TAHAPAN PROGRAM & JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NTB TAHU 2018

 

No

 

 

U r a i a n

 

Tanggal

 

Keterangan

1 Pengumuman Penyerahan dukungan (Perseorangan) 9 s/d 22 November 2017  
2 Penyerahan syarat dukungan (Perseorangan) 22 s/d 25 November 2017  
3 Penelitian Administrasi (Perseorangan) 22 Nov s/d 5 Desember 2017  
4 Penelitian Faktual (Perseorangan) 12 s/d 25 Desember 2017  
5 Pendaftaran Pasangan Calon 8 s/d 10 Januari 2018  
6 Penetapan Pasangan Calon 12 Februari 2018  
7 Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon 13 Februari 2018  
8 Masa Kampanye 15 Februari s/d 23 Juni 2018  
9 Masa Tenang 24 s/d 10 Juni 2018  
10 Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 27 Juni 2018  
12 Rekapitulasi Penetapan dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara 7 s/d 9 Juni 2018  
12 Sidang MK (Jika Ada Perselihan Hasil Pemilihan)    


 

LAPORAN PERSIAPAN FESTIVAL MENENUN 2017

Sukarara, 7 Juli 2017

No                          : Kesra III/      / 2017

Lampiran             : –

Hal                          : Laporan persiapan festival menenun 2017

 

Kepada Yth:

Bupati Lombok Tengah

Di Praya

 

Dengan hormat kami laporkan bahwa seperti halnya tahun 2016, pada tahun 2017 ini kami akan menyelenggarakan festival menenun dirangkai dengan beberapa kegiatan budaya lainnya. Secara rinci dapat kami laporkan:

  1. Dasar hukum pelaksanaan festival

Penyelenggaraan festival didasarkan pada:

  1. RPJMDES Desa Sukarara tahun 2012-2018
  2. Hasil Konsultasi dengan Bapak Camat Jonggat dan Bapak Bupati Lombok Tengah
  3. APBDES Desa Sukarara tahun 2017
  4. SK Kepala Desa Sukarara No:9/2017 tanggal 15 Mei 2017 tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Festival.
  5. Nama festival

Festival dimaksud kami beri nama: Festivasl Budaya Asal “Sukerare Begawe Jelo Nyesek II 2017”.

  1. Waktu pelaksanaan

Festival akan berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 17 s.d 27 Juli 2017.

  1. Tempat/lokasi festival

Seluruh kegiatan festival diselenggarakan di wilayah Desa Sukarara dengan mempertimbangkan azaz manfaat ekonomi, sosial, kultural.

  1. Jenis/bentuk kegiatan festival

Festival 2017 tidak saja menampilkan 1500 perempuan penenun se Desa Sukarara tetapi disertai dengan beberapa kegiatan budaya.

No Kegiatan Hari/Tanggal Waktu Lokasi
1 Karnaval Senin,17 Juli 2017 14.00 – selesai Start dan finish di kantor Desa Sukarara
2 Peresean Selasa,18 Juli 2017 s.d Senin,24 juli 2017 15.30 s.d 17.30 Dusun Dasan Baru
3 Seminar sehari “Pelempek Sejarah Keberadaan Songket Sukarara” Rabu,19 Juli 2017 08.00 – selesai Aula Kantor Desa Sukarara
4 Baca Lontar Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
5 Pekendeng Banget/Ngendang/ Gandrung Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
6 Upacara Pembukaan Rabu,26 Juli 2017 09.00 s.d 13.00 Dusun Dasan Baru
7 Peragaan Busana Rabu,26 Juli 2017 13.00 – selesai Dusun Dasan Baru
8 Wayang Kulit semalam suntuk Rabu,26 Juli 2017 21.00 – selesai Dusun Dasan Baru

 

  1. Langkah persiapan yang telah dilakukan:

Langkah-langkah persiapan yang telah kami lakukan :

