Dewan Masih Sering Rapat di Hotel

PRAYA-DPRD Lombok Tengah (Loteng), menilai gedung yang ada saat ini, belum begitu representative. Sehingga, untuk sementara waktu, rapat tertentu dilaksanakan di hotel. Kecuali, gedung baru yang dibangun di wilayah Jontlak, Praya rampung.”Seperti itu kondisinya. Tapi kami menyampaikan terima kasih kepada KPK,”kata Anggota Fraksi PKS DPRD Loteng H. Ahmad Supli pada Lombok Post, kemarin (14/8).

Kendati demikian, kata Supli jika diukur intensitas rapat. Dewan lebih banyak memanfaatkan fasilitas, sarana dan prasarana ruang rapat di gedung DPRD daripada di hotel. “Tapi, kalau memang ada halangan, maka kita jalankan,”ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, ada beberapa rekomendasi KPK yang akan ditindaklanjuti legeslatif dan eksekutif. Sebut saja, pelaksanaan tugas dan fungsi dewan yang berbasis teknologi informasi. Kebijakan semacam itu, diakui Supli secara langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satunya, kata Supli mereka akan tahu secara rinci, besaran anggaran yang tersedia untuk pembangunan daerah.”Ini artinya, kami wajib mengedepankan keterbukaan, ujar Anggota Komisi  IV DPRD Loteng tersebut.

Selain itu, tambah Supli kewajiban wakil rakyat, untuk menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Kendati secara formal dewan tidak pernah diberi tahu, namun dewan akan melaksanakannya. Sebelum Oktober mendatang, dokumen yang dimaksud akan diserahkan kepada pihak berwenang.”terima kasih atas pencerahan KPK,”katanya.