MERIAH PENYAMBUTAN PESERTA KIRAB PEMUDA NUSANTARA 2017 DI LOTENG

Apel penerimaan peserta Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017 berlangsung, Jum’at (6/10/2017) pagi, di Bencingah Adi Guna lapangan Muhajirin, Praya, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Peserta dari 34 Provinsi itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, S.Ip, Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rochman, dan para Kepala Satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) Lingkup Pemkab Lombok Tengah.

Selain itu peserta KPN 2017 juga disambut ratusan pemuda dan pelajar tingkat SMA, dengan mengenakan pakaian adat tiga suku di Provinsi NTB yakni, Sasak, Sumbawa dan Mbojo, serta anggota Paskibraka Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Lombok Tengah lalu Pathul bahri menyampaikan ucapan selamat datang kepada Peserta KPN 2017. “Melalui kegiatan ini saya harapkan dapat menjadi wahana pemersatu yang tepat dalam mewujudkan Kebhinekaan Inddonesia secara utuh dan menyeluruh,” ujarnya.

Kebhinekaan, kata Lalu Pathul Bahri, merupakan realita bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya untuk jati diri pemuda Indonesia dan peningkatan kreativitas serta kapasitas pemuda yang penting untuk dilakukan. “Oleh sebab itu, apa yang kita lakukan ini saya pandang sebagai wujud nyata para pemuda Indonesia dalam menguatkan dan  menumbuhkan jati dirinya, serta inovasi dan kreativitas pemuda dalam bingkai kebhinekatunggalikaan negara kesatuan Republik indonesia,” ucapnya.

Sementara Menpora RI, Imam Nahrawi, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Deputi Bidang Pembinaan Pemuda I Gusti Ngurah Sucitra, mengucapkan terimakasih kepada jajaran Pemkab Lombok Tengah atas sambutan kepada peserta KPN 2017, dan menekankan, pemuda kedepannya dituntut untuk memiliki daya saing global bukan lokal. Karena kunci penentu daya saing adalah kreatifitas dan inovasi,” kata I Gusti.

Kementrian Pemuda dan Olahraga, lanjut I Gusti, memiliki keterbatasan dalam memenuhi tuntutan fasilitas dan advokasi yang dibutuhkan oleh pemuda yang telah bersifat spesialis dan sektoral. “Untuk memenuhi kompleksitas dari kebutuhan tersebut, maka pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2017 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan,” bebernya.

Melalui Perpres tersebut, maka program-program kepemudaan yang bersifat spesialis tidak berada di Kemenpora atau Dispora, tetapi tersebar di seluruh Kementrian dan Dinas-dinas, baik provinsi maupun kabupaten/kota. “Diharpkan Kirab Pemuda Nusantara yang berlangsung di 38 kabupaten/kota mewakili 34 provinsi dapat menjadi titik awal kebangkitan pemuda Indonesia ke-I pada tahun 1928, yang ditandai dengan revolusi pemuda Indonesia pada ekonomi berbasis digital,” ujar I Gusti.

Dalam acara penyambutan, peserta KPN 2017 di hibur dengan sejumlah kesenian Provinsi NTB yakni Tari Sasambo (Sasak, Sumbawa, Mbojo) dan sejumlah kesenian Lombok Tengah, yang dibawakan oleh siswa/siswi SMA Negeri 1 Praya, Lombok Tengah.

Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pemuda dan penyerahan Bendera KPN 2017 dari Peserta KPN 2017 kepada Wakil Bupati Lombok Tengah, dan selanjutnya oleh wakil Bupati Lombok Tengah di serahkan kepada Anggota Paskibraka Lombok Tengah untuk diinapkan selama 2 hari 3 malam di Pendopo Bupati Lombok Tengah.

Kegiatan diakhiri dengan pemutaran lagu KPN 2017. Dalam pemutaran lagu ini, seluruh peserta KPN 2017 bersama ratusan pemuda dan pelajar SMA termasuk Wakil Bupati Lombok Tengah dan kapolres Lombok Tengah, ikut berbaur ketengah-tengah para Pemuda untuk berjoget bersama.

