Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT bersama Direktur Bank NTB saat melaunching Program KUR, Jumat (28/10)

Pemkab Bayar Bunga KUR Masyarakat

Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT bersama Direktur Bank NTB saat melaunching Program KUR, Jumat (28/10)

Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT bersama Direktur Bank NTB saat melaunching Program KUR, Jumat (28/10)

PRAYA—Pemkab Loteng menyatakan kesiapannya membayar lunas bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat yang akan membangun usaha.

Ini yang disampaikan Bupati usai kegiatan upacara peringatan hari sumpah pemuda di Lapangan Jurang Banteng, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Jumat (28/10).

Bupati mengatakan, Pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Bank NTB yang saat ini sudah menjadi salah satu penyalur KUR terbesar di NTB.

Suhaili menjelaskan, hal ini menjadi salah satu upaya Pemkab untuk lebih memaksimalkan perekonomian masyarakat. Apalagi, salah satu program Pemkab saat ini untuk mengurangi angka kemiskinan yang masih bertengger di angka 15 persen dari total masyarakat.

“O iya, kita sudah perintahkan Sekda siapkan anggaran Rp. 5 Miliar untuk bayar bunga,” ucapnya sambil tertawa simpul sebagai ciri khasnya.

Dijelaskan, dana Rp. 5 miliar yang akan dibahas bersama banggar DPRD dan TAPD Loteng itu akan diperuntukan bagi sekitar 150 masyarakat atau kelompok masyarakat yang akan meminjam uang di Bank NTB. Masing-masing maksimal akan diberikan pinjaman sekitar Rp. 25 juta dalam jangka waktu dua tahun.

Sehingga, setoran masyarakat ke pihak bank tidak akan berembel-embel bunga pinjaman karena Pemkab sudah menjamin hal itu. “Yang jelas, harus selektif, sangat selektif,” tegasnya.

Pemkab juga memberikan indikator prioritas. Karena tujuannya untuk mengurangi angka kemiskinan, lanjut pria yang akrab disapa Uhel itu, maka yang menjadi prioritas adalah kelompok masyarakat. Walaupun ada juga yang diperbolehkan mengambil perseorangan.

Tujuan skala prioritas untuk kelompok masyarakat ini agar jenis usaha tidak hanya dilaksanakan oleh satu orang saja, melainkan bisa dilaksanakan bersama.

“Iya, kalau bersama berarti yang bisa kita tuntaskan tidak hanya satu kepala (keluarga, red) saja, tetapi semua yang ikut dalam kelompok itu,” tegas dia.(dk/humas)