Sekda Setuju Pembentukan Lombok Tengah Media Centre

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM Nursiah, S. Sos., M. Si setuju adanya rencana pembentukan Lombok Tengah Media Centre (LTMC).

Pembentukan LTMC ini, menurut Sekda HM Nursiah, sebagai wahana berkumpulnya seluruh wartawan yang bertugas di Lombok Tengah.
“Ini sangat bagus, saya setuju dengan pembentukan LTMC,” ucap Sekda Nursiah saat gelaran jumpa pers di Lesehan Puri Boga Praya, Selasa (16/05/2017).
Rencana pembentukan LTMC ini diusulkan Ketua Komunitas Jurnalis Lombok Tengah Haji Adi Supriadi, SH.
LTMC ini juga, kata Sekda, sekaligus sebagai “terminal” program tiga organisasi kewartawanan yang ada di daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) ini.
“Organisasi LTMC ini tidak mengganggu kegiatan dan aktifitas masing-masing organisasi kewartawanan yang telah ada,” ucap Sekda.
Ketua Persatuan Wartawan Lombok Tengah Lalu Amrillah pada kesempatan itu mengaku sependapat terbentuknya LTMC dengan catatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Lombok Tengah Agus Wahaji mengatakan, perlu dipertegas sejak awal siapa pengurus LTMC sebagai organisasi naungan organisasi kewartawanan di daerah ini.
Sekda HM Nursiah menyatakan siap memfasilitasi LTMC. Disepakati Ketua adalah Sekda HM Nursiah, Sekretaris Kabag Humas.
“Pengurus lainnya nanti saya yang tentukan,” tandas Sekda. (hms02)

Wabup Sampaikan Pendapat Akhir Kepala Daerah Tentang LKPJ dan 2 Ranperda

WABUP-SAMPAIKAN-PENDAPAT-AKHIR-300x300Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sampaikan aspirasi setinggi-tingginya atas kerja keras Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, yang telah sukses membhasa Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun anggaran 2016 disertai dengan berbagai rekomendasinya. Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) L.Pathul Bahri,S.Ip pada Sidang Paripura DPRD, Rabu (3/5) 2017 di ruang sidang utama Kantor DPRD setempat.

Pemkab lanjut Wabup, menilai DPRD telah sungguh-sungguh membahas LKPJ Kepala Derah tahun 2016 tersebut. Itu terlihat dari rekomendasi yang disampaikan terhadap LKPJ tersebut sangat banyak dan mendalam untuk diperhatikan, yang semuanya berisi kritikan dan saran demi perbaikan pembangunan Lombok Tengah pada masa-masa berikutnya.

Lebih lanjut Wabup memyampaikan, pihaknya sangat menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Pemkab pada tahun 2016, merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 merupakan tahap awal pemerintahan Suhaili-Pathul. “kami telah memantapkan langkah strategis guna mencapai visi pemabngunan Lombok Tengah yang Beriman Sejahtera dan Bermutu atau Bersatu,”katanya.

Berikutnya kata Wabup, terkait dengan dua buah ranperda yakni ranperda pengelolaan air limbah domestic dan ranperda penanggulangan bencana daerah, pemkab juga menilai dewan telah membahas kedua buah ranperda itu dengan kerja keras yang luar biasa. “Sehingga kedua ranperda itu mampu mencapai kesepakatan untuk menjadi peraturan daerah,”imbuhnya.

Keberadaan kedua buah renperda itu lanjut Wabup, memiliki makna yang sangat strategis. Mengingat dan disadari kondisi wilayah Lombok Tengah memiliki potensi mengalami berbagai macam bencana sesuai dengan sejumlah kajian yang sudah dilakukan. Dimana ancaman bencana itu bisa terjadi akibat factor alam, kegagalan teknologi, factor manusia dan lainya.

Sebagaimana diketahui, setiap bencana dalam keadaan tertentu berdampak terhadap adanya korban, baik korban jiwa, fisiologis dan juga menimbulkan kerugian materiil dan sekaligus bisa berakibat pada terjadinya kerusakan lingkungan dan fisik yang sangat merugikan bagi semua.”Untuk itu, dengan adanya perda penanggulangan bencana daerah ini, semua bisa cepat tertangani,”jelasnya.