Untuk diketahui, KPN 2017 diikuti 72 orang pemuda-pemudi tanah air dari 34 provinsi dengan kegiatan yang akan dibagi per zona. Zona 1 dari Miangas, Sulawesi Utara melintas Sabang dan berakhir di Blitar, Jawa Timur. Sedangkan zona kedua, dimulai dari Rote, NTT melintasi Merauke dan juga berakhir di Blitar. Ekspedisi nantinya akan berakhir di Kota Blitar pada 8 Desember 2017.

Peserta KPN 2017, akan berada di Lombok Tengah selama 2 hari 3 malam. Selama di Lombok Tengah Peserta KPN 2017 akan melaksanakan kegiatan, seperti Baksos, dan workshop kepemudaan.

PERIZINAN DIPERCEPAT, INVESTASI MENINGKAT

Realisasi investasi di Lombok Tengah terus meningkat. Data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Lombok Tengah, realisasi penanaman modal masih didominasi sector pariwisata. Sampai dengan tahun 2017, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 393.432.331 USD yang berasal dari 87 perusahaan.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 337.139.458.681 dari 36 perusahaan.

Kepala DPMPT Lombok Tengah, Ir H. Winarto, mengaku telah melakukan berbagai upaya dalam membenahi iklim investasi, diantaranya mempercepat proses perizinan. Saat ini, penerbitan izin bisa diselesaikan hanya dalam tiga hari. Cukup dengan menunjukkan paspor, investor kini bisa mengurus izin usaha mereka.

Proses perizinan selama tiga hari tersebut meliputi pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dilanjutkan dengan pembuatan Angka Pengenal Importir. Jika menggunakan tenaga kerja asing, investor yang bersangkutan akan dibuatkan Rencana Tenaga Kerja Asing (RTKA). Sementara untuk mendapatkan izin kepabeanan, investor harus membayar 100 USD per bulan untuk masing-masing Warga Negara Asing (WNA) yang akan dipekerjakan.

Namun hal itu hanya berlaku bagi perusahaan di kawasan ITDC. Sedangkan bagi perusahaan di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), prosesnya bisa lebih lama.

Untuk mengukur keseriusan investor, pihak Indonesia Torizm Defelovment Corporation (ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika mewajibkan investor menyetor dana 20 persen dari jumlah investasi ke bank sebagai jaminan. Jika dalam waktu tertentu tidak ada progres pembangunan, akan diganti dengan investor lain.

Semenatar itu untuk menggaet minat investor, pihaknya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) juga menerapkan strategi 3A (Atraksi, Aksebilitas dan Amenitas). Yakni menetapkan beberapa desa wisata se Lombok Tengah dengan bidang tertentu, sesuai potensinya.

Misalnya Desa sade dengan potensi tenun tradisional, Penujak dengan kerajinan gerabah, Mas-Mas dengan aktifitas wisata pedesaannya dan begitu juga dengan desa-desa wisata dengan beragam aktivitas wisata yang dimilikinya.

Berbagai program tersebut mulai membuahkan hasil. Hal itu dibuktikan dengan angka kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Sampai dengan pertengahan tahun 2017 saja, kunjungan wisatawan asing mencapai 49.769. Sedangkan untuk wisatawan domestik sebanyak 59.148.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan adalah transportasi umum yang kurang memadai, baik laut maupun udara. Kendala lain adalah kurangnya sarana penunjang di kawasan wisata, seperti MCK, ruang ganti pakaian, tempat ibadah dan fasilitas lainnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak ikut mengawal proses percepatan pembangunan di Lombok Tengah. Sehingga kesejahteraan yang menjadi dambaan dan harapan masyarakat selama ini segera terwujud.

