Polres Loteng Kerahkan Babinkantibmas Lacak Pil PCC

Lombok Tengah – Kapolres Lombok Tengah mengerahkan seluruh kemampuan untuk melacak keberadaan pil PCC yang diduga sudah masuk ke Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilurahman mengatakan pihaknya sudah meminta kepada seluruh Babinkantibmas di masing masing desa untuk menelusuri keberadaan Pil PCC yang kini ramai diberitakan di media televisi. “Saya sudah meminta Babin untuk turun mengecek ke lapangan tentang keberadaan pil tersebut, namun sampai saat ini belum ada kami terima laporan th5TY3NH9Lsoal keberadaan pil itu diperjual belikan” kata Kapolres.

Menurutnya sejak beredar kabar soal pil PCC yang membuat manusia seperti zombie jika diminum berlebihan, Polres Lombok Tengah langsung memanggil seluruh satuan untuk melakukan rapat mengantisipasi beredarnya pil tersebut. “Saya sudah memerintahkan seluruh satuan termasuk babin untuk sosialisasi ke masyarakat mengenai bahanya pil PCC tersebut” jelasnya.

Sebenarnya kata Kapolres, pil tersebut boleh diperjual belikan sebab digunakan untuk obat akan tetapi diminum secara berlebihan maka akan berbahaya bagi manusia.

Sebenarnya , apa itu Pil PCC dan kegunaannya. Komposisi obat ini memiliki kandungan senyawa Carisoprodol yang tergolong muscle relaxants (pelemas otot), kegunaan obat PCC jenis ini bekerja pada jaringan saraf dan otak yang berfungsi untuk mengatasi nyeri dan ketegangan otot.

Fungsi Obat PCC ini biasanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan untuk obat sakit jantung. PCC tidak bisa dikonsumsi sembarangan, harus dengan izin atau resep dokter. Arti obat PCC terlarang ini berbentuk tablet dimana tertulis Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).

Menurut literatur yang diperoleh memang kandungan obat PCC tablet ini tidak termasuk dalam narkotika meskipun untuk pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Berbicara tentang Carisoprodol tak akan lepas dari catatan tentang penyalahgunaan meprobamate dan obat relaksasi otot lainnya, Carisoprodol dikembangkan tahun 1950 oleh Dr. Frank M. Berger di laboratorium Wallace berdasarkan pada meprobamate. Pengembangan itu diharapkan menghasilkan obat yang bisa memiliki sifat relaksasi otot yang lebih baik, lebih sedikit potensi penyalahgunaan, dan lebih aman dalam overdosis daripada meprobamat.

Carisoprodol disebutkan sebagai relaksan otot terpusat yang sering diresepkan untuk nyeri punggung. Dalam beberapa penelitian, Carisoprodol ternyata lebih unggul dibandingkan plasebo dalam mengurangi kekakuan, meningkatkan pergerakan.

Dalam studi banding Carisoprodol lebih baik daripada propoxyphene dalam mengurangi kekakuan dan meningkatkan pergerakan.

Pada studi komparatif lainnya, efek Carisoprodol lebih tinggi dari diazepam karena menghilangkan gejala nyeri punggung bawah yang akut.

Studi double blind yang membandingkan Carisoprodol, butabarbital, dan plasebo, telah menunjukkan keefektifan Carisoprodol dalam pengobatan sindrom nyeri pinggang rendah.

Carisoprodol ditemukan jauh lebih efektif dalam memberikan pereda nyeri subyektif dan perbaikan objektif pada rentang gerak saat dievaluasi dengan jari ke lantai pengujian.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek Carisoprodol tidak sebanding dengan efek sedatifnya saja, namun juga terkait dengan aktivitas relaksan ototnya.

Senyawa Carisoprodol (carisoprodol / parasetamol / kafein) disebutkan dapat mengurangi rasa sakit, memperbaiki tidur, dan meminimalkan rasa sakit pada pasien dengan fibromyalgia. Am

 

PEMKAB LOTENG GELAR PELATIHAN SEKOLAH RAMAH ANAK

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, menggelar Pelatihan Sekolah Ramah Anak bagi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan, Senin (18/9/2017).

