ITDC Gusur Bangunan Usaha di KEK Mandalika Lombok

Puluhan personil kepolisian membantu PT Indonesia Tourism Development Corporatian (ITDC) mengamankan penggusuran yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pengastuti membenarkan sejumlah personil dari polda NTB yang ikut dikirim ke KEK Mandalika untuk membantu pihak  ITDC. ‘’Informasi  jelasnya saya belum dapatkan, tapi memang ada anggota yang ikut pelaksanaan kegiatan di sana (KEK Mandalika),’’ kata Tri Budi.

Terkait kegiatan polisi ini, salah seorang penguasa lahan seluas 1,4 hektare lebih di sentra pembangunan KEK Mandalika, Suazis Ardi kepada wartawan menngatakan, aksi penggusuran itu mulai terlihat sejak pagi hari dengan kedatangan puluhan personil kepolisian.

‘’Sudah dari pagi tadi banyak polisi yang berjaga. Bagian timur (KEK Mandalika) saya lihat ada yang sudah digusur, sampai sekarang saya lihat ekskavator masih kerja di sana. Tapi setahu saya memang di sana ada lahan yang murni sudah dikuasai ITDC, makanya digusur,’’ kata Suazis.

Ditengah guyuran hujan sejak Kamis dini hari, Suazir mengaku khawatir jika lahan yang terdapat bangunan rumah dan tempat usahanya juga ikut dirobohkan alat berat ekskavator milik ITDC yang dia lihat sejak pagi hari ikut berjaga bersama puluhan personil kepolisian.

‘’Makanya saya langsung hubungi kuasa hukum saya. Karena urusan ini akan sudah saya serahkan sama dia kuasa hukum,’’ ujarnya.

Hal itu diungkapkannya karena status lahan yang telah dikuasai secara turun temurun tersebut ada putusan dari Mahkamah Agung. Kalau dilaksankan, berarti ITDC sudah mendahului lembaga hukum tertinggi Negara,’’ ucapnya.

Saat ini pihaknya ITDC dikatakan sedang bertemu dengan kuasa hukumnya di lokasi. Terkait apa maksud dari ITDC menemui kuasa hukumnya, Suazis belum mengetahui pembicaraannya.

Lebih lanjut Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilul Rochman membenarkan adanya penggurusan lahan di dalam KEK Mandalika.

Lahan itu terletak dikawasan hak pengelola atas tanah (HPL) nomor 28. Entah dimana lokasi tepatnya, namun pastinya itu bagian dari kawasan pembangunaan KEK Mandalika yang luas keseluruhan mancapai 1.175 Hektare.

‘’Semua aman terkendali, satu titik saja, HPL 28,’’ kata Kapolres Kholilul Rochman.

 

LALU PATHUL BAHRI DITUNJUK JADI PLT BUPATI LOTENG

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati menggantikan HM Suhaili FT. Penunjukan Plt karena Suhaili kena dengan aturan perundang-undangan, dimana pejabat public yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur harus cuti sejak mulai ditetapkan sebagai calon hingga pencoblosan. Terhitung masa cuti Suhaili tertanggal 15 Februari. “Bersamaan dengan izin cuti, izin Plt bupati juga sudah keluar minggu lalu,” ujar bupati dua kali periode itu, di pendopo bupati, Rabu (14/2).

Kemudian terang Suhaili, yang akan menjadi Plt Bupati Loteng sesuai dengan SK yakni wakil bupati langsung, Lalu Pathul Bahri. Untuk ia berpesan agar terus mejalankan roda pemerintahan dengan baik. Apalagi, saat ini pembangunan di Loteng sedang bergerak dengan cepat. “Saya berkeyakinan roda pemerintahan akan tetap berjalan dengan baik dan maksimal,” ungkapnya.

Kemudian, ketidakhadirannya lagi di Pemkab Loteng juga tidak ada pengaruhnya pada pembangunan. Karena selama ini juga perannya di pemerintahan sesuai dengan kewenangan yang diberikan yakni tukang tanda tangan saja.

