Pemkab Lombok Tengah Terus Salurkan Bantuan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Sabtu (11/8) lalu salurkan ratusan paket bantuan kesejumlah lokasi pengungsian korban gempa yang ada di Lombok Tengah. Penyaluran dilakukan oleh Tim yang terdiri dari OPD se Lombok Tengah.

Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, S.Sos,. M.Si menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan untuk kesekian kalinya dan pada hari itu disalurkan ke 5 Kecamatan yang terdampak gempa. Antara lain Kecamatan Pringgarata, Batukliang, Batukliang Utara dan Kopang. “Kecamatan ini yang terkena cukup parah akibat gempa, “katanya.

Bantuan yang disalurkan berupa berbagai macam makanan instant, logistik berupa terpal dan juga pakaian layak pakai dan juga beras. Namun sejauh ini dari hasil pendataan dilokasi pengungsian yang ada, yang paling kurang adalah tenda pengungsi. “Untuk atasi masalah ini pihak PNPB meminta kita bersurat untuk memohon bantuan tenda tersebut dan kita sudah kirimkan suratnya agar segera terealisasi bantuan tendanya sebanyak 14 unit tenda besar, “imbuhnya.

Saat ini final pendataan, lokasi terparah terdampak gempa terjadi pada 3 Kecamatan antara lain Kecamatan Batkliang, Batukliang Utara dan Kecamatan Pringgarata. Dimasing-masing Kecamatan tersebut terdapat sejumlah titik lokasi terdampak gempa yang ada. “Penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga kondisi pulih seperti sediakala dan tidak ada keluhan lagi dari masyarakat karena tanggap darurat sampai tanggal 11 Agustus, “ungkapnya.

Korban yang meninggal sejauh ini masih tetap angkanya yakni 2 orang dan luka-luka tidak lebih dari 50 orang yang saat ini sudah ditangani oleh tim medis siaga bencana yang telah dibentuk oleh Posko Penanggulangan Bencana Lombok Tengah yang dipusatkan di Kantor Bupati Lombok Tengah. (MP)

Bupati Dorong Agar Masjid Nurul Bilad Mandalika Dihidupkan

Sebuah masjid dibangun sebagai tempat masyarakat sekitar untuk melakukan berbagai macam ibadah kepada Allah SWT. Begitu juga dengan dibangunnya. Masjid Nurul Bilad yang ada di Kuta Lombok Tengah, diharapkan bias dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat sekitar sebagai sarana ibadah. Demikian disampaikan Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT, SH dalam sambuah kesempatan di Masjid Nurul Bilad Jumat lalu, ikut hadir pada kesempatan tersebut Sekda, Kepala OPD dan jajarannya, Kepala Desa Kuta, Pemuka Agama/Masyarakat Kuta serta masyarakat lainnya.

Bupati lebih lanjut menyampaikan, hanya satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia yang pembangunannya diawali dengan Pembangunan masjid yakni KEK The Mandalika. Hal ini mempunyai makna tersendiri bagi daerah dan masyarakat yang terkenal dengan sebutan pulau seribu masjid tersebut. “Ini merupakan bagian dari keunikan gumi paer dan budaya sasak yang ada di NTB, “katanya.

Dibangunnya masjid lanjut Bupati, sekligus agar kegiatan keagamaan dan budaya bias berjalan dengan persandingan. Jangan sampai antara kegiatan kepariwisataan yang saat ini sedang dijalankan justeru mengganggu kegiatan ibadah yang sudah lama berjalan.

“Maka sejak awal para wisatawan ini kita bisakan untuk mendengar azan pada setiap 5 waktu  shalat. Agar mereka menyadari inilah budaya dan has Lombok dengan seribu masjidnya. Jangan sampai justeru orang azan dengan pengeras suara dihentikan, “jelasnya.

Malah kedepan lanjut Bupati, melalui sebuah perda pihaknya akan melaksanakan sebuah aturan, dimana selruh pelayanan yang ada ditengah-tengah masyarakat, terutama ditempat-tempat umum harus dihentikan saat azan sudah mulai berkumandang. Karena itulah nantinya yang akan menjadi salah satu ciri khas daerah yang saat ini terkenal dengan wisata halal dunia.

“Dan begitulah seharusnya yang namanya daerah wisata halal dunai, “tandasnya. Selain itu, berbagai kegiatan keagamaan nantinya akan dilakukan di Masjid Nurul Bilad tersebut dengan melibatkan Ustadz dan lembaga agama yang ada, agar Masjid Nurul Bilad senantiasa hidup.

Setiap hari Jumat akan digelar  berbagai macam kajian agama islam dan tausiah-tausiah, sehingga masyarakat diharapkan bias meramaikan setiap kegiatan yang ada di Masjid tersebut (MP)

Lombok Tengah Gelar Tablik Akbar di Bencingah Alun-ALun Tastura

Lombok Tengah gelar Tablib Akbar yang diprakarsai Jajaran Polres Lombok Tengah dihadiri Kapolda dan jajarannya, Bupati Lombok Tengah, Forkopinda, Sekda, para Tuan Guru, seluruh OPD, Camat, Kepala Desa, Guru, Pemuka Agama/Pemuka Masyarakat serta Masyarakat Lombok Tengah dan Syech Ali Jabir sebagai pemberi tausiah.