Pelatihan Sekolah Ramah Anak bagi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan dan Tenaga Pendidikan yang digelar di Gedung PKK Loteng itu dibuka Bupati Loteng HM. Suhaili FT, SH yang diwakili Asisten I Sekda Loteng HL. Muhamad Amin, dan dihadiri Asisten Diputi Bidang Pendidikan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Kepala Satuan Kerja Pelayanan Masyarakat (SKPM) Loteng, Siswa/Siswi,  SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA serta para tenaga pendidik.

Pelaksanaan Pelatihan Sekolah Ramah Anak bagi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan di loteng kali ini merupakan amanat Undang-undang tentang perlindungan anak, dan untuk memberikan pemahaman bagi pendidikan dan tenaga pendidikan terkait dengan Sekolah Ramah Anak. “Kegiatan ini amanat UU tentang perlindungan anak. Anak berhak untuk hidup dan berkembang, serta ikut berpartisipasi. Anak merupakan pewaris generasi masa depan Bangsa dan Negara, dan merupakan aset Negara, maka hak-hak Anak harus dipenuhi,” kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan,  Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB) Loteng Hj. Maisaroh.

Kegiatan Pelatihan Sekolah Ramah anak bagi Pendidikan dan tenaga Pendidikan ini lanjut Hj. Maisaroh merupakan kali pertama dilaksanakan di Loteng. Untuk itu digarapkan melalui Pelatihan Sekolah Layak Anak bagi pendidikan dan tenaga pendidikan, bisa terwujudnya sekolah Ramah Anak di Loteng. “ Kegiatan ini amanat UU tentang perlindungan anak. Anak berhak untuk hidup dan berkembang, serta ikut berpartisipasi. Anak merupakan pewaris generasi masa depan bangsa dan negara, dan merupakan aset negara, maka hak-hak anak harus dipenuhi. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan, memberikan pemahaman kepada tenaga pendidikan tentang sistem pendidikan ramah anak. Pendidikan ramah anak ini kedepan akan kita kembangkan sampai ketingkat Kecamatan dan Desa,” ujarnya.

Ditempat yang sama mewakili Bupati Loteng, Asisten I Sekda Loteng HL Muhamad Amin mengatakan, Loteng telah ditetapkan menjadi Kabupaten layak anak. Saat ini ada dua desa di dua Kecamatan di Loteng yang telah mendeklarasikan diri menjadi Desa Layak Anak, yakni Desa Jago, Kecamatan Janapria dan Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Loteng. “ Loteng telah ditetapkan sebagai Kabupaten layak anak, sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2002. Sekolah layak anak ini juga telah dilaksanakan di Lotengsesuai dengan program pembangunan Loteng, menuju Loteng Beriman, Sejahtera dan Bermutu (Bersatu). Untuk mewujudkan Bersatu itu menjadi tanggungjawab kita bersama,” ucapnya.

Untuk itu HL Muhamad Amin meminta mata rantai yang bisa menimbulkan kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak di sekolah diputus. “Anak-anak kita harus bermain, jangan sampai ada luka di hati anak-anak kita, karena luka hati anak-anak luar biasa diingat sampai kapanpun. Untuk itu mata rantaiyang bisa menimbulkan kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak harus di putus, salah satu caranya dengan membuat kelompok kerja di sekolah dan membuat aturan main di sekolah,” ujarnya.

PEMKAB LOTENG GELAR RAKOR BERSAMA CAMAT DAN KADES SE-LOTENG

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng)  menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Loteng, Senin (18/9/2017).

