Sekda Loteng, HM Nursiah saat menunjukkan kartu kepada salah satu RTSM di Lapangan Desa Barabali, beberapa waktu lalu.

PKH untuk Pendidikan dan Kesehatan

Sekda Loteng, HM Nursiah saat menunjukkan kartu kepada salah satu RTSM di Lapangan Desa Barabali, beberapa waktu lalu.

Sekda Loteng, HM Nursiah saat menunjukkan kartu kepada salah satu RTSM di Lapangan Desa Barabali, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Pelaksanaan pemberian bantuan bagi keluarga penerima manfaat  (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2017 terus mengalir bagi keluarga yang tergolong rumah tangga sangat miskin (RTSM).

Bupati melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng HM Nursiah menyampaikan, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat bagi RTSM yang bertujuan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat melalui akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Sehingga, kata Sekda, dalam memanfaatkan bantuan ini, tentu bakal mengurangi beban pengeluaran dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga miskin ini.

“Sebab, penerima bakal mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan lewat perubahan perilaku lewat kegiatan dan program bantuan yang dicairkan per tri wulan ini, awas kalau dana ini untuk angsur emas,” kata Nursiah dengan guyon.

Sementara itu, Pemimpin cabang  BRI Praya, Burhan Dayi mengungkapkan, PKH ini terlaksana sejak 2011 silam. Dalam kerjasama dengan Pemkab ini, pihaknya memiliki 227 agen Brilink dan mendapat bantuan pendamping PKH  yang bisa membantu pencairan bantuan yang bisa dilakukan di teras kantor dan teras keliling yang dimiliki BRI.

“Di saat program ini menyasar 25 ribu warga Loteng, kami sebagai lembaga keuangan yang menyalurkan dana PKH, maka kami siap suport,” terangnya.

Dijelaskan, untuk tahap pertama pihaknya menyasar 721 warga dan untuk tahap ke dua di bulan September yaitu 384 warga.

Sementara itu, Kadis Sosial  (Dinsos) Loteng, Hj. Bq Sri Hastuti menerangkan, di 2011 hingga saat ini penerima manfaat sebanyak 17.319 keluarga dan terus mengalami peningkatan. Untuk tahun ini sebanyak 29.676 keluarga yang mendapatkan bantuan ini.

“Tentu dengan bantuan melalui PKH ini ada peningkatan partisipasi SD dan SMP yang mendorong akses pendidikan anak usia sekolah terus melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Dibeberkan, pihaknya saat ini telah melakukan tahapan persiapan bersama BRI meliputi kesiapan buku tabungan dan kartu bagi lokasi baru bagi penerima manfaat.

Selain itu, mekanisme pencairan bantuan non tunai juga disertai dengan sosialisasi pencairan PKH melalui non tunai ini, lokasi pencairan, serta kegiatan koordinasi persiapan dan teknis penetapan jadwal di tingkat  Kabupaten maupun kecamatan.

“Dana yang diberikan khusus bagi anak-anak ibu bapak yang masih sekolah dan dana kesehatan. Jadi harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin,” sarannya.

Untuk diketahui berdasarkan final closing tahap pertama di tahun 2017 oleh pelaksana Kementerian Sosial RI, jumlah peserta PKH yang akan dilayani melalui BRI untuk tahap pertama di triwulan satu yakni jumlah KPM berjumlah 29.676 penerima.