Bupati Lombok Tengah HM.Suhaili FT, SH meberikan sambutan antara lain mengatakan kegiatan ini dimaksudkan mengajak masyarakat untuk bersyukur atas berkat  hidup yang diberikan oleh Allah SWT, selain itu pula mensyukuri 73 tahun kemedekaan RI menjelang Hari Ulang Proklamasi RI yang ke 73 yang sebagai wahana untuk merajut silaturrahim kita ukhuwah persaudaraan antar kita ukhuwah dalam arti luas ukhuwah Islamiah, ukhuwah insaniah, ukhuwah wataniah bahkan yang lebih luas lagi ukhuwah basayariah.

Selanjutnya pada kesempatan ini juga kita bersama-sama berjamaah ditempat ini untuk bermunajat doa kepada Allah bertaubat memohon ampun kepada Allah bahwa yang mana seperti kita ketahui bahwa dan rasakan bersama keluarga Nusa Tenggara Barat khususnya keluarga gumi Lombok sedang diterpa ujian cobaan dengan musibah, dan pada kesempatan yang dimulai oleh Tuan Guru kita berzikir, bershalawat mudahan kita diberikan kesabaran menghadapi ujian ini yang terbesar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Timur.

Demikian pula Kapolda Nusa Tenggara Barat menyampaikan bahwa dengan kejadian musibah ini tetap selalu waspada dan selalu memberikan pengayoman terkait dengan keamanan sehingga memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan masyarakat diharapkan jangan cepat percaya dengan berita yang berbau Hoak yang di media social.

Syech Ali Jabir dalam tausiah juga menyampaikan bahwa musibah yang ada di Lombok bukan karena Allah benci kepada kita, namun Allah sangat sayang kepada kita, karena Allah memberikan rahmatnya. Oleh karena itu harus kita selalu beramal sholeh sehingga bumi ini selalu terpilihara oleh Allah SWT.

Rumah Rusak Diberikan Bantuan Sesuai Kebutuhan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah akan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban gempa yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8) sekitar pukul 17.50 wita, dengan berkekuatan 7.0 SR. “Bantuan matrial tetap akan kita berikan. Tapi itu disesuaikan sesuai kebutuhan, “ungkap Sekda Loteng, HM Nursiah, S.Sos., M.Si, Rabu (8/8).

Artinya, tidak akan dibuatkan rumh baru. Karena, kalau buat baru membutuhkan anggaran besar. Untuk itu, warga yang rumah rusak akan diberikan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan. “Bantuanpun akan diberikan secara stimulant, “kata Sekda.

Sementara, anggaran yang akan digunakan dalam penanganan rumah rusak dan bantuan logistik adalah dana tak terduga. Dimana, dana tersebut bias ada. Apalagi, di APBD tahun 2018 telah dianggarkan sebesar Rp. 1 miliar. Tidak hanya itu, di APBD pun akan dianggarkan sebesar Rp. 1 miliar. “Saya rasa cukup untuk penanganannya,”terangnya.

Sehingga, sejauh ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap kondisi rumah warga yang rusak. Setelah itu, akan dihitung sesuai kebutuhan, misalnya rusak berat apa saja yang dibutuhkan, begitu pula dengan rusak sedang dan ringan. “Kita masih lakukan validasi data, terkait jumlah rumah rusak dan total kerugian akibat kerusakan, “jelasnya.

Sehingga, hari ini (kemarin red) dilakukan rapat evaluasi dengan semua camat. Dalam pertemuannya, termasuk dibahas pemantapan pasca bencana untuk membangun dan memperbaiki rumah masyarakat yang rusak. “Termasuk kita juga menyiapkan manajemen siaga bencana, yang nantinya ada keterlibatan semua OPD, Camat, Kades, Badan Keamanan Desa (BKD), PKH, Tagana dan termasuk Swasta, “tandasnya.

Sementara, data sementara dari BPBD Lombok Tengah dan Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Untuk rumah rusak akibat gempa di Lombok Tengah sebanyak kurang lebih 1 ribu. Dimana, terdiri dari rumah rusak sebanyak 500 unit. Data ini pun baru dipetik dari tiga kecamatan, seperti Batukliang, Batukliang Utara dan Pringgarata, belum dari kecamatan lain. “Kemungkinan akan terus bertambah datanya, “kata Kepala BPBD Lombok Tengah H. Muhammad.

Sedangkan, Kepala dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum, Spd, SH., M.Pd mengatakan, jumlah sekolah yang rusak akibat gempa sebanyak 111 unit, terdiri dari PAUD, TK, SD dan SMP. “Untuk rusak berat sebanyak 16 unit, seperti di SMPN 3 Batukliang Utara. Sisanya rusak sedang dan ringan, “tungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah NTB membuka POSKO BANTUAN KORBAN GEMPA LOMBOK 2018.

SALURKAN BANTUANMU PADA LEMBAGA YANG TERPERCAYA….

