Musrenbang Kecamatan Batukliang dibuka Sekda Loteng

Lombok Tengah-Pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Batukliang di buka oleh Sekda Kabupaten Lombok Tengah HM. Nursiah, S.Sos.,M.Si yang dihadiri oleh, perwakilan dari OPD, Forkopinca, Perwakilan dan delegasi dari desa se Kecamatan Batukliang selaku wali amanah, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Camat Batukliang Drs. Lalu Sabit pada kesempatan menyatakan bahwa Musrenbang Kecamatan Batukliang merupakan lanjutan dari Pra Musrenbang  yang telah dilaksanakan pada tangga 21 Februari 2018 yang lalu dimana hasil dari Pra Musrenbang tersebut akan di musyawarahkan pada Musrenbang Tingkat Kecamatan ini, guna merumuskan, mempertajam dan mengsingkronkan program kegiatan pembangunan yang akan pada tahun 2019 mendatang dengan program/kegiatan SKPD.” Camat juga menyampaikan gambaran umum tentang keadaan Kecamatan Batukliang sebagai berikut bahwa Kecamatan Batukliang saat ini terdiri dari 10 Desa dipinitif dan 1 Desa persiapan, dengan jumlah dusun 151 dusun dan 619 RT, luas wilayah 50,37 Km2 dengan jumlah penduduk 94.214 jiwa, sesuai Perbud 23 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa (SOTK) bahwa dari 10 Desa dipinitif yang ada di Kecamatan Batukliang 2 desa berstatus Desa Swasembada lanjut dan 8 Desa berstatus Desa Swakarya sehingga jumlah perangkat desa khususnya Kasi dan Kaur 60 orang, Sekdes 11 orang termasuk Sekde Desa Persiapan dan Kadus selaku unsure pelaksana wilayah sejumlah 151 orang, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa telah mengacu pada Perbup 23 Tahun 26 tentang Pedoman Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.”Dikecamatan Batukliang juga terdapat sarana ekonomi berupa Pasar umum 3 unit, 1 unit pasar hewan, 46 unit, Toko Serta 502 Unit Kios, 2 unit Koperasi Unit Desa dan 2 Unit Bank, dan 10 buah Bumdes.”Sedangkan fasilitas kesehatan di Kecamatan Batukliang terdapat 2 Unit Puskesmas yaitu Puskesmas Mantang dan Puskesmas Aik Darek, 8 Unit Pustu dan 9 Unit Polindes dan 123 Posyandu. Untuk fasilitas pendidikan di Kecamatan Batukliang terdapat 20 TK/RA, 65 SD/MI, 24 SMP/MTs, 12 SMA/MA, dan 1 buah Perguruan Tinggi Swasta.”dikatakan pula masih tinggi biaya produksi yang dikeluarkan petani, dalam rangka peningkatan produksi menuju swasembada pangan sehingga usulan yang muncul terutama untuk bantuan langsung kepetani baik dalam bentuk BLBU palawija, bantuan Handtraktor dll. Pada Bidang Sosial dan Pembangunan Manusia bahwa pada bidang ini masih didominasi dengan pembangunan/rehabilitasi sarana prasarana pendidikan dasar baik untuk SD/MI maupun SMP/MTs serta bantuan beasiswa berprestasi, ketersediaan sarana prasarana kesehatan masih menjadi usulan prioritas seperti pembangunan Pustu, Poskesdes maupun Puskesmas, disamping itu ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan dan kesejahteraan kader kesehatan, pelatihan wirausaha bagi masyarakat menjadi usulan prioritas hal ini berkaitan dengan meningkatnya julah angkatan kerja serta tuntutan realitas persaingan kehidupan yang sangat membutuhkan SDM berkualitas. “Untuk Bidang Infrastruktur Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah. Kondisi jalan Kabupaten yang menghubungkan antardesa dalam kecamatan batukliang masih banyak mengalami kerusakan dan kondisinya sangat membutuhkan perhatian sehingga masih menjadi prioritas utama, disamping itu pembangunan dan rehabilitasi jembatan pembangunan talud irigasi, pembangunan rumah tidak layak huni, penyediaan air bersih, penambahan jaringan listrik, pembangunan drainase, serta pengolahan limbah masih menjadi prioritas usulan masyarakat.” Sementara pada bidang Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dan Pemberdayaan Manusia bahwa pada bidang ini pemekaran desa menjadi prioritas utama, mengingat dampak positifnya bagi percepatan pembangunan dan akses pelayanan public yang semakin cepat dan tepat.