  1. Membentuk panitia pelaksana dengan SK Kepala Desa Sukarara No: 9/2017, tanggal 15 Mei 2017.
  2. Menyiapkan dan mengirim proposal kepada:
  • Kementrian Dikbud, Kemendagri, Menko Kemaritiman, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Perindustrian.
  • Dinas Pariwisata Provinsi NTB.
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
  • Pihak ketiga/swasta.
  1. Menyiapkan surat-surat dan mengirimnya:
  • Izin tenaga kesehatan kepada Kadikes Loteng.
  • Bantuan WC umum kepada Kadis PU-PR Loteng.
  • Izin pemasangan spanduk kepada Kapolres : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin lokasi pemasangan spanduk kepada Kadis Tata Kota : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin keramaian dan pengamanan kepada Kapolres Loteng.
  • Izin pengamanan lalu lintas kepada Kapolres Loteng.
  • Izin penggunaan sebagaian ruas jalan raya BIL kepada Kadis Perhubungan NTB (Dto Sekda Loteng).
  • Mohon sambutan Bapak Gubernur dan Menteri (Dto Bupati Loteng)
  • Undangan pembukaan (Dto Bupati Loteng)
  1. Koordinasi perlengkapan meliputi : terop, panggung, kursi, sound system, dekorasi, PLN, spanduk, baliho, back droop.
  2. Koordinasi kesenian meliputi : Gendang Rembak, Gandrung Bapangan, Gendang Belek, Jaran Kamput, Gamelan.
  3. Koordinasi perangkat upacara meliputi : MC, pembaca puisi, pembaca doa, pembaca ayat suci Al-Qur’an, pagar ayu, among tamu.
  4. Peserta dan partisipan
  5. Atraksi kesenian.

Menjelang upacara pembukaan ditutup akan ditampilkan:

  1. Gendang Rembak yang melibatkan 24 penari gendang, ceng-ceng dan reong sehingga total sekehe menjadi 48 orang.
  2. Tari Gandrung Bapangan melibatkan 10 penari gandrung dengan bapangan (tanpa penepekan).
  3. Susunan acara pembukaan:
  4. Pembacaan kalam illahi
  5. Doa
  6. Laporan panitia pelaksana dengan Mendakin
  7. Pengantar/sambutan:
  8. Pemotongan dua helai umbak (Nine dan Mame) sebagai tanda festival dimulai.
  9. Atraksi kesenian (Gendang Rembak dan Gandrung Bapangan).
  10. Penutup (peninjauan ke peserta festival menenun)
  11. Undangan:

Pada upacara pembukaan diharapkan hadir 400 orang terdiri dari unsur:

  1. Pemerintah Pusat
  2. Pemerintah Provinsi NTB
  3. Bupati se Pulau Lombok
  4. Dinas/Badan se Kabupaten Lombok Tengah
  5. Camat se Kabupaten Lombok Tengah
  6. Kepada desa se Kecamatan Jonggat
  7. Dinas Pariwisata se Pulau Lombok
  8. Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama
  9. Pemangku pariwisata
  10. Tiris Nusantara/Mancanegara
  11. Biaya

Biaya festival bersumber dari  APBDES Desa Sukarara tahun 2017, dan dana lainnya yang sah dari pihak ketiga.

  1. Lain-lain

Persiapan-persiapan yang telah kami sebutkan di atas secara administrative telah siap dan secara teknis menunggu waktu sesuai dengan jadwal.

Demikian laporan kami, dan selanjutnya kami mohon petunjuk Bapak Bupati. Atas perhatian dan restu Bapak Bupati, kami sampaikan terimakasih.

 

Kepala Desa Sukarara

 

Timan

Selamat Jalan H Ikrom

 

 


PRAYA – Ketua forum kerukunan dini masyarakat (FKDM) Loteng, HM Ikrom tutup usai. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mataran, Kamis sore lalu.

Dilanjutkan dengan pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Amaq Gewar, Bat Eat Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Jumat siang usai salat Jumat.

Sebelumnya, salat jenazah dilakukan di Masjid Jami Praya. Dri Masjid Jami ke lokasi pemakaman diiringin ratusan jamaah pengantar jenazah.

Hadir di lokasi pemakaman Sekda NTB, Sayuti, didampingi Sekjen DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi. Hadir para tokoh politik, tokoh masyarakat, agama, dan tokoh masyarakat.

Informasi yang diterima, sebelum meninggal Ikrom sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Beberapa bulan lalu juga, mantan anggota DPRD Loteng tahun 2004 ini sempat dirawat inap di rumah sakit karena penyakit jantung.

“Sempat sakit jantung waktu itu,” terang salah satu pejabat di Loteng di lokasi pemakaman.

Informasi lain yang diterima, beberapa hari lalu Ikrom sempat ke Sumbawa Besar bersama Bupati Loteng, HM Suhaili FT. Bahkan beberapa kali foto kegiatan berasama Suhaili sempat dia posting di akun fecebooknya.

