Pemerintah Kawal Ketat Pembangunan Mandalika Resort

BERKUNJUNG: Wabup Lombok Tengah, L Pathul Bahri bersama Kepala BPMP2T, H Winarto dan Kadisbudpar, HL Moh. Putria berkunjung ke kantor ITDC Lombok Kamis (16/06).

BERKUNJUNG: Wabup Lombok Tengah, L Pathul Bahri bersama Kepala BPMP2T, H Winarto dan Kadisbudpar, HL Moh. Putria berkunjung ke kantor ITDC Lombok Kamis (16/06).

PRAYA—Pemkab Lombok Tengah menaruh harapan kepada ITDC yang akan membangun kawasan Mandalika Resort. Kali ini pemkab tidak inginkecolongan seperti pengalaman yang sudah-sudah.

Untuk memastikan pembangunan Mandalika Resort berjalan baik, pejabat Pemkab Lombok Tengah mengawal ketat semua tahapan pembangunan. Komunikasi intens terus dibangun.

Siang Kamis lalu, Wabup Lombok Tengah, L Pathul Bahri menyambang kantor ITDC Lombok di bypass Selatan LIA. Dalam kunjungan tersebut Pathul menegaskan, pembangunan yang akan dilaksanakan ITDC akan membawa perubahan besar bagi daerah.

“Kita kasihan dengan kondisi masyarakat saat ini, banyak yang miskin. Makanya pembangunan harus didorong serius,” ungkapnya.

Jika perusahaan ITDC membangun KEK sesuai waktu yang disepakati, lapangan kerja akan terbuka dan taraf ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Lebih jauh Pathul mengatakan, Pemkab bersama masyarakat tidak boleh berperasangka buruk terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan ITDC. Justru, dukungan penuh harus diberikan ke perusahaan ini meski sebelumnya kerap berjanji dan tidak terbukti.

Yang terpenting sambung dia, prospek ke depan ketika pembangunan sudah bisa terwujud dan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Ditanya tentang tingkat kepercayaan Pemkab ke ITDC setelah banyak janji yang sebelumnya tidak dipenuhi, Pathul menjawab normatif. “Kalau sekarang harus percaya dan mendukung, demi masyarakat,” jawabnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT ITDC, Edwin Darmasetiawan tidak menampik sebelumnya perusahaan ini belum fokus terhadap pembangunan KEK. Hal itu bukan karena kesengajaan. Melainkan urusan administrasi yang masih diurus sampai tuntas agar tidak menyalahi aturan.

Saat ini, pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Seperti pembangunan hotel Pullman yang ditarget Oktober mendatang sedang dalam proses tender.“Urusan jalan, kami kerjakan akhir Juli ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, target pembangunan 5.000 kamar sampai 2019 tidak lepas dari target pemerintah untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Pihak perusahaan berjanji, dari semua fasilitas perhotelan yang akan dibangun ITDC maupun kontraktor luar, semuanya akan merekrut tenaga kerja lokal. “Mungkin hanya 6 sampai 12 persen saja tenaga luar,” pungkasnya.(dk/humas)