Dalam kesempatan tersebut Sekda saat membuka pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Praya Tengah menyatakan, sebagaimana amanat Undang-Undang 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri nomor 54 tahun 2010 tentang pedoman pelaksanaan perencanaan pembangunan, pelaksanaan Musrenbang kecamatan ini merupakan tindak lanjut dalam membawa, mengawal dan merumuskan amanah masyarakat yang telah disepakati dalam Musrenbang tinga Desa beberapa waktu lalu. Pada saatnya nanti, amanah tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah tahun 2019, oleh karena itu kedudukan dan peran Musrenbang tingkat kecamatan ini sangat penting dalam upaya mempertemukan antara apirasi masyarakat dengan perencanaan yang disusun oleh pemerintah daerah.

Mengingat pentingnya Musrenbang tingkat Kecamatan ini tegas Sekda, maka seluruh masuarakat Lombok Tengah bersama-sama dengan seluruh jajaran pemerintah daerah perlu menuyatukan tekad dan fikiran untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, sebab perencanaan yang baik haruslah melalui proses yang baik pula dengan mengacu pada prioritas kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah. Momentum ini lanjut Sekda, merupakan kesempatan untuk berdialog dan mengintegrasikan pandangan semua elemen masyarakat dengan memanfaatkan segala pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dalam menentukan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat.”Untuk itu, saya mengajak saudara semua untuk bekerja sekuat tenaga, berlari lebih cepat lagi di tahun 2019, karena tantangan kedepan yang kita hadapi semakin berat.”ujarnya.

Melalui ikhtiar dan kerja keras seluruh elemen masyarakat lanjut Sekda Setda, Kabupaten Lombok Tengah, saat ini telah peroleh hasil-hasil pembangunan, terutama peningkatan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dalam enam tahun terakhir.”Kita harapkan dengan terus bekerja keras dan ikhtiar tiada henti, cita-cita untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan,”harapnya.

Tanpa bermaksud takabbur menurut Sekda, beberapa komponen yang telah mampu diraih sampai dengan saat ini antara lain: Pada bidang pengelolaan keuangan daerah, Lombok Tengah meraih pencapaian target laporan keuangan dengan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) lima tahun berturut-turut (2012-2016).

Dalam bidang infrastruktur, pembangunan jalan kabupaten, pemasangan JPU di sepanjang jalan strategis kabupaten, saluran irigasi induk dan sekunder dalam kondisi baik. Pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang termasuk dalam proyek strategis nasional ini juga mendapatkan dukungan penuh pemerintah pusat kini tengah berjalan dengan beberapa investor hotel kelas dunia dengan nilai investasi triliunan rupiah.”Harapan kita semua tentu pembangunan tersebut dapat berdampak langsung kepada masyarakat sekita dan memajukan perekonomian daerah,”harapnya.

Peningkatan daya saing pariwisata sebagai salah satu sector unggulan diharapkannya mampu memberikan dampak multiplaiyer effect baik dalam penyerapan tenaga kerja, penyerapan berbagai produk mental dan produk olah daerah dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat.

Kemudian pertumbuhan ekonomi dapat dilihat pada laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah selama tiga tahun terkahir sebesar 5,84 %. Pada tahun 2016 perekonomian kabupaten Lombok Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 5,6 %. Keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk mengalami peningkatan dalam periode tahun 2012-2016. Hal ini kata Sekda tercernin dari angka harapan hidup penduduk kabupaten Lombok Tengah, pada tahun 2012 mencapai 64 tahun, menjadi 65,01 tahun pada tahun 2016. Disamping itu selama kurun waktu tersebut, IPM Kabupaten Lombok Tengah meningkat 2,65 poin atau 4,38 persen, dengan rata-rata pertumbuhan 1,13 persen per tahunnya dimana pada tahun 2012 adalah 62,74 persen meningkat menjadi 65,81 persen tahun tahun 2016.

Capaian yang telah diraih tersebut menurut Sekda, tidak lantas membuat kita harus berpuas diri, melainkan menjadi cambuk bagi kita untuk terus menjadi lebih baik. Pengembangan sector-sektor strategis seperti pariwisata sebagai lokomotif pembangunan harus terus dipacu. Penataan dan pengembangan distinasi yang didukung kondisi kamtibmas yang kondusif, pengembangan atraksi seni budya yang didukun dengan penguatan kapasitas lembaga keagamaan, lembaga adat dan kemasyarakatan, dan pengembangan produk unggulan daerah yang didukung oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha.

Di bidang pendidikan dan kesehatan Sekda menjelaskan, harus dapat mewujudkan pemerataan dalam akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas untuk seluruh warga Lombok Tengah. Prioritas dapat diarahkan pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk mandiri hidup sehat.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah upaya reformasi birokrasi dengan mengutamakan aparatur pemerintah yang memiliki komitmen dalam memberikan layanan kepada masyarakat serta memiliki kompetensi sesuai dengan pekerjaan akan terwujud dengan baik an sesuai harapan apabila kita tetap “bersatu” dalam pembangunan.