TAHAPAN PROGRAM & JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NTB TAHU 2018

 

No

 

 

U r a i a n

 

Tanggal

 

Keterangan

1 Pengumuman Penyerahan dukungan (Perseorangan) 9 s/d 22 November 2017  
2 Penyerahan syarat dukungan (Perseorangan) 22 s/d 25 November 2017  
3 Penelitian Administrasi (Perseorangan) 22 Nov s/d 5 Desember 2017  
4 Penelitian Faktual (Perseorangan) 12 s/d 25 Desember 2017  
5 Pendaftaran Pasangan Calon 8 s/d 10 Januari 2018  
6 Penetapan Pasangan Calon 12 Februari 2018  
7 Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon 13 Februari 2018  
8 Masa Kampanye 15 Februari s/d 23 Juni 2018  
9 Masa Tenang 24 s/d 10 Juni 2018  
10 Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 27 Juni 2018  
12 Rekapitulasi Penetapan dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara 7 s/d 9 Juni 2018  
12 Sidang MK (Jika Ada Perselihan Hasil Pemilihan)    


 

LAPORAN PERSIAPAN FESTIVAL MENENUN 2017

Sukarara, 7 Juli 2017

No                          : Kesra III/      / 2017

Lampiran             : –

Hal                          : Laporan persiapan festival menenun 2017

 

Kepada Yth:

Bupati Lombok Tengah

Di Praya

 

Dengan hormat kami laporkan bahwa seperti halnya tahun 2016, pada tahun 2017 ini kami akan menyelenggarakan festival menenun dirangkai dengan beberapa kegiatan budaya lainnya. Secara rinci dapat kami laporkan:

  1. Dasar hukum pelaksanaan festival

Penyelenggaraan festival didasarkan pada:

  1. RPJMDES Desa Sukarara tahun 2012-2018
  2. Hasil Konsultasi dengan Bapak Camat Jonggat dan Bapak Bupati Lombok Tengah
  3. APBDES Desa Sukarara tahun 2017
  4. SK Kepala Desa Sukarara No:9/2017 tanggal 15 Mei 2017 tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Festival.
  5. Nama festival

Festival dimaksud kami beri nama: Festivasl Budaya Asal “Sukerare Begawe Jelo Nyesek II 2017”.

  1. Waktu pelaksanaan

Festival akan berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 17 s.d 27 Juli 2017.

  1. Tempat/lokasi festival

Seluruh kegiatan festival diselenggarakan di wilayah Desa Sukarara dengan mempertimbangkan azaz manfaat ekonomi, sosial, kultural.

  1. Jenis/bentuk kegiatan festival

Festival 2017 tidak saja menampilkan 1500 perempuan penenun se Desa Sukarara tetapi disertai dengan beberapa kegiatan budaya.

No Kegiatan Hari/Tanggal Waktu Lokasi
1 Karnaval Senin,17 Juli 2017 14.00 – selesai Start dan finish di kantor Desa Sukarara
2 Peresean Selasa,18 Juli 2017 s.d Senin,24 juli 2017 15.30 s.d 17.30 Dusun Dasan Baru
3 Seminar sehari “Pelempek Sejarah Keberadaan Songket Sukarara” Rabu,19 Juli 2017 08.00 – selesai Aula Kantor Desa Sukarara
4 Baca Lontar Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
5 Pekendeng Banget/Ngendang/ Gandrung Senin,24 Juli 2017 20.30 – selesai Dusun Dasan Baru
6 Upacara Pembukaan Rabu,26 Juli 2017 09.00 s.d 13.00 Dusun Dasan Baru
7 Peragaan Busana Rabu,26 Juli 2017 13.00 – selesai Dusun Dasan Baru
8 Wayang Kulit semalam suntuk Rabu,26 Juli 2017 21.00 – selesai Dusun Dasan Baru

 

  1. Langkah persiapan yang telah dilakukan:

Langkah-langkah persiapan yang telah kami lakukan :

