi ini, melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD yakni 391.65 kilometer pada tahun 2015,” ujar Bupati. (humas) download file capaian pembangunan disini: capaian pembangunan.pptx