Kegiatan Rakor Kades se-Loteng yang digelar di Gedung Dakwah Loteng itu dibuka Wakil Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, S.Ip dan dihadiri Sekda Loteng HM. Nursiah, Inspektorat Loteng Lalu Aswantara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Loteng Jalaludin dan sejumlah Kepala satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) Loteng, serta Camat dan Kades se-Loteng.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, S.Ip menyampaikan realisasi dan serapan pengguna Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Loteng Tahun 2017. “Jumlah DD sebesar Rp 118.597.175.000 sudah disalurkan tahap I sebesar Rp 71.158.305.000 atau sebesar 60 persen yang disalurkan sejak bulan Mei 2017. Untuk realisasi penggunaan DD tahap I sesuai dengan laporan sampai dengan bulan September 2017 yang diterima adalah sebesar Rp 63.460.608.191,83 atau sebesar 89,18 persen. Sedangkan ADD Tahun 2017 adalah sebesar Rp 109.655.261.600 dan yang sudah disalurkan sebesar Rp 54.827.605.800 untuk realisasi ADD sebesar Rp 28.387.878.423,68 atau sebesar 51,78 persen,” jelasnya.

Untuk itu kata Lalu Pathul Bahri, S.Ip berharap kepada para Kepala Desa (Kades) segera mempercepat proses pelaksanaan pembangunan di Desa, dalam rangka meningkatkan progres penyerapan DD maupun DD. Lalu Pathul Bahri juga berharap, Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mempersiapkan persyaratan penyaluran DD maupun ADD, seperti penetapan APBDes serta penyiapan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Kegiatan, dalam rangka meningkatkan progres penyerapan DD maupun ADD, sehingga kedepan tidak mengalami keterlambatan.

Tidak itu saja, Lalu Pathul Bahri juga menekankan kepada Pemdes agar membayar pajak tepat waktu, sehingga tidak menjadi temuan pada saat dilakukan pemeriksaan atau audit oleh Inspektorat maupun oleh instansi terkait. “Intinya Transparan, Akuntabel dan membayar pajak tepat waktu,”katanya.

Lalu Pathul Bahri juga memaparkan, terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada Tahun 2018 mendatang di ikuti oleh 93 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan se-Loteng. “Dari 93 Desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak, 15 Desa diantaranya masa jabatannya berakhir pada tahun 2017. Untuk penyiapan Regulasi pelaksanaan Pilkades, telah dilaksanakan revisi Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa, yang mana salah satu muatan revisi adalah terkait dengan persyaratan Calon Kades dan perangkat Desa yang tidak mensyaratkan pembatasan ketentuan Domisili sesuai putusan Mahkamah Konstitusi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Lalu Pathul Bahri, menekankan dan menghimbau kepada Kades untuk memungut penerbitan sertifikat lahan melalui Prona sesuai dengan keputusan tiga menteri yakni sebesar Rp 350 ribu per pemohon Prona. Jika ada Kades yang melakukan pungutan melebihi ketentuan maka, akan di proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Sudah ada aturan dan acuannya. Untuk itu jangan menarik biaya lebih dari Rp 350 ribu,” ujarnya.

Kegiatan Rakor kades se-Loteng diakhiri dengan penyampaian materi oleh Sekda Loteng HM. Nursiah dan Inspektorat Loteng Lalu Aswantara, termasuk materi terkait dengan penerapan BPJS Kesehatan untuk para Perangkat Pemerintah Desa oleh pihak BPJS Kesehatan.

JADI SAKSI AHLI, KADISBUDPAR LOTENG DIPERIKSA POLISI TERKAIT SAJAM

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) Lombok Tengah (Loteng) yang juga merupakan tokoh masyarakat, adat dan budaya di Loteng yakni H. Lalu Muhamad Putria, diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Loteng, Rabu (13/9/2017).

Pria yang juga merupakan Raja Siledendeng itu di priksa Polisi, bukan karna tersangkut persoalan tindak pidana kriminal, melainkan dimintai keterangan sebagai Saksi Ahli Sajam,” kata H. Lalu Putria di mapolres Loteng, Rabu (13/9).

Kepada Polisi, H. Lalu Putria menjelaskan tentang hubungan antara Sajam seperti Keris, Tombak atau Jungkat dan Pemaje (Pisau) dengan masyarakat Suku Sasak Lombok. “Saya sampaikan zaman dulu, keris pusaka atau pemaje merupakan bagian yang melekat dan tidak terpisahkan dimasyarakat sasak. Dan sampai sekarang budaya itu masih dilestarikan oleh masyarakat sasak,” jelasnya.

