Loteng Kembali Raih WTP?

PRAYA-Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, berpeluang besar mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, untuk kali ke 7. Hal itu mencuat, setelah lawatan mantan Ketua BPK RI Profesor Harry Azhar Azisnk ePendopo Bupati, kemarin (4/12).

“WTP ke 7 kalinya ini  masih kurang. Karena, Pemerintak Bupaten harus bersemangat lagi meningkatkan  indikator kesejahteraan masyarakat, saran Profesor Harry.

Kendati demikian, pihaknya menilai kalau dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB kinerja dan program kerja Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, di atas rata-rata nasional. Khususnya, menyangkut tata kelola keuangan daerah dan tata kelola asst daerah.

Terbukti, sanjugnya lagi sudah berkali-kali mendapat WTP. Padahal, predikat semacam itu tidaklah mudah. Namun, Bupati mampu menunjukkan keberhasilannya, fisik maupun non fisik. Atas dasar itulah, BPK RI memutuskan mengubah pola pemeriksaan. Kedepan, pemeriksaannya tidak lagi manual, tapi berbasis teknologi.

“Ada empat Kabupaten yang kami terapkan seperti itu. Sisanya, masih manual, “ujarnya. “Kunci keberhasilan adalah koordinasi. Itu saja. “lajut Profesor Harry.

Kata koordinasi, diakuinya mudah diucapkan, tapi sulit diterapkan. Karena dengan koordinasi, maka setiap kekurangan yang ada, dengan cepat ditutupi. Kemudian, setiap kelebihan yang ada, dengan cepat dipsempurnakan lagi. “Mohon petunjuk, apakah boleh kami berikan predikat yang sama seperti BPK, bagi desa-desa, “sambung Sekda Loteng HM. Nursiah.

Bagi desa yang dinaggap berhasil, tambahnya akan diberikan predikat WTP. Kemudian, perghargaan atas predikat yang diterima. Begitu seterusnya. Jika diperbolehkan secara hukum, maka Inspektoratlah sebagai penanggungjawabnya. “Seperti itu, ujar orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut. (Lombok Post)