Selamat Jalan H Ikrom

 

 


PRAYA – Ketua forum kerukunan dini masyarakat (FKDM) Loteng, HM Ikrom tutup usai. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mataran, Kamis sore lalu.

Dilanjutkan dengan pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU) Amaq Gewar, Bat Eat Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Jumat siang usai salat Jumat.

Sebelumnya, salat jenazah dilakukan di Masjid Jami Praya. Dri Masjid Jami ke lokasi pemakaman diiringin ratusan jamaah pengantar jenazah.

Hadir di lokasi pemakaman Sekda NTB, Sayuti, didampingi Sekjen DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi. Hadir para tokoh politik, tokoh masyarakat, agama, dan tokoh masyarakat.

Informasi yang diterima, sebelum meninggal Ikrom sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Beberapa bulan lalu juga, mantan anggota DPRD Loteng tahun 2004 ini sempat dirawat inap di rumah sakit karena penyakit jantung.

“Sempat sakit jantung waktu itu,” terang salah satu pejabat di Loteng di lokasi pemakaman.

Informasi lain yang diterima, beberapa hari lalu Ikrom sempat ke Sumbawa Besar bersama Bupati Loteng, HM Suhaili FT. Bahkan beberapa kali foto kegiatan berasama Suhaili sempat dia posting di akun fecebooknya.

Sementara perwakilan keluarga almarhum mengucapkan terimakasih atas kesempatan jamaah mengantarkan almarhum ke TPU Amaq Gewar.
Kata dia, almarhum meninggal menurut keterangan dokter adalah serangan jantung. Ikrom meninggalkan.
Adapun riwayat Ikrom, PNS guru di Gerung, wartawan tabloit, anggota DPRD Loteng, dan Humas di salah satu universitas di Mataram dn terakhir memutuskan berwirausaha.

Wabup Kunjungi Denis Penderita Kangker Tulang

Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri menunjukkan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami Denis bocah kelas 4 SD yang menderita kangker tulang sejak dua tahun silam. Wabup mendatangi langsung rumah Deni di Dusun Berembang Lauk Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat.
Wabup sambut Muhsin dan Istrinya orang tua dari Denis, Kepala Puskesmas Bonjeruk dan Kepala Dusun Berembeng Lauk.
Wabup merasa prihatin dengan kondisi bocah tersebut dan menyarankan agar orang tuanya segera membawa anaknya ke Bali guna dilakukan pengobatan. “Saya harap anaknya dibawa berobat, tidak usah pikirkan biaya, sudah ditanggung pemerintah, kalau dibiarkan terus maka nyawanya tak bisa tertolong” ungkap Wabup
Kondisi tangan Denis memang sangat memprihatinkan. Selain membengkak dan bernanah penyakit itu sudah menyebar ke sebagian tubuhnya. Hal itu akibat dari tidak dilakukannya pengobatan secara komprehensif. Orang tua Denis hanya mengandalkan obat dari dukun atau obat tradisional semata sementara obat dari dokter tidak diberikan.
Sebenarnya tangan dari Denis sempat mengecil dan normal namun karena tidak ditangani dengan baik pengobatannya maka penyakitnya semakin membesar dan kini sudah mulai membusuk. Pihak Dinas Kesehatan sendiri sudah merujuk Denis ke Sanglah untuk dilakukan kemo terapi, akan tetapi tidak berlangsung lama dikarenakan orang tua kuwalahan dengan biaya hidup selama di Bali.
Disamping itu pula anaknya terus merengek minta pulang ke Lombok sampai akhirnya dibawa kembali ke Lombok. “Kami sudah sarankan untuk dibawa ke Bali, kamipun sudah siapkan biaya termasuk juga untuk biaya hidupnya kita pikirkan, namun orang tuanya tidak mau” ungkap Kepala Puskesmas Bonjeruk.
Denis sendiri saat dijenguk Wabup, menangis karena mengira akan dibawa ke Bali. Denis sendiri kerap menolak dibawa ke Bali untuk berobat. Hal itulah yang membuat orang tuanya tak bisa berbuat apa apa disamping orang tuanya juga menuruti keinginan anaknya. “Saya sudah lelah ngutang untuk biaya hidup kami di Bali, kalau saya sendiri kesana, saya tak mengerti apa apa, makanya harus suami saya juga ikut, tapi kalau dia ikut, kami makan apa, suami saya jadi buruh tani” ungkapnya lirih.
Pada kesempatan itu Wabup menyerahkan bantuan kepada orang tua Denis berupa uang untuk membantu meringankan beban Denis dan orang tuanya. Selain itu pula sumbangan juga diberikan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Duta Lingkungan sebesar 2,3 juta lebih. LaWabup