  1. Membentuk panitia pelaksana dengan SK Kepala Desa Sukarara No: 9/2017, tanggal 15 Mei 2017.
  2. Menyiapkan dan mengirim proposal kepada:
  • Kementrian Dikbud, Kemendagri, Menko Kemaritiman, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Perindustrian.
  • Dinas Pariwisata Provinsi NTB.
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
  • Pihak ketiga/swasta.
  1. Menyiapkan surat-surat dan mengirimnya:
  • Izin tenaga kesehatan kepada Kadikes Loteng.
  • Bantuan WC umum kepada Kadis PU-PR Loteng.
  • Izin pemasangan spanduk kepada Kapolres : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin lokasi pemasangan spanduk kepada Kadis Tata Kota : Loteng, Lobar, Mataram, KLU.
  • Izin keramaian dan pengamanan kepada Kapolres Loteng.
  • Izin pengamanan lalu lintas kepada Kapolres Loteng.
  • Izin penggunaan sebagaian ruas jalan raya BIL kepada Kadis Perhubungan NTB (Dto Sekda Loteng).
  • Mohon sambutan Bapak Gubernur dan Menteri (Dto Bupati Loteng)
  • Undangan pembukaan (Dto Bupati Loteng)
  1. Koordinasi perlengkapan meliputi : terop, panggung, kursi, sound system, dekorasi, PLN, spanduk, baliho, back droop.
  2. Koordinasi kesenian meliputi : Gendang Rembak, Gandrung Bapangan, Gendang Belek, Jaran Kamput, Gamelan.
  3. Koordinasi perangkat upacara meliputi : MC, pembaca puisi, pembaca doa, pembaca ayat suci Al-Qur’an, pagar ayu, among tamu.
  4. Peserta dan partisipan
  5. Atraksi kesenian.

Menjelang upacara pembukaan ditutup akan ditampilkan:

  1. Gendang Rembak yang melibatkan 24 penari gendang, ceng-ceng dan reong sehingga total sekehe menjadi 48 orang.
  2. Tari Gandrung Bapangan melibatkan 10 penari gandrung dengan bapangan (tanpa penepekan).
  3. Susunan acara pembukaan:
  4. Pembacaan kalam illahi
  5. Doa
  6. Laporan panitia pelaksana dengan Mendakin
  7. Pengantar/sambutan:
  8. Pemotongan dua helai umbak (Nine dan Mame) sebagai tanda festival dimulai.
  9. Atraksi kesenian (Gendang Rembak dan Gandrung Bapangan).
  10. Penutup (peninjauan ke peserta festival menenun)
  11. Undangan:

Pada upacara pembukaan diharapkan hadir 400 orang terdiri dari unsur:

  1. Pemerintah Pusat
  2. Pemerintah Provinsi NTB
  3. Bupati se Pulau Lombok
  4. Dinas/Badan se Kabupaten Lombok Tengah
  5. Camat se Kabupaten Lombok Tengah
  6. Kepada desa se Kecamatan Jonggat
  7. Dinas Pariwisata se Pulau Lombok
  8. Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama
  9. Pemangku pariwisata
  10. Tiris Nusantara/Mancanegara
  11. Biaya

Biaya festival bersumber dari  APBDES Desa Sukarara tahun 2017, dan dana lainnya yang sah dari pihak ketiga.

  1. Lain-lain

Persiapan-persiapan yang telah kami sebutkan di atas secara administrative telah siap dan secara teknis menunggu waktu sesuai dengan jadwal.

Demikian laporan kami, dan selanjutnya kami mohon petunjuk Bapak Bupati. Atas perhatian dan restu Bapak Bupati, kami sampaikan terimakasih.

 

Kepala Desa Sukarara

 

Timan

Selamat Jalan H Ikrom

 

 


PRAYA – Ketua forum kerukunan dini masyarakat (FKDM) Loteng, HM Ikrom tutup usai. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mataran, Kamis sore lalu.

Dilanjutkan dengan pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Amaq Gewar, Bat Eat Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Jumat siang usai salat Jumat.

Sebelumnya, salat jenazah dilakukan di Masjid Jami Praya. Dri Masjid Jami ke lokasi pemakaman diiringin ratusan jamaah pengantar jenazah.

Hadir di lokasi pemakaman Sekda NTB, Sayuti, didampingi Sekjen DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi. Hadir para tokoh politik, tokoh masyarakat, agama, dan tokoh masyarakat.

Informasi yang diterima, sebelum meninggal Ikrom sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Beberapa bulan lalu juga, mantan anggota DPRD Loteng tahun 2004 ini sempat dirawat inap di rumah sakit karena penyakit jantung.

“Sempat sakit jantung waktu itu,” terang salah satu pejabat di Loteng di lokasi pemakaman.

