Loteng Siapkan Rp. 95 Miliar untuk Penanggulangan Angka Kemiskinan

Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP dalam keterangan persnya kemarin menyatakan, Data kemiskinan untuk tahun ini belum pihaknya terima dari BPS. Dan kalau dikaitkan dengan dampak gempa yang terjadi diwilayah Lombok Tengah dengan data kemiskinan di Lombok Tengah, pihaknya mengakui dampaknya kecil sekali. “Kami tetap berharap, untuk data kemiskinan di Lombok Tengah untuk tahun 2018 ini terus menurun, “harapnya.

Wakil Bupati menegaskan, untuk menurunkan angka kemiskinan di Lombok Tengah. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dengan pihak terkait lainnya tetap konsen untuk terus menurunkan angka kemiskinan itu. Bahkan, pihaknya menegaskan siapapun tidak bisa memprediksi angka kemiskinan keluar dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah murni hanya menerima hasil angka kemiskinan itu dari BPS.

Termasuk indikator kuisionerrintah Kabupaten Lombok Tengah murni hanya menerima hasil angka kemiskinan itu dari BPS.

Termasuk indikator kuisionernya lanjut Wakil Bupati, hampir mencapai 400 indikator. Dan yang paling tahu tentang hal itu hanya BPS. Sebab mereka yang memiliki ilmu itu. “Namun tetap kami berWakil Bupati, hampir mencapai 400 indikator. Dan yang paling tahu tentang hal itu hanya BPS. Sebab mereka yang memiliki ilmu itu. “Namun tetap kami berharap dengan terjadinya gempa kemarin, tidak berpengaruh besar terhadaharap dengan terjadinya gempa kemarin, tidak berpengaruh besar terhadap angka kemiskinan yang terjadi di Lombok Tengah, “harapnya.

Namun yang perlu diperhatikan saat ini kata Wakil Bupati, yaitu terkait dengan kesenjangan antaraa pihak yang kaya dengan yang miskin kedepannya. Apalagi untuk penurunan angka kemiskinan target yang ditetapkan oleh Provinsi yang sebelumnya mencapai 2 persen, malah saat ini menargetkan 1,5 persen. Apalagi semakin kecil semakin berat. Beda-beda indikator dalam setiap penurunan angka kemiskinan itu. “Kalau kami di Lombok Tengah targetnya untuk penurunan angka kemiskinan dari angka 1 persen sampai dengan 1,5 persen,”kata H. Lalu Pathul Bahri.

Dimana untuk tahun  2019 menurut Wakil Bupati, anggaran penurunan angka kemiskinan mencapai kurang lebih Rp. 95 miliar, dimana anggaran ini yang menyentuh langsung ke masyarakat. Dimana dengan anggaran itu diperuntukkan untuk banyak sekali kegiatan yang dikelola oleh 15 OPD yang terlibat untuk sasaran penanggulangan kemiskinan ini. (MP).