Polres Loteng Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran

Lombok Tengah- Polres Lombok Tengah melakukan gelar pasukan pengamanan lebaran idulfitri dan lebaran ketupat di Lapangan Muhajirin Praya. Hadir Ketua DPRD Lombok Tengah, Komandan Kodim 1620, Kasat Pol PP dan Linmas. Sebayak 350 personil dikerahkan oleh Polres untuk pengamanan tersebut termasuk dari TNI AD, Satpol PP, Linmas dan Perhubungan. apel lebareanDandim

Kondisi Puskesmas Janapria Dikeluhkan

Lombok Tengah, Kondisi puskesmas Janapria dikekuhkan. Keluhan tidak hanya datang dari pasien tetapi juga datang dari pengunjung. “kondisi Puskesmas Janapria memprihatinkan, selain kekurangan ruang rawat inap, meubelarnya juga sudah lapuk dimakan rayap” ungkap Sekcam Praya H.Mahlan saat safari Ramadhan kamis Malam.
Menurutnya kondisi Puskesmas yang demikian akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pasien maupun pengunjung. Untuk itu perlu perhatian pemda.
Menjawab keluhan tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul bahri meminta kepada pihak puskesmas untuk bersabar. “bersabar dahulu, maunya kita semua puskesmas kita renovasi tapi anggaran belum memadai” jelasnya. Amril

Pemerintah Targetkan Tahun 2020, Program Kotaku Tuntas

Lombok Tengah, Pemerintah menargetkan pada tahun 2020 program penataan kota tanpa kumuh (Kotaku) di 110 hektar akan tuntas atau nol. Demikian dikatakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU dan ESDM Kabupaten Lombok Tengah L.Firman Wijaya dalam komprensi press sesuai pembukaan sosialisasi dan workshop Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Dpraya Hotel Rabu 14/9.

Menurut Firman, program Kotaku merupakan program lanjutan dari program PNPM, namun untuk pogram ini lebih menitik beratkan kepada kekumuhan sementara PNPM lebih kepada fisik.
Saat ini priogram itu mulai disosialisasikan kepada masyarakat dan aparatur pemerintah baik desa maupun kecamatan. Program ini berlokasi di dua kecamatan yakni Kecamatan Praya dan Kecamatan Kopang.
sosialisasi-kotaku

Menurut Firman dari 547,98 hektar yang diajukan ke pusat, hanya 110 hektar saja yang sudah di SK kan oleh Bupati. “Nomor SK nya 504/2015, sisanya belum tahu kapan di buatkan SK” ungkap Firman.

Ikut mendampingi Kabid Ciptakarya, Kabid Fisik Bappeda Taufikurahman Puanote dan TL OC7 NTB L.Martawijaya.

Dikatakannya ada 7 indikator yang menjadi dalam penanganan masalah Kotaku itu diantaranya jalan lingkungan, air bersih, persampahan, Drainase, Keteraturan Bangunan dan RTH.
Untuk mendanai program tersebut, pemerintah melakukan sharing anggaran dengan pemerintah pusat.