Artinya, tanpa pak wabup dan semua unsure Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab semuanya tidak ada akan berjalan maksimal. “Insya Allah roda pemerintahan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, walaupun tanpa saya,” tegasnya.

Selain itu kata Suhaili, walaupun sudah cuti, ia akan tetap mejalin komunikasi dengan pejabat di lingkup Pemkab Loteng. Tapi, komunikasi yang akan terjalin sebatas sebagai warga Loteng. Karena sebagai masyarakat Loteng berhak dan harus tahu sejauhmana perkembangan pembangunan yang ada di loteng.

“Saya akan terus mengawal dan jalin komunikasi dengan pejabat di lingkup Pemkab Loteng, tapi hanya sebatas masyarakat biasa,” pungkasnya.

MENTERI SUSI PANTAU KONDISI PERAIRAN LOMBOK

Santap duren bersama, warnai kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti ke Lombok Tengah, Jumat (11/8) 2017. Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT.SH.MM, menjamu dengan makan malam dan belah duren kesukaan ibu menteri.

Setelah cukup lama dinanti kedatangannya di Pendopo Bupati, Menteri  Susi, disambut Wakil Bupati, L. Pathul Bahri, S.Ip di Lombok Internasional Airport bersama Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rohman, SH.SIK dan barulah bersama-sama rombongan kemudian ke Pendopo Bupati.

Setibanya dipendopo, Menteri Susi kemudian disambut hangat secara langsung oleh Bupati dan Sekda Lombok Tengah, HM. Nursiah, S.Sos M.Si dan ajajran SKPD se-Lombok Tengah yang petang itu juga hadir menunggu kedatangan menteri yang terkenal dengan kebiajkan tengelamkan kapal pencuri ikan ini “setiap kali saya datang ke Lombok ini saya tidak pernah menyentuh air laut disini. Makanya saya tantang pak Bupati ikut renang sama saya ayo, “ujar ibu Menteri kepada Bupati sesaat setelah tiba diPendopo.

Ajakan itu dijawab tertawa lebar oleh Bupati Lombok Tengah sembari berkata “ bole boleh bagus ini”. Ibu Menteri menyatakan keinginannya sore itu untuk mencoba menikmati bagaimana nikmatnya berenang di Kawasan pantai Kuta atau di Kawasan KEK Mandalika Resort. Untuk itu ia pun meminta pamit sebentar untuk berkunjung ke salah satu pantai di Kuta dan berenang. Setelah itu rombongan Menteri Susi berangkat ke Kuta Lombok Tengah.”nanti saya kembali ke Pendopo belah duren, tunggu saja” ujarnya sembari berlalu meninggalkan pendopo.

Baru sekitar habis magrib ibu menteri bener benar menepati janjinya dan kembali lagi ke Pendopo tak tanggung tanggung begitu duduk di meja VIP yang sudah disiapkan ibu Menteri langsung menyantap duren yang sudah disiapkan di meja VIP. Bupati kemudian mengikuti duduk disamping ibu Susi kemudian terjadi bincang akrab sambil belah duren dengan Bupati Lombok Tengah. “wah ternyata duren di Lombok lebih enak dari pada duren di jakarta,” ujarnya.

Hampir satu jam lebih santap duren yang dilanjutkan dengan makan malam bersama, Menteri Susi terus berbincang akrab dengan Bupati dan rombongan Menteri lainnya. Barulah ibu Menteri  berkenan meninggalkan Pendopo kepenginapannya di Hotel Novotel Kuta Lombok.

Sepeningal ibu Menteri Bupati mengatakan kalau kedatangan ibu Menteri tidak memiliki agenda khusus. Hanya memantau situasi dan kondisi Lombok dan sekitarnya. “Besok Insya Allah beliau berkenan ke Sembalun dan beberapa tempat lainnya”. kata Bupati.

Sumber Tabloid Media Pembaharuan 14 Agust 2017

AKSES KAWASAN PANTAI KUTA DITUTUP SEMENTARA

Akses jalan menuju pantai Kuta di Desa Kuta Pujut dan sekitarnya, akan ditutup untuk sementara waktu. Dimana, pengendara roda dua maupun empat, tidak diperkenankan melintas disekitar kawasan, kecuali berjalan kaki.

Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT mengatakan, kebijakan ini hanya berlaku dari tanggal 14-31 Agustus ini. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan dan penataan pantai Kuta, yang kini sedang dalam tahap pengerjaan oleh ITDC. Terlebih lagi, rencananya Presiden Joko Widodo juga akan datang meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sekaligus akan meresmikan Masjid Mandalika. “Jadwalnya tanggal 28 Agustus ini,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tapi, itu sifatnya sementara waktu. Untuk itu sebagai bentuk apresiasi, lanjut Suhaili diharapkan masyarakat untuk memahami adanya peraturan selama penutupan dan pengalihan arus dilakukan. Dalam hal ini, selama proses pembangunan dan konstruksi, akses jalan menuju kawasan Pantai Kuta akan dialihkan, melalui jalan masjid dan jalur sebelah timur. “Kendaraan bisa diparkir di masjid, pasar seni atau tempat-tempat yang sudah disediakan,”ungkapnya.

Meski ditutup, akses bagi wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati pantai tidaka akan dibatasi. Hanya saja, kendaraan tidak diperbolehkan masuk dan melintas disekitar kawasan Kuta tetap bisa melakukan aktifitas dengan catatan kendaraan diparkirkan disebelah barat kawasan.

Begitu pula dengan owner hotel dan tempat usaha lainnya yang memiliki kepentingan logistik, diharapkan untuk mengajukan permohonan izin ke pengelola kawasan atau pihak ITDC. Hal tersebut juga berlaku untuk travel yang akan menjemput wisatawan. “Intinya semua ini demi kelancaran pembangunan dan konstruksi di kawasan agar tidak terganggu,” tungkasnya.

PUNCAK PERINGATAN HKAN DITANDAI PELEPASAN BIBIT PENYU

Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Provinsi NTB tahun 2017, Minggu (6/8) 2017 ditandai dengan pelepasan puluhan bibit penyu di Pantai Bile Sayak yang masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak yang berada di Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Usai ceremonial puncak acara di TWA Gunung Tunak, Wakil Bupati (Wabup) L.Pathul Bahri, S.Ip, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, Dr.Ir.Widada, MM, Sekda HM. Nursiah, S.Sos. M.Si dan Kepala SKPD dan jajaran serta puluhan tamu undangan dan hadirin didaulat menuju pantai Bile Sayak yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi puncak acara.

Dalam sambutnya, Wabup menyampaikan apa yang akan dilakukan oleh pihak BKSDA bersama provinsi dan juga pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, untuk membangun berbagai macam sarana dan prasarana demi mendukung TWA Gunung Tunak, sangat berkaitan erat dengan tujuan utama pembangunan di Lombok Tengah.

Dengan bantuan dari Korea tersebut, diharapkan apa yang menjadi planning dari berbagai pembangunan di kawasan TWA Gunung Tunak tersebut akan bisa berjalan dengan baik. Sehingga pembangunan di Lombok Tengah ini benar-benar saling mendukung dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “TWA Gunung Tunak ini secara otomatis akan mendukung keberadaan KEK Mandalika di Kuta,” katanya.

TWA Gunung Tunak dengan berbagai macam fasilitas yang akan dimilikinya kelak, akan menjadi salah satu alternatif wisata di Lombok Tengah yang patut diandalkan. Apalagi keindahan alam diwilayah tersebut tidak dapat diragukan lagi.

Sementara itu, Kepala BKSDA NTB, Dr, Ir. Widada, MM menyampaiakan, HKAN merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disetiap provinsi BKSDA dan Taman Nasional melaksanakannya secara serentak. Sementara puncak HKAN secara nasional diselenggarakan tanggal 10 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran-Jawa Timur.

