images (1)

PERGANTIAN NAMA LIA JANGAN DITANGGAPI BERLEBIHAN

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT masyarakat tidak menanggapi penggantian nama Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Mandalika Internasional Airport (MIA) secara berlebihan. Hal itu untuk menjawab kritikan yang disampaikan Wakil Gubernur NTB, HM Amin kepada dirinya selaku pihak yang mengusulkan pergantian tersebut.

Menurut Suhaili, usulan pergantian nama LIA ataupun nama fasilitas publik lainnya, merupakan hal biasa. Usulan tersebut bertujuan agar seluruh warga NTB benar-benar merasa memiliki. Jika Mandalika dianggap identik dengan Lombok Tengah, menurutnya salah besar.

Sebab nama Mandalika merupakan milik seluruh warga NTB. Buktinya, nama Mandalika seringkali digunakan oleh warga di luar NTB. Contohnya penggunaan nama Mandalika sebagai nama jalan di Kota Mataram dan beberapa daerah lainnya.

Lagipula lanjut Suhaili, nama Mandalika akan lebih mudah dipromosikan dibanding LIA. Sebab tidak hanya menjadi aicon NTB, Mandalika juga sudah dikenal luas di tingkat Internasional.

Adapun usulan tersebut dilontarkannya untuk mengajak masyarakat agar tidak terlalu kaku dalam menyikapi suatu persoalan. Dalam hal ini, masyarakat memiliki kebebasan dalam menentukan nama sesuatu, termasuk LIA yang notabene merupakan milik semua pihak. “Kita sudah merdeka, jangan terpasuk hanya dalam persoalan seperti ini,” kata Suhaili di Pendoponya, Rabu kemarin.

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu mengajak semua pihak menyikapi persoalan tersebut dengan bijak, bukan malah menunjukkan reaksi berlebihan. “Sebenarnya santai saja. Namanya orang mengusulkan kan boleh saja,”ujarnya.