Lalu berapakah banyak penduduk yang mendiami satu kawasan padat dan kumuh itu ?, Kepala Bappeda melalui Kabid Fisik Taufikurahman Puanote menjawab, sejauh ini belum ada ketentuan yang mengatur tentang berapa jumlah KK yang mendiami kawasan padat dan kumuh tersebut namun yang pasti setiap ada kawasan pemukiman yang padat dan kumuh akan ditangani atau ditata.
Dia menambahkan dalam penentuan lokasi program Kotaku, pemerintah daerah tidak terlibat langsung sebab yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri melalui musyawarah. “Pemerintah dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator bukan sebagai eksekutor” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri yang membuka kegiatan sopsialisasi tersebut mengatakan program kotaku merupakan program pemerintah dalam rangka mengurangi kemiskinan. Saat ini posisi kemiskinan Lombok Tengah berada di posisi 36%. Posisi ini masih sangat jauh karena itu untuk meng7urangi kemiskinan itu pemerintah terus menggalakkan pembangunan disegala sektor baik sektor industri maupun pariwisata. “Saat ini pihak ITDC sudah mulai membangun Masjid Agung dengan kepasitas tampung jemaah di atas 2000 orang, selain itu juga akan membangun dua hortel berbintang dengan daya serap tenaga kerja mencapai 20 ribu tenaga kerja, ini artinya pemerintah berusaha menekan angka kemiskinan melalui pembangunan inprastruktur dan sarana pendukung lainnya” jelasnya. Am

Upacara HUT RI Ke-71 di Loteng Berlangsung Khidmat

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-Alun Tastura Praya

Pelaksanaan upacara bendera HUT RI Ke-71 di Alun-Aun Tastura Praya, Kabupaten Lombok Tengah berlangsung khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT. Apel memperingati detik-detik Proklamasi ini dimulai pukul setengah sepuluh pagi.

Pasukan Paskibraka melaksanakan tugasnya dengan baik. Masyarakat juga dari kejauhan nampak khusu’ melihat prosesi pengibaran sang merah putih tersebut. (ikr/humas)

Lestarikan Kain Songket Sukarara, Pemerintah Gelar Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Desain Backdrop Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Desain Backdrop Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek

Pemerintah Desa Sukarara Kecamatan Jonggat dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, akan menggelar Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek pada tanggal 24-27 Juli 2016 mendatang. Festival yang mengangkat tema “Sukarara untuk Dunia” ini akan menghadirkan 1000 penyensek/penenun sebagai peserta atraksi dan di ikuti oleh beberapa atraksi kesenian lainnya seperti seni tembang sasak, gendang beleq dan Presean serta beberapa atraksi lain yang akan ditampilkan oleh masyarakat Desa Sukarara. Kegiatan festival yang akan mengundang seluruh pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-NTB ini dipusatkan di Simpang Empat Desa Sukarara.

Asisten II Pemkab. Lombok Tengah, Ir. H. Nasrun menyampaikan bahwa agenda festival  kain tenun pertama di Indonesia ini diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya menjadi agenda rutin untuk dilaksanakan. Hal ini menurutnya sejalan dengan dijadikannya Lombok Tengah sebagai kabupaten pariwisata. “Kita berharap even ini menjadi even tahunan yang tercatat dalam kalender pariwisata kita” ujar H. Nasrun saat memimpin rapat persiapan di ruang kerjanya, Senin (18/07).

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris PU dan ESDM, Kepala Kantor PDE, Kepala Desa Sukarare dan sejumlah pejabat lainnya. Khusus untuk suksesnya acara tersebut, Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT menerbitkan Surat Tugas yang ditujukan kepada sejumlah SKPD untuk melakukan tugas-tugas penting di antaranya membantu dan memfasilitasi kegiatan festival, melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di tingkat daerah maupun pusat.