Adapun peringatan HKAN NTB merupakan kegiatan Bhakti Lingkungan dan penyadartahuan konservasi kepada masyarakat luas khususnya pelajar. Kegiatannya antara lain, lomba permainan anak di TWA Mapadapangga, Kemah Bhakti di TWA Gunung Tunak, Jelajah Alam Gunung Tunak, Bersih Lingkungan Gunung Tunak, Internalisasi Budaya Kerja ASN Lingkup UPT Kementrian LHK NTB dan Lomba Mancing dikawasan TWA Gunung Tunak.

Lebih lanjut Kepala BKSDA NTB menyampaikan, kalau TWA Gunung Tunak telah dicanangkan sebagai model pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat, sehingga di tahun 2018 mendatang BKSDA NTB akan memprioritaskan kegiatan pendampingan dan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mendukung aktifitas wisata baik wisata alam, wisata budaya maupun religi. “Wisata alam disini berupa pengamatan atau penelitian kupu-kupu, burung gosong, burung koakiao, burung buntut sate, burung elang dan lain-lain,”jelasnya.

Liga 3, PS Mataram Juara Rayon Lombok

Skor 4-3 mengakhiri drama penalty antara PS Mataram dan Perslotim pada pertandingan liga 3 Rayon Lombok di Lapangan Bundar Praya. Sebelumnya pada 90 menit pertandingan kedudukan tetap imbang 0-0.

Sejak kik of babak pertama, Perslotim yang dilatih Gempa Satria Yuda langsung memainkan permainan ovensif dengan serangan serangan cepat. Beberapa kali serangan anak anak Lotim itu mampu merepotkan pertahan PS Mataram yang dilatih Budiamin. Bahkan PS Mataram nyaris tanpa peluang namun rapatnya pertahanan PS Mataram membuat anak anak Lotim tak mampu menjebol gawang PS Mataram. Pada akhir pertandingan babak kedua. Gol tercipta bagi Perslotim namun dianulir wasit. Hingga babak kedua berakhir skor tetap imbang kacamata.

Skor imbang mengharuskan kedua tim untuk adu tostosan. Pada momen krusial ini, coach Gempa memasang 6 pemainnya yakni Radinal, Taufan, Maulana Raga, Wawan dan Zainal sementara Budiamin menurunkan Hajrin, Ariandi, Fathul, Saeful Bahri L.Swanda

Sayang 3 penendang Perslotim Raga, Wawan dan Zainial gagal menceploskan bola sementara tiga lainnya sukses mengeksekusi penalti. Sedangkan PS Mataram hanya dua yang gagal yakni Saeful Bahri dan L.Swanda.

Dengan demikian PS Mataram menjadi juara grup sedangkan Perslotim Runer Up. PS Mataram akan menghadapi Persisum Sumbawa sedangkan Perslotim akan menghadapi PSKT Sumbawa Barat pada Rayon Provinsi dalam waktu dekat ini. Am

Liga 3, PS Mataram Juara Rayon Lombok

Skor 4-3 mengakhiri drama penalty antara PS Mataram dan Perslotim pada pertandingan liga 3 Rayon Lombok di Lapangan Bundar Praya. Sebelumnya pada 90 menit pertandingan kedudukan tetap imbang 0-0.
Sejak kik of babak pertama, Perslotim yang dilatih Gempa Satria Yuda langsung memainkan permainan ovensif dengan serangan serangan cepat. Beberapa kali serangan anak anak Lotim itu mampu merepotkan pertahan PS Mataram yang dilatih Budiamin. Bahkan PS Mataram nyaris tanpa peluang namun rapatnya pertahanan PS Mataram membuat anak anak Lotim tak mampu menjebol gawang PS Mataram. Pada akhir pertandingan babak kedua. Gol tercipta bagi Perslotim namun dianulir wasit. Hingga babak kedua berakhir skor tetap imbang kacamata.
Skor imbang mengharuskan kedua tim untuk adu tostosan. Pada momen krusial ini, coach Gempa memasang 6 pemainnya yakni Radinal, Taufan, Maulana Raga, Wawan dan Zainal sementara Budiamin menurunkan Hajrin, Ariandi, Fathul, Saeful Bahri L.Swanda
Sayang 3 penendang Perslotim Raga, Wawan dan Zainial gagal menceploskan bola sementara tiga lainnya sukses mengeksekusi penalti. Sedangkan PS Mataram hanya dua yang gagal yakni Saeful Bahri dan L.Swanda.
Dengan demikian PS Mataram menjadi juara grup sedangkan Perslotim Runer Up. PS Mataram akan menghadapi Persisum Sumbawa sedangkan Perslotim akan menghadapi PSKT Sumbawa Barat pada Rayon Provinsi dalam waktu dekat ini. Amril