Pada perda penanggulangan bencana daerah tersebut lanjut Wabup, telah diatur bagaimana penangulangan bencana dengan terencana, teratur dan terpadu sehingga diharapakan bisa meminimalisir terjadinya resiko bencana yang mungkin terjadi akibat dari adanya bencana yang terjadi.”Adapun soal perda pengelolaan air limbah domestic itu, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan air masyarakat yang berkwalitas dan sesuai dengan standar kesehatan yang ada,”tandasnya.

Perda akan menjadi peganggan yang kuat bagi pihak terkait untuk melaksanakan pengelolaan air limbah yang baik, secara terkoordinasi, terpadu sehingga tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat. Kedua ranperda itu, secara bersama-sama telah disetujui untuk disahkan menjadi Paraturan Daerah atau Perda, dengan demikian pemkab sekali lagi menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada pihak DPRD.(hms3)

Praya Barat Jadi Juara Umum MTQ ke 27 Lombok Tengah

WARGA-PADATI-PENUTUPAN-MTQRatusan warga dari berbagai wilayah di Lombok Tengah, pada Rabu malam (26/4) 2017, memadati Lapangan Umum Desa Mantang Kecamatan Batukliang. Mereka semangat ikuti  penutupan MTQ ke 27 Lombok Tengah yang digelar dilapangan tersebut.

Mereka tampak duduk bersila hampir memenuhi depan panggung akbar MTQ yang telah disiapkan oleh panitia. Panggung yang indah dan asri, salah satu sebab warga betah dan tertarik datang ke lokasi peklaksanaan kegiatan bagi pembaca terbaik Al-Quran tersebut.”Alhamdulilah mala mini juga cuacanya bagus, makanya kami datang langsung kesini,”kata Hadijah, warga Barabali yang mengaku datang dengan sejumlah sanak keluarganya.

Penataan lokasi yang baik membuat Hadijah dan keluarga merasa nyaman dan betah berada di lokasi MTQ tersebut. Bahkan pada malam final yang digelar pada malam sebelumnya, dirinya juga menyempatkan untuk datang menonton dan menyimak pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran tersebut.”Mala mini saya penasaran siapa yang jadi juara,”imbuhnya.

Ketua panitia yang sekaligus Camat Batukliang, Drs.L.Sabit menyatakan rasa syukurnya karena masyarakat banyak yang datang sejedar menyaksikan kegiatan MTQ tersebut. Berkat kerja keras semua pihak yang telah bersinergi dalam laksnakan kegiatan itu, membuat pelaksanaan MTQ tersebut berjalan sukses.”Ini berkat bantuan dan keterlibatan semua pihak. Ada yang bertugas dekorasi panggung dan juga penerangan,”jelasnya.

Sementara itu, Asisten I setda, Ir.HL.Moh.Amin, akui masyarakat yang hadir pada malam penutupan MTQ tersebut cukup banyak. Selain itu juga terluihat antusias dengan menuruti setiap arahan protokoler untuk tertib dan duduk bersila dilapangan umum mantang yang saat itu memang kebetulan kering dan baik untuk duduk.”Tumben juga warga sebanyak ini hadir dalam setiap pelaksananaan MTQ,”ungkapnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan keputusan dewan haikm MTQ ke 27 Lombok Tengah yang dilaksanakan di Batukliang dengan nomor keputsan 02/DH.MTQ-27/LOMBOKTENGAH/2017 tentang penetapan juara umum MTQ ke 27 Lombok Tengah, disebutkan urutan masing-masing juara umum.

Dimana Juara umum ke 12 yakni Kecamatan Pringgarata  dengan nilai 8. Kemudian Praya Timur dengan nilai  9 juara umum ke 11, Janapria  nilai 18 juara umum ke 10, Batuliang Utara nilai 20 peringkat 9, Kecamatan Praya  Barat Daya dengan nilai 28 sebagau juara umum ke  8, Batukliang nilai 32 sebagai juara umum ke 7, Kopang nilai 35 juara umum  ke 6, Pujut nilai 39 juara umum ke 5 dan Praya Tengah nilai 41 juara umum ke 4.