Berikut beberapa agenda yang akan dilaksanakan panitia Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek, di antaranya pada hari Minggu 24 Juli akan dilangsungkan Karnaval, Senin 25 Juli seminar tentang sejarah keberadaan songket Sukerare dan malam harinya diadakan peragaan busana tradisional. Selasa 26 Juli diadakan even Baca Lontar. Kemudian pada puncak acara hari Rabu 27 Juli dilangsungkan atraksi nyensek (menenun) massal diikuti 1000 Penyensek /Penenun Sukarara yang diawali dengan ritual pemotongan Umbak Dise oleh Bupati Lombok Tengah dan Gubernur NTB yang diserahkan oleh kepala desa beserta ketua adat setempat. (ikr/humas)

Bupati Perjuangkan Aspirasi Alumni Situbondo

CINDERAMATA : Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur memberikan cinderama kepada Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT di Pendopo, Kamis malam (23/06).

CINDERAMATA : Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur memberikan cinderama kepada Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT di Pendopo, Kamis malam (23/06).

PRAYA –Santri dan alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur menghelat pembukaan khotmil quran di Pendopo Bupati, Kamis malam (23/06) yang lalu. Kegiatan ini juga dirangkai dengan buka bersama sejumlah, wali santri, dan simpatisan rayon Inkass NTB.

Wakil Ikatan Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah, Mahdan mengatakan, kegiatan buka bersama ini bertujuan sebagai momen pelepasan santri yang ikut Safari Ramadan ke Pulau Sumbawa. “Kita ingin perkuat ikatan alumni sehingga bisa menjadi perpanjangan tangan penyerap aspirasi para lulusan,” katanya.

Mahdan menarangkan, para lulusan Ponpes Salafiyah Syafiiyah ini dihajatkan juga bersilaturahim dengan jajaran Pemkab Lombok Tengah. Lebih khusus dengan Bupati Lombok Tengah H Moh. Suhaili FT. “Kami para alumni, ingin ada penyetaraan dengan sekolah yang ada di luar Jawa diberikan fasilitas. Misalnya beasiswa dan beberapa tunjangan lainnya,” harapnya.

Dia menuturkan, alumni Salafiyah Syafiiyah mestinya diperhatikan pemerintah daerah. Mengingat selama ini Salafiyah Syafiiyah sudah berhasil menjadi tokoh agama dan menjadi tokoh politik di Lombok Tengah. “Kiprah alumni sudah luar biasa, jadi semoga saja santri yang masih menimba ilmu bisa diberikan fasilitas,” harapnya lagi.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT mengapresiasi segala masukan yang disampaikan. Dari itu, dia meminta kepada pengurus alumni bisa membuat program dalam proposal yang terlampir. “Insha Allah akan kami dukung para alumni dan santri,” janjinya.

Bupati juga berpesan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Lombok Tengah sangat perlu diberikan perhatian. Sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya dalam bidang agama. “Apalagi jati kita dengan 1.000 masjid, kita makmurkan dengan para dai yang mumpuni di dalamnya,” tutur Bupati.

Suhaili menambahkan, imunitas iman kaum muslim, rumah ibadah harus diisi dengan para cendekiawan yang mahir dalam menyampaikan agama Islam. Apalagi dalam era modern ini, sikap religius sangat urgen. “Gumi gempeng gumi paer kita harus diisi oleh orang-orang yang bisa memberikan arti bagi pembangunan di Lombok Tengah ini,” pungkasnya. (dk/humas)

Bupati Loteng Buka STQ Ke XXIV Tingkat Kabupaten Lombok Tengah

12821979_229810117366033_618040401_nPEMKAB LOTENG– Ratusan warga ramaikan pembukaan Seleksi Tilawatill Quran (STQ) ke 24 tingkat kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (5/3) 2016 di Lapangan Umum Pringgarata. Semua prosesi pembukaan, diikuti warga hingga usasi terutama, khidmat saat mendengar pidato Bupati.