SEMARAKKAN HUT RI KE 72, PEMKAB LOTENG GELAR BERBAGAI KEGIATAN

Menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, yang puncak perayaannya jatuh pada 17 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) akan menggelar 4 kegiatan. Dimulai dari lomba gerak jalan, lomba drum band, peresean hingga panjat pinang.

Hal ini diungkapkan Kabag Humas Setda Loteng, HL. Herdan, ketika menggelar konfrensi pers, Rabu (2/8).

Dilanjut HL. Herdan, seluruh rangkaian perayaan HUT RI ke 72 ini sudah diawali dengan pemasangan bendera, sepanduk, baliho, hiasan kering dan penjor merah putih di masing-masing kantor instansi pemerintah.

Sementara, untuk kegiatan lomba gerak jalan khusus bagi siswa siswi tingkat SD akan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, SMP tanggal 11 Agustus dan SLTA tanggal 12 Agustus. Dimana, star dan finishnya nanti akan dilakukan di lapangan PSLT Praya.

Lomba drum band sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 13-15 Agustus.  Kegiatan ini pun dikhususkan bagi siswa siswi SD, SMP, dan SLTA se Loteng. “Tahun ini kita akan undang sekolah se Loteng. Sehingga perayaan HUT RI Tahun ini lebih semakin semarak, “Katanya.

Untuk kegiatan presean akan dilaksankan di Lapangan Bhakti Puyung. Alasannya dilaksanakan disana, karena lapangan PSLT Praya saat ini sedang digunakan untuk pertandingan sepak bola liga 3, U 15, U 17 dan U 21. Sehingga, kegiatan presean dialihkan ke Lapangan Bhakti Puyung. “Panjat pinang sendiri akan dilaksanakan saat hari H (waktu usai perayaan HUR RI) di Alun-alun Tastura Praya, “terangnya.

Pada malam puncak perayaan HUT RI, akan dilakukan renungan dimakam Pahlawan Praya. Setelah itu akan dilakukan tasakuran. Dan pagiharinya akan digelar apel kemerdekaan RI ke 72 yang dipusatkan Bencingah Adiguna Praya. “kita berharap semua kegiatan dalam rangka memeriahkan perayaan HUT RI bisa berjalan dengan lancar, baik dan aman, “harapannya.

SELURUH FRAKSI SAMPAIKAN PANDANGAN TERHADAP RANPERDA PERUBAHAN PERDA TENTANG DESA

Seluruh fraksi di DPRD sampaikan pandangannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa. Pandangan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna yang digelar DPRD, Rabu (2/8) 2017 di ruang sidang utama Kantor DPRD Lombok Tengah.

Pada sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Muh. Nasib, SP tersebut, secara bergiliran juru bicara (Jubir) masing-masing fraksi menyampaikan ranperda perubahan perda yang didalamnya mengatur tentang pemilihan kepala desa tersebut. Hanya saja pandangan itu disampaikan masing-masing fraksi secara umum saja.

Diantaranya Fraksi Golkar melalui Jubir, HL. Mas’ud menyatakan setuju Ranperda tersebut dibahas lebih lanjut.  Karena pada dasarnya perubahan undang-undang maupun Perda, itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan juga perkembangan dinamika ditengah masyarkat. “Apalagi sejumlah aturan diatasnya, mengamanatkan penguatan pengaturan pemerintahan desa dan perangkatnya,”  katanya.

Untuk itu Fraksi Golkar, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pemerintah daerah yang telah merancang dan menelurkan perda tersebut.