Oleh masyarakat Suku Sasak, membawa Sajam dikehidupan sehari-hari bukan sebagai alat untuk melakukan tindak pidana kriminal, melainkan sebagai alat yang bisa di gunakan untuk pertanian, perkebunan, pelaksanaan adat dan budaya bahkan pendidikan.” Kalau ada masyarakat yang membawa sajam tujuannya untuk melakukan tindak pidana kriminal, itu lain ceritanya. Yang saya sampaikan adalah sajam itu merupakan aksesoris, piranti dan sebagai kelengkapan budaya sasak, yang sampai sekarang tetap dilestarikan,” ujar HL. Putria.

PERGANTIAN NAMA LIA JANGAN DITANGGAPI BERLEBIHAN

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT masyarakat tidak menanggapi penggantian nama Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Mandalika Internasional Airport (MIA) secara berlebihan. Hal itu untuk menjawab kritikan yang disampaikan Wakil Gubernur NTB, HM Amin kepada dirinya selaku pihak yang mengusulkan pergantian tersebut.

Menurut Suhaili, usulan pergantian nama LIA ataupun nama fasilitas publik lainnya, merupakan hal biasa. Usulan tersebut bertujuan agar seluruh warga NTB benar-benar merasa memiliki. Jika Mandalika dianggap identik dengan Lombok Tengah, menurutnya salah besar.

Sebab nama Mandalika merupakan milik seluruh warga NTB. Buktinya, nama Mandalika seringkali digunakan oleh warga di luar NTB. Contohnya penggunaan nama Mandalika sebagai nama jalan di Kota Mataram dan beberapa daerah lainnya.

Lagipula lanjut Suhaili, nama Mandalika akan lebih mudah dipromosikan dibanding LIA. Sebab tidak hanya menjadi aicon NTB, Mandalika juga sudah dikenal luas di tingkat Internasional.

Adapun usulan tersebut dilontarkannya untuk mengajak masyarakat agar tidak terlalu kaku dalam menyikapi suatu persoalan. Dalam hal ini, masyarakat memiliki kebebasan dalam menentukan nama sesuatu, termasuk LIA yang notabene merupakan milik semua pihak. “Kita sudah merdeka, jangan terpasuk hanya dalam persoalan seperti ini,” kata Suhaili di Pendoponya, Rabu kemarin.

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu mengajak semua pihak menyikapi persoalan tersebut dengan bijak, bukan malah menunjukkan reaksi berlebihan. “Sebenarnya santai saja. Namanya orang mengusulkan kan boleh saja,”ujarnya.

LOMBA PARALAYANG AKAN WARNAI HUT KE 72 LOTENG

Setelah tahun lalu sukses melaksanakan kegiatan Paralayang Internasional, tahun ini Lombok Tengah kembali akan menggelar perhelatan yang sama yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT ke 72 Lombok Tengah. Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud), HL. Putria, S.Pd, selasa (12/9) 2017 di Kantor Bupati.

Kegiatan Paralayang itu lanjut kadis, menurut rencana akan dilaksanakan dikawasan Wisata Desa Kuta dan perbukitan terindah di Desa Prabu Kecamatan Pujut pada tanggal 7 hingga 8 Oktober 2017 mendatang. Pada Paralayang ini, puluhan negara yang tahun lalu ikut berpartisipasi diharapkan tahun ini ikut kembali berlomba. “Sebanyak 22 negara kita harapkan bisa ikut dalam kegiatan untuk memeriahkan HUT Lombok Tengah ini,” katanya.

Seperti tahun lalu lanjut kadis, Paralayang ini akan digelar atas bimbingan pihak Danlanud sebagai instansi yang punya kewenangan  terhadap wilayah udara dan segala kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan. Maka hal-hal detail mengenai teknis pelaksanaan lomba itu nantinya akan dipandu sesuai dengan aturan yang berlaku. “Karena tahun ini Paralayang ini merupakan murni kegiatan daerah yang nantinya akan bekerjasama dengan yang sudah ahli dibidang paralayang ini, imbuhnya.