Setelah diawali dengan hiburan Orkes Gambus, Ketua Panitia STQ ke 24, yang sekaligus Camat Pringgarata, Surya Dharma,SH mengatakan pihaknya akan berusaha melaksanakan kegiatan tersebut demi tri sukses yakni sukses tuan rumah , sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.” STQ ini dilaksanakan dari tanggal 5 hingga 10 Februari dengan arena dibeberapa tempat yakni Mansjid Montong Tanggak, Masjid Telabah Baru, Ponpes Tahfizzul Quran Raudatul Jannah Pringgarata dan arena utama lapangan umum Pringgarata,”Katanya.
Adapun peserta STQ dari 12 kecamatan dengan total peserta 179 orang dan 54 oficial/pelatih. Adapun rincianya, Kecamatan Jonggat 16 peserta dengan 5 orang pelatih, Kecamatan Pujut 14 orang peserta dan 4 orang pelatih, Praya Barat Daya 15 orang peserta dan 4 orang pelatih, Kecamatan Praya 15 orang peserta dan 7 orang pelatih, Kecamatan Janapria 16 orang peserta dan 4 orang pelatih, Kecamatan kopang 14 orang peserta dan 5 orang pelatih, Pringgarata 15 orang peserta dan 3 orang pelatih, Batukliang Utara 15 peserta dan 4 pelatih, Kecamatan Praya Tengah 15 peserta dengan 4 orang pelatih , Kecamatan Praya Barat 16 Peserta dan 5 orang pelatih dan Praya Timur dengan 13 orang dan 4 pelatih.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, HM.Suahili,FT.SH.MM pada pidatonya diacara tersebut menyoroti kesiapan panitia yang dinilainya sangat kurang. Seperti interior panggung yang tampak kurang menarik.”Memang kalau adakan acara seperti ini, selalu kurang semangat. Beda saat mau adakan acara dangdutan, ini mana hiasan dan pernak pernik bunganya, semua kosong, kiri kanan terlihat kering,”Ujar Bupati.

Kegiatan STQ lanjut Bupati, jangan dianggap hanya acara ceremonial belaka. STQ bisa menjadi wahana tingkatkan keimanan dengan tingkatkan syiar Al-Quran, bisa jadi salah satu cara untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT dan bisa menjadi cara untuk membangun mental spiritual warga.”Kita ketahui kita ini dikaruniai Allah alam yang sangat indah sehingga banyak orang dari luar tertarik melihatnya yang barangkali punya budaya dan kebiasaan serta agama yang beda dengan kita. Maka dengan ini, kita bisa menagkal pengaruh negatifnya,”Jelas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak selruruh warga untuk dating kelokasi dimana STQ dilaksanakan, walau hanya sekedar untuk mendegar para kafilah untuk mengaji. Selain mendapatkan pahala hal tersebut bisa sebagai wahana untuk menumbuh kembangkan kecintaan putra putrid terhadap Al-Quran.”Makanya ajak putra putrid ketempat STQ ini walau sekdar untuk mendegar saja, dapat pahala juga,”Imbaunya. Melihat semangat kehadiran warga dalam kegiatan seperti STQ tersebut tandas Bupati, memang selalu kurang. Beda bila mau pentaskan dangdut maka bisa jadi lapangan umum pringgarata akan penuh sesak dan tidak tertampung warga yang datang, kalau saat STQ baru saja pidato dimulai, warga sudah terlihat mau tinggalkan lokasi.”Benar apa tidak itu,”Tanya Bupati dan dijawab ya oleh ratusan warga yang hadir.

Untuk efektifitas tujuan tersebut, Bupati mengajak semua untuk selalu menerangi rumah dan lingkungan dengan selalu kumandangkan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Maka pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan sebuah keputusan mewajibkan bagi semua sekolah untuk membaca Al-Quran sebelum memulai jam belajar.”Kalau pada 5 tahun lalu ini hanya himbauan, maka mulai tahun ini itu wajib, baik sekolah umum lebih-lebih lagi madrasah,”Tandas Bupati.