Informasi lain yang diterima, beberapa hari lalu Ikrom sempat ke Sumbawa Besar bersama Bupati Loteng, HM Suhaili FT. Bahkan beberapa kali foto kegiatan berasama Suhaili sempat dia posting di akun fecebooknya.

Sementara perwakilan keluarga almarhum mengucapkan terimakasih atas kesempatan jamaah mengantarkan almarhum ke TPU Amaq Gewar.
Kata dia, almarhum meninggal menurut keterangan dokter adalah serangan jantung. Ikrom meninggalkan.
Adapun riwayat Ikrom, PNS guru di Gerung, wartawan tabloit, anggota DPRD Loteng, dan Humas di salah satu universitas di Mataram dn terakhir memutuskan berwirausaha.

Wabup Kunjungi Denis Penderita Kangker Tulang

Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri menunjukkan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami Denis bocah kelas 4 SD yang menderita kangker tulang sejak dua tahun silam. Wabup mendatangi langsung rumah Deni di Dusun Berembang Lauk Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat.
Wabup sambut Muhsin dan Istrinya orang tua dari Denis, Kepala Puskesmas Bonjeruk dan Kepala Dusun Berembeng Lauk.
Wabup merasa prihatin dengan kondisi bocah tersebut dan menyarankan agar orang tuanya segera membawa anaknya ke Bali guna dilakukan pengobatan. “Saya harap anaknya dibawa berobat, tidak usah pikirkan biaya, sudah ditanggung pemerintah, kalau dibiarkan terus maka nyawanya tak bisa tertolong” ungkap Wabup
Kondisi tangan Denis memang sangat memprihatinkan. Selain membengkak dan bernanah penyakit itu sudah menyebar ke sebagian tubuhnya. Hal itu akibat dari tidak dilakukannya pengobatan secara komprehensif. Orang tua Denis hanya mengandalkan obat dari dukun atau obat tradisional semata sementara obat dari dokter tidak diberikan.
Sebenarnya tangan dari Denis sempat mengecil dan normal namun karena tidak ditangani dengan baik pengobatannya maka penyakitnya semakin membesar dan kini sudah mulai membusuk. Pihak Dinas Kesehatan sendiri sudah merujuk Denis ke Sanglah untuk dilakukan kemo terapi, akan tetapi tidak berlangsung lama dikarenakan orang tua kuwalahan dengan biaya hidup selama di Bali.
Disamping itu pula anaknya terus merengek minta pulang ke Lombok sampai akhirnya dibawa kembali ke Lombok. “Kami sudah sarankan untuk dibawa ke Bali, kamipun sudah siapkan biaya termasuk juga untuk biaya hidupnya kita pikirkan, namun orang tuanya tidak mau” ungkap Kepala Puskesmas Bonjeruk.
Denis sendiri saat dijenguk Wabup, menangis karena mengira akan dibawa ke Bali. Denis sendiri kerap menolak dibawa ke Bali untuk berobat. Hal itulah yang membuat orang tuanya tak bisa berbuat apa apa disamping orang tuanya juga menuruti keinginan anaknya. “Saya sudah lelah ngutang untuk biaya hidup kami di Bali, kalau saya sendiri kesana, saya tak mengerti apa apa, makanya harus suami saya juga ikut, tapi kalau dia ikut, kami makan apa, suami saya jadi buruh tani” ungkapnya lirih.
Pada kesempatan itu Wabup menyerahkan bantuan kepada orang tua Denis berupa uang untuk membantu meringankan beban Denis dan orang tuanya. Selain itu pula sumbangan juga diberikan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Duta Lingkungan sebesar 2,3 juta lebih. LaWabup

Polres Loteng Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran

Lombok Tengah- Polres Lombok Tengah melakukan gelar pasukan pengamanan lebaran idulfitri dan lebaran ketupat di Lapangan Muhajirin Praya. Hadir Ketua DPRD Lombok Tengah, Komandan Kodim 1620, Kasat Pol PP dan Linmas. Sebayak 350 personil dikerahkan oleh Polres untuk pengamanan tersebut termasuk dari TNI AD, Satpol PP, Linmas dan Perhubungan. apel lebareanDandim