Sementara perwakilan keluarga almarhum mengucapkan terimakasih atas kesempatan jamaah mengantarkan almarhum ke TPU Amaq Gewar.
Kata dia, almarhum meninggal menurut keterangan dokter adalah serangan jantung. Ikrom meninggalkan.
Adapun riwayat Ikrom, PNS guru di Gerung, wartawan tabloit, anggota DPRD Loteng, dan Humas di salah satu universitas di Mataram dn terakhir memutuskan berwirausaha.

Wabup Kunjungi Denis Penderita Kangker Tulang

Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri menunjukkan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami Denis bocah kelas 4 SD yang menderita kangker tulang sejak dua tahun silam. Wabup mendatangi langsung rumah Deni di Dusun Berembang Lauk Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat.
Wabup sambut Muhsin dan Istrinya orang tua dari Denis, Kepala Puskesmas Bonjeruk dan Kepala Dusun Berembeng Lauk.
Wabup merasa prihatin dengan kondisi bocah tersebut dan menyarankan agar orang tuanya segera membawa anaknya ke Bali guna dilakukan pengobatan. “Saya harap anaknya dibawa berobat, tidak usah pikirkan biaya, sudah ditanggung pemerintah, kalau dibiarkan terus maka nyawanya tak bisa tertolong” ungkap Wabup
Kondisi tangan Denis memang sangat memprihatinkan. Selain membengkak dan bernanah penyakit itu sudah menyebar ke sebagian tubuhnya. Hal itu akibat dari tidak dilakukannya pengobatan secara komprehensif. Orang tua Denis hanya mengandalkan obat dari dukun atau obat tradisional semata sementara obat dari dokter tidak diberikan.
Sebenarnya tangan dari Denis sempat mengecil dan normal namun karena tidak ditangani dengan baik pengobatannya maka penyakitnya semakin membesar dan kini sudah mulai membusuk. Pihak Dinas Kesehatan sendiri sudah merujuk Denis ke Sanglah untuk dilakukan kemo terapi, akan tetapi tidak berlangsung lama dikarenakan orang tua kuwalahan dengan biaya hidup selama di Bali.
Disamping itu pula anaknya terus merengek minta pulang ke Lombok sampai akhirnya dibawa kembali ke Lombok. “Kami sudah sarankan untuk dibawa ke Bali, kamipun sudah siapkan biaya termasuk juga untuk biaya hidupnya kita pikirkan, namun orang tuanya tidak mau” ungkap Kepala Puskesmas Bonjeruk.
Denis sendiri saat dijenguk Wabup, menangis karena mengira akan dibawa ke Bali. Denis sendiri kerap menolak dibawa ke Bali untuk berobat. Hal itulah yang membuat orang tuanya tak bisa berbuat apa apa disamping orang tuanya juga menuruti keinginan anaknya. “Saya sudah lelah ngutang untuk biaya hidup kami di Bali, kalau saya sendiri kesana, saya tak mengerti apa apa, makanya harus suami saya juga ikut, tapi kalau dia ikut, kami makan apa, suami saya jadi buruh tani” ungkapnya lirih.
Pada kesempatan itu Wabup menyerahkan bantuan kepada orang tua Denis berupa uang untuk membantu meringankan beban Denis dan orang tuanya. Selain itu pula sumbangan juga diberikan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Duta Lingkungan sebesar 2,3 juta lebih. LaWabup

Polres Loteng Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran

Lombok Tengah- Polres Lombok Tengah melakukan gelar pasukan pengamanan lebaran idulfitri dan lebaran ketupat di Lapangan Muhajirin Praya. Hadir Ketua DPRD Lombok Tengah, Komandan Kodim 1620, Kasat Pol PP dan Linmas. Sebayak 350 personil dikerahkan oleh Polres untuk pengamanan tersebut termasuk dari TNI AD, Satpol PP, Linmas dan Perhubungan. apel lebareanDandim

Kondisi Puskesmas Janapria Dikeluhkan

Lombok Tengah, Kondisi puskesmas Janapria dikekuhkan. Keluhan tidak hanya datang dari pasien tetapi juga datang dari pengunjung. “kondisi Puskesmas Janapria memprihatinkan, selain kekurangan ruang rawat inap, meubelarnya juga sudah lapuk dimakan rayap” ungkap Sekcam Praya H.Mahlan saat safari Ramadhan kamis Malam.
Menurutnya kondisi Puskesmas yang demikian akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pasien maupun pengunjung. Untuk itu perlu perhatian pemda.
Menjawab keluhan tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul bahri meminta kepada pihak puskesmas untuk bersabar. “bersabar dahulu, maunya kita semua puskesmas kita renovasi tapi anggaran belum memadai” jelasnya. Amril

Pemerintah Targetkan Tahun 2020, Program Kotaku Tuntas

Lombok Tengah, Pemerintah menargetkan pada tahun 2020 program penataan kota tanpa kumuh (Kotaku) di 110 hektar akan tuntas atau nol. Demikian dikatakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU dan ESDM Kabupaten Lombok Tengah L.Firman Wijaya dalam komprensi press sesuai pembukaan sosialisasi dan workshop Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Dpraya Hotel Rabu 14/9.