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah NTB membuka POSKO BANTUAN KORBAN GEMPA LOMBOK 2018.

Salurkan Bantuan anda secara langsung ke POSKO PENANGGULANGAN BENCANA LOMBOK TENGAH Jalan Gajah Mada No.109 Praya Lombok Tengah

Atau melalui Rekening LOMBOK TENGAH PEDULI BENCANA

Bank NTB 003.22.04970.01-8 (konfirmasi wa/sms 0818547580)*

Kepedulian anda sangat membantu meringankan beban saudara kita.

Alfamart Peduli Gempa Lombok

Alfamart Peduli Gempa Lombok

Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah Menyerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana di Posko Penanganan bencana

Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah Menyerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana di Posko Penanganan bencana

Di sampaikan kepada seluruh camat ..agar dpt mengunakan freqfensi ini dlm menyampaikan perkembangan keadaan masing masing wilayah .dgn mengunakan HT. Yg di miliki.

Di sampaikan kepada seluruh camat ..agar dpt mengunakan freqfensi ini dlm menyampaikan perkembangan keadaan masing masing wilayah .dgn mengunakan HT. Yg di miliki.

Laporan. Donasi dari BPBD dan DINAS PU PR lasung di kirim ke KEC. KOPANG

Laporan. Donasi dari BPBD dan DINAS PU PR lasung di kirim ke KEC. KOPANG

Piket .....posko penanganan bencana

Piket …..posko penanganan bencana

Asisten II Sekda Buka Festival Gawe Jelo Nyensek ke-3 Desa Sukarara

Kegiatan festival Gawe Jelo Nyensek yang selalu dihadirkan ribuan penenun bukan saja perhelatan untuk warga Desa Sukarara saja, namun untuk Lombok Tengah, NTB, Indonesia bahkan untuk Dunia. Demikian disampaikan Bupati Lombok Tengah HM.Suhaili FT, SH dalam sambutannya pada acara festival Gawe Jelo Nyensek ke 3 yang disampaikan Asisten II Lombok Tengah, Ir. Nasrun, Sabtu (28/7 di Desa Sukarara Kecamatan jonggat.

Lebih jauh disampaikan bahwa dengan kegiatan tersebut Bupati berharap agar kain songket semaki  menggema keseluruh penjuru dunia. Kain songket merupakan salah satu hasil kerajinan khas Lombok yang pombuatannya telah dilakukan secara turun temurun oleh nenek moyang Desa Sukarara. “Bahkan hingga usia Desa Sukarara mencapai HUTnya ke 263 tahun ini, pembuatan kain songket masih terus dilakukan, “katanya.

Dengan kondisi itu, maka Pemerintah bertugas untuk melakukan pembinaan, bagaimana agar produksi kain songket yang kini menjadi salah oleh-oleh khas sasak itu  bisa terus berkelanjutan. Selain itu agar kwalitas hasil produksi terus bisa dijaga sepanjang masa.” Apalagi kalau kegiatan membuat kain songket itu ditambah dengan keramahtamahan, maka dengan sendirinya wisatawan akan semakin banyak berdatangan dan membeli produk kain songket tersebut, “imbuhnya.

Pada kesempatan  tersebut, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Lombok Tengah Ir. Nasrun tersebut, Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mengambil momentum atau aji mumpung terhadap produknya dengan menjualnya dengan harga yang tidak sesuai. Karena hal itu justeru akan berdampak sangat merugikan. “Apalagi saat era Media Sosial saat ini, berita-berita negative begitu cepat tersebar keseluruh dunia, “tandasnya.

Pada kegiatan festival Gawe Jelo Nyensek yang sekaligus dirangkai dengan HUT ke 263 Desa Sukarara tersebut, tidak ada komunikasi langsung sama sekali dengan Pemkab Lombok Tengah karena kegiatan itu atas tekad pihak desa akan coba dilakukan secara mandiri. Namun demikian Bupati tegaskan kalau kegiatan itu harus tetap menjadi kalender event pariwisata di Lombok Tengah. “Jangan sampai kita lepas dengan kegiatan yang menambah warna pariwisata Lombok Tengah, “ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sukarara, Timan dalam sambutannya menyampaikan, tahun ini kegiatan tersebut murni hanya didanai dari APBDes yakni sebesar Rp. 140 juta. Dan digelar dengan pola berbeda yakni berturut-turut selama 3 hari kedepan dengan peserta sebanyak 500 orang penenun sehari. “Ini merupakan hari pembukaan dan mohon pada penutupan nanti Bupati berkenan hadir, “harapnya.

Pola pelaksanaan selama 3 hari tersebut lanjut Kades merupakan serapan dan aspirasi dari masyarakat. Untuk itu seluruh pihak diharapkan kritik sdan sarannya terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi penganggaran kegiatan itu merupakan persetujuan dari BPMD selaku Pembina Desa. “Banyak yang ragu bila kegiatan ini digelar selama 3 hari dengan anggaran yang ada, namun Alhamdulillah bisa karena ada swadaya masyarakat talangi kekurangannya, “pungkasnya. (MP)