Asisten II buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Praya Tengah

Lombok Tengah-Pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Praya Tengah di buka oleh Asisten II Setda Kabupaten Lombok Tengah Ir. H.Nasrun, MM yang dihadiri oleh, perwakilan dari OPD, Forkopinca, Perwakilan dan delegasi dari desa se Kecamatan Praya Tengah selaku wali amanah, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Camat Praya Tengah Drs. Nasri,. MM pada kesempatan itu melaporkan terkait dengan keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Praya Tengah yang terdiri dari 9 desa difinitif plus 1 desa persiapan dan 3 kelurahan sama dengan 13, selama 2017 terjadi angka kriminalitas 34 kali sebagai laporan saja karena menyangkut masalah keamanan sangat penting yang didominasi oleh curanmor 18 kali, perampokan/pencurian 15 kali, dan pencabulan sekali, komplin terhadap masyarakat yang ditangani dapat diselesaikan denga baik, kemudian disampaikan dari 4 bidang ini secara ringking semunya mau ringking satu, bahwa peningkatan kapasitas pemerintahan daerah dan pemberdayaan masyarakat dengan OPD pelaksana BPMD, Satpol PP, BPN, APU dan Dishub mencapai 2,1 miliar usulannya, Bidang Sosial dan Pembangunan Manusia dengan OPD pelaksana Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Bagian Kesra, Dikes, DP3APKB, Disnakertrans dan Kemenag mencapai 12,755 miliar, kemudian satu yang ketiga mulai Infrastruktur pembangunan jalan sampai penalutan, penerangan jalan dan seterusnya ini dia minta cukup besar mencapai angka 30 miliar dikawal oleh Dinas PUPR dan PERKIM, Dinas Parwisata dan Dinas Perhubungan, berikutnya bidang untuk bidang yang ketiga mau ringking satu aja mulai bidang sarana teknologi pertanian, rehabilitasi jalan irigasi, pembibitan, perikanan tangkap dan lain-lain sampai pengelolan Bumbdes, peralatan Marawis ini mencapai angka 12,36 miliar cukup pantastis dari seumber dana APBN, APBD I, dan II ini yang dikawal oleh Dinas Pertanian, DPMD, Dinas Pariwisata dan dinas lainnya dan satu yang terakhir total yang minta untuk pagu indikatif sesuai dengan arahan dari Kabid Bappeda ini mencapai angka 64,76250 miliar mudah-mudahan usulan ini harapannya bisa terkabulkan.

Dalam kesempatan tersebut Asisten II saat membuka pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Praya Tengah menyatakan, sebagaimana amanat Undang-Undang 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri nomor 54 tahun 2010 tentang pedoman pelaksanaan perencanaan pembangunan, pelaksanaan Musrenbang kecamatan ini merupakan tindak lanjut dalam membawa, mengawal dan merumuskan amanah masyarakat yang telah disepakati dalam Musrenbang tinga Desa beberapa waktu lalu. Pada saatnya nanti, amanah tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah tahun 2019, oleh karena itu kedudukan dan peran Musrenbang tingkat kecamatan ini sangat penting dalam upaya mempertemukan antara apirasi masyarakat dengan perencanaan yang disusun oleh pemerintah daerah.

Mengingat pentingnya Musrenbang tingkat Kecamatan ini tegas Asisten II, maka seluruh masuarakat Lombok Tengah bersama-sama dengan seluruh jajaran pemerintah daerah perlu menuyatukan tekad dan fikiran untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, sebab perencanaan yang baik haruslah melalui proses yang baik pula dengan mengacu pada prioritas kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah. Momentum ini lanjut Asisten II, merupakan kesempatan untuk berdialog dan mengintegrasikan pandangan semua elemen masyarakat dengan memanfaatkan segala pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dalam menentukan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat.”Untuk itu, saya mengajak saudara semua untuk bekerja sekuat tenaga, berlari lebih cepat lagi di tahun 2019, karena tantangan kedepan yang kita hadapi semakin berat.”ujarnya.

Melalui ikhtiar dan kerja keras seluruh elemen masyarakat lanjut Asisten II Setda, Kabupaten Lombok Tengah, saat ini telah peroleh hasil-hasil pembangunan, terutama peningkatan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dalam enam tahun terakhir.”Kita harapkan dengan terus bekerja keras dan ikhtiar tiada henti, cita-cita untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan,”harapnya.

Tanpa bermaksud takabbur menurut Asisten II, beberapa komponen yang telah mampu diraih sampai dengan saat ini antara lain: Pada bidang pengelolaan keuangan daerah, Lombok Tengah meraih pencapaian target laporan keuangan dengan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) lima tahun berturut-turut (2012-2016).

Dalam bidang infrastruktur, pembangunan jalan kabupaten, pemasangan JPU di sepanjang jalan strategis kabupaten, saluran irigasi induk dan sekunder dalam kondisi baik. Pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang termasuk dalam proyek strategis nasional ini juga mendapatkan dukungan penuh pemerintah pusat kini tengah berjalan dengan beberapa investor hotel kelas dunia dengan nilai investasi triliunan rupiah.”Harapan kita semua tentu pembangunan tersebut dapat berdampak langsung kepada masyarakat sekita dan memajukan perekonomian daerah,”harapnya.

Peningkatan daya saing pariwisata sebagai salah satu sector unggulan diharapkannya mampu memberikan dampak multipier effect baik dalam penyerapan tenaga kerja, penyerapan berbagai produk mental dan produk olah daerah dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat.

Kemudian pertumbuhan ekonomi dapat dilihat pada laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah selama tiga tahun terkahir sebesar 5,84 %. Pada tahun 2016 perekonomian kabupaten Lombok Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 5,6 %. Keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk mengalami peningkatan dalam periode tahun 2012-2016. Hal ini kata Sekda tercernin dari angka harapan hidup penduduk kabupaten Lombok Tengah, pada tahun 2012 mencapai 64 tahun, menjadi 65,01 tahun pada tahun 2016. Disamping itu selama kurun waktu tersebut, IPM Kabupaten Lombok Tengah meningkat 2,65 poin atau 4,38 persen, dengan rata-rata pertumbuhan 1,13 persen per tahunnya dimana pada tahun 2012 adalah 62,74 persen meningkat menjadi 65,81 persen tahun tahun 2016.

Capaian yang telah diraih tersebut menurut Asisten II, tidak lantas membuat kita harus berpuas diri, melainkan menjadi cambuk bagi kita untuk terus menjadi lebih baik. Pengembangan sector-sektor strategis seperti pariwisata sebagai lokomotif pembangunan harus terus dipacu. Penataan dan pengembangan distinasi yang didukung kondisi kamtibmas yang kondusif, pengembangan atraksi seni budya yang didukun dengan penguatan kapasitas lembaga keagamaan, lembaga adat dan kemasyarakatan, dan pengembangan produk unggulan daerah yang didukung oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha.

Di bidang pendidikan dan kesehatan Asisten II menjelaskan, harus dapat mewujudkan pemerataan dalam akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas untuk seluruh warga Lombok Tengah. Prioritas dapat diarahkan pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk mandiri hidup sehat.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah upaya reformasi birokrasi dengan mengutamakan aparatur pemerintah yang memiliki komitmen dalam memberikan layanan kepada masyarakat serta memiliki kompetensi sesuai dengan pekerjaan akan terwujud dengan baik an sesuai harapan apabila kita tetap “bersatu” dalam pembangunan.