Apel Hari Sumpah Pemuda,di Lapangan Jurang Banteng, Desa Montong Ajan, Lombok Tengah, Jumat (28/10)

Upacara Sumpah Pemuda Dijadikan Moment Bertemu Saudara di Batas Wilayah

Apel Hari Sumpah Pemuda,di Lapangan Jurang Banteng, Desa Montong Ajan, Lombok Tengah, Jumat (28/10)

Apel Hari Sumpah Pemuda,di Lapangan Jurang Banteng, Desa Montong Ajan, Lombok Tengah, Jumat (28/10)

LOTENG—Upacara peringatan sumpah pemuda di Lapangan Jurang Banteng, Desa Montong Ajan yang dilaksanakan Pemkab ternyata tidak hanya menjadi sebatas seremonial belaka, Jumat (28/10).

H Moh Suhaili FT sebagai Bupati Loteng justru menjadikan momentum itu sebagai sarana mempertegas batas wilayah Lombok Tengah.

“Biar ‘negara’ tetangga Lombok Barat tahu sampai di mana batas wilayah kita,” tegasnya sebelum membacakan sambutan menteri, kemarin.

Suhaili mengungkapkan, hal itu menjadi salah satu alasan pelaksanaan upacara sumpah pemuda diadakan jauh dari perkotaan seperti yang biasa dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya.

Dari tujuh orang bupati yang sudah memimpin Loteng, sambung dia, masyarakat mengaku baru kali ini didatangi oleh pemerintah secara langsung. “Artinya, kita memang harus menyambung tali silaturrahim lebih dekat dengan saudara kita di Selatan ini,” ucapnya dengan gigi dirapatkan.

Kendati pada akhirnya nanti, sambung dia, salah satu wilayah Loteng harus diambil paksa daerah lain, setidaknya antara masyarakat Loteng di perkotaan dengan pedesaan dan antara masyarakat dengan pemerintah sudah saling mengenal.

“Nanti saya juga akan pulang lewat sana, tapi jangan ada yang ikut,” sambungnya.

Lebih jauh, Suhaili mengatakan, saat ini Pemkab sendiri belum mengetahui keputusan apa yang akan dikeluarkan oleh Mendagri. Sebab itu, lanjut dia, sebelum keputusan itu keluar yang bisa saja merugikan Pemkab Loteng, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyapa dan memperhatikan warga di perbatasan.

“Walaupun nanti mereka berpindah ‘kewarga kabupatenan’, setidaknya mereka sudah tahu kalau kita yang sebenarnya menjadi saudara mereka,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta upacara. (ray/humas)