Menurut Firman, program Kotaku merupakan program lanjutan dari program PNPM, namun untuk pogram ini lebih menitik beratkan kepada kekumuhan sementara PNPM lebih kepada fisik.
Saat ini priogram itu mulai disosialisasikan kepada masyarakat dan aparatur pemerintah baik desa maupun kecamatan. Program ini berlokasi di dua kecamatan yakni Kecamatan Praya dan Kecamatan Kopang.
sosialisasi-kotaku

Menurut Firman dari 547,98 hektar yang diajukan ke pusat, hanya 110 hektar saja yang sudah di SK kan oleh Bupati. “Nomor SK nya 504/2015, sisanya belum tahu kapan di buatkan SK” ungkap Firman.

Ikut mendampingi Kabid Ciptakarya, Kabid Fisik Bappeda Taufikurahman Puanote dan TL OC7 NTB L.Martawijaya.

Dikatakannya ada 7 indikator yang menjadi dalam penanganan masalah Kotaku itu diantaranya jalan lingkungan, air bersih, persampahan, Drainase, Keteraturan Bangunan dan RTH.
Untuk mendanai program tersebut, pemerintah melakukan sharing anggaran dengan pemerintah pusat.

Lalu berapakah banyak penduduk yang mendiami satu kawasan padat dan kumuh itu ?, Kepala Bappeda melalui Kabid Fisik Taufikurahman Puanote menjawab, sejauh ini belum ada ketentuan yang mengatur tentang berapa jumlah KK yang mendiami kawasan padat dan kumuh tersebut namun yang pasti setiap ada kawasan pemukiman yang padat dan kumuh akan ditangani atau ditata.
Dia menambahkan dalam penentuan lokasi program Kotaku, pemerintah daerah tidak terlibat langsung sebab yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri melalui musyawarah. “Pemerintah dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator bukan sebagai eksekutor” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri yang membuka kegiatan sopsialisasi tersebut mengatakan program kotaku merupakan program pemerintah dalam rangka mengurangi kemiskinan. Saat ini posisi kemiskinan Lombok Tengah berada di posisi 36%. Posisi ini masih sangat jauh karena itu untuk meng7urangi kemiskinan itu pemerintah terus menggalakkan pembangunan disegala sektor baik sektor industri maupun pariwisata. “Saat ini pihak ITDC sudah mulai membangun Masjid Agung dengan kepasitas tampung jemaah di atas 2000 orang, selain itu juga akan membangun dua hortel berbintang dengan daya serap tenaga kerja mencapai 20 ribu tenaga kerja, ini artinya pemerintah berusaha menekan angka kemiskinan melalui pembangunan inprastruktur dan sarana pendukung lainnya” jelasnya. Am

Upacara HUT RI Ke-71 di Loteng Berlangsung Khidmat

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-Alun Tastura Praya

Pelaksanaan upacara bendera HUT RI Ke-71 di Alun-Aun Tastura Praya, Kabupaten Lombok Tengah berlangsung khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT. Apel memperingati detik-detik Proklamasi ini dimulai pukul setengah sepuluh pagi.

Pasukan Paskibraka melaksanakan tugasnya dengan baik. Masyarakat juga dari kejauhan nampak khusu’ melihat prosesi pengibaran sang merah putih tersebut. (ikr/humas)

Lestarikan Kain Songket Sukarara, Pemerintah Gelar Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Desain Backdrop Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Desain Backdrop Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Pemerintah Desa Sukarara Kecamatan Jonggat dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, akan menggelar Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek pada tanggal 24-27 Juli 2016 mendatang. Festival yang mengangkat tema “Sukarara untuk Dunia” ini akan menghadirkan 1000 penyensek/penenun sebagai peserta atraksi dan di ikuti oleh beberapa atraksi kesenian lainnya seperti seni tembang sasak, gendang beleq dan Presean serta beberapa atraksi lain yang akan ditampilkan oleh masyarakat Desa Sukarara. Kegiatan festival yang akan mengundang seluruh pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-NTB ini dipusatkan di Simpang Empat Desa Sukarara.