Ada juara umum tiga besar diraih Kecamatan Jonggat dengan nilai 58  menjadi juara umum  ke 3,  Kecamatan Praya dengan nilai 61 jadi juara umum kedua,  dan dengan nilai 82 Kecamatan Praya Barat  meraih predikat juara umum pertama.

Peda kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piala bergilir ke Praya Barat dan pencabutan lot kecamatan pelaksana MTQ tahun 2018 yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama RI-Kabupaten Lombok Tengah dan hasilnya dibacakan oleh Asiten I Setda. Dan Kecamatan Praya tengah dinyatakan sebagai pelaksana MTQ tahun depan.(hms3)

MTQ Tingkat Kabupaten Dipusatkan di Kecamatan Batukliang

mtq-loteng-2017

Kepala Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Herdan, M.Si menjelaskan, kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXVII tingkat kabupaten akan dipusatkan di Kecamatan Batukliang.

Pelakanaan kegiatan MTQ tahun 2017 ini, kata Kabag Humas, akan dilaksanakan dari tanggal 21 sampai 27 April 2017.

“Tahun ini MTQ akan dilaksanakan di Kecamatan Batukliang dan akan dibuka oleh Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir,” kata Kabag Humas H. Lalu Herdan didampingi Sekretaris Daerah HM Nursiah, S. Sos., M. Si saat menggelar jumpa pers di Praya, Rabu (12/4/2017).

Menurut Kabag Humas, kegiatan ini akan melibatkan seluruh unsur kemasyarakatan yang ada di daerah ini. Masing-masing kecamatan akan mengirim para qori’ dan qori’ah terbaiknya untuk mengikuti perlombaan.

Hingga saat ini, kata H. Lalu Herdan, persiapan pelaksanaan MTQ XXVII terus dilaksanakan agar pada pelaksanaannya nanti tidak ada hambatan.

“Masing-masing bagian telah bekerja sesuai tugas dan kewajiban yang telah diberikan sehingga pelaksanaan MTQ ini bisa dilaksanakan secara maksimal,” kata Kabag Humas.

Kabag Humas berharap, kegiatan MTQ tahun ini bisa berlangsung sukses dan menghasilkan qori’ dan qori’ah terbaik untuk dilombakan di tingkat provinsi mendatang.

H. Lalu Herdan juga mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan MTQ yang akan dilaksanakan di Kecamatan Batukliang.  (hms03)

Rapat Persiapan MTQ Ke 27 Lombok Tengah Dimulai

20170405_094934Rapat persiapan jelang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ini digelar, Rabu (5/4) 2017 di ruang rapat Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah dan dipimpin Asisten I Setda Lombok Tengah, Ir. HL.Moh.Amin,MM dan dihadiri belasan pejabat dan pihak terkait seperti dari TNI dan Polri.

Asisten I Setda, HL.Moh.Amin dalam arahanya pada rapat ini, menyampaikan agar para panitia yang telah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Tengah Nomor 97 tahun 2017 tentang pembentukan panitia penyelenggara MTQ ke 27 tingkat Kabupaten Lombok Tengah tahun 2017.

Semua hal yang berkaitan dengan MTQ tersebut lanjut Asisten I Setda, harus dibicarakan secara ditail walau menyangkut hal-hal kecil, karena hal itu juga sangat berpengaruh dengan suksesnya kegiatan MTQ tersebut. “Misalnya kalau soal akomodasi dan transportasi induk semangnya dimana. Semua itu harus jelas sehingga jelas siapa yang bedtanggung jawab,”katanya.

Begitu juga dengan konsumsi bagi para peserta, secara ditail harus diperhatikan. Makanan apa yang menjadi kesukaan para peserta. Jangan sampai makanan yang disjaikan bagi peserta justeru makanan yang merupakan pantangan bagi kesehatan mereka. “Ada sebuah pengalaman, dimana pesrta gatal-gatal saat berlaga karena diberikan makan udang. Ternyata peserta ini alergi makan udang,”tuturnya.