Dengan adanya Paralayang Internasional ini lanjut Kadis, diharpkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Tengah. Maka kegiatan itu diupayakan akan dikemas lebih baik lagi sehingga kenikmatan melakukan Paralayang itu, bukan saja bisa dirasakan oleh para pelaku saja, namun agar bisa menjadi hiburan bagi masyarakat dan juga wisatawan yang berkunjung ke Lombok Tengah dan NTB pada umumnya. “Kita akan balut dengan kegiatan budaya dan prosesi lain agar lebih menarik lagi,” jelasnya.

Selain Paralayang Internasional, akan digelar juga lomba layang-layang hias yang nantinya akan melibatkan seluruh pegiat layang-layang diseluruh Indonesia khususnya Bali. Namun diharpkan penyuka layang-layang di Lombok dan sekitarnya, ikut menunjukkan kebolehannya pada lomba layang-layang itu nantinya. Karena kedepan hal itu diharpkan sebagai salah satu daya tarik wisata di Lombok Tengah.

PEMKAB DIDESAK TUTUP PT LI

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diminta menutup aktivitas PT Lombok Infrastruktur (LI) yang dilakukan di wilayah Kelurahan Leneng, Praya. Pasalnya PT LI tidak memiliki izin atas aktivitas penampungan material yang dilakukannya selama ini. “Kami minta Pemkab segera menutup aktivitas PT LI,” tegas Ketua Konsorsium LSM Loteng, Saiful Muslim di Kantor Bupati, kemarin.

Bahkan, Pemkab sudah melanggar hasil kesepakatan saat hearing pada tanggal 22 Agustus lalu, dimana Pemkab berjanji dalam dua minggu terhitung setelah hearing akan terhitung setelah hearing akan melakukan penutupan. Buktinya hingga sekarang belum ditutup. Malah PT LI seenaknya menjalankan aktivitasnya. “Kami hanya minta tindak tegas dari Pemkab, bukan hanya janji,” tutur Saiful.

Kemudian, kenapa juga harus dibiarkan oleh Pemkab, karena dari hasil pengakuan saat hearing itu, PT LI tidak ada kontribusi ke Pemkab. “Kalau memang tidak ada kontribusi, kenapa harus dilakukan pembicaraan,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab juga harus melihat dampak dari aktivitas yang dilakukan PT LI. Karena, warga hanya merasakan polusi saja dari aktivitas yang dilakukan. “Tidak hanya itu, lokasi tempat penimbunan material juga sudah menyalahi tata ruang,” ujarnya.

Apalagi, beberapa waktu lalu ketika sopir dump truk melakukan aksi, pihak perwakilan PT Lombok Infrastruktur, Marla Ningtias sekaligus selaku pelaksana teknis berjanji tidak akan lagi menaruh material di tempat tersebut. Dan material yang sudah ada akan diangkut habis. “Buktinya PT LI masih lakukan aktivitas,” ucap Saiful.

Oleh sebab itu, ia juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk menutup aktivitas PT LI. Karena, ia merasa Pemkab tidak berani melakukan penutupan terhadap aktivitas PT LI. “Kalau Pemkab tidak berani, kami minta Kepolisian yang menutupnya,” tandasnya.

Sementara, sebelumnya Bupati Loteng, HM Suhaili FT juga meminta PT LI menutup aktivitasnya, kalau memang belum punya izin. “Kalau memang belum punya izin, silahkan hentikan aktivitasnya,” tegas Suhaili.

Apapun alasannya kata Suhaili, entahnya material itu mau digunakan untuk KEK Mandalika atau pun lainnya, kalau memang belum memiliki izin, tidak boleh melakukan aktivitas. “Kalau tidak ada izin, jangan coba-coba lakukan aktivitas,” ujarnya.

