Lombok Tengah Dorong Pertumbuhan Desa Wisata

Lombok Tengah

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengapresiasi keberadaan desa wisata. Dalam hal ini Pemkab Lombok Tengah mendorong pertumbuhan dari desa wisata tersebut.

Kepala Dinas Parisiwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Lombok Tengah HL. Moh Putria menuturkan, keberadaan desa wisata merupakan ide baru untuk dikembangkan. Dimana, desa yang merasa memiliki potensial local bisa untuk mengembangkannya. “Kami dorong untuk semakin perbanyak desa wisata, “ujarnya.

Keberadaan desa wisata ini menurutnya tidak akan mengganggu kawasan wisata lainnya. Melainkan dengan adanya desa wisata ini menjadi penunjang semua aspek pariwisata ada di Lombok Tengah. Termasuk distinasi buatan.” Dengan begitu semua potensi yang ada di Lombok Tengah bisa diekspose. Tanpa saling mengganggu bahkan akan saling melengkapi,”tuturnya.

Saat ini, sejumlah desa yang sudah mengembangkan konsep wisata berbasis potensi local sudah semakin banyak seperti, Desa Wisata Mas-Mas yang ada di Kecamatan Batukliang Utara, Desa Wisata Setanggor Kecamatan Praya Barat, Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata dan desa lainnya.

“Tentu dengan cara seperti itu, desa tersebut sudah mulai mandiri dan bisa mengangkat potensi local yang dimiliki,”tuturnya. Keberadaan desa wisata ini selain untuk mengangkat potensi local, juga menjadi salah satu cara percepatan pengembangan destinasi wisata. Dimana dari data yang dimiliki Disbudpar Lombok Tengah menyebutkan jika terdapat 49 destinasi di Lombok Tengah, namun yang sudah ada Pkkdarwisnya sekitar 49 destinasi wisata dengan anggota berjumlah 30 hingga 50 orang. Termasuk di dalamnya desa wisata tersebut.

Sementara itu percepatan pengembangan destinasi wisata, juga harus bersinergi dengan lima pilar. Diantaranya, pemerintah daerah, akademisi, media, masyarakat serta pelaku pariwisata. “ Pariwisata jangan hanya dibebankan kepad pemerintah, tetapi semua unsur harus terlibat,”tegasnya.

Ditambahkan, dengan adanya sinergitas tersebut, diyakini mampu mempercepat perkembangan pariwisata. Serta mengahapus image kurang amannya seperti yang terjadi di Tatas Tuhu Trasna selama ini. “Jika sinergitas antar semua stakeholders itu bisa tercapai, maka akan mampu menciptakan keamanan yang baik,”ujarnya. Selain itu, pihaknya juga meminta semua pilar untuk tetap fokus pada 3A yang menjadi penunjang pariwisata. Dinataranya, Akase, Atraksi (daya tarik terhadap wisatwan) dan Amenitas (peningkatan kualitas SDM) yang menyangkut pelayanan. “Ketiga kunci pariwisata ini harus diterapkan untuk suksesnya pariwisata di Lombok Tengah tercinta ini, “ungkapnya.

Sementara itu, salah satu bukti nyata dari pekermbangan desa wisata Lombok Tengah, yakni desa wisata Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat. Dimana konsep desa wisata ini diberikan jempol langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat kunjungannya ke desa wisata Setanggor, beberapa waktu lalu. Bahkan desa wisata Setanggor sudah ditetapkan menjadi desa wisata dengan skala nasional.