Begitu juga dengan hal lainya tandas Asisten I, harus diperhatikan secara ditail dan lengkap sehingga paling tidak saat MTQ mulai digelar, bisa mengurangi berbagai hambatan yang mungkin terjadi. Seperti hujan, angin dan kejadian tak terduga lainya.

Selain itu, Asisten I juga meminta agar Bagian Humas mengkondisikan, bagaimana agar kegiatan MTQ tersebut mulai disemarakkan pada pemberitaan-pemberitaan baik dimedia on line dan media lainya agar gaungnya lebib besar lagi. “Karena saat ini, banyak wisatawan yang suka untuk lakukan wisata religi. Jadi bagaimana infromasi dikemas sehingga bule–bule ini nantinya tau dan tertarik menonton,”saranya. (hms3)

Alhamdulillah, Kembali Lombok Tengah Raih WTP Ke-5

Wabup Loteng, L. Pathul Bahri (tengah) bersama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA (kiri) dan Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos., M.Si (kanan) saat menerima Penghargaan WTP, Senin (19/12)

Wabup Loteng, L. Pathul Bahri (tengah) bersama Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA (kiri) dan Sekda Loteng, H.M.Nursiah, S.Sos., M.Si (kanan) saat menerima Penghargaan WTP, Senin (19/12)

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menerima Piagam Penghargaan terhadap pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan tahun 2015, Senin 19 Desember 2016, bertempat di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB. Penghargaan diberikan oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Taukhid. Wabup hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H.M.Nursiah,S.Sos.,M.Si.

Selain penyerahan piagam penghargaan WTP, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) petikan tahun 2017 kepada Kuasa Pengguna Anggaran di wilayah Provinsi NTB. DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN, sekaligus menjadi dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. “Penyerahan DIPA tahun 2017 dilaksanakan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran lebih cepat dan segera memberikan manfaat yang nyata kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat” kata Taukhid, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, diumumkan juga 5 desa di Provinsi NTB yang mendapatkan penghargaan sebagai  “Desa Pelopor Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa”. Kelima desa tersebut yakni Desa Montong Gamang Kabupaten Lombok Tengah, Desa Leu Kabupaten Bima, Desa Sori Sakalo Kabupaten Dompu, Desa Baru Tahan Kabupaten Sumbawa dan Desa Aikmel Utara Kabupaten Lombok Timur. (ikr/humas)

 

Upacara HKN, Pemkab Loteng Serahkan Reward Insentif Untuk 1.862 Kader Posyandu

Peserta Upacara HKN ke-52 di Alun-Alun Tastura Praya, Sabtu (12/11)

Peserta Upacara HKN ke-52 di Alun-Alun Tastura Praya, Sabtu (12/11)

PRAYA-Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-52 di Kabupaten Lombok Tengah, dilangsungkan di Alun-Alun Tastura Praya, Sabtu 12 November 2016. Bertindak selaku inspektur upacara Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, membacakan pidato tertulis Menteri Kesehatan, Prof. DR. Dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SP.M (K). Dalam sambutannya, menteri kesehatan mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup sehat. “Saya berpesan kepada masyarakat, ayo hidup sehat lakukan aktivitas fisik, minimal 30 menit setiap hari, konsumsi sayur dan buah setiap hari, agar sehat dan cerdas, serta cek kesehatan rutin untuk mengontrol tekanan darah, gula darah, kolesterol yang ada dalam tubuh kita. Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita untuk tetap bersama melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat, dengan menciptakan hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan”.

Upacara diikuti oleh tenaga kesehatan se-Lombok Tengah sedikitnya 2500 peserta.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan piagam penghargaan dan memberikan reward dana pembinaan kepada sanitarian berprestasi dalam mengODPkan/stop buang air besar sembarangan di desa dan kelurahan sebanyak 14 kepala desa, yakni Gerunung, Gonjak, Mekar Damai, Bilebante, Nyerot, Batu Tulis, Jontlak, Gerantung, Batunyala, Durian, Bebuak, Montong Gamang, Tampak Siring, Barabali.