Kondisi Puskesmas Janapria Dikeluhkan

Lombok Tengah, Kondisi puskesmas Janapria dikekuhkan. Keluhan tidak hanya datang dari pasien tetapi juga datang dari pengunjung. “kondisi Puskesmas Janapria memprihatinkan, selain kekurangan ruang rawat inap, meubelarnya juga sudah lapuk dimakan rayap” ungkap Sekcam Praya H.Mahlan saat safari Ramadhan kamis Malam.
Menurutnya kondisi Puskesmas yang demikian akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pasien maupun pengunjung. Untuk itu perlu perhatian pemda.
Menjawab keluhan tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul bahri meminta kepada pihak puskesmas untuk bersabar. “bersabar dahulu, maunya kita semua puskesmas kita renovasi tapi anggaran belum memadai” jelasnya. Amril

Pemerintah Targetkan Tahun 2020, Program Kotaku Tuntas

Lombok Tengah, Pemerintah menargetkan pada tahun 2020 program penataan kota tanpa kumuh (Kotaku) di 110 hektar akan tuntas atau nol. Demikian dikatakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU dan ESDM Kabupaten Lombok Tengah L.Firman Wijaya dalam komprensi press sesuai pembukaan sosialisasi dan workshop Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Dpraya Hotel Rabu 14/9.

Menurut Firman, program Kotaku merupakan program lanjutan dari program PNPM, namun untuk pogram ini lebih menitik beratkan kepada kekumuhan sementara PNPM lebih kepada fisik.
Saat ini priogram itu mulai disosialisasikan kepada masyarakat dan aparatur pemerintah baik desa maupun kecamatan. Program ini berlokasi di dua kecamatan yakni Kecamatan Praya dan Kecamatan Kopang.
sosialisasi-kotaku

Menurut Firman dari 547,98 hektar yang diajukan ke pusat, hanya 110 hektar saja yang sudah di SK kan oleh Bupati. “Nomor SK nya 504/2015, sisanya belum tahu kapan di buatkan SK” ungkap Firman.

Ikut mendampingi Kabid Ciptakarya, Kabid Fisik Bappeda Taufikurahman Puanote dan TL OC7 NTB L.Martawijaya.

Dikatakannya ada 7 indikator yang menjadi dalam penanganan masalah Kotaku itu diantaranya jalan lingkungan, air bersih, persampahan, Drainase, Keteraturan Bangunan dan RTH.
Untuk mendanai program tersebut, pemerintah melakukan sharing anggaran dengan pemerintah pusat.

Lalu berapakah banyak penduduk yang mendiami satu kawasan padat dan kumuh itu ?, Kepala Bappeda melalui Kabid Fisik Taufikurahman Puanote menjawab, sejauh ini belum ada ketentuan yang mengatur tentang berapa jumlah KK yang mendiami kawasan padat dan kumuh tersebut namun yang pasti setiap ada kawasan pemukiman yang padat dan kumuh akan ditangani atau ditata.
Dia menambahkan dalam penentuan lokasi program Kotaku, pemerintah daerah tidak terlibat langsung sebab yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri melalui musyawarah. “Pemerintah dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator bukan sebagai eksekutor” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri yang membuka kegiatan sopsialisasi tersebut mengatakan program kotaku merupakan program pemerintah dalam rangka mengurangi kemiskinan. Saat ini posisi kemiskinan Lombok Tengah berada di posisi 36%. Posisi ini masih sangat jauh karena itu untuk meng7urangi kemiskinan itu pemerintah terus menggalakkan pembangunan disegala sektor baik sektor industri maupun pariwisata. “Saat ini pihak ITDC sudah mulai membangun Masjid Agung dengan kepasitas tampung jemaah di atas 2000 orang, selain itu juga akan membangun dua hortel berbintang dengan daya serap tenaga kerja mencapai 20 ribu tenaga kerja, ini artinya pemerintah berusaha menekan angka kemiskinan melalui pembangunan inprastruktur dan sarana pendukung lainnya” jelasnya. Am