Asisten II Pemkab. Lombok Tengah, Ir. H. Nasrun menyampaikan bahwa agenda festival  kain tenun pertama di Indonesia ini diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya menjadi agenda rutin untuk dilaksanakan. Hal ini menurutnya sejalan dengan dijadikannya Lombok Tengah sebagai kabupaten pariwisata. “Kita berharap even ini menjadi even tahunan yang tercatat dalam kalender pariwisata kita” ujar H. Nasrun saat memimpin rapat persiapan di ruang kerjanya, Senin (18/07).

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris PU dan ESDM, Kepala Kantor PDE, Kepala Desa Sukarare dan sejumlah pejabat lainnya. Khusus untuk suksesnya acara tersebut, Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT menerbitkan Surat Tugas yang ditujukan kepada sejumlah SKPD untuk melakukan tugas-tugas penting di antaranya membantu dan memfasilitasi kegiatan festival, melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di tingkat daerah maupun pusat.

Berikut beberapa agenda yang akan dilaksanakan panitia Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek, di antaranya pada hari Minggu 24 Juli akan dilangsungkan Karnaval, Senin 25 Juli seminar tentang sejarah keberadaan songket Sukerare dan malam harinya diadakan peragaan busana tradisional. Selasa 26 Juli diadakan even Baca Lontar. Kemudian pada puncak acara hari Rabu 27 Juli dilangsungkan atraksi nyensek (menenun) massal diikuti 1000 Penyensek /Penenun Sukarara yang diawali dengan ritual pemotongan Umbak Dise oleh Bupati Lombok Tengah dan Gubernur NTB yang diserahkan oleh kepala desa beserta ketua adat setempat. (ikr/humas)

Bupati Perjuangkan Aspirasi Alumni Situbondo

CINDERAMATA : Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur memberikan cinderama kepada Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT di Pendopo, Kamis malam (23/06).

CINDERAMATA : Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur memberikan cinderama kepada Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT di Pendopo, Kamis malam (23/06).

PRAYA –Santri dan alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur menghelat pembukaan khotmil quran di Pendopo Bupati, Kamis malam (23/06) yang lalu. Kegiatan ini juga dirangkai dengan buka bersama sejumlah, wali santri, dan simpatisan rayon Inkass NTB.

Wakil Ikatan Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah, Mahdan mengatakan, kegiatan buka bersama ini bertujuan sebagai momen pelepasan santri yang ikut Safari Ramadan ke Pulau Sumbawa. “Kita ingin perkuat ikatan alumni sehingga bisa menjadi perpanjangan tangan penyerap aspirasi para lulusan,” katanya.

Mahdan menarangkan, para lulusan Ponpes Salafiyah Syafiiyah ini dihajatkan juga bersilaturahim dengan jajaran Pemkab Lombok Tengah. Lebih khusus dengan Bupati Lombok Tengah H Moh. Suhaili FT. “Kami para alumni, ingin ada penyetaraan dengan sekolah yang ada di luar Jawa diberikan fasilitas. Misalnya beasiswa dan beberapa tunjangan lainnya,” harapnya.

Dia menuturkan, alumni Salafiyah Syafiiyah mestinya diperhatikan pemerintah daerah. Mengingat selama ini Salafiyah Syafiiyah sudah berhasil menjadi tokoh agama dan menjadi tokoh politik di Lombok Tengah. “Kiprah alumni sudah luar biasa, jadi semoga saja santri yang masih menimba ilmu bisa diberikan fasilitas,” harapnya lagi.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT mengapresiasi segala masukan yang disampaikan. Dari itu, dia meminta kepada pengurus alumni bisa membuat program dalam proposal yang terlampir. “Insha Allah akan kami dukung para alumni dan santri,” janjinya.

Bupati juga berpesan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Lombok Tengah sangat perlu diberikan perhatian. Sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya dalam bidang agama. “Apalagi jati kita dengan 1.000 masjid, kita makmurkan dengan para dai yang mumpuni di dalamnya,” tutur Bupati.

Suhaili menambahkan, imunitas iman kaum muslim, rumah ibadah harus diisi dengan para cendekiawan yang mahir dalam menyampaikan agama Islam. Apalagi dalam era modern ini, sikap religius sangat urgen. “Gumi gempeng gumi paer kita harus diisi oleh orang-orang yang bisa memberikan arti bagi pembangunan di Lombok Tengah ini,” pungkasnya. (dk/humas)