Desa Jelantik sebagai Tuan Rumah STQ ke 25 Tingkat Kecamatan Jonggat

Lombok Tengah-Desa Jelantik sebagai tempat penyelenggaraan STQ ke 25 Tingkat Kecamatan Jonggat yang di hadiri PLT Bupati Lombok Tengah, Camat Jonggat, Forkopinca, para Kepala Desa Se-Kecamatan Jonggat, Kepala UPTD/B se-Kecamatan Jonggat, Pemuka Agama, Pemuka Masyarakat, Kepala Dusun se Desa Semoyang, para Kafilah dari masing-masing Desa dan masyarakat lainnya.

pada kesempatan itu Ketua Panitia Suhaimi, MH melaporkan bahwa jumlah peserta  untuk STQ tingkat Kecamatan Jonggat ke XXV berasal dari 13 Desa  yang di Kecamatan Jonggat 211 Putra-Putri, kemudian akan mengikuti 3 majelis dengan 8 mata lomba mulai dari tilawah, Tahfidz dan Tafsir mulai dari Bahasa Arab, Alhamdulillah kalau melihat peserta ini kami asumsikan bahwa  antusiasme masyarakat Jonggat  masih tinggi dan cintanya pada Al-Qur’an. STQ akan dilaksanakan dari tanggal 8 sampai dengan 12 Maret 2018 yang tentu hasilnya nanti akan jadi duta Kecamatan Jonggat pada perhelatan STQ XXV tingkat Kabupaten Lombok Tengah yang pelaksanaan di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah.

Dalam sambutan sekaligus membuka STQ XXV PLT Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, SIP menyatakan bahwa apresiasi dan terima kasih kepada LPTQ Kecamatan Jonggat yang punya ide gagasan yang tentu mala mini kita berada di Desa Jelantik dan akhirnya nanti bergiliran di 13 Desa setiap tahun akan melaksanakan acara MTQ/STQ, kemudian  disampaikan STQ ini nanti dibawa hasilnya ketingkat Kabupaten yang tahun ini giliran Kecamatan Praya Tengah, hasil di Kabupaten nanti akan dibawa ketingkat Provinsi yang pelaksanaannya di Kota Mataram dan siapa saja yang dari Lombok Tengah mendapat juara 1 diberikan rewordnya adalah Umrah, tahun kemarin sebanyak 19 orang dapat juara dan itu kita umrahkan kenapa ini penting menjadi perhatian kita semua, harapan kami para qori-qori’ah, Hafidz-Hafidzah ini menjadi filter kondisi kekinian zaman yang akan datang di Kabupaten Lombok Tengah kedepan khusus di Kabupaten Lombok Tengah, dengan tidak mengurangi rasa hormat bagaimana alasan kalau setiap tahun setiap desa itu menganggarkan di APBDes MTQ dan STQ.

Dikatakan pula bahwa keberhasilan pembangunan Lombok Tengah merupakan berkat doa orang banyak  siapa yang banyak itu termasuk doanya para qori-qoriah, hafidz-hafizah dan anak yatim piatu, coba difikirkan bahwa kadus dan kades setiap tahun kita kumpulkan anak yatim itu, tahun kemarin anak yatim 13 ribu kalau kita berikan sama-sama Rp. 100 ribu maka akan menghabiskan Rp. 1 miliar. “ disampaikan pula bahwa kalau kita tidak membuat filter susah kondisi zaman yang akan datang, sebulan yang lalu teri surat dari PUPR untuk membebaskan tanah jalan baru dari Bandara sampai pantai aan sepanjang 17 km, tapi Lombok Tengah diberikan jatah 2 km, mudah-mudahan sisanya itu dari pemerintah pusat lebar jalan ini 100 meter akan dibangun menjadi 8 jalur baru dari Bandara sampai Pantai Aan, kenapa itu dibangun akan dibuat seperti yang ada di Perancis karena GSB berinvestasi ke Lombok 6 Triliyun untuk membangun sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus yang di Kuta itu. “ pada kesempatan sempat juga bertanya kepada ITDC kalau mulai sirkuit datang palintino Rosy dan lain-lain, kalau mulai even itu bukan 1000-2000 orang yang akan datang hingga bisa mencapai 400 Ribu orang.

“Untuk itu apa korelasi MTQ/STQ ini buat pembangunan, lima tahun setelah lewat PAD Lombok Tengah bertengger diantara 35 miliar, jungkir balik mencari sumber-sumber PAD 35 miliar aja kita dapati, saat ini dari 35 miliar sudah menjadi 190 miliar dan dulu 5 tahun APBD Lombok Tengah hanya berkisar sampai 850-900 miliar, sekarang ini sudah mencapai 1,9 triliyun ini berkat kerja keras masyarakat Lombok Tengah bukan saja hasilnya Suhaili – Pathul saja.” sekarang ini ada Club Mad akan dibangun dengan 1,4 Triliyun, Fullman sudah mulai dengan anggaran 900 miliar, ada SASA membuat satu buah hotel muslim yang konsep makanan halal dengan nilai investasi 2 Triliyun, ada Jaya Mandiri 400 miliar orang Malaysia membawa uang untuk membangun hotel dengan nilai investasi 600 miliar, sudah menandatangi LUDA.

Seiring waktu tentu orang akan banyak datang ke Lombok Tengah apa maknanya kalau dia banyak datang, sebagai ilustrasi bahwa yang datang dari Sumbawa,Dompu dan Bima sampai dengan jutaan, namun lima ratus orang saja yang pergi ke Jakarta dalam satu tahun bahkan yang banyak itu tidak berhenti belanja di Kabupaten Lombok Tengah, begitu sampai di Kayangan dia langsung ke Mataram langsung ke Bandara banyak ke Jakarta bahkan atau begitu sampai kayangan dia langsung ke bandara berangkat ke Jakarta, balik dari Jakarta sampai Bandara langsung ke Kayangan pulan ke Kampung halamannya, itu sebabnya kita saat ini akan mulai membangun pasar Jelojok kengkap dengan fasilitas penunjangnya dengan biaya 79 miliar.