Selain itu diberikan juga Reward Insentif kepada Kader Posyandu sebanyak 1.862 kader masing-masing senilai 705.000 rupiah/orang . Diserahkan juga mobil Ambulance sebanyak 8 unit kepada Puskesmas Praya, Ubung, Praya Timur, Pengadang, Darek, Mangkung, Wajageseng, Tanak Beak. Dan satu unit mobil instalasi Farmasi kepada UPT. Farmasi Dikes Lombok Tengah. (ikr/humas)

 

Pemkab Atur Siasat Mengelola Hortipark Karang Sidemen

Hortipark Karang Sidemen

Hortipark Karang Sidemen

LOTENG—Akhirnya Pemkab Loteng diberi jalan untuk mengelola sendiri Hortipark yang di Karang Sidemen. Bahkan, Pemkab Loteng saat ini sudah mulai melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan.

Diungkapkan Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT yang ditemui sejumlah awak media, Pemprov sudah menyerahkan urusan Hortipark ke Pemkab sejak beberapa waktu lalu.

Hal itu tidak lepas dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang menginginkan agar lahan ratusan hektare itu bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Kita sudah mulai kerjakan ya, kita ada juga kerjasama dengan perusahaan swasta,” ungkap Suhaili bangga.

Ditegaskan Suhaili, Hortipark Karang Sidemen yang dibuka beberapa tahun lalau dan langsung dikelola provinsi sebenarnya dihajatkan untuk kemaslahatan masyarakat secara umum. Hanya saja, yang menjadi kendala pada waktu sebelumnya karena Pemkab tidak diberi akses untuk ikut mengelola.

Sementara saat ini ketika Pemkab sudah diberi akses mengelola, Pemkab sangat yakin dalam waktu dekat, hortipark ini akan bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas, khususnya yang berada di Karang Sidemen dan sekitarnya.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Abah Uhel ini, hajat pemerintah menjadikan Karang Sidemen menjadi salah satu daerah ekonomi khusus Loteng yang bisa memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita jadikan Karang Sidemen desa penghasil kopi, nanti kita bisa buat perusahaan kopi sendiri untuk kesejahteraan masyarakat luas,” tambahnya.

Lebih jauh Suhaili mengatakan, sebagai bentuk keseriusan, Pemkab memasukan anggaran pengelolaan hortipark dalam rancangan anggaran tahun 2017. Kendati jumlahnya tidak disebutkan, tapi Suhaili memastikan cukup besar dan bisa menopang perkembangan hortipark itu untuk kemajuan perekonomian Loteng.

“Masih dibahas di KUA-PPAS,” tandasnya.

Sementara itu, anggota dewan asal BKU, Supriadi kembali mempertegas komitmen Pemkab untuk melakukan pengelolaan hortipark ini. Ia mengatakan, masyarakat dan Pemkab sendiri sudah lama menginginkan pengelolaan hortipark diserahkan ke Pemkab dan kesempatan yang diberikan ini tidak boleh disia-siakan.

“Kami yakin, kalau memang serius bisa kok,” singkatnya. (ray/humas)

Krama Adat Desa Dikukuhkan

Pengukuhan Krame Desa di Alun-Alun Tastura Praya

Pengukuhan Krame Desa di Alun-Alun Tastura Praya

4.945 Pengurus Krama Adat Desa dan 60 Dewan Pakar Kecamatan Jadi Benteng Degradasi

LOTENG—Setelah dikukuhkan oleh Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT, sebanyak 4.945 pengurus Krama Desa dan Majelis Krame Kecamatan diberikan beban berat.

Beban itu, tidak lain untuk mengembalikan kehormatan Suku Sasak yang selama ini sudah banyak yang terinjak-injak oleh degradasi moral.

“Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu adat sendiri, itu salah satu tugasnya,” tegas Bupati di sela sambutannya, Kamis 10 November 2016.

Nilai-nilai dan khasanah bangsa yang belakangan ini sudah tergerus modernisasi harus dilestarikan kembali. Masalahnya, jika hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan akan menjadikan generasi saat ini lupa akan jati dirinya sebagai Suku Sasak yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan adat istiadat.

