Ilustrasi-Rusunawa-696x365

Rusunawa Semayan Bakal Diresmikan Menteri

 

PRAYA – Proyek pembangunan  rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya segera rampung. Saat ini, proyek pembangunan tengah dikebut.

Proyek pembangunan Rusunawa ini dikerjakan kontraktor PT Bhinareka Utama dengan konsultan PT Indah Karya Persero. Proyek ini dikerjakan sesuai kontrak dari 17 Februari dan tuntas November 2017. Pembangunan ini menelan uang negara melalui APBN sebesar Rp 21.408.946.000,00.

 

Direksi Teknis Pembangunan Rumah Susun NTB I, Muh. Supriadin melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan, Senin lalu.

Dalam kunjungan, dia memastikan pembangunan akan tuntas sesuai kontrak kerja. Ini dilihat dari fisik hasil pembangunan.

Kepada wartawan, pria yang juga Kabid Ciptakarya Dinas PU dan Penataan Ruang Loteng ini menjelaskan, pembangunan Rusunawa merupakan program direktif Presiden. Dimana, ini dihajatkan agar bisa mengurangi beklok perumahan.

Rusunawa ini juga diperuntukan pemerintah kepada warga yang berpenghasilan rendah dan akan dikelola oleh unit pengelola tehnis daerah (UPTD), UPTD ini nanti akan dibentuk Dinas Perumahan Permukiman.

Disamping itu, untuk warga yang akan menempati Rusunawa nanti akan diseleksi lebih awal.
Untuk biaya pengelolaan atau sewa, sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu per bulan.

Kata pria yang akrab disapa Sopo ini, jika nanti Rusunawa ini dikelola baik maka tidak menutup kemungkinan akan ditambah tower atau gedung. Tergantung kesiapan Pemkab dalam pengelolaan, termasuk harus sanggup menjalani kewajiban menyiapkan izin mendirikan bangunan (IMB), penataan halaman, dan penerangan.
Di samping itu juga, selain Rusunawa Semayan tahun 2018 pihaknya akan mengajukan usulan Rusunawa untuk pekerja PT ITDC di Kuta Desa Kuta, Kecamatan Pujut dan pengajuan rumah khusus nelayan di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat.
“Kalau tidak ada halangan, Rusunawa Semayan akan diresmikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Permukiman,” jelas dia.

Dalam pemanfaatkan Rusunawa ini, lanjut Sopo, warga sudah disiapkan fasilitas. Baik tempat tidur, meja, kursi yang tentu seperti apertemen.
“Yang jelas pembangunan ini tidak lama, karena menggunakan beton prikes. Sementara jumlah kamar ada 70 lokal dengan bangunan lantai lima,” pungkasnya.(sk)