Adapun Jubir Fraksi Gerinda, L.Muhibban menyarankan, agar melalui perubahan perda ini diharapkan agar fungsi pengawasan eksekutif didesa bisa benar-benar dilaksanakan secara maksimal oleh legislatif desa yakni Badan Permusyawarahan Desa (BPD). “BPD juga diharapkan menjadi wadah baru bagi politik desa yang dengan ranperda perubahan ini, bisa lebih maksimal lagi,” jelasnya sembari menambahkan kalau Gerinda setuju ranperda itu dibahas lebih lanjut.

Fraksi PKB melalui jubir, H.Ihsan nyatakan setuju ranperda tersebut dibahas lebih lanjut, hanya saja ia tekankan agar perubahan-perubahan yang dilakukan tersebut nantinya, bisa dilaksanakan secara adil dan maksimal sehingga apa yang menjadi tujuan perubahan atas perda tersebut bisa benar-benar bermanfaat dan sempurna.

Sementara fraksi PPP melalui jubir, HM. Mayuki nyatakan setuju, hanya saja meminta kepada pemerintah melalui Perda ini agar menyiapkan anggota BPD yang profisional dan bertanggung jawab. Lemahnya kontrol pemerintah desa selama ini, akan terjawab bila BPD yang ada diseluruh desa memiliki kapasitas, kritis dan berdedikasi. “Dan hal itu hanya akan terwujud jika BPD tidak hanya dibuat sebagai pelengkap penderita saja,” jelasnya.

Supriadi selaku Jubir Fraksi PKS menekankan soal sosialisasi terhadap perda yang saat ini dinilai tidak maksimal. Sehingga masyarakat sama sekali tidak mengetahui produk-produk hukum yang telah ditelurkan bersama anatar dewan juga pemerintah. Apalagi sosialisasi itu dilakukan sejak suatu perda akan dibuat. “Dengan menghimpun berbagai macam masukan masyarakat, maka bukan tak mungkin perda yang dihasilkan bakal sempurna tanpa cela,” katanya.

Untuk itu lanjut Supariadi, dinilai perlu adanya sosialisasi secara massiv atas setiap perda keseluruhan masyarakat sehingga ketika perda akan ditegakkan maka tidak ada alasan lagi bagi siapapun untuk tidak taat pada perda tersebut dengan alasan tidak mengetahui.

Fraksi PBB dan Nasdem juga menyatakan setuju dengan ranperda perubahan atas perda tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa itu. Sementara Fraksi Nurani Perjuangan melalui jubir, M.Solihin menyampaikan setuju untuk dibahas lebih lanjut.

Dari sekian fraksi tersebut, hanya Fraksi Demokrat yang tidak setuju ranperda perubahan perda tentang desa itu dibahas lebih lanjut. Karena menurut fraksi demokrat yang lebih penting untuk dirubah saat ini yakni peraturan bupai atau perbup atas perda tersebut. “Jadi tidak penting perubahan perda itu, karena bukan disana banyak kesalahan namun diperbupnya,” tandas Jubir Fraksi Demokrat, M. Samsul Qomar.

Wabup Kukuhkan Pengurus Paguyuban Duta Lingkungan Loteng

Wakil Bupati Lombok Tengah L.Pathul Bahri mengukuhkan kepengurusan paguyuban duta Lingkungan kabupaten Lombok Tengah di gedung PKK Rabu 2/8. Hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Lombok Tengah.

1501679492992

Wabup dalam arahannya mengatakan perkembangan pembangunan berimplikasi kepada terjadinya pemanasan global akibat rumah kaca dan juga tumbangnya pohon pohon besar. Hal ini mengakibatkan suhu udara panas yang meningkat sehingga diperlukan adanya pohon pohon yang menghalangi pemanasan tersebut.

Contohnya kerusakan lingkungan akibat dari adanya penambangan galian C untuk kebutuhan pembangunan semakin banyak. “Kondisi ini memaksa kita untuk peduli lingkungan, karena itu melalui adik adik duta kita berharap agar terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan” jelasnya. Amril