Tujuh Atlet Loteng Lolos ke PON Papua 2020

28 November 2019 administrator 200 kali dibaca

LOMBOK TENGAH, Sebanyak 7 atlet Lombok Tengah dipastikan lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papuan tahun 2020 mendatang. Pencapaian itu diraih berdasarkan hasil pra PON yang dilakukan di Jawa Barat dan Kalimantan beberapa waktu lalu. Dari persaingan yang terjadi, bukti nyata atlet kita mampu mengungguli atlet dari provinsi lain. “Ketujuh atlet kita yang akan ikut ke PON Papua dari cabor, boxer 1 orang, kempo 2 orang, tenis meja 1 orang, panjat tebing 2 orang dan atletik tolak peluru 1 orang,” ungkap Ketua , harian KONI Loteng, HL Muliawan di Bencingah Alun-Alun Tastura Loteng, Kamis (27/11).

Atas prestasi yang di raih ketujuh atlet kita, ia mengaku bangga melihat semangat dan tekad anak-anak kita dalam perjuangannya untuk bisa lolos ke PON Papua 2020. “Saya yakin ini tidak mudah, perjuangan mereka dalam mengguguli atlet-atlet dari provinsi lain menjadi bukti bahwa mereka memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa,” katanya.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada para atlet yang lolos ke PON Papua 2020. Untuk itu, ia akan berusaha memberkan reward kepada mereka, agar bisa menjadi motivasi, sehingga para atlet bisa Herjuang secara optimal dan meraih Juara serta membawa harum nama daerah. “Sebenarnya semuanya sekerang sudah menjadi tanggungjawab Provinisi mulai dari latihan dan segalanya,” terangnya.

Ia pun berharap dengan keberhasilan anak-anak kita ini, mampu menularkan semangat kepada genarasi muda yang lainnya maupun cabor lainnya. “Kami akan terus mendukung semua anak-anak kita dalam meraih prestasinya. Dengan menyiapkan dan memfasiltasi semuaa cabor dalam setiap kompetisi yang dilakukan” ujarnya.

Memang dari kaca mata selama ini, banyak atlet kita yang memiliki kemampuan atau bakat yang bagus. Hanya tinggal menggali dan memolesnya saja, sehingga mereka bisa menjadi atiet yang berprestasi. “Salah satu dulu kita punya atlet di cabor pencak silat. Malah sudah berapa kali meraih mendali emas. Hanya saja sekarang sudah menurun. Sehingga inilah yang menjadi tugas dan PR kita bersama untuk mengasah kemampuannya lagi. Begitu juga di cabor lain banyak anak-anak kita yang berbakat. Tinggal kita mengasahnya ilmunya saja,” pungkasnya.