Tapi untuk sementara ini, pihaknya belum mengetahui apakah betul PT LI belum memiliki izin. “Coba saya kroscek terebih dahulu. Kalau memang betul, kita tutup,” tungkasnya.

LAPANGAN BUNDAR BAKAL DISULAP JADI STADION INTERNASIONAL

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT terus melakukan pembenahan dan penataan, baik infrastruktur dan pembangunan lainnya. Namun kali ini, HM Suhaili berencana menata lapangan Bundar Praya menjadi lapangan bertaraf internasional. “Insya Allah kita akan jadikan lapangan bundar itu menjadi stadion internasional,”  ungkap Ketua DPD Partai Golkar NTB tersebut.

Dimana didalamnya nanti akan dilengkapi dengan arena atletik dan lainnya. Tidak hanya itu, rencananya juga stadion yang akan dibangun tersebut atapnya bisa buka tutup. Seperti di stadion sepak bola di Kabupaten Sleman. Itu pun setelah Tanya, hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 12 miliar. “Kalau bangun kantor Bupati saja kita habiskan Rp 217 miliar. Masak bangun stadium seperti tidak bisa,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini pun lapangan bundar tersebut sedang dalam pembenahan penambahan satu unit lapangan pertandingan. Dan kini pun sudah hampir rampung pengerjaannya. Sehingga, bulan ini sudah bisa dipakaiakan untuk pertandingan Liga Santri Nusantara (LSN) yang akan digelar di lapangan bundar tersebut.

Sehingga kini lapangan bundar Praya sudah memiliki dua lapangan pertandingan, sebelah timur dan barat yang kini dalam tahap perampungan pengerjaan. “Semua ini berawal dari mimpi. Dan kita berharap semua impian untuk berubah lapangan bundar jadi stadion internasional bisa terwujud,” terangnya.

Kemudian katanya, pertandingan LSN akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olah raga, Imam Nahrawi. Sesuai rencananya pak Menteri akan hadir sekitar tanggal 20 untuk membuka LSN. “Mudah-mudahan di kehadirannya nanti bisa memberikan perhatian khusus terhadap lapangan bundar,” harapannya.

PEMKAB JANJI GANTI KENDARAAN PENGANGKUT SAMPAH YANG RUSAK, NURSIAH : 2018 TIDAK ADA PENGADAAN

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berjanji akan mengganti kendaraan pengangkut sampah yang rusak atau telah tergolong uzur. Karena, ada yang sudah berumur 22 hingga 18 tahun.

Sekda Loteng, HM Nursiah mengakui, kondisi kendaraan pengangkut sampah di pemkab ada sebagian yang telah rusak. Sehingga, bentuk perhatian Pemkab, pihaknya selalu menganggarkan untuk pengadaan. Tahun 2017 ini saja, dua unittruk yang dibeli. Namun akunya itu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan armada kita dalam mengangkut sampah. Tapi, paling tidak dengan dua unit itu, kita sudah bisa menangani atau menutup kekurangan terhadap kondisi armada kita yang rusak tersebut. “Tahun 2018 ini kita tidak anggarkan,” terangnya.

Tapi yang jelas kata Nursiah, pihaknya akan tetap membeck up terkait dengan keberadaan armada pengangkut sampah kita. Sehingga, bisa terpenuhi.

Namun, untuk sementara ini ucap Nursiah, bagi kendaraan yang rusak, silahkan diperbaiki dengan menggunakan anggaran perawatan. Sehingga, kendaraan tersebut bisa diporasikan terlebih dahulu.