Bila perlu, lanjut dia, pengurus Krama Desa harus membuat program yang teroganisir dan terarah untuk memuluskan tujuan ini bersama. “Harus ada komunikasi dan koordinasi antara desa yang satu dengan desa yang lain,” sambungnya.

Selain itu, tegas Suhaili menambahkan, tugas lainnya tidak lain juga untuk menjaga kondusifitas dan menyelesaikan masalah di masing-masing wilayah kerja.

Sehingga, masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat desa, kelurahan bahkan kekadusan tidak lantas langsung dibawa ke tingkat kabupaten.

Menurutnya, Krama Desa ini diharapkan menjadi wahana untuk membantu kepala desa dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.

Hal itu pula yang mendorong Pemkab melakukan penandatanganan MoU dengan Pengadilan agar ada juga pendampingan dari pengadilan bagi pengurus Krame dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan sengketa.

“Makanya tadi kita tanda tangan kerjasama dengan pengadilan,” jelasnya.

Lebih jauh Suhaili menegaskan kepada semua kepala desa dan wilayah kecamatan untuk memperhatikan kesejahteraan para pengurus Krama Desa.

Berbicara tentang teknis, Suhaili menyontohkan agar Kepala Desa bisa menganggarkan melalui ADD maupun DD untuk pembelian baju seragam berupa pakaian adat para pengurus Krama Desa agar mereka merasa diperhatikan.

“Bagaimana caranya, terserah Kepala Desa,” tukasnya dengan gigi dirapatkan disambut tepuk tangan pengurus Krame dan wajah keberatan para Kepala Desa. (ray/humas)

Upacara Hari Pahlawan di Loteng Berlangsung Khidmat

Upacara Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2016 di Alun-Alun Tastura Praya

Upacara Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2016 di Alun-Alun Tastura Praya

LOTENG—Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Muhajirin Praya berlangsung Khidmat. inspektur Upacara, AKBP Nurodin mengingatkan agar momentum peringatan hari pahlawan nasional ini dijadikan sebagai momentum untuk mengimplentasikan semangat para pahlawan nasional yang mempertahankan kemerdekaan.

Nurodin yang membacakan amanat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa menegaskan, semangat para pahlawan mempertahankan kemerdekaan RI harus bisa dijadikan contoh dan teladan bagi generasi emas bangsa saat ini.

“Semangat pertempuran 10 November yang menelan nyawa pejuang harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa saat ini,” amanat Nurodin membacakan amanat Khofifah.

Nurodin melanjutkan, semangat para pahlawan yang sudah mulai redup saat ini harus bisa dikobarkan kembali di tengah goncangan krisis mental bagi generasi penerus.

Apa yang telah diperjuangkan para pahlawan 71 tahun lalu hendaknya bisa menggugah bangsa Indonesia untuk terus bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri seperti cita-cita para pendahulu.

Dalam semangat hari pahlawan yang mengambil tema “Satukan Langkah untuk Negeri”, momentum terbaik ini tidak boleh diabaikan sama sekali. Apalagi, dengan kondisi bangsa Indonesia yang sedang carut marut di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial hingga kebudayaan, semangat juang itu harus ditumbuhkan kembali.

Dengan tema itu pula, lanjut dia, ada harapan yang terpendam bisa menggerakan seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi membangun negeri sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

Sementara itu, Wabup Loteng, L Pathul Bahri yang ditemui usai kegiatan upacara mengatakan, yang paling sulit saat ini sebenarnya mempertahankan sikap dan mentalitas masyarakat agar bisa mempertahankan kemerdekaan.

Sebab, penjajahan dan rongrongan sejumlah kalangan yang ingin merebut kemerdekaan saat ini sudah tidak lagi dengan senjata. Tetapi dengan cara merusak generasi bangsa sehingga bangsa ini tidak sadar jika mereka sudah terjajah.

“Kalau kami atas nama pemerintah, itu tantangan yang paling nyata,” singkatnya. (ray/humas)