Diakhir pidatonya, Bupati berharap agar apa yang disampikan bisa difahami oleh seluruh warga dan semua pemangku kebijakan dan selanjutnya untuk dilaksanakan. Begitu juga dengan pelaksanaan STQ tersebut bisa dilaksanakan dengan sukses dan melahirkan Qori terbaik yang akan menjadi duta Lombok Tengah pada STQ Tinggat Provinsi di KLU.”Dengan demikian saya membuka STQ ini dengan mari sama-sama membaca Alfatihah sekali secara bersama-sama,”Tutup Bupati sembari mebuka STQ tersebut.

sumber : suararevolusi.com

140 KEPALA SD DI MUTASI

Perombakan besar-besaran terjadi di tingkat Sekolah Dasar (SD). Sebanyak 140 Kepala SD yang terdiri dari 500 Sekolah Dasar di Lombok Tengah digeser posisinya. Perombakan itu terjadi, selain ada beberapa sekolah yang lowong jabatan Kepala Sekolah nya. Disebabkan juga, ada beberapa Kepala Sekolah yang kinerjanya dinilai kurang bagus. Wakil Bupati HL Normal Suzana dalam sambutannya usai melantik Kepala SD ini meminta kepada Kepala Sekolah, bahwa amanah yang telah diberikan itu agar dijaga, serta di pertanggungjawabkan. Karena, pihaknya tidak mau mendengar lagi ada Kepala Sekolah yang bermasalah baik di internalnya sendiri maupun dengan hukum. “Bila ada terdengar, bermasalah walaupun itu baru selesai dilantik. Maka, saya tidak akan segan-segan akan menggantikannya,” tegasnya di gedung PKK Lombok Tengah. Sedangangkan bagi Kepala Sekolah yang sudah membuat kesalahan, agar tidak mengulanginya lagi[…]

Oleh sebab itu, pandai-pandailah berkomunikasi dengan komite sekolah, guru dan wali murid. “Yang harus di ingat juga, semua apa yang dilakukan itu, harus mengikuti aturan dan juklat juknis yang ada, dan tidak boleh keluar dari rel yang sudah ada,” ungkapnya. Untuk itu pihaknya meminta kepada UPT agar terus melakukan pembinaan dan jangan setelah ada masalah baru UPT melakukan pembinanaan. “Kami minta UPT tetap intens melakukan pembinaan , lebih cepat memperbaiki persoalan maka itu lebih baik. Karena jangan sampai setelah ada masalah baru melakukan pembinaan,” tegasnya. Kemudian akunya mutasi sebenarnya sangat berat dilakukan karena ada saja yang tidak puas dengan hasilnya. Tapi apa boleh buat mutasi wajib dilakukan dan mutasi juga dilakukan dengan penuh pertimbangan. “Kalau memenuhi persyaratan pasti akan di tunjuk,” katanya. Issu mutasi sudah lama bergulir tapi saat ini baru bias terlaksana karena Pemerintah Daerah penuh dengan pertimbangan untuk itu bagi kepala sekolah yang bersabar menunggu mutasi dilakukan, patut di berikan apresiasi. Wakil Bupati juga tegaskan kepada pengawas agar tidak hanya mengikuti proses belajar mengajar saja. Melainkan pengawas juga mengawasi disiplin kerja Kepala Sekolah dan guru. Sehingga kita bisa tau sejauh mana kinerja kepala sekolah. Apalagi ada evaluasi kinerja sekali setahun , kalau tidak di awasi bagaimana tau kinerjanya. Dalam pengambilan sumpah itu, hadir Asisten III Sekda H Nursiah, Kepala Dikpora Loteng HL Idham Halid, Kepala BKD HL Sastrawirya, Kabid Dikmen Dikpora Lendak Jayadi, Kabid Dikdas Dikpora H Sumum, Kabid PMPTK Loteng HL Dipta dan semua Kepala UPT Dikpora Loteng.