Apalagi, kini sudah ada Mou dengan pihak ITDC soal penanganan sampah. Bahkan, pihak ITDC akan membuat dua Tempat Penampungan Sampah (TPS) di sekitar KEK Mandalika. Otomatis akan memerlukan armada untuk mengangkut sampah kesana. “Intinya terhadap kendaraan yang rusak berat, kami akan ganti,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Penanganan Sampah, Limbah, Limbah B3 dan Sanitasi Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Lalu Maksum Supardi membenarkan kondisi armada pengangkut sampah yang sudah memprihatinkan. Karena, dari sekitar 33 kendaraan pengangkut sampah yang ada, separuh sudah tidak layak. Seperti, dump truk ada yang sudah berumur sampai 21 tahun, itu satu unit. Ada juga berumur 19 tahun satu unit, 18 tahun dua unit, 9 tahun 4 unit. Begitu juga dengan kendaraan Amrol ada yang sudah berumur 20 tahun dua unit, 18 tahun satu unit, 10 tahun satu unit. Apalagi, buldoser yang dimiliki malah sudah berumur 22 tahun.  “Memang kendaraan yang kita miliki banyak yang kondisinya sudah tua,” tungkasnya.

KPU Pusat himbau Warga Kunjungi Lumbung Pemilu

PRAYA – Seluruh element masyarakat se-Lombok Tengah, dihimbau berbondong-bondong mengunjungi Rumah Pintar Pemilu atau Lumbung Pemilu yang ada di Lombok Tengah. Himbauan itu disampaikan salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Dr.Khasym Azhari, rabu (6/9) 2017 pada acara peresmian Lumbung Pemilu di KPU Lombok Tengah.

Seluruh element masyarakat, seperti guru dinilai sangat penting suatu ketika diajak untuk datang ke Lumbung Pemilu tersebut untuk bersama-sama membaca dan memahami tentang data-data Pemilihan Umum (Pemilu),” Ayo belajar dan lihat berbagai macam regulasi dan data-data tentang pemilu. Bisa datang kemana saja, baik kabupaten atau di KOU Provinsi kalau mau yang lebih lengkap lagi,”katanya.

Pihaknya lanjut Khasym Azhari, juga menganjurkan kepada seluruh komisioner KPU dalam melakukan pengelolaan data, bagaimana agar bisa menggunakan berbagai macam teknologi kekinian yang saat ini sedang berkembang. Sehingga berbagai data yang ada di KPU bisa dibaca diseluruh dunia. “ makanya saya beberapa waktu lalu di KPU Provinsi menyarankan, bagaimana buku-buku itu juga dalam bentuk elektornik sehingga bisa diakses oleh masyarakat dunia,”imbuhnya

Oleh karena itu lanjut Khasym Azhari, inovasi-inovasi seperti yang saat ini sedang dilakukan sangat penting untuk dipertahankan dan dikembangkan seperti pepatah mengatakan” yang baik-baik yang dipertahankan, dan tidak boleh diam namun tetap bergerak untuk melakukan inovasi-inovasi yang baru, supaya hal-hal yang sudah ditinggalkan menjadi tradisi dan nilai kebaikan, diteruskan dengan inovasi agar menjadi lebih baik,”jelasnya.

Seperti yang ayat yang dibaca oleh Qori pada acara itu lanjut khasym Azhari, dijelaskan supaya semua harus senantiasa beriman dan taat kepada Allah dan Rasulnya, termasuk didalamnya mensyukuri atas segala nikmat. “Kalau kita mengingkari, seperti yang dipakai seperti kafir atau kufur, ujung-ujungnya seperti fasik. Yang kurang lebih artinya rusak, yang bisa merusak iman kita dan merusak amal-amal soleh kita,”jelasnya.

Untuk itu dirinya menyarankan kepada seluruh penyelenggara pemilu untuk menyelenggarakan tugasnya dengan niat yang baik. Apalagi saat akan menjadi penyelenggara pemilu itu selalu diawali dengan sumpah jabatan yang diawali dengan “Demi Allah saya berjanji”. Maka walau sumpah dilakukan dengan mengangkat satu kaki, maka kita harus yakini bahwa Allah melihat setiap yang bersumpah dan harus yakin atas sumpah tersebut. Maka dengan niat yang baik itu lanjut Khasm Azhari, maka hasil dari kerja-kerja yang telah dilakukan akan dihakhiri dengan hasil yang baik juga. Karena semuanya diawali dengan niat baik untuk melakukan amal soleh. “ Kalau dari awal niatnya baik, amak Insya Allah hasil akan baik pula,”taqndasnya.