Pemilihan Terune Dedare Meriahkan HUT Lombok Tengah

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Lombok Tengah mulai dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten. Bahkan sejumlah kegiatan prosesnya sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Rangkaian HUT ke 73 tahun ini dibungkus dalam Bulan Pesona Mandlikan Solah Soleh Soloh dengan rangkaian kegiatan selama sebulan penuh.

Salah satu dari rangkaian perayaan HUT ke 73 Lombok Tengah itu, kegiatan pemilihan Teruna Dedare yang biasa digelar setiap tahunnya dengan melibatkan seluruh pelajar dan masyarakat Lombok Tengah. Dimana saat ini proses pemilihan Teruna Dedare tersebut sudah dimulai. “Kita saat ini sedang melakukan audisi ke seluruh kecamatan yang ada di Lombok Tengah,”kata panitia yang juga Ketua Yayasan Terune Dedare, Ahmad Rifani, rabu *5/9) di kantor Bupati setempat.

Sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan oleh panitia, persyaratan bagi peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini yakni umur 16 tahun sampai dengan umur 22 tahun. Audisi yang sedang dilakukan saat ini merupakan audisi yang khusus untuk para pelajar.”kalau untuk umum silahkan saja persiapkan diri karena audisi akan dilakukan pada tanggal 9 oktober 2018 ini, “ungkapnya.

Puncak Pemilihan Teruna Dedare tersebut lanjut Ivan, akan digelar pada tanggal 6 Oktober 2018 di Bencingah Adiguna Alun-Alun Tastura Praya Lombok Tengah. “Puncaknya berupa Grand Final yang kita kemas dalam Tastura Fashion Carnaval atau TFC dengan sekitar 40 peserta, “katanya.

Rangkaian Grand Final akan digelar dari pukul 14.00 Wita hingga pada malam harinya dengan jedda waktu shoalt Magrib dan Isya pada tanggal 6 Oktober 2018 tersebut.

Pada acara Grand Final itu, juga dirangkai dengan Kisd Fashion Carnaval atau KFC yang dilibatkan fashion anak-anak. Untuk KFC itu sendiri saat ini masih kegiatan rintisan yang akan dikembangkan di Lombok tengah. “Untuk pertama ini nanti kita batasi hanya untuk 15 anak saja dulu,”imbuhnya.

Ivan berharap seluruh masyarakat Lombok Tengah mendukung kegiatan ini, karena kegiatan itu selain sebagai salah satu daya tarik wisata dan sekaligus melestarikan budaya sasak dengan mengenalkannya kepada putra putrid an anak-anak Lombok.

Saat ini begitu jarang anak-anak kita tahu dengan budayanya, melalui kegiatan ini kita perkenalkan agar mereka suka dan peduli dengan budayanya,”pungkasnya. (MP)